cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snip@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Jl. Kepodang No. 67 A Panjer Kebumen
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 23389400     EISSN : 28082621     DOI : https://doi.org/10.20961
Core Subject : Education,
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan diterbitkan oleh FKIP Universitas Sebelas Maret pada tahun 2013. Bertujuan menjadi salah satu pusat publikasi ilmiah artikel yang fokus pada pendidikan dan pengajaran yang meliputi: inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan, evaluasi pendidikan, dan pendidikan guru.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Penguatan Karakter Melalui Kegiatan Berbasis Alam: Kajian Skoping Laksmi Evasufi Widi Fajari; Moh Salimi; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.110746

Abstract

Kajian mengenai penguatan karakter melalui pembelajaran berbasis alam masih menunjukkan ketimpangan dan kompleksitas, terutama karena kurangnya sintesis riset yang mengintegrasikan berbagai bentuk kegiatan dan nilai karakter yang muncul di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk kegiatan berbasis alam yang digunakan dalam pembentukan karakter serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang paling dominan dikembangkan. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengkaji 3.165 artikel penelitian yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian literatur, seleksi studi, pengelompokan data, dan pelaporan hasil. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas kegiatan pembelajaran berbasis alam dengan fokus eksplisit pada penguatan karakter peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Data dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola tema utama dalam bentuk kegiatan dan nilai karakter yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat empat bentuk kegiatan utama, yaitu proyek dan penelitian lingkungan, integrasi nilai dan karakter lingkungan, kegiatan lapangan dan observasi alam, serta pengembangan media atau modul pembelajaran alam; (2) nilai karakter yang paling dominan dikembangkan meliputi tanggung jawab (29,3%), peduli lingkungan (14,8%), kreatif (11,2%), religius (8,1%), dan rasa ingin tahu (7,7%); dan (3) diperlukan kerangka kebijakan pendidikan berkelanjutan berbasis alam yang mengintegrasikan pendekatan ilmiah, sosial, dan spiritual. Maka, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis alam merupakan pendekatan yang efektif untuk membentuk karakter ekologis, sosial, dan moral peserta didik secara holistik.
Implementasi Model Group Investigation dengan Media Online dalam Pembelajaran IPAS untuk Menumbuhkan Kerja Sama dan Hasil Belajar Ajeng Dewanty; Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.89930

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan model Group Investigation dengan media online; (2) meningkatkan profil pelajar Pancasila aspek kerja sama; (3) meningkatkan hasil belajar IPAS; (4) mendeskripsikan kendala dan solusi yang ditemui pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Jatisari. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah penerapan model Group Investigation yaitu: (1) menentukan topik dan mengelompokkan siswa, (2) perencanaan kerja sama, (3) investigasi, (4) analisis dan sintesis, (5) presentasi hasil, (6) evaluasi, Adanya peningkatan profil pelajar Pancasila aspek kerja sama dan hasil belajar Kendala yang dihadapi yaitu siswa kurang aktif selama pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Group Investigation dengan media online dapat meningkatkan profil pelajar pancasia aspek kerja sama dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN  Jatisari. 
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC Berbantuan Media Kahoot Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Ekosistem Susi Ardiyanti; Isah Cahyani; Rif'at Shafwatul Anam
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.109890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) berbantuan media Kahoot terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran di Sekolah Dasar masih dominan menggunakan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif membangun pemahaman mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain  kuasi eksperimen pada 48 siswa kelas V salah satu SD di Kabupaten Bandung Barat, yang dibagi menjadi kelas eksperimen (V-A, 24 siswa) dan kelas kontrol (V-B, 24 siswa).  Analisis data menggunakan uji independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (sig= 0,015 ˂ 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa RADEC dipadukan dengan Kahoot efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Kelebihan penelitian ini terletak pada integrasi model kontruktivistik dengan media digital interaktif, sedangkan keterbatasannya adalah lingkup sampel yang kecil, durasi terbatas, dan variasi media yang sempit. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pemanfaatan media digital berbasis permainan untuk mendukung pembelajaran abad 21, serta mendorong penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas, media variatif dan variabel tambahan seperti kreativitas dan motivasi belajar.
Penerapan Media WordWall Pada Materi Teks Deskripsi di Kelas Vll Farinisa Zakiarafi; Siti Fatimah; Siti Ulfiyani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.100996

Abstract

Saat ini kita berada di era perkembangan teknologi yang pesat, namun ternyata khususnya bagi para penddidik belum bisa memaksimalkan teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media Wordwall pada teks deskripsi di kelas Vll MTsN 2 Semarang dan sejauh mana penerapan Wordwall dapat membantu pendidik dalam menjelaskan teks deskripsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan gambaran media Wordwall dalam membantu pendidik untuk menjelaskan teks deskripsi serta mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dan menjadikan proses pembelajaran di kelas semakin menyenangkan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Wordwall terbukti sangat membantu pendidik sebagai media pembelajaran untuk menjelaskan materi teks deskripsi dan Wordwall juga memberikan pengalaman proses belajar mengajar menjadi menyenangkan.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Know-Want to Know-Learned (KWL) pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Kuwarasan Tahun Ajaran 2024/2025 Fajri Hadimalini; Moh Salimi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101982

Abstract

Keterampilan membaca pemahaman merupakan aspek penting dalam pengembangan kemampuan literasi siswa sekolah dasar, namun kenyataannya masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah strategi pembelajaran Know-Want to Know-Learned (KWL) dan meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan subjek penelitian guru dan 20 siswa kelas V SD Negeri 1 Kuwarasan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi pembelajaran KWL dilaksanakan melalui tiga langkah, yaitu: 1) Know, guru membimbing siswa dalam mengemukakan pengetahuan sebelumnya; 2) Want to Know, guru membimbing siswa membuat pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu; dan 3) Learned, guru mengarahkan siswa untuk mencatat informasi baru yang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar, yaitu 66% pada siklus I, 87,5% pada siklus II, dan 95% pada siklus III. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran KWL dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 1 Kuwarasan tahun ajaran 2024/2025.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Di Kelas IV SD Negeri 1 Selang Tahun Ajaran 2023/2024 Miftakul Khoiriyah; Kartika Chrysti Suryandari; Moh Salimi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.93584

Abstract

Kurikulum merdeka di SD Negeri 1 Selang sudah dilaksanakan sejak tahun 2023/2024. Dalam implementasi kurikulum merdeka baik perencanaan,  pelaksanaan, dan evaluasi penilaian masih ditemukan problematika dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu peneliti memiliki tujuan untuk: 1). Mengetahui pengimplementasian kurikulum merdeka dikelas IV SD Negeri 1 Selang. 2). Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengimplementasian kurikulum merdeka dikelas IV SD Negeri 1 Selang tahun ajaran 2023/2024. 3). Mengetahui dampak positif pengimplementasian kurikulum merdeka dikelas IV SD Negeri 1 Selang tahun ajaran 2023/2024. Kurikulum merdeka di SD Negeri 1 Selang sudah dilaksanakan sejak tahun 2022/2023. Peneliti menggunakan metode penelitia kualitatif. Untuk proses pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan penelian ini diketahui bahwa dengan adanya kurikulum merdeka siswa menjadi mulai memahami memahami dan faham mengenai pentingnya mengamalkan 6 elemen nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar Pancasila yaitu berakhlak
Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Canva Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Materi Berbagai Aturan Di Keluargaku Siswa Kelas II Sekolah Dasar Negeri Wiroborang 1 Dea Nanda; Didit Yulian Kasdriyanto; Shofia Hattarina
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.102021

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar dan pemahaman siswa yang disebabkan metode ceramah yang monoton serta minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis Canva pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Wiroborang 1. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: (1) Analisis permasalahan dan kebutuhan siswa; (2) Desain, berupa perancangan storyboard; (3) Pengembangan produk menggunakan aplikasi Canva; (4) Implementasi melalui uji coba pada siswa dan (5) Evaluasi berdasarkan umpan balik validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi berbasis Canva mendapatkan skor 89,58% dari ahli media, 83,33% dari ahli materi, dan 97,61% dari guru kelas, yang semuanya masuk dalam kategori sangat layak. Angket respon siswa mendapatkan skor 93,91%, menunjukkan bahwa media ini sangat efektif digunakan. Uji coba kepada siswa menunjukkan peningkatan pemahaman materi, dengan nilai rata-rata pretest 76,95 dan posttest 94,78. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi berbasis Canva efektif meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa, serta layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas III Farkhani Muthoharoh; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103032

Abstract

Inovasi pembelajaran di abad ke-21 merupakan dasar penting untuk mengembangkan identitas manusia Indonesia yang kreatif dan berdaya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan langkah-langkah model Project Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III; (2) meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III melalui penerapan model Project Based Learning; (3) mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapan model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III.  Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil rata-rata kreativitas siklus I tergolong rendah (70,31%). Siklus II tergolong sedang (80,94%), dan siklus III tergolong sedang (87,5%). Persentase rata-rata ketuntasan siswa ranah kognitif siklus I pertemuan 1 (35%) dengan nilai rata-rata kelas 70,05, pertemuan 2 (60%) dengan nilai rata-rata 76,8. Persentase siklus II pertemuan 1 (70%) dengan nilai rata-rata 80,3; pertemuan 2 (85%) dengan nilai rata-rata 87, dan pada siklus III memperoleh persentase ketuntasan sebesar 90% dengan nilai rata-rata 89,65. Adapun ketuntasan hasil belajar ranah afektif siklus I = 75,73; siklus II = 85,52; siklus III = 88,54. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III.
Model Pembelajaran Polya: Menumbuhkan Keterampilan Numerasi dan Kemandirian Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Marfuatul Khasanah; Kartika Chrysti Suryandari; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.86786

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi belum diterapkannya model pembelajaran yang tepat dalam pemecahan masalah sehingga keterampilan numerasi siswa rendah serta kurangnya variasi penggunaan media pembelajaran khususnya media konkret saat pembelajaran juga berpengaruh pada kemandirian belajar siswa. kurang mandiri dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan model pembelajaran Polya; meningkatkan keterampilan numerasi Matematika materi bangun ruang; dan meningkatkan kemandirian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Jatisari yang menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian penggunaan model pembelajaran Polya melalui langkah-langkah: (1) memahami masalah; (2) merencanakan penyelesaian; (3) melaksanakan penyelesaian; dan (4) mengecek kembali jawaban. Ketuntasan keterampilan numerasi pada siklus I = 64,88%, siklus II = 77,58%, dan siklus III = 92,46% sedangkan ketuntasan kemandirian siswa pada siklus I = 69,18%, siklus II = 78,38% dan siklus III = 87,98%.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Polya dapat meningkatkan keterampilan numerasi Matematika materi bangun ruang dan kemandirian pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jatisari.
Efektivitas Ensiklopedia Junior dalam Meningkatkan Pemahaman dan Kepedulian terhadap Budaya Lokal pada Anak Usia Dini Endang Puspitasari; Roudlotun Ni’mah; M. Tsaqibul Fikri
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.103558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media Ensiklopedia Junior Karesidenan Bojonegoro dalam menanamkan cinta budaya lokal pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe One Group Pretest-Posttest Design, penelitian ini melibatkan 15 anak di RA Manbaul Islam, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Instrumen yang digunakan meliputi tes pretest dan posttest serta lembar observasi yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Aspek budaya lokal yang diukur meliputi makanan khas daerah, jenis batik lokal, tempat wisata, dan tarian tradisional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara skor pretest dan posttest berdasarkan analisis statistik deskriptif dan uji paired sample t-test (nilai signifikansi 0.000 < 0.05). Selain itu, observasi menunjukkan bahwa anak sangat antusias dan aktif dalam proses pembelajaran menggunakan media ensiklopedia. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang interaktif, visual, dan kontekstual sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan budaya lokal anak sejak dini serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.