cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 387 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN NARASI SISWA Ririn Martuti; Agus Wahyudi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13696

Abstract

ABSTRACT One important aspect of language proficiency is writing skill. Writing enables students to express their ideas, opinions, and thoughts clearly through written texts. This study aims to analyze errors in the use of the Indonesian language found in students' narrative essays. A descriptive research method was employed in this study. The data were collected from 55 narrative essays produced through a writing test. The analysis was based on the theory of language errors classified according to linguistic factors, with a focus on morphological and lexical errors. The findings reveal the presence of both morphological and lexical errors in students' essays. Morphological errors include incorrect use of affixes (prefixes, suffixes, and confixes), reduplication errors (both base-word and affixed-word reduplication), preposition errors (e.g., di and ke), and spelling or writing errors. Lexical errors involve inappropriate selection and use of Indonesian vocabulary as well as interference from regional languages, particularly Besemah, Palembang, and Javanese. The study further indicates that these errors are primarily caused by students’ lack of carefulness in writing and the influence of their regional language backgrounds. ABSTRAK Salah satu aspek penting dari kemahiran berbahasa adalah keterampilan menulis. Menulis memungkinkan siswa untuk mengekspresikan ide, pendapat, dan pemikiran mereka dengan jelas melalui teks tertulis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang ditemukan dalam esai naratif siswa. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari 55 esai naratif yang dihasilkan melalui tes menulis. Analisis didasarkan pada teori kesalahan bahasa yang diklasifikasikan menurut faktor linguistik, dengan fokus pada kesalahan morfologis dan leksikal. Temuan menunjukkan adanya kesalahan morfologis dan leksikal dalam esai siswa. Kesalahan morfologis meliputi penggunaan imbuhan yang salah (awalan, akhiran, dan konfiks), kesalahan reduplikasi (baik reduplikasi kata dasar maupun kata berimbuhan), kesalahan preposisi (misalnya, di dan ke), dan kesalahan ejaan atau penulisan. Kesalahan leksikal melibatkan pemilihan dan penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang tidak tepat serta interferensi dari bahasa daerah, khususnya Besemah, Palembang, dan Jawa. Studi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan ini terutama disebabkan oleh kurangnya ketelitian siswa dalam menulis dan pengaruh latar belakang bahasa daerah mereka.
INTEGRASI DEEP LEARNING DAN COLLABORATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS, KETERLIBATAN, DAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMK DALAM PEMBELAJARAN PUISI, CAPTION TEXT, DAN DESCRIPTIVE TEXT Sukma Sukma; Husni Nuraziza; Natasha Wulandari; Yulida Rahma Alysa
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13697

Abstract

ABSTRACT  Writing skills are among the essential competencies that need to be developed in vocational high school (SMK) students. However, the learning process continues to face challenges in improving students' creativity, learning engagement, and ability to produce communicative written texts. This study aimed to analyze the effectiveness of integrating the Deep Learning and Collaborative Learning approaches in enhancing students' creativity, learning engagement, and writing skills in poetry, caption text, and descriptive text learning. The study employed a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. The participants consisted of 72 tenth-grade vocational high school students in the 2025/2026 academic year, selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, learning process documentation, and analysis of students' written products. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that the experimental group demonstrated greater improvements in writing skills, creativity, and learning engagement than the control group. Therefore, the integration of Deep Learning and Collaborative Learning is effective in language learning by fostering active, creative, collaborative learning processes that are relevant to the competencies required in the twenty-first century. ABSTRAK Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, proses pembelajaran masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kreativitas, keterlibatan belajar, dan kemampuan siswa menghasilkan tulisan yang komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi pendekatan Deep Learning dan Collaborative Learning dalam meningkatkan kreativitas, keterlibatan belajar, dan keterampilan menulis siswa pada pembelajaran puisi, caption text, dan descriptive text. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa kelas X SMK tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi proses pembelajaran, dan analisis produk tulisan siswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan keterampilan menulis, kreativitas, dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, integrasi Deep Learning dan Collaborative Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran bahasa untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21.
PENGEMBANGAN MEDIA COLORED PAPER DALAM MENINGKATKAN COMMUNICATION SKILLS PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Maharani Nurul Ain; Muhammad Rifqi Rijal; Imas Mastoah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13698

Abstract

ABSTRACT The low level of communication skills among fourth-grade students in Science and Social Studies (IPAS) remains a significant challenge in the learning process. This condition is reflected in students' lack of confidence in expressing opinions, asking questions, and responding to their peers' ideas, which is influenced by the predominance of conventional teaching methods and the limited use of instructional media. This study focuses on developing Colored Paper as an instructional medium that is both feasible and effective in improving the communication skills of fourth-grade students in IPAS. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The feasibility of the product was assessed through validation by subject matter experts, language experts, and media experts, while its effectiveness was evaluated based on teacher and student responses, as well as comparisons of pre-test and post-test results using N-Gain analysis. The findings indicate that the Colored Paper instructional media achieved an overall feasibility score of 88.33%, categorized as highly feasible, based on evaluations from subject matter experts (90%), language experts (88%), and media experts (86%). Student responses reached 97.2%, while teacher responses were 88%, both of which were categorized as very good. The effectiveness of the instructional media was demonstrated by an increase in the students' average communication skills score from 12.64 on the pre-test to 23.72 on the post-test, with an N-Gain score of 0.902 (90.2%), which falls into the high category. Therefore, the Colored Paper instructional media is considered highly feasible and effective in improving the communication skills of fourth-grade students at SDN Lawanggintung 2 Bogor in the IPAS subject. ABSTRAK Rendahnya keterampilan komunikasi siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS masih menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini ditunjukkan oleh rendahnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, maupun memberikan tanggapan terhadap ide teman, yang dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional serta penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran Colored Paper yang layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan produk dinilai melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan efektivitas media diuji melalui respons guru, respons siswa, serta perbandingan hasil pre-test dan post-test menggunakan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Colored Paper memperoleh rata-rata persentase kelayakan sebesar 88,33% dengan kategori sangat layak, yang terdiri atas penilaian ahli materi sebesar 90%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 86%. Respons siswa terhadap penggunaan media mencapai 97,2%, sedangkan respons guru sebesar 88%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata keterampilan komunikasi siswa dari 12,64 pada pre-test menjadi 23,72 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,902 (90,2%) yang termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran Colored Paper dinyatakan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV SDN Lawanggintung 2 Bogor pada mata pelajaran IPAS.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XI SMA Meihart Wilar; Ruth Caroline Paath; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13852

Abstract

Short story writing is an essential competency in Indonesian language learning, yet students often encounter difficulties in developing themes, characterization, language style, and moral messages. This study aimed to describe students' short story writing ability after participating in instruction using the Discovery Learning model and to examine the implementation of the model in teaching short story writing to eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Langowan. A descriptive analytical method was employed involving 20 eleventh-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected through classroom observations, interviews, and a short story writing test. Students' work was assessed using four indicators: theme, characterization, language style, and moral message, and the data were analyzed descriptively using percentage analysis. The findings indicate that the implementation of the Discovery Learning model promoted active student engagement and resulted in generally good short story writing performance. Of the participants, 40% were classified as very capable, 50% as capable, and 10% as fairly capable. Theme, characterization, and language style achieved higher performance than the moral message aspect, which remained the weakest indicator. These findings suggest that the Discovery Learning model has the potential to enhance students' short story writing skills through student-centered and inquiry-oriented learning activities. ABSTRAK Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek pengembangan tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model Discovery Learning serta mendeskripsikan implementasi model tersebut dalam pembelajaran menulis cerpen di kelas XI SMA Negeri 2 Langowan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan subjek 20 siswa kelas XI tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes menulis cerpen, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase berdasarkan empat indikator penilaian, yaitu tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu memfasilitasi keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran dan menghasilkan kemampuan menulis cerpen yang tergolong baik. Sebanyak 40% siswa berada pada kategori sangat mampu, 50% pada kategori mampu, dan 10% pada kategori cukup mampu. Aspek tema, penokohan, dan gaya bahasa memperoleh capaian yang lebih tinggi dibandingkan aspek amanat yang masih menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning berpotensi mendukung pengembangan keterampilan menulis cerpen melalui pembelajaran yang berpusat pada aktivitas dan penemuan siswa.
PENGEMBANGAN AI-BASED RPL LEARNING PODCAST MENGGUNAKAN NOTEBOOKLM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN REGULASI BAGI PEGAWAI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN Helsa Jumaipa WY; Rusdi Kurniawan; Andi Fitri Wahyu Ramadhani; Dirgantara Wicaksono
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.14089

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has created new opportunities for developing adaptive learning media to support workplace learning, particularly in understanding complex regulations. Staff of the Directorate of Learning and Student Affairs are required to comprehensively understand the Recognition of Prior Learning (RPL) regulations and their interconnections with other supporting regulations to support policy formulation, service delivery, and consultation for higher education institutions. This study aimed to develop an AI-Based RPL Learning Podcast using NotebookLM as a flexible and contextual regulatory learning medium. The study employed a Design and Development Research (DDR) approach consisting of needs analysis, learning solution design, media development, and limited implementation. The product was developed by integrating regulatory documents and Frequently Asked Questions (FAQs) into NotebookLM and utilizing the Audio Overview feature to generate a conversational learning podcast. The results indicate that the developed media produced a 29-minute podcast presenting concise regulatory summaries, relationships among regulations, and discussions of common issues encountered during consultation services. The product offers an accessible learning alternative, facilitates comprehensive regulatory understanding, and aligns with the characteristics of adult learning in the workplace. Therefore, the AI-Based RPL Learning Podcast has the potential to serve as an innovative learning medium for improving the effectiveness of regulatory learning within the Directorate of Learning and Student Affairs. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih adaptif untuk mendukung pembelajaran di lingkungan kerja. Pegawai Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) beserta keterkaitannya dengan berbagai regulasi pendukung sebagai dasar penyusunan kebijakan, pemberian layanan, dan konsultasi kepada perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AI-Based RPL Learning Podcast berbasis NotebookLM sebagai media pembelajaran regulasi yang lebih fleksibel dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research (DDR) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan solusi pembelajaran, pengembangan media, dan implementasi terbatas. Produk dikembangkan dengan mengintegrasikan dokumen regulasi dan Frequently Asked Questions (FAQ) ke dalam NotebookLM, kemudian memanfaatkan fitur Audio Overview untuk menghasilkan podcast pembelajaran berbasis percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan menghasilkan podcast berdurasi sekitar 29 menit yang menyajikan ringkasan regulasi, keterkaitan antarregulasi, serta pembahasan berbagai permasalahan yang sering muncul dalam layanan konsultasi. Produk ini memberikan alternatif pembelajaran yang lebih mudah diakses, mendukung pemahaman regulasi secara menyeluruh, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran orang dewasa di lingkungan kerja. Dengan demikian, AI-Based RPL Learning Podcast berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran regulasi di lingkungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF BERBASIS KECERDASAN BUATAN: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN PERSONALISASI Didi Pranata; Supriyatmoko Supriyatmoko; Khoirul Anam; Wakib Kurniawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4944

Abstract

ABSTRACT The rapid development of information and communication technology has opened up great opportunities for educational transformation, one of which is through the implementation of an adaptive learning model based on artificial intelligence (AI). This model aims to realise personalised education by adjusting materials, learning pace, and teaching strategies according to the needs and characteristics of each student. This research uses a qualitative approach with a systematic literature study that reviews more than 50 scientific publications and reports related to the implementation of AI in adaptive education. The research stages included identification of global trends, analysis of commonly used adaptive models, and evaluation of challenges and opportunities in various educational contexts. The results show that AI-based adaptive learning can significantly improve students' motivation, active participation, and learning outcomes, especially when the system is able to adjust interventions in real-time. However, the main challenges faced include limited digital infrastructure, potential algorithm bias, and the need for teacher training in the utilisation of the technology. The conclusion of this study emphasises that the successful implementation of AI-based adaptive learning models is highly dependent on the synergy between technology, education policy and school ecosystem readiness. A cross-sector collaborative strategy is needed to make AI a tool that supports equitable education equity and quality. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membuka peluang besar bagi transformasi pendidikan, khususnya melalui penerapan model pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan (AI). Model ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang terpersonalisasi dengan menyesuaikan materi, kecepatan belajar, dan strategi pengajaran sesuai kebutuhan serta karakteristik masing-masing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis, yang menganalisis lebih dari 50 publikasi ilmiah dan laporan kebijakan pendidikan global. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tren dan perkembangan AI dalam pendidikan, klasifikasi model pembelajaran adaptif yang banyak diterapkan, serta evaluasi tantangan dan peluang implementasinya di berbagai konteks pendidikan, baik di negara maju maupun berkembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran adaptif berbasis AI secara signifikan dapat meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan capaian akademik siswa, terutama saat sistem mampu memberikan intervensi pembelajaran secara real-time dan berbasis data. Namun, beberapa tantangan yang muncul antara lain adalah keterbatasan infrastruktur digital, potensi bias dalam algoritma AI, serta kurangnya literasi teknologi pada tenaga pendidik. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam pendidikan adaptif sangat bergantung pada kesiapan teknologi, dukungan kebijakan yang inklusif, serta kolaborasi antara sektor pendidikan, teknologi, dan pemerintah. Pendekatan holistik dan kolaboratif diperlukan agar AI dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang merata, responsif, dan berkeadilan.
ANALISIS KOMPARATIF MODEL DESAIN INSTRUKSIONAL ADDIE, DICK & CAREY, DAN ASSURE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA SERTA KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Parihin Parihin; Joko Suseno; Velya Pramesthi Putri Ragil; Dirgantara Wicaksono
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14267

Abstract

ABSTRACT Physics learning in the 21st century requires not only mastery of scientific concepts but also well-developed scientific literacy and numeracy skills as fundamental competencies for evidence-based decision-making. However, the effectiveness of instructional design models in fostering these competencies remains varied, highlighting the need for a comprehensive comparative investigation. This study aimed to analyze the characteristics, effectiveness, and educational implications of three major instructional design models: ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), Dick and Carey (Systems Approach Model), and ASSURE (Analyze Learners, State Objectives, Select Strategies, Utilize Technology, Media and Materials, Require Learner Participation, Evaluate and Revise) within the context of physics education. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines through the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of studies published between 2021 and 2026. A total of 42 eligible journal articles were synthesized. The findings indicate that the ADDIE model is more adaptable for instructional material development, the Dick and Carey model provides a highly systematic framework for strengthening students' numeracy skills, whereas the ASSURE model is more effective in integrating instructional media and promoting active learner engagement to enhance scientific literacy. These findings suggest that the effectiveness of instructional design is context-dependent and should be aligned with the characteristics of physics content, instructional objectives, and targeted competencies, while also providing a conceptual foundation for developing more adaptive instructional models in future research. ABSTRAK Pembelajaran fisika pada abad ke-21 menuntut penguasaan konsep ilmiah yang diimbangi dengan kemampuan literasi sains dan numerasi sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis bukti. Namun, implementasi desain instruksional yang tepat untuk mendukung kedua kompetensi tersebut masih menunjukkan variasi efektivitas sehingga diperlukan kajian komparatif yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, efektivitas, serta implikasi penerapan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), Dick & Carey (Systems Approach Model), dan ASSURE (Analyze Learners, State Objectives, Select Strategies, Utilize Technology, Media and Materials, Require Learner Participation, Evaluate and Revise) dalam pembelajaran fisika. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Sebanyak 42 artikel memenuhi kriteria untuk disintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ADDIE lebih adaptif untuk pengembangan perangkat pembelajaran, Dick & Carey memberikan struktur sistematis yang mendukung penguatan numerasi, sedangkan ASSURE lebih efektif dalam mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran dan partisipasi aktif peserta didik guna meningkatkan literasi sains. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas desain instruksional bersifat kontekstual sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan karakteristik materi fisika, tujuan pembelajaran, dan kompetensi yang ingin dikembangkan, sekaligus menjadi dasar pengembangan model pembelajaran yang lebih adaptif pada penelitian berikutnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MATERI KOLOID Marshaclaudi Sarah Halim; Rustam Musta; Siti Hardiyanti Triana
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14780

Abstract

The low chemistry learning outcomes of students on the colloid topic indicate the need for a learning model that actively engages students in the learning process. One alternative is the guided inquiry learning model integrated with a deep learning approach, which facilitates students in constructing concepts through systematic, meaningful, and active inquiry. This study aimed to determine the improvement of students' chemistry learning outcomes through the implementation of the guided inquiry learning model with a deep learning approach on the colloid topic. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The participants were Grade XI science students at SMAN 5 Kendari. The research instrument consisted of a learning achievement test administered before and after the treatment. Data were analyzed using descriptive statistics and N-Gain analysis. The results showed that the students' mean score increased from 22.6 on the pretest to 76.8 on the posttest. The average N-Gain score was 0.84, which falls into the high category. These findings indicate that the implementation of the guided inquiry learning model with a deep learning approach effectively improves students' chemistry learning outcomes on the colloid topic. Therefore, the guided inquiry learning model with a deep learning approach can be used as an effective instructional alternative to improve students' chemistry learning outcomes. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar kimia siswa pada materi koloid menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan deep learning yang memfasilitasi siswa untuk membangun pemahaman konsep melalui proses penyelidikan secara sistematis, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan deep learning pada materi koloid. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 5 Kendari. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 22,6 pada pretest menjadi 76,8 pada posttest. Hasil analisis N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,84 yang berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan deep learning efektif meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada materi koloid. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan deep learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa.
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DAN FLIPPED CLASSROOM: STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Hawin Fitriyani; Resti Fatma Ayuningsih; Dedi Andrianto; Wakib Kurniawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i1.4942

Abstract

ABSTRACT The development of information technology has driven significant transformation in learning practices in the 21st century. The integration of Blended Learning and Flipped Classroom models is one of the effective strategies to answer the demands of more flexible, interactive and 21st century skills-based learning. This article aims to analyse the effectiveness of combining the two models in encouraging learners' active engagement and improving learning outcomes. The approach used in this research is a systematic literature study that reviews various scientific articles from the last five years. The results show that the integrative application of Blended Learning - which combines face-to-face and online learning - with Flipped Classroom - which flips the role of the classroom into a space for exploration after self-learning - can create a more flexible, interactive and learner-centred learning environment. In addition, this model has been shown to increase independence, responsibility for learning, and in-depth understanding of concepts. This article recommends that educators and education policy makers consider integrating these two approaches in curriculum planning and instructional design, to facilitate contextualised and adaptive learning to future challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran di abad ke-21. Integrasi model Blended Learning dan Flipped Classroom menjadi salah satu strategi efektif untuk menjawab tuntutan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berbasis keterampilan abad 21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggabungan kedua model tersebut dalam mendorong keterlibatan aktif peserta didik serta meningkatkan hasil belajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur sistematik yang mengkaji berbagai artikel ilmiah dari lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan integratif antara Blended Learning—yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring—dengan Flipped Classroom—yang membalik peran kelas menjadi ruang eksplorasi setelah belajar mandiri—mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, model ini terbukti meningkatkan kemandirian, tanggung jawab belajar, serta pemahaman konsep secara mendalam. Artikel ini merekomendasikan agar pendidik dan pengambil kebijakan pendidikan mempertimbangkan integrasi kedua pendekatan ini dalam perencanaan kurikulum dan desain instruksional, guna memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP DARUN NUR DJATI BEKASI Sabrina Izzatul Jannah; Acep Heris Hermawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14912

Abstract

ABSTRACT Learning in Islamic Religious Education and Character Education within the Merdeka Curriculum requires instructional materials capable of connecting religious values with issues that are closely related to students’ lived experiences. This need provides the basis for examining the integration of Problem-Based Learning (PBL) into the development of a teaching module on Honest and Trustworthy Behavior at SMP Darun Nur Djati Bekasi. This study employed library research by identifying, selecting, categorizing, and examining books, policy documents, and scholarly journal articles related to the Merdeka Curriculum, teaching modules, PBL, and Islamic Religious Education. Information gathered from these sources was subsequently compared and synthesized through content analysis to map the principles and five stages of PBL into a structured learning design. The synthesis produced a framework incorporating problem orientation, student organization, individual and group investigation, presentation of outcomes, and evaluation of the problem-solving process. These stages were translated into contextual cases, exploration of Qur'anic verses and hadith, group discussions, solution development, presentations, and reflective activities. The resulting framework positions PBL as an organizing foundation for learning activities while providing a conceptual basis for developing a contextual Islamic Religious Education teaching module that encourages students’ active engagement. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum Merdeka memerlukan perangkat yang mampu membawa nilai keagamaan ke dalam persoalan yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengkajian integrasi Problem Based Learning (PBL) dalam penyusunan Modul Ajar pada materi Perilaku Jujur dan Amanah di SMP Darun Nur Djati Bekasi. Kajian dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelusuri, menyeleksi, mengelompokkan, dan menganalisis buku, dokumen kebijakan, serta artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, modul ajar, PBL, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Informasi dari berbagai sumber kemudian dibandingkan dan disintesiskan melalui analisis isi (content analysis) untuk memetakan prinsip serta lima sintaks PBL ke dalam rancangan kegiatan pembelajaran. Sintesis kajian menghasilkan rancangan yang mengintegrasikan orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan individu dan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Kelima tahapan tersebut diterjemahkan melalui kasus kontekstual, penelusuran dalil Al-Qur'an dan hadis, diskusi, penyusunan solusi, presentasi, dan refleksi. Rancangan ini menempatkan PBL sebagai kerangka pengorganisasian aktivitas belajar sekaligus memberikan dasar konseptual bagi pengembangan Modul Ajar PAI yang kontekstual dan melibatkan peserta didik secara aktif.