cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 241 Documents
ASESMEN PEMBELAJARAN PROFETIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STRATEGI HOLISTIK UNTUK PENGUATAN NILAI SPIRITUAL DAN KARAKTER PESERTA DIDIK Asrofi, Asrofi; Hamilaturroyya, Hamilaturroyya; Purwoko, Purwoko
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4839

Abstract

ABSTRACT Prophetic learning assessment is an innovative approach in Islamic education that integrates spiritual, moral, social, and emotional dimensions in addition to the cognitive aspects of students. This approach is relevant to the implementation of the Pancasila Student Profile because its six dimensions reflect prophetic values ??that are in line with the goals of Islamic education. However, its implementation still faces various challenges such as minimal teacher understanding, lack of structural support, and limited instruments and cultural resistance, so this study aims to formulate a conceptual foundation and relevant strategic solutions. This article examines the basic concepts, principles, methods, and challenges of implementing prophetic assessment through a systematic literature review. The study results indicate that prophetic assessment can be implemented through portfolios, behavioral observations, reflective interviews, and social projects based on humanitarian values. This study is a literature study that collects and analyzes data from various sources such as books and scientific journals to explore the concept and implementation of prophetic learning assessment. The literature used is selectively selected from the latest publications through academic databases, focusing on journal articles and relevant national sources from Google Scholar. However, its implementation faces obstacles such as the limited competence of teachers and the lack of valid assessment instruments.Resistance from the social environment, which still prioritizes academic achievements, also poses a challenge.Therefore, this article recommends strategies such as periodic teacher training, the development of value-based instruments, and collaboration between schools, families, and communities.With structured implementation, prophetic assessment can shape a generation that is intellectually smart, morally resilient, socially sensitive, and deeply spiritual. ABSTRAK Asesmen pembelajaran profetik merupakan pendekatan inovatif dalam pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, sosial, dan emosional selain aspek kognitif peserta didik. Pendekatan ini relevan dengan implementasi Profil Pelajar Pancasila karena keenam dimensinya mencerminkan nilai-nilai profetik yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti minimnya pemahaman guru, kurangnya dukungan struktural, serta keterbatasan instrumen dan resistensi budaya, sehingga kajian ini bertujuan merumuskan fondasi konseptual dan solusi strategis yang relevan. Artikel ini mengkaji konsep dasar, prinsip, metode, serta tantangan implementasi asesmen profetik melalui kajian literatur sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen profetik dapat diterapkan melalui portofolio, observasi perilaku, wawancara reflektif, dan proyek sosial berbasis nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah untuk mendalami konsep dan implementasi asesmen pembelajaran profetik. Namun, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti keterbatasan kompetensi guru dan kurangnya instrumen penilaian yang valid. Resistensi dari lingkungan sosial yang masih mengutamakan capaian akademik juga menjadi kendala. Untuk itu, artikel ini merekomendasikan strategi seperti pelatihan guru periodik, pengembangan instrumen berbasis nilai, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan penerapan terstruktur, asesmen profetik dapat membentuk generasi yang cerdas intelektual, tangguh moral, peka sosial, dan mendalam spiritualitasnya.
PENGARUH INTEGRASI TEKNIK CHUNKING DAN WRITING IS THINKING TERHADAP LEVEL BERPIKIR SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Putri, Meirin Dwiningtyas; Rahmat, Adi; Sanjaya, Yayan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4846

Abstract

ABSTRACT Learning is a process of learning activities to acquire knowledge. The learning process in the classroom should be directed towards being able to understand the information obtained and relate it to everyday life. The purpose of this research was to obtain information on effect the integration of chunking techniques and writing is thinking on students' thinking levels on the material of human reproductive system. The method used in this study was a quasi-experimental study with a pretest and posttest design. The subjects of this study were 56 students of class XI MIPA at a Senior High School in Tasikmalaya City who were selected through a purposive sampling technique. The instruments in the study used multiple choice questions and essay questions. The findings showed that students whose learning process used the integration of chunking techniques and writing is thinking had an effect on students' thinking levels. The integration of chunking techniques and writing is thinking can help process information by breaking down information into simpler pieces of information to make it easier for students to process the knowledge they have acquired and then write the information they have obtained into simpler language so as to help students in the learning process. ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar untuk memperoleh pengetahuan. Proses pembelajaran di dalam kelas seharusnya diarahkan untuk dapat memahami informasi yang diperolehnya dan dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi pengaruh integrasi teknik chunking dan writing is thinking terhadap level berpikir siswa pada materi sistem reproduksi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan desain pretest and posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di salah satu SMA Negeri Kota Tasikmalaya yang berjumlah 56 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian menggunakan soal multiple choice dan soal uraian. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang proses belajarnya menggunakan integrasi teknik chunking dan writing is thinking berpengaruh terhadap level berpikir siswa. Integrasi teknik chunking dan writing is thinking dapat membantu memproses informasi dengan memecah informasi menjadi potongan informasi yang lebih sederhana untuk memudahkan siswa dalam memproses pengetahuan yang diperolehnya kemudian menuliskan informasi yang diperolehnya kedalam bahasa yang lebih sederhana sehingga membantu siswa dalam proses pembelajaran.
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DAN FLIPPED CLASSROOM: STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Ayuningsih, Resti Fatma; Andrianto, Dedi; Kurniawan, Wakib
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4942

Abstract

ABSTRACT The development of information technology has driven significant transformation in learning practices in the 21st century. The integration of Blended Learning and Flipped Classroom models is one of the effective strategies to answer the demands of more flexible, interactive and 21st century skills-based learning. This article aims to analyse the effectiveness of combining the two models in encouraging learners' active engagement and improving learning outcomes. The approach used in this research is a systematic literature study that reviews various scientific articles from the last five years. The results show that the integrative application of Blended Learning - which combines face-to-face and online learning - with Flipped Classroom - which flips the role of the classroom into a space for exploration after self-learning - can create a more flexible, interactive and learner-centred learning environment. In addition, this model has been shown to increase independence, responsibility for learning, and in-depth understanding of concepts. This article recommends that educators and education policy makers consider integrating these two approaches in curriculum planning and instructional design, to facilitate contextualised and adaptive learning to future challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran di abad ke-21. Integrasi model Blended Learning dan Flipped Classroom menjadi salah satu strategi efektif untuk menjawab tuntutan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berbasis keterampilan abad 21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggabungan kedua model tersebut dalam mendorong keterlibatan aktif peserta didik serta meningkatkan hasil belajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur sistematik yang mengkaji berbagai artikel ilmiah dari lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan integratif antara Blended Learning—yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring—dengan Flipped Classroom—yang membalik peran kelas menjadi ruang eksplorasi setelah belajar mandiri—mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, model ini terbukti meningkatkan kemandirian, tanggung jawab belajar, serta pemahaman konsep secara mendalam. Artikel ini merekomendasikan agar pendidik dan pengambil kebijakan pendidikan mempertimbangkan integrasi kedua pendekatan ini dalam perencanaan kurikulum dan desain instruksional, guna memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOTION GRAPHIC MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Sahroni, Sahroni; Hidayati, Arini Ulfah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4943

Abstract

ABSTRACT The aim of this research is to develop a motion graphic-based learning media for teaching the volume of cubes and rectangular prisms. This media is designed as an innovative solution to overcome the limitations of conventional methods, which are less engaging and interactive, in Madrasah Ibtidaiyah. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model.The research results show that: (1) The development process of the motion graphic media involves analyzing students' needs, characteristics, and curriculum, designing a storyboard, structuring the material, and creating the product design using the following software: 1) Adobe After Effects CC 2021, which is used to create motion graphic animations by combining various components such as illustrations, characters, and special transition effects; 2) Adobe Illustrator CC 2021, which is used to create illustrations and characters; and 3) WavePad Masters Edition by NCH Software, which is used to enhance audio quality, remove noise, and sharpen sound. (2) The feasibility test results indicate that the media was rated with a total percentage of 87,49%, by media experts and 87,5%. by subject matter experts. The learning media was declared effective based on the effectiveness test, with small group trials yielding a total percentage of 89,44% and large group trials achieving 88,75% and the teacher response test scored 88.22%. Additionally, its implementation successfully increased the class average score to 89.56. Therefore, this motion graphic-based mathematics learning media is classified as feasible and effective. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis motion graphic materi volume kubus dan balok. Media ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan metode konvensional yang kurang menarik dan interaktif di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development, R&D) menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengembangan media motion graphic dilakukan dengan menganalisis kebutuhan siswa, karakteristik dan kurikulum, membuat perancangan storyboard, rancangan materi dan rancangan desain produk menggunakan Software:  1) Adobe After Effect CC 2021 yang berfungsi untuk membuat animasi motion graphic  dengan menggabungkan berbagai komponen seperti ilustrasi, karakter, penambahan transisi efek khusus, 2) Adobe Illustrator CC 2021 yang berfungsi untuk membuat ilustrasi dan karakter, 3) WavePad Masters Edition by NCH Software yang berfungsi untuk memperindah audio, menghilangkan noise dan mempertajam audio. (2) Hasil uji kelayakan menurut ahli media dengan persentase total sebesar 87,49%, ahli materi dengan persentase sebesar 87,5%. Media pembelajaran ini dinyatakan efektif berdasarkan uji efektivitas dengan hasil uji kelompok kecil dengan persentase total sebesar 89,44% dan uji coba kelompok besar dengan persentase total sebesar 88,75%, uji respon guru sebesar 88,22%, sedangkan dalam penerapannya mampu meningkatkan nilai rata-rata kelas menjadi 89,56 sehingga media pembelajaran matematika berbasis Motion Graphic termasuk ke dalam kategori layak dan efektif.
MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF BERBASIS KECERDASAN BUATAN: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN PERSONALISASI Supriyatmoko, Supriyatmoko; Anam, Khoirul; Kurniawan, Wakib
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4944

Abstract

ABSTRACT The rapid development of information and communication technology has opened up great opportunities for educational transformation, one of which is through the implementation of an adaptive learning model based on artificial intelligence (AI). This model aims to realise personalised education by adjusting materials, learning pace, and teaching strategies according to the needs and characteristics of each student. This research uses a qualitative approach with a systematic literature study that reviews more than 50 scientific publications and reports related to the implementation of AI in adaptive education. The research stages included identification of global trends, analysis of commonly used adaptive models, and evaluation of challenges and opportunities in various educational contexts. The results show that AI-based adaptive learning can significantly improve students' motivation, active participation, and learning outcomes, especially when the system is able to adjust interventions in real-time. However, the main challenges faced include limited digital infrastructure, potential algorithm bias, and the need for teacher training in the utilisation of the technology. The conclusion of this study emphasises that the successful implementation of AI-based adaptive learning models is highly dependent on the synergy between technology, education policy and school ecosystem readiness. A cross-sector collaborative strategy is needed to make AI a tool that supports equitable education equity and quality. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membuka peluang besar bagi transformasi pendidikan, khususnya melalui penerapan model pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan (AI). Model ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang terpersonalisasi dengan menyesuaikan materi, kecepatan belajar, dan strategi pengajaran sesuai kebutuhan serta karakteristik masing-masing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis, yang menganalisis lebih dari 50 publikasi ilmiah dan laporan kebijakan pendidikan global. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tren dan perkembangan AI dalam pendidikan, klasifikasi model pembelajaran adaptif yang banyak diterapkan, serta evaluasi tantangan dan peluang implementasinya di berbagai konteks pendidikan, baik di negara maju maupun berkembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran adaptif berbasis AI secara signifikan dapat meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan capaian akademik siswa, terutama saat sistem mampu memberikan intervensi pembelajaran secara real-time dan berbasis data. Namun, beberapa tantangan yang muncul antara lain adalah keterbatasan infrastruktur digital, potensi bias dalam algoritma AI, serta kurangnya literasi teknologi pada tenaga pendidik. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam pendidikan adaptif sangat bergantung pada kesiapan teknologi, dukungan kebijakan yang inklusif, serta kolaborasi antara sektor pendidikan, teknologi, dan pemerintah. Pendekatan holistik dan kolaboratif diperlukan agar AI dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang merata, responsif, dan berkeadilan.
INKUIRI DAN PHET : KOMBINASI AMPUH UNTUK PEMBELAJARAN IPA YANG AKTIF DAN INTERAKTIF DI SMPN 15 KOTA BIMA Anggraini, Alif Tulusiyah; Zulkarnaen, Zulkarnaen
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.4956

Abstract

ABSTRACT Through investigative activities involving active student participation, science learning in junior high school plays an important role in shaping students' understanding of natural phenomena and fostering scientific thinking skills. This makes the learning process more dynamic. It is necessary to implement a learning model that can activate student involvement, encourage the development of creative ideas, and provide valuable educational opportunities to improve the quality of the learning process. The purpose of this study was to assess how well PhET (Physics Education Technology) simulations and inquiry-based learning models work together to increase student engagement and interaction in science classes at SMPN 15 Kota Bima. The research methodology used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest only control group design. Grade VIII students of SMPN 15 Kota Bima in the 2024–2025 academic year participated in this study; there were eight female participants and eight male participants. Tests, questionnaires, and observations were used to obtain data on student interactions and activities. Relevant statistical tests were then used for analysis. Based on the observation sheet, questionnaire, test and research results, it shows a positive influence of the combination of inquiry and PhET on student involvement in the science learning process that has been implemented on very good criteria, as well as its implications for increasing students' understanding of concepts and learning interests as seen from the analysis of the average N-Gain score with moderate criteria. Based on the description above, it can be concluded that inquiry and PhET can be a reference for teachers and other researchers in developing a more innovative and interesting science learning approach. ABSTRAK Melalui kegiatan investigasi yang melibatkan partisipasi aktif siswa, pembelajaran IPA di SMP berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap fenomena alam dan menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah. Hal ini membuat proses pembelajaran jadi lebih dinamis. Diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan keterlibatan siswa, mendorong pengembangan ide-ide kreatif, serta memberikan kesempatan pendidikan yang bernilai guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Tujuan atas penelitian ini ialah guna menilai seberapa baik simulasi PhET (Teknologi Pendidikan Fisika) dan model pembelajaran berbasis penyelidikan bekerja sama untuk meningkatkan keterlibatan dan interaksi siswa di kelas IPA di SMPN 15 Kota Bima. Metodologi penelitian yang dipakai ialah eksperimen semu atas desain one-group pretest-posttest only control group design. Siswa kelas VIII SMPN 15 Kota Bima pada tahun ajaran 2024–2025 berpartisipasi dalam penelitian ini; terdapat delapan peserta perempuan dan delapan peserta laki-laki. Tes, kuesioner, dan observasi dipakai guna mendapatkan data tentang interaksi dan aktivitas siswa. Uji statistik yang relevan kemudian digunakan untuk analisis. Berdasarkan lembar observasi, kuesioner, tes dan hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh positif penggabungan inkuiri dan PhET terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar IPA yang sudah dilaksanakan atas kriteria sangat baik, serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman konsep dan minat belajar siswa dilihat atas analisis rerata skor N- Gain dengan kriteria sedang. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri dan PhET dapat menjadi referensi bagi guru dan peneliti lain dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran IPA yang lebih inovatif dan menarik.
STRATEGI DAN INOVASI PENDIDIKAN MADRASAH Anwar, Chairul; Anwar, Syaiful; Wasehudin, Wasehudin; Andriansah, Zjulpi; Ananda, Rizki; Kasturi, Rima
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4975

Abstract

ABSTRACT Madrasahs, as formal Islamic educational institutions, play a strategic role in shaping religiously grounded generations capable of competing in the global era. However, in practice, madrasahs still face serious challenges such as managerial limitations, lack of pedagogical innovation, and disparities in access to educational technology. This study aims to explore educational strategies and innovations in madrasahs that are relevant and adaptive to contemporary needs. The research employed a library research method using a descriptive qualitative approach, analyzing books, scientific journal articles, and policy documents published between 2015 and 2024. Data analysis was conducted through content analysis, focusing on three main aspects: managerial strategy, pedagogical innovation, and the integration of digital technology. The findings reveal that the success of madrasah transformation depends on visionary leadership, the strengthening of an innovation-oriented culture, and active community support. Innovative learning approaches that integrate Islamic values with modern pedagogy have been proven to improve both the quality of learning processes and outcomes. The digitalization of madrasah education presents strategic opportunities that must be supported by adequate infrastructure and competent human resources. This study concludes that a paradigm shift is essential—from conventional administrative management toward transformative and innovative educational leadership. The study offers a conceptual reference for future policy development and practical applications in the advancement of madrasah education. ABSTRAK Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam formal memiliki peran strategis dalam membentuk generasi religius yang sekaligus mampu bersaing di era global. Namun, dalam praktiknya, madrasah masih menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan manajerial, rendahnya inovasi pembelajaran, serta ketimpangan dalam akses teknologi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan inovasi pendidikan madrasah yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2024. Analisis dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan fokus pada tiga aspek utama: strategi manajerial, inovasi pedagogis, dan integrasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan madrasah bergantung pada kepemimpinan yang visioner, penguatan budaya inovasi, dan dukungan komunitas yang aktif. Inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan pedagogis modern terbukti meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Digitalisasi pendidikan madrasah menjadi peluang strategis yang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengelolaan madrasah dari yang bersifat administratif-konvensional menjadi transformatif-inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan madrasah di masa depan.
REVITALISASI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF: OPTIMALISASI KOLABORASI KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN Restalia, Winda; Atiyah, Atiyah; Kamal, Rahmat
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5085

Abstract

Cooperative learning has been recognized as an effective approach in improving students' academic outcomes and social skills. However, its implementation is often suboptimal due to teachers' lack of understanding of collaborative strategies, ineffective group management, and unfair assessments. This article aims to revitalize cooperative learning strategies through a systematic approach that emphasizes optimizing collaboration to achieve learning success. Using a literature review method, this study analyzes various cooperative learning models, including Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, and Think-Pair-Share, and identifies challenges and solutions in their implementation. The results of the study indicate that revitalizing cooperative learning requires several key steps, namely (1) ongoing teacher training to improve competence in designing and managing collaborative learning, (2) the formation of heterogeneous learning groups to encourage positive dynamics and inclusivity, (3) integration of digital technology to facilitate collaboration in both offline and online learning, and (4) the implementation of an authentic assessment system that combines individual and group aspects. Optimizing collaboration in cooperative learning has been proven to increase learning motivation, deeper conceptual understanding, and the development of 21st century skills such as communication, creativity, and problem solving. ABSTRAKPembelajaran kooperatif telah diakui sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan hasil akademik dan keterampilan sosial siswa. Namun, implementasinya sering kali tidak optimal karena kurangnya pemahaman guru tentang strategi kolaboratif, manajemen kelompok yang tidak efektif, dan penilaian yang tidak adil. Artikel ini bertujuan untuk merevitalisasi strategi pembelajaran kooperatif melalui pendekatan sistematis yang menekankan optimalisasi kolaborasi untuk mencapai kesuksesan belajar. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai model pembelajaran kooperatif, termasuk Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, dan Think-Pair-Share, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi pembelajaran kooperatif memerlukan beberapa langkah kunci, yaitu (1) pelatihan guru yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang dan mengelola pembelajaran kolaboratif, (2) pembentukan kelompok belajar yang heterogen untuk mendorong dinamika positif dan inklusivitas, (3) integrasi teknologi digital untuk memfasilitasi kolaborasi baik dalam pembelajaran luring maupun daring, dan (4) penerapan sistem penilaian autentik yang menggabungkan aspek individu dan kelompok. Optimalisasi kolaborasi dalam pembelajaran kooperatif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konseptual yang lebih mendalam, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) BERBANTU MEDIA QUESTION BOX TERHADAP KAEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SKI DI MADRASAH IBTIDAIYAH Syarifuddin, Akhmad; Rizal, Setria Utama; Sulistyowati, Sulistyowati
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5305

Abstract

ABSTRACT Learning Islamic Cultural History is difficult to understand if it relies solely on the lecture method, as students are not encouraged to think actively. A monotonous learning model makes students feel bored, tired, and passive, thus requiring a more effective and efficient learning approach. This study aims to describe the implementation of the cooperative learning model, specifically the Group Investigation (GI) type assisted by a question box, in teaching Islamic Cultural History (SKI) at MI Nurul Islam Samuda. Additionally, the study aims to determine student learning activity and learning outcomes after the implementation of this model. Furthermore, the study examines whether the GI-type cooperative learning model assisted by a question box has an effect on students' learning activity and learning outcomes in SKI lessons. The research method used is quantitative with a One-Group Pretest-Posttest design. Data collection techniques included student activity observation sheets and test items. The results show that the implementation of the GI-type cooperative learning model assisted by a question box was highly effective, with an observation score of 96. Student activity was classified as very active with a score of 86.21, and learning outcomes were also excellent with an average score of 84.70. The paired sample t-test indicated a significant difference before and after the treatment, with a significance value of 0.000 and t-values of -25.198 (learning activity) and -6.693 (learning outcomes), respectively. This shows a significant difference in student learning activity and outcomes before and after the implementation. Thus, the applied learning model proved effective in improving both student engagement and academic performance on the topic of the adult life of Prophet Muhammad (PBUH) in Grade III at MI Nurul Islam Samuda. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sulit dipahami jika hanya mengandalkan metode ceramah, karena siswa kurang didorong untuk berpikir aktif. Model pembelajaran yang monoton membuat siswa bosan, lelah, dan pasif, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe GI (Group Investigation) berbantu question box pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI Nurul Islam Samuda. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model tersebut. Selanjutnya, penelitian ini juga mengkaji apakah terdapat pengaruh model cooperative learning tipe GI berbantu question box terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran SKI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data meliputi lembar observasi keaktifan belajar siswa dan tes soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model cooperative learning tipe GI berbantu question box sangat efektif, dengan nilai observasi 96. Keaktifan siswa tergolong sangat aktif dengan skor 86,21, dan hasil belajar juga sangat baik dengan rata-rata nilai 84,70. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan, dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung masing-masing -25,198 (keaktifan belajar) dan -6,693 (hasil belajar). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara keaktifan belajar dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, model pembelajaran yang diterapkan terbukti berpengaruh dalam meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada materi Masa dewasa Nabi Muhammad SAW pada kelas III MI Nurul Islam Samuda.
KUNJUNG KARYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA Yuliyanti, Ekani; Sriyanto, Sriyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5390

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of the kunjung karya (work exhibition visit) method as a differentiated learning strategy to enhance students’ communication skills in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 1 Pejawaran, specifically in Class VII-B. Employing a qualitative approach with a case study design, the research involved 30 students as participants. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with purposively selected students, and Likert-scale questionnaires administered before and after the implementation of the method. The findings indicate a significant improvement in three core aspects of communication skills: speaking confidence, active listening, and the ability to provide constructive feedback. Moreover, the kunjung karya method increased students' interest in learning Social Studies and encouraged active participation in classroom activities. These results suggest that the method aligns well with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes flexible, inclusive, and student-centered learning. Therefore, kunjung karya can be considered an effective pedagogical approach to fostering a communicative, collaborative, and meaningful learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode kunjung karya sebagai strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan melibatkan 30 siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Pejawaran sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, wawancara semi-terstruktur terhadap siswa yang dipilih secara purposif, serta penyebaran angket berbasis skala Likert untuk mengukur perubahan keterampilan komunikasi sebelum dan sesudah penerapan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tiga indikator utama keterampilan komunikasi siswa, yaitu keberanian berbicara, kemampuan mendengarkan aktif, dan kemampuan memberikan umpan balik secara konstruktif. Selain itu, penerapan metode kunjung karya juga mendorong peningkatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini terbukti mendukung prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, inklusif, serta berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, kunjung karya dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk lingkungan belajar yang komunikatif, kolaboratif, dan bermakna.