cover
Contact Name
burhanuddin
Contact Email
burhanuddin@stainmajene.ac.id
Phone
+6285338415371
Journal Mail Official
almutsla@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jalan. Blk. Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten. Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 27155420     DOI : https://doi.org/10.46870/jstain.v3i1
Jurnal Al Mutsla The journal contains many variants of the field Research and many variants of Islamic studies, among others Islamic education, the Shariah, Islamic thought, Study Al Quran and Hadits, Islamic economi, Islamic studies, Sosial Islamic and other general sciences.
Articles 182 Documents
Makna Semantik Lafal Al-Qurba Dalam QS. Asy-Syura Ayat 23 Persepektif Toshihiko Izutsu Zurnafida; Ahmad Khanifudin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1752

Abstract

Kata al-qurba yang mempunyai makna dasar kedekatan secara umum dalam ayat ini mayoritas ulama mufassirin menafsirkan dengan makna keluarga Nabi yang berisikan Ali’, Fatimah, dan kedua putranya Hasan Husein. Namun, dalam kesempatan lain kata al-qurba juga mempunyai beberapa relasi dengan kata dzi, dzawi, dan uli yang mempunyai makna spesifik dan umum. Kata al-qurba juga mempunyai sinonimitas dengan kata lain seperti kata zulfa yang bermakna kedekatan dengan Allah, selain itu ada juga antonim dari kata qurba yaitu al-junub yang digunakan untuk menggambarkan tetangga yang jauh. Sesuai dengan metodologi semantik Izutsu, penulis mengawali kajian semantik kata al-qurba dengan mencari makna dasar dan dilanjutkan mencari makna relasional dengan analisis sintagmatis dan pardigmatis. Selanjutnya mencari makna sinkronik dan diakronik dengan menelusiri sejarah kosakata dan diakhiri dengan mengungkap weltanschauung al-Qur’an terhadap makna al-qurba. Hasil peniltian ini ditemukan bahwa kata qurba mempunyai makna yang variatif tentang kedekatan. Kata qurba bisa bermakna kedekatan hubungan keluarga, kedekatan hubungan nasab, kedekatan hubungan bertetangga dan kedekatan hubungan keimanan atau keyakinan.
Strategi Muhammad Sayyidul Barqi Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Di Kalangan Gen Z Kota Lubuklinggau: (Studi Kasus Konten Dakwah Pada Akun Instagram @baaarqi_) Dina Hidayah; Agus Mukmin; Depi Putri; Purwandari, Elce
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dakwah Muhammad Sayyidul Barqi dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada kalangan Generasi Z melalui platform media sosial Instagram, khususnya pada akun @baaarqi_. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, termasuk Gen Z di Kota Lubuklinggau, menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif dan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi dakwah yang digunakan, bentuk penyesuaian konten terhadap karakteristik Gen Z, serta tantangan dan peluang dalam menyampaikan dakwah digital melalui Instagram. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung pada akun Instagram @baaarqi_, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dai (Muhammad Sayyidul Barqi), pengikut dari kalangan Gen Z, dan dosen prodi manajemen dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barqi menggunakan strategi dakwah yang komunikatif, visual, dan relevan dengan isu-isu keseharian remaja, serta memanfaatkan fitur-fitur Instagram untuk memperkuat pesan. Penyesuaian gaya bahasa, konten kreatif, dan keaktifan interaksi menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau audiens muda. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus eksploratif terhadap strategi dakwah digital berbasis Gen Z yang belum banyak dikaji secara mendalam pada konteks lokal. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa dakwah digital yang efektif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya teologis, tetapi juga sosiologis dan komunikatif.
Implementasi Manajemen Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an Dalam Pengembangan Dakwah di Kota Lubuklinggau Purwandari, Elce; Elzan Tamara; Agussalim; Agus Mukmin; Depi Putri
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1766

Abstract

Pesatnya pertumbuhan rumah tahfidz dalam dua dekade terakhir menandakan tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak rumah tahfidz yang belum memiliki sistem manajemen yang terstruktur, sehingga menghambat efektivitas dakwah dan kualitas pembinaan hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an dalam pengembangan dakwah di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama: pimpinan rumah tahfidz, ustadzah tahfidz, dan mitra dakwah. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen di Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an telah mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program yang adaptif dan kolaboratif. Rumah tahfidz ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan hafalan, tetapi juga basis pengembangan dakwah sosial berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan strategi manajerial berbasis kemitraan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung efektivitas dakwah Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Manajemen SDM Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Komisariat PMII Ibnu Khaldun Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau Jeri Suganda; Artiyanto; Depi Putri; Purwandari, Elce
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1768

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek krusial dalam meningkatkan efektivitas organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Komisariat PMII Ibnu Khaldun Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana pelaksanaan manajemen SDM berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan manajemen SDM dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta dampaknya terhadap kinerja organisasi komisariat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari ketua komisariat, sekretaris, koordinator bidang SDM, Pembina, mantan anggota, dan anggota aktif. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen SDM yang terstruktur, seperti pembagian tugas, komunikasi internal, pengembangan kapasitas, dan pembinaan, mampu mendorong peningkatan motivasi dan kinerja pengurus. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalam praktik manajemen SDM dalam konteks organisasi mahasiswa berbasis kaderisasi ideologis, yang sebelumnya masih jarang dikaji secara komprehensif dalam literatur nasional.
Peran Perempuan Dalam Dakwah Islam Studi Kasus: Di Organisasi Muslimat NU Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Haryani Widia Astutik; Depi Putri; Purwandari, Elce
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1775

Abstract

Peran perempuan dalam dakwah Islam telah menjadi perhatian penting dalam dinamika keagamaan kontemporer. Namun, masih minim kajian yang menyoroti secara spesifik peran strategis perempuan dalam organisasi dakwah di tingkat lokal, terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran perempuan dalam kegiatan dakwah Islam melalui studi kasus organisasi Muslimat NU Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri dari sekretaris Muslimat NU, Tokoh Agama sekaligus Pembina Muslimat NU, Anggota aktif Muslimat NU, Pengurus Majelis Taklim, Peserta pelatihan dakwah, suami anggota Muslimat NU, tokoh Masyarakat, dan warga yang mengamati kegiatan Muslimat NU. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Muslimat tidak hanya berperan sebagai pelaku dakwah, tetapi juga sebagai perancang strategi, penggerak kegiatan sosial keagamaan, dan manajer komunitas. Mereka berhasil membentuk model dakwah berbasis kultural yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, serta menunjukkan kapasitas manajerial dalam mengelola program dakwah berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan terhadap aspek manajemen dakwah berbasis perempuan dan kontribusi mereka terhadap penguatan nilai-nilai keislaman di akar rumput. Penelitian ini juga menawarkan pendekatan baru dalam melihat dakwah perempuan sebagai kekuatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
Implementasi Manajemen Dakwah Dalam Mengembangkan Keterampilan Santri Pada Grup Muhadhoroh di Pondok Pesantren Riyadhul Siti Ratinah; Purwandari, Elce; Erwin Rochmansyah; Depi Putri
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1776

Abstract

Manajemen dakwah di lingkungan pondok pesantren memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan santri, khususnya melalui program-program internal seperti grup Muhadhoroh. Namun, masih sedikit penelitian yang secara spesifik menelaah bagaimana proses manajerial dakwah diterapkan untuk mengembangkan keterampilan santri di dalam forum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi manajemen dakwah dalam kegiatan grup Muhadhoroh di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah dan dampaknya terhadap pengembangan keterampilan santri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terlibat langsung dalam kegiatan Muhadhoroh yang terdiri dari santri aktif, perwakilan pimpinan pondok pesantren, korrdinator/penanggung jawab program, pengajar ilmu dakwah, dan alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah berjalan secara sistematis dengan dukungan pembimbing yang kompeten. Kegiatan Muhadhoroh berhasil meningkatkan keterampilan public speaking, rasa percaya diri, penguasaan materi dakwah, serta kemampuan kerja sama antar santri. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanan fungsi manajemen dakwah sebagai strategi pengembangan keterampilan non-akademik santri secara terstruktur dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam pengelolaan pendidikan dakwah di pesantren berbasis manajemen yang aplikatif.
Peran Kaligrafi Arab Dalam Gerakan Seni Islam Modern Di Indonesia Vania Putri Mawriska; Rd. Siti Sa’adah; Minatur Rokhim; Tasya Rifdha Shahira; Almira Azzahra Mifta; Nanda Aulia Khoerunnissa6
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1780

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis kaligrafi Arab dalam gerakan seni Islam modern di Indonesia dengan menelusuri dimensi historis, estetis, dan sosiokulturalnya. Kaligrafi Arab, sebagai salah satu bentuk seni visual Islam yang paling menonjol, tidak hanya merepresentasikan keindahan tulisan suci, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen dakwah, pendidikan spiritual, serta medium ekspresi budaya lokal yang religius. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji proses akulturasi antara nilai- nilai Islam dan budaya Nusantara yang melahirkan gaya kaligrafi khas Indonesia. Selain itu, artikel ini menyoroti kontribusi lembaga dan forum seperti LEMKA dan Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) dalam revitalisasi serta institusionalisasi seni kaligrafi di ranah publik dan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kaligrafi Arab telah mengalami transformasi signifikan, dari seni sakral menjadi bagian dari wacana seni rupa modern yang dinamis dan kontekstual. Dalam lanskap seni kontemporer, kaligrafi tidak hanya merefleksikan nilai-nilai religius, tetapi juga menjadi simbol identitas keislaman Indonesia yang moderat, inklusif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman.
VERNAKULARISASI DALAM TAFSIR AL-IKLIL: STUDI ANALISIS AYAT AYAT HIDANGAN SURGA Muhammad Khairul Umam; Eep Nafis Khamdani; Elya Munfarida
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1785

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini ditetapkan pada fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur'an, khususnya dalam konteks masyarakat Jawa yang kaya akan tradisi budaya lokal. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana proses adaptasi budaya lokal, termasuk bahasa, tradisi, dan adat istiadat, mempengaruhi penafsiran ayat tentang hari raya surgawi dalam Tafsir Al-Iklil karya KH Mishbah Musthofa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik vernakularisasi ini dan memahami dinamika hubungan antara teks suci dan konteks budaya lokal dalam tradisi tafsir Nusantara. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis isi yang membandingkan penafsiran ini dengan sumber-sumber lain dan mengeksplorasi penggunaan unsur-unsur budaya dalam penafsiran tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa KH Mishbah Musthofa menginternalisasi unsur-unsur budaya Jawa, seperti bahasa Pegon dan makna gandul, serta mengadaptasi penafsiran ayat tersebut dengan konteks sosial dan budaya setempat, misalnya dalam menafsirkan kata "ma'īn" sebagai "sajeng" atau "nira." Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vernakularisasi bukan sekedar penerjemahan bahasa, tetapi juga merupakan bentuk adaptasi pesan dan nilai-nilai Islam, yang menyuburkan dan memperkuat relevansi pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan masyarakat setempat.
Asbabun Nuzul Khass dan Haqiqi Perspektif Syah Waliyullah Ad-Dahlawi Gilang Saputra
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1817

Abstract

This article explores the concept of asbābun nuzūl from the perspective of Shah Waliyullah al-Dihlawi, an 18th-century Islamic reformer. Traditionally, the study of asbābun nuzūl has often focused on partial and fragmented reports (khass), which may obscure the essential meaning of the Qur’anic verses. Al-Dihlawi introduces a distinction between asbābun nuzūl khass and asbābun nuzūl haqiqi. The former refers to classical reports that are often historically unreliable, while the latter emphasizes understanding the broader socio-cultural and moral context of Arabian society during the revelation. This approach allows for a more comprehensive and contextual interpretation of the Qur’an. Using a library research method, this study examines both classical and contemporary literature on asbābun nuzūl. The findings indicate that Al-Dihlawi’s thought significantly contributes to shifting the paradigm of asbābun nuzūl from a micro to a macro approach, paving the way for modern contextual interpretations of the Qur’an.
Peran Organisasi IPNU Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Nasionalisme Dan Keislaman Di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Sayidina, Andres; Aris Sutrisno; Purna Irawan; Depi Putri; Elce Purwandari; Siti Umi Taslima
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan keislaman pada generasi muda di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas. Fenomena dekadensi moral, melemahnya rasa kebangsaan, serta tantangan globalisasi menuntut adanya organisasi kepemudaan yang mampu menjadi benteng moral sekaligus motor penggerak pendidikan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 10 informan utama, kunci, dan tambahan, terdiri dari pengurus IPNU, anggota, guru, tokoh agama, alumni, orang tua, serta masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPNU berperan signifikan dalam membangun kesadaran kebangsaan melalui kegiatan kaderisasi, peringatan hari-hari besar nasional, dan dialog kebangsaan. Pada aspek keislaman, IPNU menginternalisasikan nilai religiusitas melalui kajian kitab kuning, pelatihan baca tulis Al-Qur’an, istighosah, hingga peringatan hari besar Islam. Kendala utama berupa keterbatasan dana, partisipasi anggota, dan tantangan arus globalisasi diatasi melalui iuran anggota, kerja sama dengan lembaga lain, fleksibilitas jadwal, serta pemanfaatan media digital. Implikasi sosial dan pendidikan tampak pada meningkatnya karakter religius, kepedulian sosial, serta disiplin kader di lingkungan keluarga dan masyarakat. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupan wilayah yang masih lokal sehingga temuan belum dapat digeneralisasi secara luas. Namun, kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan pola integrasi nilai nasionalisme dan keislaman yang dikelola IPNU sebagai model pendidikan non-formal berbasis kaderisasi religius-kebangsaan, yang dapat direplikasi oleh organisasi kepemudaan lainnya di era globalisasi.