cover
Contact Name
burhanuddin
Contact Email
burhanuddin@stainmajene.ac.id
Phone
+6285338415371
Journal Mail Official
almutsla@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jalan. Blk. Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten. Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 27155420     DOI : https://doi.org/10.46870/jstain.v3i1
Jurnal Al Mutsla The journal contains many variants of the field Research and many variants of Islamic studies, among others Islamic education, the Shariah, Islamic thought, Study Al Quran and Hadits, Islamic economi, Islamic studies, Sosial Islamic and other general sciences.
Articles 182 Documents
Penerapan Maqosid Syariah Dalam Pembentukan Hukum Era Digital: Regulasi Cryptocurrency Mohamad Subli
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1366

Abstract

Dalam era digital yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi, cryptocurrency muncul sebagai inovasi dalam sistem keuangan yang menawarkan peluang investasi baru. Namun, sifatnya yang volatil dan spekulatif menimbulkan tantangan dalam konteks hukum Islam, khususnya dalam kerangka Maqasid Syariah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan comparative legal research untuk menganalisis regulasi cryptocurrency dari perspektif hukum Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip Maqasid Syariah dalam regulasi cryptocurrency sangat penting untuk melindungi kepentingan masyarakat, mendorong keadilan sosial, dan memastikan keamanan transaksi. Regulasi yang komprehensif diperlukan untuk menciptakan ekosistem cryptocurrency yang demokratis dan inklusif, serta mendukung pengembangan aplikasi blockchain yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pemberlakuan Hukum Islam Terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tragedi Kanjuruhan Azzam Dzubyan Syahidan
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1368

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak mendasar yang dimiliki setiap individu sejak lahir dan dilindungi oleh hukum nasional maupun internasional. Dalam Islam, HAM dihormati dan dijunjung tinggi sebagai bagian dari fitrah manusia. Namun, pelanggaran HAM masih terjadi, seperti tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa akibat tindakan represif aparat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan kesesuaian hukum Islam, khususnya sanksi hukum pidana Islam seperti hudud dan qisas, dengan standar HAM internasional. Pendekatan yang digunakan meliputi kajian literatur dan analisis kasus untuk mengeksplorasi putusan hukum yang adil bagi pelaku pelanggaran HAM dalam perspektif Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara hukum Islam dan prinsip-prinsip HAM.
Teknologi Komunikasi: Komunikasi Massa dan Globalisasi Nurwahyu Azizah. AR; Ramsiah Tasruddin; Nirwan Wahyudi AR
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1388

Abstract

Teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat mengakses, menyebarkan, dan memahami informasi melalui media digital yang bersifat cepat, interaktif, dan melampaui batas geografis. Media sosial, situs berita daring, dan aplikasi komunikasi menciptakan ruang baru untuk pertukaran informasi secara instan dan lintas budaya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi komunikasi terhadap komunikasi massa, dampak ketimpangan digital terhadap partisipasi global, serta tantangan yang dihadapi media tradisional dalam bersaing dengan platform digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi komunikasi membuka peluang besar untuk konektivitas global dan distribusi informasi yang lebih luas, tantangan seperti penyebaran misinformasi, ketimpangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan penurunan kualitas berita tetap memerlukan perhatian serius serta kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem informasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Konsep Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qur’an Studi Kasus Manajemen Pendidikan Islam Di Sekolah Abdul Malik; Ahmad Zubair Rudianto; Muh. Bahrul Afif
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1409

Abstract

This research aims to analyze the concept of communication in the Al-Qur'an, especially those contained in Q.S. An-Nahl verse 125, Q.S. An-Nisa verses 9 and 63, Q.S. Al-Ahzab verse 32, Q.S. Al-Isra verse 23, as well as Q.S. Thoha verse 44, and applying it to the management of Islamic education. The focus of the study is to explore Islamic communication principles that can be applied in building a harmonious, ethical and effective educational environment. The research method used is library research with a thematic interpretation approach. These verses are analyzed to identify Islamic communication values ​​such as wisdom, empathy, politeness and respect. The data collected comes from tafsir books, Islamic education literature, and other relevant research. The research results show that each verse makes an important contribution in forming communication strategies in Islamic education management. Q.S. An-Nahl verse 125 emphasizes a wise approach, polite dialogue and good advice, which are relevant in guiding students. Q.S. An-Nisa verses 9 and 63 emphasize empathy and gentleness in communication, which helps create harmonious relationships between educators, students and other stakeholders. Q.S. Al-Ahzab verse 32 teaches the importance of maintaining politeness in social interactions, especially between genders, which can be applied in communication ethics in educational environments. Q.S. Al-Isra verse 23 teaches respect in communication, especially towards authority figures such as teachers and parents. Meanwhile, Q.S. Thoha verse 44 emphasizes gentleness in conveying messages even in difficult situations, which is relevant in handling conflicts in educational institutions
Peran Media Sosial dalam Pengembangan Literasi Islam dikalangan Mahasiswa Universitas Qomaruddin Nur Alfiyah Uktafiyani; M. Nawawi; Ahmad Khoiron Minan
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi dinamika pemanfaatan media sosial untuk pengembangan literasi keislaman, mengidentifikasi pola konsumsi, dan merumuskan strategi optimalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap 40 mahasiswa. Hasil menunjukkan 82% mahasiswa mengakses konten keislaman setidaknya 5 kali seminggu dengan preferensi pada format audiovisual pendek (68%). Media sosial berperan paradoksal—memperluas wawasan namun cenderung menyederhanakan ajaran Islam. Mahasiswa berlatar belakang pesantren memiliki kemampuan lebih baik dalam menyaring konten. Diperlukan pengembangan kurikulum terintegrasi, pelatihan literasi digital keislaman, dan pembentukan komunitas belajar untuk mengoptimalkan peran media sosial dalam pengembangan literasi keislaman yang komprehensif.
Abd. Majid Tradisi Mappande manuq dalam Pernikahan Masyarakat Mandar Desa Arabua Kabupaten Polewali Mandar Perspektif Maqa>s}id al-Syari>‘ah majid, abd; Majid, Abd Majid
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1490

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tradisi Mappande manuq dalam Pernikahan Masyarakat Mandar Desa Arabua Kabupaten Polewali Mandar Perspektif Maqa>s}id al-Syari>‘ah, tafaul dan ‘Urf. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengulas pelaksanaan dan makan filosofis tradisi mappande manuq kaitannya perkawinan Mandar. (2) Mengurai implikasi tradisi mappande manuq terhadap kehidupan rumah tangga masyarakat mandar. (3) Menjelaskan perspektif Maqa>s}id al-Syari>‘ah terhdap budaya mappande manuq dalam kaitannya dengan keharmonisan keluarga Mandar.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan, data tersebut dianalisis dan ditelaah, kemuadian dibuat abstraksi dari semua hasil wawancara. Pemilihan informan dalam penelitian kualitatif ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan penentuan informan yang ditetapkan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Mappande manuq melambangkan tanggung jawab calon suami melalui penyerahan bahan pangan kepada calon istri. Ritual ini mencerminkan harmoni adat dan agama, mengajarkan nilai keadilan, gotong royong, dan komitmen. Filosofinya, wanita diibaratkan ayam yang perbuatannya harus sesuai dengan ucapannya dan membutuhkan perhatian. (2) Tradisi Mappande manuq membangun rumah tangga berlandaskan tanggung jawab, harmoni, dan kebersamaan. Tradisi ini menanamkan komitmen pasangan, memperkuat peran suami sebagai penyedia, serta menciptakan dukungan keluarga dan masyarakat. Pelibatan keluarga besar menghasilkan modal sosial yang penting bagi stabilitas dan keberlanjutan rumah tangga. (3) Tradisi Mappande manuq di Desa Arabua merepresentasikan budaya kaya nilai spiritual dan sosial. Tradisi ini melestarikan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sesuai Maqasid al-Syariah. Sebagai ekspresi budaya yang selaras dengan Islam, tradisi ini memperkuat optimisme, kohesi sosial, serta dukungan emosional dan spiritual dalam kerangka al-‘urf dan tafaul.
Takdir Dalam Genggaman: Memahami dan Menerima Ketentuan Ilahi Hariroh, Syarifah; Muhammad Alif
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1504

Abstract

Destiny is a decree of Allah SWT for everything that happens in the universe, this destiny has existed since before the creation of the universe and this decree cannot be changed and applies absolutely to all parties. This study examines the concept of destiny from the perspective of hadith by examining how to understand destiny. The aim is to find out what hadiths are related to destiny in order to understand the messages contained in the hadith. By using this type of qualitative research with the thematic method of hadith and grounded theory which means collecting data, data according to the truth and collecting hadiths based on themes related to destiny. Based on the results of this study, it shows that there are many hadiths related to destiny. Among them, Saḥiḥ Muslim No. 4797, the meaning of this hadith is that Allah SWT has determined destiny five thousand years before the creation of the heavens and the earth. Second, Sunan At-Tirmiżī No. 2082 Allah SWT has determined the destiny of fifty thousand before the creation of the heavens and the earth and the Throne of Allah is above the water. Third Ṣaḥiḥ Bukhāri No.3208 regarding Allah sending angels for 4 things, namely his deeds, his sustenance, his death, his misery or happiness. The author categorizes several categories, namely: talking about Allah's view of destiny, destiny that speaks about humans.
Tasawuf sebagai Jembatan Rasionalitas dan Spiritualitas: Kajian Pemikiran Al-Ghazali dalam Konteks Islam Klasik Muhdi Ali; Masbuang; Suadi Sa’ad; Endang Saeful Anwar
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The debate on the relationship between rationality and spirituality has been a central theme in classical Islamic thought. Al-Ghazali (d. 1111 CE) occupies a unique position in this debate by criticizing rationalist philosophy in Tahāfut al-Falāsifah and establishing a synthesis between reason and mystical experience in Iḥyā' 'Ulūm al-Dīn and al-Munqidh min al-Ḍalāl. This study aims to analyze how Al-Ghazali formulated Sufism as an epistemological bridge between rationality and spirituality in classical Islam. Using a qualitative approach based on literature study, this study examines Al-Ghazali's main texts and compares them with the thoughts of contemporary philosophers and Sufis. The results show that Al-Ghazali did not reject rationality completely, but positioned reason as a limited instrument that needs to be equipped with spiritual illumination (kashf). This integration allows Sufism to become part of Sunni orthodoxy while providing an epistemological basis for classical Islamic thought. This finding has implications for strengthening the relevance of Sufism in contemporary scientific discourse, especially in developing a paradigm that accommodates both critical reasoning and spiritual awareness in Islamic studies.
The Role of Islam in Strengthening the Family to Countering Radicalism to Support National Resilience in Indonesia Nafis, Andi Ahmad Zahri; Andi Aderus; Darussalam Syamsuddin; M. Napis Djuaeni
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1548

Abstract

This study aims to examine the role of Islam in strengthening family institutions as the primary bulwark in facing the challenges of dangerous Ideologies, destructive Cultures, and destructive Technologies (ICT), which can undermine Indonesia's national resilience. In the era of globalization, the threats of ICT not only target individuals but also have the potential to disrupt the social, cultural, and spiritual order within families. This research employs a descriptive qualitative approach using library study methods, involving an analysis of verses from the Quran, hadith, and relevant Islamic literature regarding education and family development. The findings indicate that Islam possesses a comprehensive value system in shaping families that are strong spiritually, morally, and socially. If Islamic values are consistently implemented within families, they can cultivate a generation with resilient, religious character, and the ability to withstand the negative influences of ICT. Thus, a strong Islamic family is an important foundation in maintaining social stability and supporting national resilience as a whole.
POLITIK IDENTITAS PERPEKTIF AL-QURAN (STUDI PENAFSIRAN SAYYID QUTUB DALAM TAFSIR FI ZILAL QURAN) Efrin Kurniadi; Kiki Muhammad Hakiki; Masruchin, Masruchin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1555

Abstract

Keywords : Identity Politics, Qur’an Sayyid Qutb Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān. Abstract This study aims to discuss identity politics in the perspective of the Qur'an based on the interpretation of Sayyid Qutb in his tafsir Fi Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb emphasizes that identity politics in Islam must be based on the principles of tawhid (the oneness of Allah) and hākimiyyah (the sovereignty of Allah), where Muslims should build their political identity based on Islamic values that uphold justice, brotherhood, and social welfare. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, where data is collected through the analysis of literature from Fi Ẓilāl al-Qur’ān and other supporting sources. The results of the study indicate that identity politics in Islam can have both positive and negative impacts, depending on how it is implemented. If it is based on pure Islam, identity politics can strengthen the unity of the ummah and uphold justice. Sayyid Qutb also strongly criticizes identity politics oriented toward secularism, as it can lead Muslims away from the principles of the Qur'an. Therefore, this study emphasizes that the best solution in addressing identity politics is to return to the Qur'an as the main guide in building a just and civilized social and political system. Keywords : Politik Identitas Al-Qur’an, Sayyid Qutub, Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān Abstrak Tujuan penelitian ini adalah membahas politik identitas dalam perspektif Al-Qur'an berdasarkan penafsiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb menekankan bahwa politik identitas dalam Islam harus berlandaskan prinsip tauhid dan hākimiyyah (kedaulatan Allah), di mana umat Islam harus membangun identitas politiknya berdasarkan nilai-nilai Islam yang menegakkan keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis literatur dari tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān serta sumber-sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas dalam Islam dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada bagaimana ia dijalankan. Jika berlandaskan Islam yang murni, politik identitas dapat memperkuat persatuan umat dan menegakkan keadilan. Sayyid Qutb juga mengkritik keras politik identitas yang berorientasi pada sekularisme, karena dapat menjauhkan umat Islam dari prinsip-prinsip ajaran Al-Qur'an. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa solusi terbaik dalam menghadapi politik identitas adalah kembali kepada Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam membangun sistem sosial dan politik yang adil dan berkeadaban.