cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA Ninawati, Ninawati; DCJ, Daniel Franando; Arifin, Graciella Angelica
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10778

Abstract

Senior high school students are generally within the age range of 15–18 years. In developmental psychology, this age range falls within adolescence (10–19 years). The developmental tasks of adolescent psychology consist of the achievement of emotional independence, the formation of self-identity, and the development of mature relationships with peers and members of the opposite sex. Adolescents also need to manage unstable emotions, accept physical changes, and develop intellectual maturity as well as a more realistic sense of morality in preparation for adulthood. Adolescents' emotional development often involves emotional turmoil and the search for self-identity. On the social side, adolescents experience increased interaction with peers and exploration of romantic relationships. Internal and external factors such as the family environment, peers, and social media also influence adolescent development. An understanding of emotion regulation, delivered through a half-day seminar, is expected to make a meaningful contribution to individuals who are part of urban society. This can help to foster social well-being. In turn, the development will serve as social capital for adolescents in their social interactions and relationships with others. The Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) scale was used to measure emotion regulation. This community service programme (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) was carried out as an educational seminar with male and female students of SMA Bhinneka Tungga Ika in West Jakarta as the target audience. We collaborated with the partner institution to invite both students and teachers to participate in the seminar. ABSTRAK Siswa sekolah menengah atas (SMA) pada umumnya berada pada rentang usia 15-18 tahun. Dalam perkembangan psikologi rentang usia ini berada pada masa remaja yaitu dalam kategori 10-19 tahun. Tugas perkembangan psikologi remaja ada macam-macam, antara lain pencapaian kemandirian emosional, pembentukan identitas diri, dan pengembangan hubungan yang matang dengan teman sebaya dan lawan jenis. Remaja juga perlu mengelola emosi yang tidak stabil, menerima perubahan fisik, dan mengembangkan kematangan intelektual serta moralitas yang lebih realistis untuk memasuki kedewasaan. Perkembangan emosional remaja sering kali mencakup gejolak perasaan dan pencarian identitas diri. Di sisi sosial, remaja mengalami peningkatan dalam interaksi dengan teman sebaya dan eksplorasi dalam hubungan romantis. Faktor internal dan eksternal seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media sosial juga mempengaruhi perkembangan remaja. Pemahamanan regulasi emosi yang diterangkan melalui pertemuan setengah hari dalam bentuk seminar kiranya dapat memberikan kontribusi kepada individu yang menjadi bagian dari masyarakat perkotaan, sehingga nantinya akan terbentuk social well-being, di mana hal ini akan menjadi modal sosial para remaja dalam pergaulan dan hubungannya dengan orang lain.Pengukuran untuk regulasi emosi dipergunakan skala Emotional Regulation Questionnaire (ERQ).PKM dilaksanakan sebagai seminar untuk edukasi kepada khalayak sasaran baik siswa laki-laki maupun perempuan yang bersekolah di SMA Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta Barat. Kerjasama dilakukan dengan pihak mitra baik dalam menyediakan siswa sebagai peserta, maupun mengajak para guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan.  
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN CANVA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI Leu, Yoakim Yolanda Mario
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10783

Abstract

Era digital mewajibkan mahasiswa Pendidikan Ekonomi menguasai teknologi, namun pemanfaatan media interaktif di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka masih tergolong rendah karena mahasiswa kurang membuka diri terhadap metode inovatif. Fokus pengabdian ini adalah melatih mahasiswa memanfaatkan aplikasi Canva guna menciptakan perangkat pembelajaran yang menarik serta efektif. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan perangkat laptop, pengenalan fitur jendela kerja, praktik pembuatan proyek terbimbing, hingga evaluasi akhir hasil karya mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua puluh mahasiswa peserta pelatihan berhasil menguasai dasar-dasar desain digital dan mampu menghasilkan modul ajar serta kuis interaktif secara mandiri. Melalui simulasi dan praktik langsung, mahasiswa menunjukkan peningkatan daya nalar dan kreativitas dalam mengolah materi ekonomi yang sebelumnya kaku menjadi visual yang menyenangkan bagi peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa Canva mempermudah pendidik menyiapkan bahan ajar yang fleksibel baik melalui laptop maupun ponsel cerdas secara gratis. Kesimpulannya, implementasi media Canva memberikan ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang mendukung kurikulum terkini sekaligus mengatasi kejenuhan belajar di kelas. Pelatihan tersebut membekali mereka keterampilan teknis krusial sebelum melaksanakan praktek pengenalan lapangan di sekolah mitra guna menciptakan suasana akademik yang lebih hidup. Dengan demikian, penguasaan aplikasi desain ini menjadi solusi cerdas dalam mewujudkan tujuan pembelajaran modern yang dinamis, menyenangkan, serta interaktif. ABSTRACT The digital era requires Economics students to master technology, but the use of interactive media at the Larantuka Teacher Training and Technology Institute remains low due to a lack of openness to innovative methods. The focus of this community service program was to train students to utilize the Canva application to create engaging and effective learning tools. The implementation stages included laptop preparation, an introduction to the work window feature, guided project creation practice, and a final evaluation of student work. The results showed that twenty student participants successfully mastered the basics of digital design and were able to independently produce teaching modules and interactive quizzes. Through simulations and hands-on practice, students demonstrated increased reasoning and creativity in transforming previously rigid economics material into engaging visuals for students. These findings demonstrate that Canva makes it easy for educators to prepare flexible teaching materials, both on laptops and smartphones, for free. In conclusion, the implementation of Canva provides students with an exploratory space to produce innovative work that supports the current curriculum while addressing classroom boredom. The training provided them with crucial technical skills before undertaking fieldwork at partner schools to create a more lively academic atmosphere. Therefore, mastery of this design application is a smart solution for realizing the goal of modern learning that is dynamic, enjoyable, and interactive.  
PENGUATAN KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL BAGI MAHASISWA CALON GURU Rahmat Unton, Ali; Masdiana, Masdiana; Sudiah, Lismawati; Karim, Karim; Ode Nining Setiyawan, Wa; Rizal, Rizal; Marsel, Marsel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10896

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to enhance prospective teachers’ understanding and ability to utilize information technology as a tool in the teaching and learning process. Additionally, this initiative aims to equip them with strong digital skills so they can integrate technology into innovative, creative, and effective teaching methods in the future when they become teachers in schools. Before using information technology, each participant was given a questionnaire to measure learning motivation (Pre-test) using a Likert scale: Strongly Agree, Agree, Somewhat Agree, Disagree, and Strongly Disagree. The questionnaire covered four aspects: 1) Perseverance in learning; 2) Interest and enthusiasm for learning; 3) Independence and participation; 4) Need for learning media. Based on the results obtained, it was found that before the activity was conducted, participants tended to answer “Strongly Agree” or “Agree.” This indicates that participants demonstrated low learning motivation due to the limitations of conventional methods. After the activity concluded, the questionnaire was administered again, and participants demonstrated very high enthusiasm for learning by utilizing information technology in the learning process and improving their digital literacy skills. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu, upaya ini bertujuan memberikan keterampilan digital yang baik kepada mereka agar mampu menggabungkan teknologi dalam metode mengajar yang inovatif, kreatif, dan efektif di masa depan ketika mereka menjadi guru di sekolah. Sebelum menggunakan teknologi informasi, setiap peserta diberikan angket untuk mengukur motivasi belajar (Pre-test) dengan skala Likert, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Angket tersebut mencakup empat aspek, yaitu: 1) Ketekunan dalam belajar; 2) Minat dan semangat belajar; 3) Kemandirian dan partisipasi; 4) Kebutuhan media pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, peserta cenderung menjawab "Sangat Setuju" atau "Setuju". Artinya, peserta menunjukkan motivasi belajar yang rendah karena keterbatasan metode konvensional. Setelah kegiatan selesai, kembali diberikan angket dan peserta menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan literasi digital mereka.
PEMBERDAYAAN UMKM PENERIMA PKH MELALUI PELATIHAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) Endang Yani, Tri; Wibisono, Totok; Junaidi, Muhammad; Sujito, Sujito
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.11074

Abstract

ABSTRACT The Family Hope Program (Program Keluarga Harapan/PKH) is a conditional cash transfer program initiated by the Government of Indonesia aimed at reducing poverty and improving the welfare of low-income households. One of the beneficiary areas is Krobokan Urban Village, Semarang City, which consists of nine PKH groups with several Beneficiary Families (Keluarga Penerima Manfaat/KPM) engaged in micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, a key challenge faced by these MSMEs is the low level of understanding and ability to calculate the Cost of Goods Sold (COGS), which leads to inaccurate product pricing, reduced competitiveness, and suboptimal business sustainability. This community service activity aims to provide education and training on COGS calculation for PKH beneficiary MSMEs in Krobokan Urban Village, enabling them to set fair, competitive, and profitable selling prices, while also improving family economic independence. The implementation method used is direct education and training delivered to partner groups during the first semester of the 2025–2026 academic year. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding and skills in calculating COGS, as well as their ability to determine more accurate product pricing. Therefore, this program is expected to support more efficient and sustainable business management for PKH beneficiary MSMEs. ABSTRAK Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Salah satu wilayah penerima PKH adalah Kelurahan Krobokan, Kota Semarang, yang memiliki 9 kelompok PKH dengan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), sehingga berdampak pada ketidaktepatan penetapan harga jual, rendahnya daya saing produk, serta kurang optimalnya keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan perhitungan HPP kepada UMKM penerima PKH di Kelurahan Krobokan agar mampu menentukan harga jual yang wajar, kompetitif, dan menguntungkan serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan secara langsung kepada kelompok mitra pada semester gasal tahun akademik 2025–2026. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam menghitung HPP serta kemampuan dalam menentukan harga jual yang lebih tepat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi UMKM penerima PKH.