cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN NARASI SISWA Ririn Martuti; Agus Wahyudi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13696

Abstract

ABSTRACT One important aspect of language proficiency is writing skill. Writing enables students to express their ideas, opinions, and thoughts clearly through written texts. This study aims to analyze errors in the use of the Indonesian language found in students' narrative essays. A descriptive research method was employed in this study. The data were collected from 55 narrative essays produced through a writing test. The analysis was based on the theory of language errors classified according to linguistic factors, with a focus on morphological and lexical errors. The findings reveal the presence of both morphological and lexical errors in students' essays. Morphological errors include incorrect use of affixes (prefixes, suffixes, and confixes), reduplication errors (both base-word and affixed-word reduplication), preposition errors (e.g., di and ke), and spelling or writing errors. Lexical errors involve inappropriate selection and use of Indonesian vocabulary as well as interference from regional languages, particularly Besemah, Palembang, and Javanese. The study further indicates that these errors are primarily caused by students’ lack of carefulness in writing and the influence of their regional language backgrounds. ABSTRAK Salah satu aspek penting dari kemahiran berbahasa adalah keterampilan menulis. Menulis memungkinkan siswa untuk mengekspresikan ide, pendapat, dan pemikiran mereka dengan jelas melalui teks tertulis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang ditemukan dalam esai naratif siswa. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari 55 esai naratif yang dihasilkan melalui tes menulis. Analisis didasarkan pada teori kesalahan bahasa yang diklasifikasikan menurut faktor linguistik, dengan fokus pada kesalahan morfologis dan leksikal. Temuan menunjukkan adanya kesalahan morfologis dan leksikal dalam esai siswa. Kesalahan morfologis meliputi penggunaan imbuhan yang salah (awalan, akhiran, dan konfiks), kesalahan reduplikasi (baik reduplikasi kata dasar maupun kata berimbuhan), kesalahan preposisi (misalnya, di dan ke), dan kesalahan ejaan atau penulisan. Kesalahan leksikal melibatkan pemilihan dan penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang tidak tepat serta interferensi dari bahasa daerah, khususnya Besemah, Palembang, dan Jawa. Studi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan ini terutama disebabkan oleh kurangnya ketelitian siswa dalam menulis dan pengaruh latar belakang bahasa daerah mereka.
INTEGRASI DEEP LEARNING DAN COLLABORATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS, KETERLIBATAN, DAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMK DALAM PEMBELAJARAN PUISI, CAPTION TEXT, DAN DESCRIPTIVE TEXT Sukma Sukma; Husni Nuraziza; Natasha Wulandari; Yulida Rahma Alysa
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13697

Abstract

ABSTRACT  Writing skills are among the essential competencies that need to be developed in vocational high school (SMK) students. However, the learning process continues to face challenges in improving students' creativity, learning engagement, and ability to produce communicative written texts. This study aimed to analyze the effectiveness of integrating the Deep Learning and Collaborative Learning approaches in enhancing students' creativity, learning engagement, and writing skills in poetry, caption text, and descriptive text learning. The study employed a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. The participants consisted of 72 tenth-grade vocational high school students in the 2025/2026 academic year, selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, learning process documentation, and analysis of students' written products. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that the experimental group demonstrated greater improvements in writing skills, creativity, and learning engagement than the control group. Therefore, the integration of Deep Learning and Collaborative Learning is effective in language learning by fostering active, creative, collaborative learning processes that are relevant to the competencies required in the twenty-first century. ABSTRAK Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, proses pembelajaran masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kreativitas, keterlibatan belajar, dan kemampuan siswa menghasilkan tulisan yang komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi pendekatan Deep Learning dan Collaborative Learning dalam meningkatkan kreativitas, keterlibatan belajar, dan keterampilan menulis siswa pada pembelajaran puisi, caption text, dan descriptive text. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa kelas X SMK tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi proses pembelajaran, dan analisis produk tulisan siswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan keterampilan menulis, kreativitas, dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, integrasi Deep Learning dan Collaborative Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran bahasa untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21.
PENGEMBANGAN MEDIA COLORED PAPER DALAM MENINGKATKAN COMMUNICATION SKILLS PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Maharani Nurul Ain; Muhammad Rifqi Rijal; Imas Mastoah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13698

Abstract

ABSTRACT The low level of communication skills among fourth-grade students in Science and Social Studies (IPAS) remains a significant challenge in the learning process. This condition is reflected in students' lack of confidence in expressing opinions, asking questions, and responding to their peers' ideas, which is influenced by the predominance of conventional teaching methods and the limited use of instructional media. This study focuses on developing Colored Paper as an instructional medium that is both feasible and effective in improving the communication skills of fourth-grade students in IPAS. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The feasibility of the product was assessed through validation by subject matter experts, language experts, and media experts, while its effectiveness was evaluated based on teacher and student responses, as well as comparisons of pre-test and post-test results using N-Gain analysis. The findings indicate that the Colored Paper instructional media achieved an overall feasibility score of 88.33%, categorized as highly feasible, based on evaluations from subject matter experts (90%), language experts (88%), and media experts (86%). Student responses reached 97.2%, while teacher responses were 88%, both of which were categorized as very good. The effectiveness of the instructional media was demonstrated by an increase in the students' average communication skills score from 12.64 on the pre-test to 23.72 on the post-test, with an N-Gain score of 0.902 (90.2%), which falls into the high category. Therefore, the Colored Paper instructional media is considered highly feasible and effective in improving the communication skills of fourth-grade students at SDN Lawanggintung 2 Bogor in the IPAS subject. ABSTRAK Rendahnya keterampilan komunikasi siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS masih menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini ditunjukkan oleh rendahnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, maupun memberikan tanggapan terhadap ide teman, yang dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional serta penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran Colored Paper yang layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan produk dinilai melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan efektivitas media diuji melalui respons guru, respons siswa, serta perbandingan hasil pre-test dan post-test menggunakan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Colored Paper memperoleh rata-rata persentase kelayakan sebesar 88,33% dengan kategori sangat layak, yang terdiri atas penilaian ahli materi sebesar 90%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 86%. Respons siswa terhadap penggunaan media mencapai 97,2%, sedangkan respons guru sebesar 88%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata keterampilan komunikasi siswa dari 12,64 pada pre-test menjadi 23,72 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,902 (90,2%) yang termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran Colored Paper dinyatakan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV SDN Lawanggintung 2 Bogor pada mata pelajaran IPAS.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XI SMA Meihart Wilar; Ruth Caroline Paath; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13852

Abstract

Short story writing is an essential competency in Indonesian language learning, yet students often encounter difficulties in developing themes, characterization, language style, and moral messages. This study aimed to describe students' short story writing ability after participating in instruction using the Discovery Learning model and to examine the implementation of the model in teaching short story writing to eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Langowan. A descriptive analytical method was employed involving 20 eleventh-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected through classroom observations, interviews, and a short story writing test. Students' work was assessed using four indicators: theme, characterization, language style, and moral message, and the data were analyzed descriptively using percentage analysis. The findings indicate that the implementation of the Discovery Learning model promoted active student engagement and resulted in generally good short story writing performance. Of the participants, 40% were classified as very capable, 50% as capable, and 10% as fairly capable. Theme, characterization, and language style achieved higher performance than the moral message aspect, which remained the weakest indicator. These findings suggest that the Discovery Learning model has the potential to enhance students' short story writing skills through student-centered and inquiry-oriented learning activities. ABSTRAK Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek pengembangan tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model Discovery Learning serta mendeskripsikan implementasi model tersebut dalam pembelajaran menulis cerpen di kelas XI SMA Negeri 2 Langowan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan subjek 20 siswa kelas XI tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes menulis cerpen, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase berdasarkan empat indikator penilaian, yaitu tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu memfasilitasi keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran dan menghasilkan kemampuan menulis cerpen yang tergolong baik. Sebanyak 40% siswa berada pada kategori sangat mampu, 50% pada kategori mampu, dan 10% pada kategori cukup mampu. Aspek tema, penokohan, dan gaya bahasa memperoleh capaian yang lebih tinggi dibandingkan aspek amanat yang masih menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning berpotensi mendukung pengembangan keterampilan menulis cerpen melalui pembelajaran yang berpusat pada aktivitas dan penemuan siswa.
PENGEMBANGAN AI-BASED RPL LEARNING PODCAST MENGGUNAKAN NOTEBOOKLM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN REGULASI BAGI PEGAWAI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN Helsa Jumaipa WY; Rusdi Kurniawan; Andi Fitri Wahyu Ramadhani; Dirgantara Wicaksono
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.14089

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has created new opportunities for developing adaptive learning media to support workplace learning, particularly in understanding complex regulations. Staff of the Directorate of Learning and Student Affairs are required to comprehensively understand the Recognition of Prior Learning (RPL) regulations and their interconnections with other supporting regulations to support policy formulation, service delivery, and consultation for higher education institutions. This study aimed to develop an AI-Based RPL Learning Podcast using NotebookLM as a flexible and contextual regulatory learning medium. The study employed a Design and Development Research (DDR) approach consisting of needs analysis, learning solution design, media development, and limited implementation. The product was developed by integrating regulatory documents and Frequently Asked Questions (FAQs) into NotebookLM and utilizing the Audio Overview feature to generate a conversational learning podcast. The results indicate that the developed media produced a 29-minute podcast presenting concise regulatory summaries, relationships among regulations, and discussions of common issues encountered during consultation services. The product offers an accessible learning alternative, facilitates comprehensive regulatory understanding, and aligns with the characteristics of adult learning in the workplace. Therefore, the AI-Based RPL Learning Podcast has the potential to serve as an innovative learning medium for improving the effectiveness of regulatory learning within the Directorate of Learning and Student Affairs. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih adaptif untuk mendukung pembelajaran di lingkungan kerja. Pegawai Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) beserta keterkaitannya dengan berbagai regulasi pendukung sebagai dasar penyusunan kebijakan, pemberian layanan, dan konsultasi kepada perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AI-Based RPL Learning Podcast berbasis NotebookLM sebagai media pembelajaran regulasi yang lebih fleksibel dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research (DDR) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan solusi pembelajaran, pengembangan media, dan implementasi terbatas. Produk dikembangkan dengan mengintegrasikan dokumen regulasi dan Frequently Asked Questions (FAQ) ke dalam NotebookLM, kemudian memanfaatkan fitur Audio Overview untuk menghasilkan podcast pembelajaran berbasis percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan menghasilkan podcast berdurasi sekitar 29 menit yang menyajikan ringkasan regulasi, keterkaitan antarregulasi, serta pembahasan berbagai permasalahan yang sering muncul dalam layanan konsultasi. Produk ini memberikan alternatif pembelajaran yang lebih mudah diakses, mendukung pemahaman regulasi secara menyeluruh, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran orang dewasa di lingkungan kerja. Dengan demikian, AI-Based RPL Learning Podcast berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran regulasi di lingkungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.