cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 346 Documents
PELATIHAN JURNALISME WARGA DAN MANAJEMEN KONTEN UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS MEDIA SOSIAL DESA ADOBALA Linda Handayani Sukaemi; Tri Sulistyaningtyas; Yani Suryani; Harifa Ali Albar Siregar; Sira Kamila
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.7944

Abstract

In the era of information technology, publicity has become an important component in assessing the progress of a village. Increasing the publicity of a village is not only the responsibility of the village public relations officer but also the residents who live in the village. Adobala Village, Kelubagolit Sub-district, East Flores Regency, East Nusa Tenggara, has a public relations officer who is actively promoting the village. The village already has adequate publication channels. However, local residents still need digital literacy to improve the publicity of the village from the residents' perspective. Therefore, citizen journalism training is very effective in improving the publicity of the village through the village's social media channels and social media of the community that is active in village activities. Based on the results of the study, digital literacy regarding citizen journalism and content management in Adobala Village, has increased the literacy of residents and village public relations officers regarding the creation of village content. This increase in literacy can be seen from the increased publicity of Adobala Village through the improved quality of content and number of views on the @adobaladesa social media account on Instagram. There is a variety of artificial intelligence (AI)-based video content, national holiday content, and local cultural content that increases views on social media @adobaladesa. ABSTRAK Pada era teknologi informasi publisitas menjadi komponen yang penting dalam penilaian kemajuan sebuah desa. Peningkatan publisitas desa tidak hanya menjadi tanggung jawab humas desa tetapi juga para warga. Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memiliki media sosial dengan publisitas yang masih terbatas. Desa sudah memiliki kanal-kanal publikasi tetapi konten yang disajikan masih sangat formal dan tidak beragam. Warga sekitar masih memerlukan literasi digital untuk meningkatkan publisitas desa dari perspektif warga. Oleh sebab itu, pelatihan jurnalisme warga dan manajemen konten dibutuhkan untuk meningkatkan keragaman jenis dan variasi konten. Berdasarkan hasil penelitian, literasi digital mengenai jurnalisme warga dan manajemen konten di Desa Adobala memberikan peningkatan literasi pada warga dan humas desa mengenai pembuatan konten desa. Peningkatan literasi ini terbukti melalui peningkatan publisitas Desa Adobala melalui peningkatan kualitas konten dan jumlah views pada media sosial @adobaladesa di Instagram. Terdapat variasi konten video berbasis artificial intelligence (AI), konten peringatan hari besar nasional, dan konten budaya lokal yang meningkatkan views di media sosial @adobaladesa.
PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Erizza Farizan Adani; Tirta Firdaus Nuryananda; Muhammad Nuril Mukminin; Arfin Nurma Halida; Desi Nurwidawati; Raniah Ratna Brillianti Kusnanda; Adnin Ulimazeta
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.
PKM PENDAMPINGAN PEMANDU WISATA DALAM MENGINTEGRASIKAN TOURISM DISCOURSE, STORYTELLING, DAN ISTILAH PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS Ajeng Setyorini; Dias Andris Susanto; Andi Priyolistiyanto; Nurul Fatimatus Sholihah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8194

Abstract

ABSTRACT The ability of tour guides to use contextual, communicative, and discourse-based English remains limited, resulting in information delivery that has not yet been able to create meaningful tourism experiences for international tourists in a professional, adaptive manner oriented toward the needs of today’s global travelers. This program aims to enhance tour guides’ competencies in integrating tourism discourse, storytelling, and English tourism terminology as effective communication strategies in the global tourism era. The PKM employed interactive training, guiding simulations, field practice at tourist sites, and continuous mentoring as its main methods. The implementation stages included needs analysis, training on tourism discourse and storytelling concepts, practice in using English tourism terminology, and evaluation and reflection. The results indicate significant improvements in tour guides’ confidence, communicative competence, and narrative skills in conveying cultural, historical, and local uniqueness information in a more coherent and engaging manner. The main conclusion is that a discourse-based teaching approach is effective in strengthening tour guides’ communicative competence and contributes to enhancing the image of community-based tourist destinations in a sustainable way. ABSTRAK Masih terbatasnya kemampuan pemandu wisata dalam menggunakan bahasa Inggris yang kontekstual, komunikatif, dan berbasis wacana, sehingga penyampaian informasi belum mampu membangun pengalaman wisata yang bermakna bagi wisatawan mancanegara secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan global masa kini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemandu wisata dalam mengintegrasikan tourism discourse, storytelling, dan istilah pariwisata berbahasa Inggris sebagai strategi komunikasi yang efektif di era pariwisata global. Metode pelaksanaan PKM meliputi pelatihan interaktif, simulasi pemanduan, praktik lapangan di objek wisata, serta pendampingan berkelanjutan. Tahapan kegiatan mencakup analisis kebutuhan, pelatihan konsep tourism discourse dan storytelling, praktik penggunaan istilah pariwisata berbahasa Inggris, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta keterampilan naratif pemandu wisata dalam menyampaikan informasi budaya, sejarah, dan keunikan lokal secara lebih koheren dan komunikatif. Simpulan utama dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan discourse-based teaching efektif dalam memperkuat kompetensi komunikatif pemandu wisata dan berkontribusi pada penguatan citra destinasi wisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM MELALUI DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Mulyani Mulyani; Riska Nadya Sari; Selpiana Selpiana; Tarisa Oktavia; Tika Rahmawati
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8201

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to adopt social media–based marketing strategies in order to enhance business visibility and competitiveness. However, many traditional MSMEs still face limitations in digital literacy and remain dependent on conventional marketing practices, as experienced by UD Sumber Genteng. This community service activity focuses on strengthening the partner’s digital capacity through mentoring in the use of the TikTok platform as a product promotion medium. The stages of the activity include identifying the partner’s needs, mentoring in the establishment of a digital identity, training in content planning and production that highlights the roof tile manufacturing process, and an initial evaluation of the partner’s readiness to manage digital marketing independently. The results indicate an improvement in the partner’s understanding of the importance of digital identity, enhanced ability to develop more targeted and authentic promotional content, and initial readiness to implement social media–based marketing strategies in a sustainable manner. This activity concludes that optimizing TikTok as a marketing medium has the potential to expand market reach and improve the competitiveness of traditional MSMEs, provided it is supported by continuous mentoring and consistency in digital content management. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran berbasis media sosial guna meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Namun, sebagian UMKM tradisional masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan ketergantungan pada pola pemasaran konvensional, sebagaimana dialami oleh UD Sumber Genteng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kapasitas digital mitra melalui pendampingan pemanfaatan platform TikTok sebagai sarana promosi produk. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pendampingan pembentukan identitas digital, pelatihan perencanaan dan produksi konten yang menonjolkan proses pembuatan genteng, serta evaluasi awal kesiapan mitra dalam mengelola pemasaran digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya identitas digital, kemampuan menyusun konten promosi yang lebih terarah dan autentik, serta kesiapan awal dalam menerapkan pemasaran berbasis media sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi TikTok sebagai media pemasaran berpotensi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM tradisional apabila didukung oleh pendampingan berkelanjutan serta konsistensi dalam pengelolaan konten digital.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM MENDESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN LITERASI ABAD 21 Laili Rahmi; Dea Mustika
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8258

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology presents significant opportunities to create personalized, adaptive, and learning environments aligned with 21st-century literacy demands. However, at the primary education level, many teachers still face limitations in professional competence when integrating AI into instructional media and learning tools. This community service program aimed to enhance elementary school teachers’ capacities in designing and implementing AI-based learning media effectively. The program was conducted at SD Islam Plus YLPI Pekanbaru and involved 32 teachers over a three-day period. The implementation employed Participatory Training and Collaborative Learning approaches through material presentations, hands-on practice, group discussions, and continuous mentoring. The training materials covered 21st-century literacy, fundamental concepts of AI in education, and the utilization of AI-based platforms such as Canva AI, ChatGPT, and Quillionz. The results indicated a notable improvement in teachers’ conceptual understanding and technical skills in leveraging AI to develop interactive, creative, and contextual learning media. Participants were able to produce digital learning media prototypes and integrate them into their instructional planning. Furthermore, the active and collaborative interactions during the training enhanced teachers’ confidence in independently adopting and sustainably implementing AI-based educational technologies in classroom practices. ABSTRAK Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam menghadirkan pembelajaran yang personal, adaptif, dan relevan dengan tuntutan literasi abad ke-21. Namun, pada jenjang pendidikan dasar, masih ditemukan keterbatasan kompetensi profesional guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam media dan perangkat pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AI secara efektif. Kegiatan dilaksanakan di SD Islam Plus YLPI Pekanbaru dengan melibatkan 32 guru dan berlangsung selama tiga hari. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Training dan Collaborative Learning melalui pemaparan materi, praktik langsung, diskusi kelompok, serta pendampingan berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup literasi abad ke-21, konsep dasar AI dalam pendidikan, serta pemanfaatan platform berbasis AI seperti Canva AI, ChatGPT, dan Quillionz. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual dan keterampilan teknis guru dalam memanfaatkan AI untuk mengembangkan media pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan kontekstual. Guru mampu menghasilkan prototipe media pembelajaran digital dan mengintegrasikannya ke dalam perangkat pembelajaran yang digunakan di kelas. Selain itu, interaksi yang aktif dan kolaboratif selama pelatihan turut meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengadopsi teknologi pembelajaran berbasis AI secara mandiri dan berkelanjutan.
PENGUATAN PERAN ORANG TUA MELALUI SEMINAR PARENTING BERTEMA PSIKOLOGI BELAJAR DAN PENGASUHAN ANAK DALAM ISLAM Augusta Rima Salma; Tsalisa Ismi Maryam; Fiki Humaida; Ghaida Zukhruf Tsaniyatsnaini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8273

Abstract

The implementation of parenting seminar activities at MI Ma'arif Kumpulrejo 02 with the theme "Psychology of Learning and Child Rearing in Islam" aims to strengthen the role of parents in assisting children's learning process and character development in the digital era. This seminar is motivated by the increasing parenting challenges that are not only related to academics, but also psychological, emotional, and moral aspects of children. This study uses a descriptive qualitative method to describe the process of implementing the seminar, including planning, material delivery, and parental participation. The results showed that this seminar provides a comprehensive understanding of children's learning styles, the importance of effective communication in the family, and the application of Islamic parenting based on the example of Rasulullah SAW. In addition, participants gained insights regarding appropriate parenting styles, the role of parents as school partners, and strategies for assisting children in using gadgets. Six effective parenting techniques which include harmonious emotional relationships, exemplary behavior, acceptance without rejection, strengthening spiritual values, a supportive home environment, and parental self-awareness are proven to be relevant and applicable in family life. Overall, the seminar activities have a positive impact on increasing parental parenting literacy and strengthening cooperation between the school and the family in shaping a generation that is moral, intelligent, and adaptive to the times. ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan seminar parenting di MI Ma’arif Kumpulrejo 02 dengan tema "Psikologi Belajar dan Pengasuhan Anak dalam Islam" bertujuan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi proses belajar dan perkembangan karakter anak di era digital. Seminar ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan pengasuhan yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga aspek psikologis, emosional, dan moral anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan seminar, meliputi perencanaan, penyampaian materi, dan partisipasi orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai gaya belajar anak, pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga, serta penerapan pengasuhan Islami berdasarkan teladan Rasulullah saw. Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai pola asuh yang tepat, peran orang tua sebagai mitra sekolah, serta strategi pendampingan penggunaan gadget pada anak. Enam teknik pengasuhan efektif yang meliputi hubungan emosional harmonis, keteladanan, penerimaan tanpa penolakan, penguatan nilai spiritual, lingkungan rumah yang mendukung, serta kesadaran diri orang tua terbukti relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan seminar memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi pengasuhan orang tua serta memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.  
OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR PENUNJUK ARAH UNTUK PENINGKATAN LITERASI SPASIAL DI WILAYAH PESISIR DESA TEMBELING Deni Sabriyati; Galih Topati; Nur Akmal; Melly Putri Gustiarni; Gina Septiani; Nitia Oktavilady; Fhazli Maulana Ikhsan; Nur Azni; Bimo Samudro
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8311

Abstract

ABSTRACT The 16th community service program (KKN) of raja ali haji maritime university (umrah) was held in tembeling village, bintan regency, riau islands. The purpose of this program was to introduce spatial literacy to the community and tourists through road signs. This initiative arose due to the lack of existing signs and the damage to old and illegible information boards, which made navigation difficult for the community and visitors. The implementation process consisted of five main steps: conducting a location survey, designing the layout, preparing tools and materials, producing signs, and socializing them to the community. The results of this activity include the installation of eight directional signs at educational facilities, places of worship, community routes, and other social locations. Despite challenges such as weather conditions and material limitations, these obstacles were overcome through collaboration between students, village officials, and the local community. This program has demonstrated positive impacts by improving accessibility, strengthening spatial identity, and encouraging community participation. Therefore, these signs not only serve as navigation tools but also as symbols of collaboration and sustainable village development. ABSTRAK Kuliah kerja nyata (KKN) ke-16 dari universitas maritim raja ali haji (umrah) dilaksanakan di Desa Tembeling, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Tujuan dari program ini adalah untuk mengenalkan literasi spasial atau ruang kepada masyarakat dan wisatawan melalui plang nama jalan. Inisiatif ini muncul karena kurangnya rambu-rambu yang ada dan rusaknya papan informasi yang sudah tua dan tidak terbaca, sehingga menyulitkan navigasi bagi masyarakat dan pengunjung. Proses pelaksanaannya terdiri dari lima langkah utama: melakukan survei lokasi, mendesain tata letak, menyiapkan alat dan bahan, memproduksi rambu-rambu, dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini meliputi pemasangan delapan rambu penunjuk arah di fasilitas pendidikan, tempat ibadah, rute komunitas, dan lokasi sosial lainnya. Meskipun menghadapi tantangan seperti kondisi cuaca dan keterbatasan material, kendala tersebut berhasil diatasi melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Program ini telah menunjukkan dampak positif dengan meningkatkan aksesibilitas, memperkuat identitas spasial, dan mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, rambu-rambu ini tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI STRATEGI PEMASARAN DAN PELATIHAN PRODUKSI ES PISANG IJO BAGI MASYARAKAT Dony Novaliendry; Wahdatul Aulia; Adrian Rama Putra; Anita Ica Riskia; Dwi Ayu Aziza; Hulwa Zuhrahriani Hibatullah; Selma Eka Putri; Vega Lovita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8342

Abstract

ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in local economic development, yet they are often constrained by limited production skills and marketing strategies. This community service program aims to enhance MSME capabilities through training in making es pisang ijo and marketing strategies for the community of Jorong Ujung Padang, Nagari Tanjung. The activities were conducted using a descriptive qualitative approach with a Participatory Action Research (PAR) model. The stages of the program included socialization of MSME concepts and marketing strategies, practical training on making es pisang ijo (ingredient preparation, cooking, serving, and packaging), and promotion training through social media. The results showed that participants, particularly women and young women, were highly enthusiastic and actively engaged in discussions and practical activities. The program successfully improved participants’ knowledge and skills in producing es pisang ijo as well as their understanding of simple marketing strategies. The main conclusion of this program is that the community recognizes es pisang ijo as a promising business opportunity to increase household income and support local economic development, while also encouraging sustainable local potential–based economic independence that is adaptive to market demands. ABSTRAK UMKM berperan penting dalam pembangunan ekonomi lokal, namun sering terkendala oleh keterbatasan keterampilan produksi dan strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapabilitas UMKM melalui pelatihan pembuatan es pisang ijo dan strategi pemasaran bagi masyarakat Jorong Ujung Padang, Nagari Tanjung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan model Participatory Action Research (PAR). Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi konsep UMKM dan strategi pemasaran, pelatihan praktik pembuatan es pisang ijo (persiapan bahan, pemasakan, penyajian, pengemasan), dan pelatihan promosi melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peserta, khususnya perempuan dan remaja putri, sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam diskusi maupun praktik. Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi es pisang ijo serta memahami strategi pemasaran sederhana. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah masyarakat menyadari es pisang ijo sebagai peluang usaha yang menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mendukung pembangunan ekonomi lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
PENGEMBANGAN SISTEM ANGGARAN SEDERHANA (ANGGARAN KAS DAN PENJUALAN) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PABRIK TEMPE GUNUNG SULAH Ruli Haryanto; Eka Aprilia; Nani Nani; Sevika Nopa Lia; Syifa Azzahra
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8370

Abstract

ABSTRACT Unstructured financial management remains a major problem among micro and small enterprises, including the Gunung Sulah Tempe Factory, resulting in weak cash flow control and inadequate business planning. This study aims to design and implement a simple budgeting system consisting of a cash budget and a sales budget to improve the effectiveness of financial management and business resilience. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews with the business owner, and analysis of available financial documents. The research stages include identifying initial conditions, developing budget formats tailored to business characteristics, implementing the budgets in operational activities, and evaluating the effectiveness of their application. The results indicate that the simple budgeting system improves the regularity of financial record-keeping, helps the business owner project cash flows and set sales targets more rationally, and reduces the risk of cash shortages. Therefore, the implementation of a simple budgeting system not only supports more effective financial management but also contributes to enhancing the resilience and sustainability of micro enterprises with limited resources and accounting knowledge. ABSTRAK Pengelolaan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi permasalahan utama pada usaha mikro dan kecil, termasuk Pabrik Tempe Gunung Sulah, yang berdampak pada lemahnya pengendalian arus kas dan perencanaan usaha. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem anggaran sederhana berupa anggaran kas dan anggaran penjualan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan ketahanan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kondisi awal, penyusunan format anggaran sesuai karakteristik usaha, penerapan dalam kegiatan operasional, dan evaluasi hasil implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem anggaran sederhana mampu meningkatkan keteraturan pencatatan keuangan, membantu pemilik usaha dalam memproyeksikan arus kas dan menetapkan target penjualan secara lebih rasional, serta mengurangi risiko kekurangan dana. Dengan demikian, penerapan anggaran sederhana tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efektif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi dan keberlanjutan usaha mikro dengan keterbatasan sumber daya dan pemahaman akuntansi.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA AL-FURQAN JEMBER MELALUI WORKSHOP DEEP LEARNING BERBANTUAN AI Randi Pratama Murtikusuma; Ervin Oktavianingtyas; Dinawati Trapsilasiwi; Robiatul Adawiyah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8410

Abstract

Digital transformation in education requires teachers not only to master technology but also to integrate it into meaningful learning practices. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers at SMA Al-Furqan Jember in implementing deep learning supported by artificial intelligence (AI). The activity was conducted through an intensive workshop involving 16 teachers from various subject areas, focusing on strengthening AI literacy, understanding the concepts of deep learning namely meaningful, mindful, and joyful learning and utilizing Padlet TA and Gimkit as learning platforms. The implementation methods included needs analysis, theoretical and practical training sessions, as well as evaluation through pre-tests, post-tests, questionnaires, and interviews. The results showed an improvement in teachers’ competencies in designing AI-assisted lesson plans, developing interactive learning activities, and understanding deep learning concepts more comprehensively. Teachers also expressed positive responses to the use of Padlet and Gimkit, as these tools were considered effective in increasing student engagement and learning creativity. This program demonstrates that practice-based mentoring is effective in supporting the sustainable implementation of deep learning in school-based instruction. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dalam pembelajaran yang bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMA Al-Furqan Jember dalam menerapkan pembelajaran deep learning berbantuan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan dilaksanakan melalui workshop intensif yang melibatkan 16 guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada penguatan literasi AI, pemahaman konsep deep learning yang meliputi meaningful, mindful, dan joyful learning, serta pemanfaatan platform Padlet TA dan Gimkit. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, angket, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbantuan AI, merancang aktivitas pembelajaran interaktif, serta memahami konsep pembelajaran mendalam secara lebih komprehensif. Guru juga memberikan respons positif terhadap penggunaan Padlet dan Gimkit karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas dalam pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik efektif dalam mendorong implementasi pembelajaran deep learning secara berkelanjutan di sekolah.