cover
Contact Name
burhanuddin
Contact Email
burhanuddin@stainmajene.ac.id
Phone
+6285338415371
Journal Mail Official
almutsla@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jalan. Blk. Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten. Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 27155420     DOI : https://doi.org/10.46870/jstain.v3i1
Jurnal Al Mutsla The journal contains many variants of the field Research and many variants of Islamic studies, among others Islamic education, the Shariah, Islamic thought, Study Al Quran and Hadits, Islamic economi, Islamic studies, Sosial Islamic and other general sciences.
Articles 182 Documents
Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 119/PUU-XXIII/2025 Tentang Perlindungan Terhadap Aktivis Lingkungan Hidup Perspektif Siyasah Qadhaiyyah Andaru, Nibras; Amin, Muhammad; Saptaji, Aji
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 119/PUU-XXIII/2025 yang menafsirkan kembali Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Putusan ini menjadi penting dalam memperluas perlindungan hukum bagi para aktivis lingkungan hidup melalui prinsip Anti-SLAPP terhadap partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Mahkamah Konstitusi melalui tafsir progresif terhadap Pasal 66 UU PPLH memperluas makna frasa “setiap orang” sehingga mencakup korban, pelapor, saksi, ahli, dan aktivis lingkungan yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup; 2) Putusan MK Aquo menegaskan peran Mahkamah Konstitusi sebagai peradilan konstitusi yang hijau (green constitutional court) dengan menjamin perlindungan terhadap hak partisipasi publik dan mengutamakan kelestarian alam, namun tantangan terletak pada implementatsi putusan; 3) Putusan MK Aquo sejalan dengan konsep siyāsah qaḍha’iyyah, terutama dengan nilai-nilai yang dianut oleh peradilan islam wilayah al-maẓhalim serta relevan dengan prinsip maqasid syariah, yang menekankan perlindungan hak publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan.
Potret Perempuan Cendekia: Telaah Biografi Zubaidah Binti Ja'far Baihaqi, Ahmad; Fikrul ‘ilmi Nafi’uddin; Abdulloh Waqi’; Azah Zakiyatul Miskiyah
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1957

Abstract

This study aims to reveal the figure of Zubaidah bint Ja'far as an intellectual woman during the Abbasid Dynasty through a biographical study using library research methods. Data was obtained from classical history books, Abbasid biographies, scientific journals, and related literature, then analyzed through the stages of editing, organizing, and content analysis to obtain a comprehensive picture of her life, role, and contributions. The results of the study show that Zubaidah was shaped by an intellectual family environment and palace literacy traditions that gave her intelligence, leadership, and a strong social vision. Her contributions were evident through the construction of Darb Zubaidah, the provision of water facilities in Mecca, her patronage of scholars and scientific assemblies, and her involvement in palace politics, including her role in the succession of the caliphate. She is an example that women during the golden age of the Abbasids were able to exert significant influence through philanthropy, social policy, and support for intellectual development. This study concludes that Zubaidah bint Ja'far was a visionary female figure whose contributions had a long-term impact on Islamic civilization. Her values of leadership, social concern, integrity, and commitment to the public good remain relevant to be adapted in the context of current women's development and empowerment.
Formulasi Kaderisasi Oleh Partai Politik Dalam Dinamika Pencalonan Bupati Dan Wakil Bupati Garut Pada Pilkada 2024 Perspetif Siyasah Dustriyah Insanul Haq, Yurid Al Izzatul; Rizal, Lutfi Fahrul; Saptaji, Aji
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1962

Abstract

Proses kaderisasi di dalam partai politik memegang peran yang sangat penting dalam mempersiapkan calon kepala daerah yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola kaderisasi yang diterapkan oleh Partai NasDem di Kabupaten Garut dalam konteks Pilkada 2024 dengan perspektif siyasah dusturiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yang menerapkan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen terkait. Temuan penelitian menunjukan bahwa sistem kaderisasi yang diterapkan mengutamakan transparansi dan inklusivitas dalam seleksi kader, namun tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas kader yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai kemaslahatan umat, sangat penting bagi partai politik untuk memastikan bahwa sistem seleksi kader yang digunakan adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip siyasah dusturiyah.
Pendekatan Tahlili Hadits terhadap Krisis Kemanusiaan di Palestina Masitha, Sinta; Hairul Hudaya
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1977

Abstract

Abstract The humanitarian crisis in Palestine, ongoing since the Gaza blockade in 2007, constitutes a multidimensional challenge encompassing social, economic, psychological, and humanitarian dimensions. Prolonged armed conflict, structural violence, and limited international intervention have exacerbated civilian suffering, particularly among women and children. Within this context, Islamic teachings, especially Prophetic hadith offer an ethical foundation for social solidarity and humanitarian responsibility. Nevertheless, contemporary applications of hadith in humanitarian discourse often remain normative and literal, lacking contextual analytical depth. This study employs a qualitative methodology using a hermeneutical tahlili approach to hadith analysis. The primary source is the hadith “Al-Muslimu akhu al-Muslim” as recorded in Sahih Muslim, analyzed through sanad authentication, matan examination, and contextual interpretation based on classical and contemporary scholarship. Secondary sources include academic journals, humanitarian reports, and interdisciplinary studies on social solidarity and the Palestinian crisis. The findings demonstrate that the hadith articulates comprehensive ethical imperatives, including the prohibition of oppression, neglect, and humiliation, alongside the obligation of active solidarity. The study concludes that the tahlili hadith approach provides a contextualized ethical paradigm capable of guiding concrete humanitarian engagement and strengthening Islamic social responsibility in responding to the Palestinian humanitarian crisis.  
Analisis Pola Pemaparan Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an: (Kajian Stilistika Terhadap Kisah Nabi Sulaiman) Fadilla Zahra; Septiawadi; Ahmad Muttaqin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1990

Abstract

Abstract: This study is motivated by the growing importance of Qur’anic narrative studies that are relevant to contemporary scholarship, particularly in exploring narrative patterns that remain relatively underexamined. The story of Prophet Solomon in the Qur’an encompasses themes of authority, miracles, and profound spiritual lessons. This research analyzes the modes of Qur’anic storytelling based on six narrative presentation patterns proposed in Syihabuddin Qalyubi’s stylistic framework. Employing a qualitative descriptive method, the study examines the narrative structure manifested in the selected verses. The findings reveal that four narrative patterns are clearly present: storytelling that begins with a summary of events, narration without a preliminary introduction, narration that opens with a climactic scene, storytelling that allows space for the reader’s imagination, and narration that explicitly embeds religious values. One pattern—narration that begins with a conclusion—was not identified in the analyzed verses. This study aims to contribute to the strengthening of Qur’anic narrative studies and to offer a more structured understanding of storytelling patterns as a foundation for further thematic exegesis and Islamic educational studies, particularly those related to the story of Prophet Solomon. Keywords: Prophet Sulaiman, Stylistics of the Qur'an, Pattern of Story Presentation. Abstrak: Dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian naratif Al-Qur'an yang relevan dengan studi kontemporer, khususnya dalam upaya memahami pola penceritaan yang masih jarang dilakukan. Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur'an mengandung aspek kekuasaan, mukjizat, serta pelajaran spiritual. Penelitian ini menganalisis jenis penceritaan dalam Al-Qur’an berdasarkan enam pola pemaparan kisah yang terdapat dalam karya stilistika Syihabuddin Qalyubi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan menelaah struktur penceritaan yang tampak dalam rangkaian ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pola pemaparan kisah hadir secara jelas, yaitu pemaparan yang dimulai dengan ringkasan kisah, pemaparan tanpa pendahuluan, berawal dari adegan klimaks, pemaparan yang memberikan ruang bagi imajinasi pembaca, dan pemaparan yang menyisipkan nilai keagamaan. Satu pola lainnya, yaitu pemaparan yang berawal dari kesimpulan, tidak ditemukan dalam ayat ini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap penguatan kajian naratif Al-Qur'an serta menawarkan pemahaman yang lebih terstruktur mengenai pola penceritaan sebagai dasar bagi studi tafsir tematik dan pendidikan keislaman yang lebih lanjut, khususnya kisah Nabi Sulaiman. Kata Kunci: Nabi Sulaiman, Stilistika Al-Qur’an, Pola Pemaparan Kisah.
Isyarat Sufistik Dalam Penafsiran Surat Al-Ankabut : 41 Kajian Tafsir Ruh Al – Ma’ani Annisa Eka; Septiawadi; Ahmad Muttaqin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1991

Abstract

This study is motivated by the need to explore the spiritual dimension in Qur’anic interpretation, which is often overlooked in purely rational or textual approaches. Surah Al-‘Ankabut verse 41 contains the parable of the spider’s house, which many commentators, including Al-Alusi in Ruh al-Ma‘ani, interpret as a symbol of human weakness when relying on anything other than Allah. The purpose of this research is to reveal the Sufistic indications contained in Al-Alusi’s interpretation of this verse and to understand how spiritual values are articulated through his Sufi exegetical approach. This research employs a qualitative method with a library research design and content analysis of the Ruh al-Ma‘ani text. The findings show that Al-Alusi interprets the parable of the spider’s house not only as a rational symbol of fragile faith but also as a Sufistic sign of the transience of the world and the necessity of tawhid as the foundation of human spirituality. Through his Sufi approach, Al-Alusi emphasizes the inner meaning of the verse, guiding humans to detach from worldly dependencies and to surrender fully to Allah. These findings are relevant to modern contexts, particularly in understanding contemporary practices of tawassul, where Al-Alusi’s sufistic insights provide boundaries that define tawassul as merely a means to approach Allah and warn against deviations that occur when intermediaries become objects of spiritual dependence beyond the principles of tawhid. Thus, Al-Alusi’s sufistic exegesis not only enriches the interpretation of the verse but also offers an ethical perspective for preserving the purity of tawhid and addressing modern issues of materialism and spiritual crisis.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menggali dimensi spiritual dalam penafsiran Al-Qur’an yang sering sekali terabaikan dalam pendekatan rasional dan tekstual semata. Surat Al-‘Ankabut ayat 41 memuat perumpamaan tentang rumah laba-laba yang oleh para mufasir, termasuk Al-Alusi dalam Ruh al-Ma‘ani, dimaknai sebagai simbol kelemahan ketergantungan manusia kepada selain Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap isyarat sufistik yang terkandung dalam penafsiran ayat tersebut serta memahami bagaimana nilai-nilai spiritual diartikulasikan melalui pendekatan tafsir sufistik Al-Alusi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi terhadap teks tafsir Ruh al-Ma‘ani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Alusi menafsirkan perumpamaan rumah laba-laba tidak hanya sebagai simbol rasional tentang kerapuhan iman, tetapi juga sebagai isyarat sufistik tentang kefanaan dunia dan pentingnya tauhid sebagai fondasi spiritual manusia. Melalui pendekatan sufistiknya, Al-Alusi menekankan makna batiniah dari ayat yang mengarahkan manusia untuk melepaskan ketergantungan pada selain Allah dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Temuan ini relevan dengan konteks modern, terutama dalam melihat praktik tawasul masa kini, di mana nilai sufistik Al-Alusi memberikan batasan bahwa tawasul hanya berfungsi sebagai wasilah menuju Allah dan dapat menyimpang ketika perantara dijadikan objek ketergantungan spiritual yang melampaui prinsip tauhid. Dengan demikian, tafsir sufistik Al-Alusi tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap ayat, tetapi juga menawarkan perspektif etis dalam menjaga kemurnian tauhid serta menghadirkan solusi atas problem materialisme dan krisis spiritual dalam kehidupan kontemporer.
ANGIN DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS PENAFSIRAN TANTAWI JAUHARI DALAM KITAB AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM) Ahmad Akbar; Muzakkir
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1998

Abstract

Abstrak Kajian ini bertujuan angin dalam al-qur’an (studi atas penafsiran tantawi jauhari dalam kitab al-jawahir fi tafsir al-qur’an al-karim). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‗i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat tentang angin yang dikaji antara lain QS. Al-A‗raf [7]:57, QS. Ar-Rum [30]:46 dan [30]:48, QS. Al-Hijr [15]:22, QS. Al-Baqarah [2]:164, QS. Al-Jatsiyah [45]:5, QS. Yunus [10]:22, QS. Al-Ahqaf [46]:24, dan  QS.  Al-Fussilat  [41]:16  yang  mencerminkan  tiga  dimensi  makna  besar:  Rahmat kekuasaan, dan peringatan Allah Swt. Penafsiran Tantawi Jauhari menampilkan sinergi antara wahyu dan sains, di mana fenomena angin dipahami bukan hanya secara teologis, tetapi juga melalui kacamata rasional dan ilmiah yang memperkuat keimanan terhadap kebesaran Allah Swt.
Rekognisi Sosio Historis Kewenangan Pengawasan BPD dalam Pemerintahan Desa Menurut Undang-Undang Desa Perspektif Siyasah Dusturiyah Putri, Zulfa Listiani; Rizal, Lutfi Fahrul; Amin, Muhammad
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.2023

Abstract

This study analyzes the legitimacy and supervisory function of the Village Consultative Body (Badan Permusyawaratan Desa/BPD) within the framework of village autonomy by linking historical evolution, the spirit of deliberation (musyawarah), and the legal maxim dar’u al-mafāsid muqaddamun ‘alā jalb al-maṣāliḥ. The BPD is understood as the product of an adat–state negotiation that evolved from pre-colonial village deliberative forums (rembug desa) that were organic and inclusive, weakened into subordinate meetings during the colonial period, formalized as the Village Consultative Council (LMD) after independence, and later transformed into the modern BPD (Law No. 22 of 1999 and Law No. 6 of 2014). Normatively, the BPD functions as a counterbalance to the executive; however, in practice it remains vulnerable to patronage and bureaucratization, causing its oversight role to be largely symbolic and insufficiently inclusive of women and youth. Using a normative juridical and socio-historical approach, this study demonstrates that musyawarah as the core of legitimacy has shifted from endogenous, adat-based legitimacy grounded in mutual cooperation (gotong royong) toward fragile, vertically regulatory legitimacy. This shift has led to the erosion of local wisdom and the weakening of the BPD’s supervisory function. In fact, the maxim dar’u al-mafāsid requires musyawarah to operate as an ethical mechanism for preventing harm (such as corruption of village funds) and to serve as the primary filter in every village decision. These findings lead to recommendations for normative reconstruction and the revitalization of inclusive, transparent, and locally grounded deliberative musyawarah, so that the BPD can once again function effectively as a supervisory body and guardian of village harmony in accordance with the principles of good governance and maqāṣid al-sharī‘ah.
Aspek Hukum Persaingan Usaha dalam Melindungi UMKM Bidang Konveksi dari Praktik Predatory Pricing di Kabupaten Sumedang Perspektif Kaidah Siyasah Al-Ighraq Nugraha, Alfan Azri; Fautanu, Idzam; Prasetyo, Ridwan Eko
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.2024

Abstract

This study employs an empirical juridical approach by analyzing the impact of predatory pricing of Chinese textile imports via TikTok Shop and Shopee on 2,370 garment-convection MSMEs in Sumedang Regency. The findings indicate that garment MSMEs in Sumedang have been significantly affected by predatory pricing, experiencing an 80% decline in production, a 60–70% decrease in turnover, millions of meters of fabric remaining unsold, and the mass layoff of more than 700 employees at PT Wiska. The study also identifies obstacles faced by the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) in addressing this issue, including difficulties in proving algorithmic intent, the inadequacy of Law No. 5 of 1999 in accommodating digital market practices, and limited institutional resources. Furthermore, from the perspective of Siyasah al-Ighraq in Islamic economic law, such practices are equated with deliberate dhirar (harm), which violates the legal maxim lā ḍarar wa lā ḍirār and Qur’an Surah Al-Baqarah verse 188 prohibiting the unlawful consumption of others’ property (akl al-amwāl bil-bāṭil), thereby undermining the public interest (maṣlaḥah) in the protection of wealth (ḥifẓ al-māl).
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Open Course Ware Pada Program Studi IAT STAIN Majene Burhanuddin; Rahmat Nurdin
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran berbasis Open Course Ware (OCW) pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN Majene. OCW dirancang sebagai platform pembelajaran daring terbuka yang dapat diakses secara gratis oleh mahasiswa dan masyarakat umum, guna meningkatkan keterampilan dan pengembangan diri. Model pengembangan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sistem dikembangkan menggunakan platform WordPress dengan tambahan plugin LMS untuk mendukung pembelajaran interaktif berbasis video, teks, diskusi, evaluasi, dan sertifikasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas OCW sangat layak berdasarkan penilaian ahli media dan respon positif dari mahasiswa, baik dari aspek minat, kepuasan, keterlibatan interaktif, manfaat pembelajaran, maupun kepercayaan terhadap kredibilitas platform. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran di pendidikan tinggi, memperluas akses pendidikan, serta mendukung peningkatan mutu layanan akademik.