cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 17 Documents clear
ASESMEN PEMBELAJARAN PROFETIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STRATEGI HOLISTIK UNTUK PENGUATAN NILAI SPIRITUAL DAN KARAKTER PESERTA DIDIK Asrofi, Asrofi; Hamilaturroyya, Hamilaturroyya; Purwoko, Purwoko
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4839

Abstract

ABSTRACT Prophetic learning assessment is an innovative approach in Islamic education that integrates spiritual, moral, social, and emotional dimensions in addition to the cognitive aspects of students. This approach is relevant to the implementation of the Pancasila Student Profile because its six dimensions reflect prophetic values ??that are in line with the goals of Islamic education. However, its implementation still faces various challenges such as minimal teacher understanding, lack of structural support, and limited instruments and cultural resistance, so this study aims to formulate a conceptual foundation and relevant strategic solutions. This article examines the basic concepts, principles, methods, and challenges of implementing prophetic assessment through a systematic literature review. The study results indicate that prophetic assessment can be implemented through portfolios, behavioral observations, reflective interviews, and social projects based on humanitarian values. This study is a literature study that collects and analyzes data from various sources such as books and scientific journals to explore the concept and implementation of prophetic learning assessment. The literature used is selectively selected from the latest publications through academic databases, focusing on journal articles and relevant national sources from Google Scholar. However, its implementation faces obstacles such as the limited competence of teachers and the lack of valid assessment instruments.Resistance from the social environment, which still prioritizes academic achievements, also poses a challenge.Therefore, this article recommends strategies such as periodic teacher training, the development of value-based instruments, and collaboration between schools, families, and communities.With structured implementation, prophetic assessment can shape a generation that is intellectually smart, morally resilient, socially sensitive, and deeply spiritual. ABSTRAK Asesmen pembelajaran profetik merupakan pendekatan inovatif dalam pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, sosial, dan emosional selain aspek kognitif peserta didik. Pendekatan ini relevan dengan implementasi Profil Pelajar Pancasila karena keenam dimensinya mencerminkan nilai-nilai profetik yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti minimnya pemahaman guru, kurangnya dukungan struktural, serta keterbatasan instrumen dan resistensi budaya, sehingga kajian ini bertujuan merumuskan fondasi konseptual dan solusi strategis yang relevan. Artikel ini mengkaji konsep dasar, prinsip, metode, serta tantangan implementasi asesmen profetik melalui kajian literatur sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen profetik dapat diterapkan melalui portofolio, observasi perilaku, wawancara reflektif, dan proyek sosial berbasis nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah untuk mendalami konsep dan implementasi asesmen pembelajaran profetik. Namun, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti keterbatasan kompetensi guru dan kurangnya instrumen penilaian yang valid. Resistensi dari lingkungan sosial yang masih mengutamakan capaian akademik juga menjadi kendala. Untuk itu, artikel ini merekomendasikan strategi seperti pelatihan guru periodik, pengembangan instrumen berbasis nilai, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan penerapan terstruktur, asesmen profetik dapat membentuk generasi yang cerdas intelektual, tangguh moral, peka sosial, dan mendalam spiritualitasnya.
PENGARUH INTEGRASI TEKNIK CHUNKING DAN WRITING IS THINKING TERHADAP LEVEL BERPIKIR SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Putri, Meirin Dwiningtyas; Rahmat, Adi; Sanjaya, Yayan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4846

Abstract

ABSTRACT Learning is a process of learning activities to acquire knowledge. The learning process in the classroom should be directed towards being able to understand the information obtained and relate it to everyday life. The purpose of this research was to obtain information on effect the integration of chunking techniques and writing is thinking on students' thinking levels on the material of human reproductive system. The method used in this study was a quasi-experimental study with a pretest and posttest design. The subjects of this study were 56 students of class XI MIPA at a Senior High School in Tasikmalaya City who were selected through a purposive sampling technique. The instruments in the study used multiple choice questions and essay questions. The findings showed that students whose learning process used the integration of chunking techniques and writing is thinking had an effect on students' thinking levels. The integration of chunking techniques and writing is thinking can help process information by breaking down information into simpler pieces of information to make it easier for students to process the knowledge they have acquired and then write the information they have obtained into simpler language so as to help students in the learning process. ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar untuk memperoleh pengetahuan. Proses pembelajaran di dalam kelas seharusnya diarahkan untuk dapat memahami informasi yang diperolehnya dan dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi pengaruh integrasi teknik chunking dan writing is thinking terhadap level berpikir siswa pada materi sistem reproduksi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan desain pretest and posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di salah satu SMA Negeri Kota Tasikmalaya yang berjumlah 56 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian menggunakan soal multiple choice dan soal uraian. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang proses belajarnya menggunakan integrasi teknik chunking dan writing is thinking berpengaruh terhadap level berpikir siswa. Integrasi teknik chunking dan writing is thinking dapat membantu memproses informasi dengan memecah informasi menjadi potongan informasi yang lebih sederhana untuk memudahkan siswa dalam memproses pengetahuan yang diperolehnya kemudian menuliskan informasi yang diperolehnya kedalam bahasa yang lebih sederhana sehingga membantu siswa dalam proses pembelajaran.
INKUIRI DAN PHET : KOMBINASI AMPUH UNTUK PEMBELAJARAN IPA YANG AKTIF DAN INTERAKTIF DI SMPN 15 KOTA BIMA Anggraini, Alif Tulusiyah; Zulkarnaen, Zulkarnaen
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4956

Abstract

ABSTRACT Through investigative activities involving active student participation, science learning in junior high school plays an important role in shaping students' understanding of natural phenomena and fostering scientific thinking skills. This makes the learning process more dynamic. It is necessary to implement a learning model that can activate student involvement, encourage the development of creative ideas, and provide valuable educational opportunities to improve the quality of the learning process. The purpose of this study was to assess how well PhET (Physics Education Technology) simulations and inquiry-based learning models work together to increase student engagement and interaction in science classes at SMPN 15 Kota Bima. The research methodology used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest only control group design. Grade VIII students of SMPN 15 Kota Bima in the 2024–2025 academic year participated in this study; there were eight female participants and eight male participants. Tests, questionnaires, and observations were used to obtain data on student interactions and activities. Relevant statistical tests were then used for analysis. Based on the observation sheet, questionnaire, test and research results, it shows a positive influence of the combination of inquiry and PhET on student involvement in the science learning process that has been implemented on very good criteria, as well as its implications for increasing students' understanding of concepts and learning interests as seen from the analysis of the average N-Gain score with moderate criteria. Based on the description above, it can be concluded that inquiry and PhET can be a reference for teachers and other researchers in developing a more innovative and interesting science learning approach. ABSTRAK Melalui kegiatan investigasi yang melibatkan partisipasi aktif siswa, pembelajaran IPA di SMP berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap fenomena alam dan menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah. Hal ini membuat proses pembelajaran jadi lebih dinamis. Diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan keterlibatan siswa, mendorong pengembangan ide-ide kreatif, serta memberikan kesempatan pendidikan yang bernilai guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Tujuan atas penelitian ini ialah guna menilai seberapa baik simulasi PhET (Teknologi Pendidikan Fisika) dan model pembelajaran berbasis penyelidikan bekerja sama untuk meningkatkan keterlibatan dan interaksi siswa di kelas IPA di SMPN 15 Kota Bima. Metodologi penelitian yang dipakai ialah eksperimen semu atas desain one-group pretest-posttest only control group design. Siswa kelas VIII SMPN 15 Kota Bima pada tahun ajaran 2024–2025 berpartisipasi dalam penelitian ini; terdapat delapan peserta perempuan dan delapan peserta laki-laki. Tes, kuesioner, dan observasi dipakai guna mendapatkan data tentang interaksi dan aktivitas siswa. Uji statistik yang relevan kemudian digunakan untuk analisis. Berdasarkan lembar observasi, kuesioner, tes dan hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh positif penggabungan inkuiri dan PhET terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar IPA yang sudah dilaksanakan atas kriteria sangat baik, serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman konsep dan minat belajar siswa dilihat atas analisis rerata skor N- Gain dengan kriteria sedang. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri dan PhET dapat menjadi referensi bagi guru dan peneliti lain dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran IPA yang lebih inovatif dan menarik.
REVITALISASI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF: OPTIMALISASI KOLABORASI KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN Restalia, Winda; Atiyah, Atiyah; Kamal, Rahmat
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5085

Abstract

Cooperative learning has been recognized as an effective approach in improving students' academic outcomes and social skills. However, its implementation is often suboptimal due to teachers' lack of understanding of collaborative strategies, ineffective group management, and unfair assessments. This article aims to revitalize cooperative learning strategies through a systematic approach that emphasizes optimizing collaboration to achieve learning success. Using a literature review method, this study analyzes various cooperative learning models, including Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, and Think-Pair-Share, and identifies challenges and solutions in their implementation. The results of the study indicate that revitalizing cooperative learning requires several key steps, namely (1) ongoing teacher training to improve competence in designing and managing collaborative learning, (2) the formation of heterogeneous learning groups to encourage positive dynamics and inclusivity, (3) integration of digital technology to facilitate collaboration in both offline and online learning, and (4) the implementation of an authentic assessment system that combines individual and group aspects. Optimizing collaboration in cooperative learning has been proven to increase learning motivation, deeper conceptual understanding, and the development of 21st century skills such as communication, creativity, and problem solving. ABSTRAKPembelajaran kooperatif telah diakui sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan hasil akademik dan keterampilan sosial siswa. Namun, implementasinya sering kali tidak optimal karena kurangnya pemahaman guru tentang strategi kolaboratif, manajemen kelompok yang tidak efektif, dan penilaian yang tidak adil. Artikel ini bertujuan untuk merevitalisasi strategi pembelajaran kooperatif melalui pendekatan sistematis yang menekankan optimalisasi kolaborasi untuk mencapai kesuksesan belajar. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai model pembelajaran kooperatif, termasuk Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, dan Think-Pair-Share, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi pembelajaran kooperatif memerlukan beberapa langkah kunci, yaitu (1) pelatihan guru yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang dan mengelola pembelajaran kolaboratif, (2) pembentukan kelompok belajar yang heterogen untuk mendorong dinamika positif dan inklusivitas, (3) integrasi teknologi digital untuk memfasilitasi kolaborasi baik dalam pembelajaran luring maupun daring, dan (4) penerapan sistem penilaian autentik yang menggabungkan aspek individu dan kelompok. Optimalisasi kolaborasi dalam pembelajaran kooperatif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konseptual yang lebih mendalam, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) BERBANTU MEDIA QUESTION BOX TERHADAP KAEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SKI DI MADRASAH IBTIDAIYAH Syarifuddin, Akhmad; Rizal, Setria Utama; Sulistyowati, Sulistyowati
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5305

Abstract

ABSTRACT Learning Islamic Cultural History is difficult to understand if it relies solely on the lecture method, as students are not encouraged to think actively. A monotonous learning model makes students feel bored, tired, and passive, thus requiring a more effective and efficient learning approach. This study aims to describe the implementation of the cooperative learning model, specifically the Group Investigation (GI) type assisted by a question box, in teaching Islamic Cultural History (SKI) at MI Nurul Islam Samuda. Additionally, the study aims to determine student learning activity and learning outcomes after the implementation of this model. Furthermore, the study examines whether the GI-type cooperative learning model assisted by a question box has an effect on students' learning activity and learning outcomes in SKI lessons. The research method used is quantitative with a One-Group Pretest-Posttest design. Data collection techniques included student activity observation sheets and test items. The results show that the implementation of the GI-type cooperative learning model assisted by a question box was highly effective, with an observation score of 96. Student activity was classified as very active with a score of 86.21, and learning outcomes were also excellent with an average score of 84.70. The paired sample t-test indicated a significant difference before and after the treatment, with a significance value of 0.000 and t-values of -25.198 (learning activity) and -6.693 (learning outcomes), respectively. This shows a significant difference in student learning activity and outcomes before and after the implementation. Thus, the applied learning model proved effective in improving both student engagement and academic performance on the topic of the adult life of Prophet Muhammad (PBUH) in Grade III at MI Nurul Islam Samuda. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sulit dipahami jika hanya mengandalkan metode ceramah, karena siswa kurang didorong untuk berpikir aktif. Model pembelajaran yang monoton membuat siswa bosan, lelah, dan pasif, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe GI (Group Investigation) berbantu question box pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI Nurul Islam Samuda. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model tersebut. Selanjutnya, penelitian ini juga mengkaji apakah terdapat pengaruh model cooperative learning tipe GI berbantu question box terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran SKI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data meliputi lembar observasi keaktifan belajar siswa dan tes soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model cooperative learning tipe GI berbantu question box sangat efektif, dengan nilai observasi 96. Keaktifan siswa tergolong sangat aktif dengan skor 86,21, dan hasil belajar juga sangat baik dengan rata-rata nilai 84,70. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan, dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung masing-masing -25,198 (keaktifan belajar) dan -6,693 (hasil belajar). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara keaktifan belajar dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, model pembelajaran yang diterapkan terbukti berpengaruh dalam meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada materi Masa dewasa Nabi Muhammad SAW pada kelas III MI Nurul Islam Samuda.
KUNJUNG KARYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA Yuliyanti, Ekani; Sriyanto, Sriyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5390

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of the kunjung karya (work exhibition visit) method as a differentiated learning strategy to enhance students’ communication skills in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 1 Pejawaran, specifically in Class VII-B. Employing a qualitative approach with a case study design, the research involved 30 students as participants. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with purposively selected students, and Likert-scale questionnaires administered before and after the implementation of the method. The findings indicate a significant improvement in three core aspects of communication skills: speaking confidence, active listening, and the ability to provide constructive feedback. Moreover, the kunjung karya method increased students' interest in learning Social Studies and encouraged active participation in classroom activities. These results suggest that the method aligns well with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes flexible, inclusive, and student-centered learning. Therefore, kunjung karya can be considered an effective pedagogical approach to fostering a communicative, collaborative, and meaningful learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode kunjung karya sebagai strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan melibatkan 30 siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Pejawaran sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, wawancara semi-terstruktur terhadap siswa yang dipilih secara purposif, serta penyebaran angket berbasis skala Likert untuk mengukur perubahan keterampilan komunikasi sebelum dan sesudah penerapan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tiga indikator utama keterampilan komunikasi siswa, yaitu keberanian berbicara, kemampuan mendengarkan aktif, dan kemampuan memberikan umpan balik secara konstruktif. Selain itu, penerapan metode kunjung karya juga mendorong peningkatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini terbukti mendukung prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, inklusif, serta berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, kunjung karya dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk lingkungan belajar yang komunikatif, kolaboratif, dan bermakna.
ANALISIS IMPLEMENTASI GERAKAN LITERSI MEMBACA PADA KELAS V SDN 04 SINANGGUL Amanatullah, Fatikh; Attalina, Syailin Nichla Choirin; Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5396

Abstract

Indonesia is currently facing a literacy crisis, with the literacy skills of Indonesian children ranking 45th out of 48 countries. This study aims to describe the implementation of the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) in Grade V at SDN 4 Sinanggul. The research employs a qualitative approach using a descriptive narrative method. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with interview sheets serving as the primary instrument. The data analysis process includes stages of data collection, presentation, verification, and condensation. The results reveal that the implementation of GLS has generally followed the guidelines set by the government, although the learning implementation phase has not been fully carried out. The stages that have been implemented include the habituation and development phases. Activities in the habituation stage include 15 minutes of reading before lessons begin, organizing facilities and infrastructure, and creating a school environment that supports literacy activities. In the development phase, teachers play an active role through integrated reading activities, group reading, and discussions. This study contributes to understanding the extent of GLS implementation and its impact on fostering a culture of literacy at SDN 4 Sinanggul. ABSTRAKIndonesia saat ini tengah menghadapi krisis literasi, di mana kemampuan literasi anak-anak Indonesia berada pada peringkat ke-45 dari 48 negara. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diterapkan di kelas V SDN 4 Sinanggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan lembar wawancara sebagai instrumen utama. Analisis data mencakup tahap pengumpulan, penyajian, verifikasi, dan penyederhanaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS telah mengikuti pedoman yang ditetapkan pemerintah, meskipun pada tahap pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya berjalan. Tahapan yang sudah dilaksanakan mencakup tahap pembiasaan dan tahap pengembangan. Kegiatan pada tahap pembiasaan meliputi membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, penataan sarana prasarana, serta penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan literasi. Sementara itu, pada tahap pengembangan, guru berperan aktif melalui kegiatan membaca terpadu, membaca bersama, dan diskusi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami tingkat penerapan serta dampak GLS terhadap pembentukan budaya literasi di SDN 4 Sinanggul.
IMPLEMENTASI ASESMEN BERBASIS KARAKTER DISIPLIN UNTUK MENUMBUHKAN RASA TANGGUNG JAWAB PADA SISWA MIS ASY-SYA'BAN KARANGSARI Suhermi, Lulut
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5397

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the implementation of character-based assessment of discipline in fostering a sense of responsibility in elementary school students. Character assessment, which is integrated into daily learning, is expected to provide constructive and sustainable feedback, not only on cognitive aspects, but also on students' holistic development. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving teachers and students in grades III, IV, and V at MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Central Java. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with teachers and students, and document analysis such as lesson plans and anecdotal notes. The results of the study indicate that character-based assessment of discipline significantly helps students understand and apply the values ??of discipline, such as punctuality, neatness, and completion of tasks. This process, supported by direct feedback and open communication from teachers, gradually strengthens the internalization of students' sense of responsibility towards academic obligations, themselves, and the social environment. The implications of this study are the importance of developing more varied character assessment instruments and ongoing teacher training to implement character assessment effectively in order to form a generation with strong and responsible characters. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis efektivitas implementasi asesmen berbasis karakter disiplin dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sekolah dasar. Asesmen karakter, yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, diharapkan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkelanjutan, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan holistik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan guru dan siswa kelas III, IV, dan V di MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen seperti RPP dan catatan anekdot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis karakter disiplin secara signifikan membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai disiplin, seperti ketepatan waktu, kerapian, dan penyelesaian tugas. Proses ini, didukung oleh umpan balik langsung dan komunikasi terbuka dari guru, secara bertahap memperkuat internalisasi rasa tanggung jawab siswa terhadap kewajiban akademis, diri sendiri, dan lingkungan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan instrumen asesmen karakter yang lebih variatif dan pelatihan guru yang berkelanjutan untuk mengimplementasikan asesmen karakter secara efektif demi pembentukan generasi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER KERJA SAMA DALAM PENDIDIKAN DASAR Fauzi, Hasan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5398

Abstract

This research is based on the awareness that education at the elementary level does not only focus on mastering academic material, but also on the formation of student character, one of which is the ability to work together. The developed project assessment model is a solution to measure aspects of collaboration that are often overlooked in traditional evaluations. Through careful R&D stages, this model is designed to align with the principles of project-based learning, where students are actively involved in the problem-solving process in groups. Expert validation and limited trials are important steps to ensure that the resulting assessment instrument is valid, reliable, and practical to be implemented in the classroom. The positive results of the trial, which showed a significant increase in student collaboration indicators, provide empirical evidence of the effectiveness of this model. The implications of this research are encouragement for educators and policy makers to adopt an authentic project-based assessment approach as an integral part of the elementary education curriculum, in order to produce the next generation who are not only cognitively intelligent, but also have good social skills, especially in terms of collaboration. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan di jenjang dasar tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya adalah kemampuan bekerja sama. Model asesmen proyek yang dikembangkan ini menjadi solusi untuk mengukur aspek kolaborasi yang seringkali terabaikan dalam evaluasi tradisional. Melalui tahapan R&D yang cermat, model ini dirancang agar selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa aktif terlibat dalam proses pemecahan masalah secara berkelompok. Validasi ahli dan uji coba terbatas menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa instrumen asesmen yang dihasilkan valid, reliabel, dan praktis untuk diimplementasikan di kelas. Hasil positif dari uji coba, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam indikator kerja sama siswa, memberikan bukti empiris tentang efektivitas model ini. Implikasi dari penelitian ini adalah dorongan bagi para pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengadopsi pendekatan asesmen autentik berbasis proyek sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan dasar, demi menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang mumpuni, terutama dalam hal kerja sama.
STUDI KOMPARATIF TERHADAP EFEKTIVITAS BERBAGAI TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, KETERLIBATAN AKTIF, DAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Mufidah, Zulfin Rachma; Sukartiningsih, Wahyu; Aqida, Elys Nur; Abigael, Nathania Elysia; Nadhiroh, Latifatun; Rahmawati, Lia Ratu; Kurnia, Erma Tri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5400

Abstract

Low learning outcomes, active involvement, and social skills of students are often obstacles in the learning process in elementary schools. One alternative solution that can be applied is the use of cooperative learning models. This study is a comparative study that aims to analyze the effectiveness of various types of cooperative learning models, namely Jigsaw, Think Pair Share, Talking Stick, Scramble, and Paired Storytelling, in improving learning outcomes, active involvement, and social skills of students. The analysis was carried out by comparing the main findings from various literature sources, both in terms of approach, advantages, disadvantages, and their impact on student learning outcomes. The results of the study show that the five types of models have their respective advantages: Jigsaw is effective in encouraging in-depth understanding of the material, Think-Pair-Share strengthens active participation, Paired Storytelling improves interpersonal communication, Scramble encourages speed of thinking and teamwork, and Talking Stick strengthens courage and social skills. This study recommends the use of cooperative learning models in a variety of ways according to learning objectives. ABSTRAKRendahnya hasil belajar, keterlibatan aktif, dan keterampilan sosial peserta didik sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai tipe model pembelajaran kooperatif, yaitu Jigsaw, Think Pair Share, Talking Stick, Scrambel, dan Paired Storytelling, dalam meningkatkan hasil belajar, keterlibatan aktif, dan keterampilan sosial peserta didik. Analisis dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan utama dari berbagai sumber literatur, baik dari segi pendekatan, kelebihan, kekurangan, maupun dampaknya terhadap capaian belajar peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima tipe model memiliki keunggulan masing-masing : Jigsaw efektif dalam mendorong pemahaman materi secara mendalam, Think-Pair-Share memperkuat partisipasi aktif, Paired Storytelling meningkatkan komunikasi interpersonal, Scramble mendorong kecepatan berpikir dan kerja tim, serta Talking Stick memperkuat keberanian dan keterampilan sosial. Kajian ini merekomendasikan pemanfaatan model pembelajaran kooperatif secara variatif sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 17