cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snip@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Jl. Kepodang No. 67 A Panjer Kebumen
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 23389400     EISSN : 28082621     DOI : https://doi.org/10.20961
Core Subject : Education,
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan diterbitkan oleh FKIP Universitas Sebelas Maret pada tahun 2013. Bertujuan menjadi salah satu pusat publikasi ilmiah artikel yang fokus pada pendidikan dan pengajaran yang meliputi: inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan, evaluasi pendidikan, dan pendidikan guru.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Pengembangan E-modul IPAS Berbasis Kearifan Lokal Melalui Media Heyzine Flipbook untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V Novita Riana Sari; Kartika Chrysti Suryandari; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.88675

Abstract

Pembelajaran dengan mengintegrasikan kearifan lokal penting dilakukan untuk mengenalkan kearifan lokal yang ada di lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis kearifan lokal, (2) Menguji keBaikan e-modul berbasis kearifan lokal, (3) menganalisis keefektifan penggunaan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE (analyze, design, development,implementation, evaluation). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, angket, dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, kualitatif, dan uji keefektifan (N-gain dan effect size). Hasil penelitian yaitu pengembangan e-modul IPAS berbasis kearifan lokal melalui tahapan model ADDIE. E-modul IPAS berbasis kearifan lokal ini berhasil dikembangkan, dibuktikan dengan hasil penilaian dari para ahli diperoleh kesimpulan bahwa e-modul IPAS berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria yaitu minimal “Baik”. Hasil perhitungan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 76% dengan klasifikasi tinggi. Hasil perhitungan effect size 1,32 dengan klasifikasi sangat besar,dan perbandingan persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Kesimpulan pada penelitian dan pengembangan ini e-modul IPAS berbasis kearifan lokal Baik digunakan dalam pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas V.
Implementasi Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Potensi Lokal dalam Pembelajaran IPAS untuk Meningkatkan Gotong Royong di Kelas IV Sekolah Dasar Rofiqotul Ngafiyah; Kartika Chrysti Suryandari; Muhammad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.88734

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh implementasi model inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja peserta didik berbasis potensi lokal dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan gotong royong. Penelitian ini merupakan penelitian tidakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan selama tiga siklus dengan subjek penelitian yaitu guru dan 22 peserta didik di kelas IV A SD Negeri Jogosimo. Data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triagulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui penerapan model inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja peserta didik berbasis potensi lokal dalam pembelajaran IPAS gotong royong peserta didik meningkat pada siklus I sebesar 76,06%, pada siklus II meningkat menjadi 84,85%, dan siklus III meningkat menjadi 90,48%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu gotong royong pesera didik di kelas IV sekolah dasar meningkat melalui penerapan model inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja peserta didik berbasis potensi lokal.
Optimalisasi Kolaborasi Siswa Kelas IV Materi Indonesiaku Kaya Budaya melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Nia Kurnia Rizki; Kartika Chrysti Suryandari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100181

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komponen, meningkatkan keterampilan kolaborasi, dan respon siswa terhadap implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pembelajaran dengan implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), (2) implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat menumbuhkan keterampilan kolaborasi siswa yaitu siklus I = 76,82% siklus II = 85,09%, dan pada siklus III = 89,47%,(3) respon siswa baik terhadap implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat menumbuhkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IV SDN 5 Panjer tahun ajaran 2024/2025. 
Integrasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar: Analisis Bibliometrik Ida Rahayu; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Rani Citra Mutia Bakti; Arif Munandar
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97442

Abstract

Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di sekolah dasar sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang mengancam moralitas dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan pola integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan melalui perangkat lunak Publish or Perish dari Google Scholar dan Scopus (2019–2024) dan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren penelitian. Hasil menunjukkan enam klaster utama yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan tema seperti pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, dan peran sekolah dalam pembentukan karakter. Klaster dengan frekuensi tinggi seperti "pendidikan moral" menekankan pentingnya kurikulum tematik dan strategi berbasis teknologi dalam memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila secara efektif membutuhkan kolaborasi antara guru, sekolah, dan masyarakat.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar IPAS Kelas IV Assaniyah Alfani Almubarokah; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101304

Abstract

Pengaruh perkembangan tekonologi cenderung membawa pengaruh budaya modern lebih berkembang daripada budaya lokal. Oleh sebab itu, perlunya pengenalan lebih dalam mengenai pengetahuan kearifan lokal kepada peserta didik dalam pembelajaran, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan kearifan lokal pada peserta didik kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen penerapan model PjBL dengan kearifan lokal, instrument penilaian kreativitas, dan instrument penilaian hasil belajar IPAS. Adapun teknik analisis data yang diterapkan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui penerapan model PjBL dengan kearifan lokal pada pembelajaran IPAS kelas IV pada materi Indonesia Kaya Budaya Bab 6 hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan pada setiap siklusnya pada kemampuan kreativitas dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Kalirancang. 
Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris melalui Penerapan Media Pembelajaran Flashcard pada Siswa Kelas IV Yosua Adven Theo; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ngatman Ngatman
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.90541

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan langkah penerapan media pembelajaran flashcard, meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris tentang transportations melalui penerapan media pembelajaran flashcard, dan mendeskripsikan kendala dan solusi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV. Data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari siswa, guru, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes berupa observasi dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard dilaksanakan dengan langkah-langkah: (1) mengelompokkan siswa, (2) implementasi media dalam pembelajaran, (3) membimbing siswa, dan (4) presentasi. Penggunaan media flashcard meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris materi transportations terbukti dengan peningkatan hasil penilaian aspek penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa siklus I = 75,56%, siklus II = 84,24%, dan siklus III 92,08%. Kendala yang ada yaitu: (1) siswa kurang fokus dalam pembelajaran, (2) siswa kurang kondusif dalam pembelajaran, dan (3) siswa pasif dalam bertanya jawab. Solusi dari kendala yang ada yaitu: (1) mengarahkan siswa untuk lebih fokus saat belajar, (2) menetapkan peraturan yang disepakati bersama, dan (3) memotivasi siswa dan memberikan penguatan herbal melalui pujian. Simpulan penelitian ini adalah penerapan media pembelajaran flashcard dapat meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris tentang materi transportations.
Penerapan Model Student Teams Achievement Division (STAD) Berbantuan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Amalia Nazhiroh; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101415

Abstract

Ketercapaian hasil belajar dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan dan perubahan perilaku siswa sesuai tujuan yang telah ditetapkan, yang diukur melalui nilai evaluasi dan ujian. Namun pada implementasinya, ditemukan rendahnya hasil belajar IPAS pada hasil Sumatif Akhir Semester (SAS) semester ganjil pada siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan multimedia untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV serta meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV melalui penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan multimedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam langkah penerapan model STAD berbantuan multimedia untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV, meliputi: (a) presentasi kelas berbantuan multimedia, (b) membentuk kelompok kecil, (c) belajar dalam tim berbantuan multimedia, (d) pemberian kuis berbantuan multimedia, (e) skor kemajuan individu berbantuan multimedia, (f) penghargaan tim. Penerapan model STAD berbantuan multimedia dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV. Melalui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan multimedia siswa menjadi lebih bertanggung jawab dalam belajar sebab nilainya pada kuis individu yang dikerjakan secara mandiri berimplikasi terhadap skor kemajuan kelompok. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran membantu memusatkan perhatian siswa selama proses pembelajaran lewat tampilannya yang menarik serta mendukung pembelajaran aktif karena siswa dapat terlibat langsung dalam penggunaannya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya persentase ketuntasan hasil tes evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada setiap siklusnya, yaitu pada siklus I sebesar 63,5%, siklus II 77,5%, dan siklus III 91%.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Flash Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD Negeri III Ngerangan Adam Rizky Fuadhi; Suhartono Suhartono; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.91133

Abstract

Pendidikan sebagai salah satu tonggak dasar dalam sebuah kehidupan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah penerapan model Problem Based Learning dengan media Flash Card; (2) meningkatkan hasil belajar IPAS; (3) mendeskripsikan kendala dan solusi yang ditemukan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN III Ngerangan yang berjumlah 25 siswa dengan 9 laki-laki dan 16 perempuan. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Flash Card dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siklus I=60%, siklus II=86%, pada siklus III=96; (3) kendala yang ditemui yaitu siswa kurang aktif dan percaya diri untuk berpendapat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning dengan media Flash Card dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi lingkungan jadi rusak di kelas V SDN III Ngerangan tahun ajaran 2023/2024.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Multimedia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fatkhul Ibnu Prayoga; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.102471

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning dengan multimedia untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS tentang keberagaman budaya pada siswa kelas IV; (2) mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning dengan multimedia dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS tentang keberagaman budaya pada siswa kelas IV; (3) mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapan model Problem Based Learning dengan multimedia dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS tentang keberagaman budaya pada siswa kelas IV.  Hasil rata-rata tes berpikir kritis siklus I tergolong rendah (72,5%). Siklus II tergolong baik (81,25%), dan siklus III tergolong baik (86,5%). Sedangkan persentase rata-rata ketuntasan siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 43% dengan rata-rata kelas 70,43, persentase siklus I pertemuan 2 sebesar 61% dengan rata-rata kelas 75, persentase siklus II pertemuan 1 sebesar 74% dengan rata-rata 82,39, persentase siklus II pertemuan 2 sebesar 87% dengan rata-rata 87,82, persentase siklus III sebesar 91% dengan rata-rata sebesar 90,86. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu penerapan model Problem Based Learning dengan multimedia dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS tentang keberagaman budaya pada siswa kelas IV.
Analisis Dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Teks Cerita Pendek pada Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 5 dan 6 SD Kurikulum Merdeka Windhu Roro Kinanti; Moh. Salimi; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.96642

Abstract

Profil Pelajar pancasila penting ditanamankan kepada peserta didik sejak usia dini, salah satu media penanamannya menggunakan teks cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi Profil Pelajar Pancasila yang terkandung di dalam teks cerita pendek pada Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 5 dan 6 SD Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis konten sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keseluruhan dimensi Profil pelajar Pancasila telah muncul dalam 8 teks cerita pendek yang terdapat pada buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 5 dan 6 SD Kurikulum Merdeka. Dari keenam dimensi tersebut, dimensi yang muncul paling banyak adalah dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia, sedangkan dimensi kreatif merupakan dimensi yang paling sedikit kemunculannya dalam teks cerita pendek. Oleh karena itu, teks cerita pendek ini cocok digunakan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik, khususnya Profil Pelajar Pancasila.