cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
imamsetyonugroho@lecture.utp.ac.id
Phone
+6282333848318
Journal Mail Official
proficio@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27753506     EISSN : 27753492     DOI : https://doi.org/10.36728/jpf.v2i2
Jurnal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat dipublikasikan 2 kali dalam satu volume (tahun) yaitu pada bulan Januari dan Juli. Junal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat berisi hasil pengabdian masyarakat sebagai implementasi pengembangan keilmuan kepada masyarakat dalam bidang: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Dasar, Keolahragaan (prestasi, pendidikan, rekreasi),Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 665 Documents
PROGRAM INOVASI BUNDA (BANTU IBU UNTUK NUTRISI & DUKUNGAN ASI) DALAM PENIGKATAN CAPAIAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KAMPUNG MELAYU JAKARTA TIMUR Retnani, Ajeng Dwi; Suryani Hartati; Alfanira
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6500

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui, nutrisi ibu menyusui, dukungan keluarga, serta masalah laktasi seperti puting lecet dan ASI tidak lancar (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai ASI eksklusif melalui Program Inovasi BUNDA (Bantu Ibu untuk Nutrisi & Dukungan ASI). Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kampung Melayu Jakarta Timur dengan sasaran 60 ibu menyusui, 8 kader posyandu, dan 2 petugas kesehatan. Metode kegiatan meliputi pretest, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik menyusui yang benar, edukasi nutrisi ibu menyusui, diskusi interaktif, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta makanan yang mendukung produksi ASI. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi demonstrasi dan tanya jawab. Program Inovasi BUNDA efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kegiatan serupa direkomendasikan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi puskesmas, kader, dan institusi pendidikan kesehatan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat (UNICEF, 2023).
PERAN RAMADHAN DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU DAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN WEBINAR PADA SANTRI TPQ AR-RIYADHOH TEMANGGUNG WETAN Wahyuni, Ayu Hanik Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6501

Abstract

Bulan Ramadhan adalah kesempatan yang bagus untuk menanamkan nilai moral pada anak-anak melalui ibadah dan perilaku baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran webinar sebagai sarana untuk mendorong perubahan perilaku dan pembentukan karakter Islami pada santri TPQ Ar-Riyadhoh Temanggung Wetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Pembangunan Komunitas Berbasis Aset (ABCD), yang berfokus pada memanfaatkan potensi dan aset yang dimiliki komunitas. Subjek penelitian melibatkan 20 santri dengan tahapan kegiatan meliputi inkulturasi, discovery, dream, design, dan destiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan webinar interaktif selama Ramadhan mampu meningkatkan partisipasi aktif dan antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian sosial dapat terinternalisasi melalui kegiatan yang kontekstual dan aplikatif. Perubahan perilaku santri terlihat dari meningkatnya kedisiplinan dalam beribadah, kebiasaan berperilaku santun, serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan TPQ maupun keluarga. Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Dengan demikian, webinar berbasis ABCD terbukti efektif sebagai media pembelajaran dalam membentuk karakter Islami anak secara berkelanjutan.
EDUKASI PEMILIHAN OBAT BATUK PILEK NON-RESEP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI OBAT PADA MASYARAKAT Anis Akhwan Dhafin; Elsa Mahardika Putri; Maharani Dwi Prtiwi; Herman; Winartiana; Mohammad Firdaus Alshol
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6507

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan secara mandiri, termasuk batuk dan pilek, melalui penggunaan obat non-resep. Praktik tersebut sering kali tidak disertai literasi obat yang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan pemilihan obat, ketidaktepatan aturan pakai, serta penggunaan yang kurang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi warga dalam memilih dan menggunakan obat batuk pilek non-resep secara tepat, aman, dan rasional melalui metode edukasi door to door. Kegiatan dilaksanakan pada warga RT 02 RW 09 Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan cara mendatangi rumah warga secara langsung, memberikan edukasi secara individual, melakukan diskusi singkat sesuai kebutuhan warga, serta membagikan leaflet sebagai media penguatan informasi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan golongan obat, arti logo pada kemasan, cara membaca label obat, pemilihan obat batuk pilek sesuai gejala, aturan pakai, batas usia penggunaan, serta kondisi yang memerlukan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Sebanyak 32 warga menerima edukasi secara langsung melalui kunjungan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan warga meningkat dari 58,4 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest. Peningkatan pemahaman terutama tampak pada kemampuan warga dalam membedakan golongan obat, memahami informasi pada label, mengenali kandungan ganda, serta menentukan penggunaan obat yang tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kefarmasian berbasis kunjungan rumah dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi obat masyarakat dan mendukung swamedikasi yang lebih rasional.
PEMANFAATAN TIK UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN MICROSOFT WORD DI SDN 1 TAMPAKSIRING Ginantra, Ni Luh Wiwik Sri Rahayu; Hendrawati, Theresia; Yanti, Christina Purnama
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6518

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut siswa sekolah dasar menguasai keterampilan digital fundamental, termasuk pengoperasian aplikasi pengolah kata Microsoft Word. Akan tetapi, observasi di SDN 1 Tampaksiring menunjukkan sebagian besar siswa masih kesulitan mengoperasikan aplikasi tersebut karena keterbatasan paparan praktis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam penggunaan Microsoft Word melalui pelatihan berbasis TIK yang terstruktur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan tiga puluh siswa kelas IV hingga VI sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta asesmen kinerja siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan dilaksanakan dalam lima tahap: analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata kompetensi siswa meningkat secara signifikan dari 42,3% pada pra-tes menjadi 84,7% pada pasca-tes. Siswa mengalami peningkatan keterampilan dalam pembuatan dokumen, pemformatan teks, penyisipan tabel, dan tata letak halaman dasar. Kegiatan juga menumbuhkan motivasi belajar serta kepercayaan diri digital siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan TIK yang aplikatif berkontribusi nyata terhadap literasi digital siswa sekolah dasar.
PERAN RUMAH BACA MELATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK SEKOLAH DUSUN MELATI DESA KALIMAS Reiki Nauli Harahap; Agus Yuliono; Margaretha Andriani AP; Maretila Asmaradila; Brigitha Nancy; Gregorius Ferdian
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.4341

Abstract

Penyebab kualitas pendidikan rendah salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi atau minat baca di kalangan siswa dan mahasiswa. Peningkatan pendidikan dapat diperoleh di pendidikan formal, informal maupun nonformal. Salah satu tempat bimbingan pendidikan nonformal yaitu Rumah Baca Melati di Dusun Melati yang didirikan atas dasar inisiatif dari pendiri Rumah Baca Melati. Pendirian rumah baca melati ini muncul dari keinginan untuk menjadi sarana bagi anak-anak dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka, mengakses berbagai sumber pengetahuan, dan mendapatkan bimbingan belajar yang mendukung pendidikan formal di sekolah serta mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak. Terdapat tiga program di Rumah Baca Melati dalam meningkatkan pendidikan dan minat baca anak-anak di dusun Melati yaitu kegiatan literasi dan ruang baca, bimbingan belajar, dan program TPA. Tujuan penelitian untuk menguraikan perananan dari Rumah Baca Malati dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara antara pihak Rumah Baca Melati, orang tua dan anak-anak bimbingan Rumah baca Melati untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering membaca buku dan terbantu dengan bimbingan belajar dari rumah baca. Pihak orang tua juga mendukung penuh program dari Rumah Baca Melati karena dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak mereka
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KERANJANG BAMBU SEBAGAI PRODUK KREATIF DAN RAMAH LINGKUNGAN La Ode Marhini; Agus Rihu; La Ode Muhammad Sardin; Edy Samiel; Taufiq Said
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6219

Abstract

Rendahnya daya serap kerja alumni Jurusan Tradisi Lisan serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya bambu di Kota Kendari menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Dalam ruang kelas, mahasiswa telah dibekali dengan pengetahuan budaya yang kuat, namun masih memerlukan penguatan keterampilan aplikatif berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan pembuatan keranjang bambu sebagai produk kreatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 23 mahasiswa, melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung di lokasi pengrajin bambu, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis mahasiswa dalam mengolah bambu, serta dihasilkannya produk keranjang bambu yang layak pakai dan memiliki potensi nilai ekonomi. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan keranjang bambu efektif sebagai upaya pemberdayaan mahasiswa dan berpotensi dikembangkan sebagai model pengabdian berbasis kearifan lokal dan ekonomi kreatif ramah lingkungan.
PENGUATAN DESA MLARAK MELALUI INOVASI SOSIAL DAN EKONOMI BERKELANJUTAN Dendy Eta Mirlana; Anton Subagyo; Arik Nursamsi; Edy Prayitno
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6528

Abstract

Desa Mlarak merupakan salah satu desa dengan kekayaan sejarah, budaya, dan religiusitas yang kuat, ditandai dengan banyaknya masjid dan mushola sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, sehingga potensi ekonomi lokal berbasis pertanian sangat besar untuk dikembangkan. Namun, desa ini masih menghadapi beberapa permasalahan, di antaranya kualitas hidup muadzin dan guru agama yang belum optimal, masih maraknya bullying di tingkat Sekolah Dasar, serta rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk pertanian organik. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, dilakukan tiga kegiatan utama, yaitu: (1) Program gurah untuk muadzin dan guru agama di tiap dusun guna meningkatkan kualitas suara dan kesehatan; (2) Penyuluhan hukum mengenai bullying di tingkat Sekolah Dasar untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua; serta (3) Pembangunan Shade House sebagai percontohan rumah pertanian organik untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas hidup muadzin dan guru agama, terbentuknya kesadaran hukum dan sosial di kalangan siswa, serta berkembangnya model pertanian organik rumah tangga yang dapat direplikasi masyarakat secara berkelanjutan.
CERDAS DIGITAL, SEHAT MENTAL: EDUKASI KRITIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENCEGAH KECEMASAN PADA PENGAJAR DAYCARE AL-GHAZI Tri Na'imah; Anniez Rachmawati Musslifah; Risma Sakti Pambudi; Evelyne Henny Lukitasari; Reni Ariastuti; Astri Charolina
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6540

Abstract

Profesi pengajar daycare menuntut stabilitas emosi yang tinggi, namun mereka juga rentan terhadap tekanan psikologis dari penggunaan media sosial, seperti kecemasan yang dipicu oleh perbandingan sosial dan kelelahan digital. Sayangnya, kelompok profesi ini sering terabaikan dalam program intervensi kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui program edukasi "Cerdas Digital, Sehat Mental" dengan pendekatan community development pada pengajar di Daycare Al-Ghazi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: asesmen awal melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pengukuran tingkat kecemasan (pre-test) menggunakan skala GAD-7; intervensi berupa workshop interaktif mengenai literasi digital kritis dan strategi manajemen stres; serta pemberdayaan melalui fasilitasi peer support group. Hasil program menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata kecemasan yang signifikan secara statistik (p < 0.001) dari level sedang (M=11.87) pada pre-test menjadi level ringan (M=6.40) pada post-test. Temuan kualitatif juga mengonfirmasi adanya pergeseran kesadaran dari pengguna pasif menjadi pengguna media yang lebih kritis dan berdaya. Program ini berhasil membuktikan bahwa edukasi literasi digital kritis yang dikombinasikan dengan pemberdayaan komunitas efektif sebagai strategi preventif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pengajar, yang pada akhirnya berinvestasi pada kualitas lingkungan pendidikan anak usia dini.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPA MELALUI MEDIA INTERAKTIF PENGENALAN TATA SURYA PADA SD PELANGI JIMBARAN Welda W; Aniek Suryanti Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6541

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar masih banyak bertumpu pada metode ceramah dan buku teks sehingga fenomena abstrak seperti pergerakan planet sulit dipahami siswa. Kegiatan pengabdian ini merespons kondisi di SD Pelangi Jimbaran yang menunjukkan rendahnya pemahaman konsep tata surya, lemahnya keterlibatan siswa, serta menurunnya motivasi belajar sains. Tujuan kegiatan adalah mentransformasi pembelajaran IPA melalui pengembangan dan implementasi aplikasi media interaktif pengenalan tata surya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan media, implementasi melalui pelatihan guru dan siswa, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, lembar kerja pemahaman, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa media interaktif mengubah pola interaksi kelas dari mendengarkan pasif menjadi eksplorasi aktif, meningkatkan rata-rata pemahaman dari 34,6 persen menjadi 82 persen, serta memperkuat kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan media digital. Kegiatan ini berkontribusi pada model pembelajaran sains kontekstual berbasis teknologi yang dapat diadopsi oleh sekolah dasar lain.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN JASMANI TERINTEGRASI ISMUBA DI SD MUHAMMADIYAH Agung Widodo; Ahad Agafian Dhuha; Wening Nugraheni; Titis Nurina; Zulfan Nasby
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6543

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya bahan ajar yang secara sistematis mengintegrasikan nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah Muhammadiyah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai ISMUBA melalui penggunaan bahan ajar terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 08 Semarang dengan melibatkan tiga guru PJOK menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis situasi, sosialisasi, dan pendampingan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kebutuhan, observasi, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru belum memiliki bahan ajar terintegrasi dan mengalami kesulitan dalam mengaitkan nilai ISMUBA dalam pembelajaran. Setelah kegiatan, guru menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan implementasi, yang ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata dari 55 menjadi 80. Guru juga memberikan respon positif terhadap kemudahan penggunaan, kesesuaian, dan kebermanfaatan bahan ajar. Simpulan menunjukkan bahwa sosialisasi dan pendampingan bahan ajar terintegrasi ISMUBA efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pembelajaran PJOK yang bermakna.