cover
Contact Name
Elfi Rahmadhani
Contact Email
lppm.iaintkn@gmail.com
Phone
+6281363118102
Journal Mail Official
lppm.iaintkn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Takengon, Aceh Tengah, 24552
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam
ISSN : 20894430     EISSN : 28084888     DOI : https://doi.org/10.54604/mbz.v11i1
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam diterbitkan oleh LPPM IAIN Takengon dan terbit dua kali dalam satu tahun. fokus adalah bidang kajian islam, hukum dan ekonomi islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023" : 11 Documents clear
Metodologi Penulisan Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah Ahmad Sudianto; Sri Sastika Khasanah; Nabila Bilqisti
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.304

Abstract

Muhammadiyah secara umum diartikan sebagai umat atau pengikut Nabi Muhammad SAW, yakni setiap individu orang Islam yang mengakui dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan pesuruh Allah SWT yang terakhir. Dalam tataran praktis-idelogis ormas ini menjadikan tafsir At-Tanwir sebagai bagian yang tak terpisahkan dari referensi religiositas. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang tafsir At-Tanwir sebagai perwujudan dari tafsir jama’i, baik latar belakang penulisannya maupun sistematikanya. Tulisan ini bersifat analisis konseptual dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian kepustakaan (library research). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa tafsir At-Tanwir berhasil menghadirkan nuansa baru dalam dunia penafsiran Al-Qur’an. Penyusunan tafsir ini dilaksanakan secara kelompok (kolektif) sehingga disebut sebagai tafsir jama’i sehingga berlainan dengan karya-karya tafsir sebelumnya yang disusun secara individu. Tafsir At-Tanwir berusaha melakukan interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan prinsip responsivitas, membangkitkan dinamika dan menggelorakan etos; etos ibadah, etos ekonomi, etos sosial dan etos keilmuan. Pada prinsipnya secara lembaga pihak Muhammadiyah mengakui keberadaan tafsir kolektif yang telah disusun oleh Kementerian Agama, tetapi belum dapat merepresentasikan acuan dan kehendak yang sesuai dengan pemikiran kemuhammadiyahan. Muhammadiyah tampaknya menghajatkan tampilnya literatur tafsir Al-Qur’an yang selaras dengan jati diri Muhammadiyah dan disusun secara kolektif.
Studi Kritis Terhadap Tafsir Faidh Ar-Rahman Karya Kh. Shaleh Darat As-Samarani Muhammad Aziz
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.310

Abstract

Penelitian ini mengkaji kiai Shaleh Darat dengan tafsirnya Faidh Ar-Rahman dan RA. Kartini serta keadaan masyarakat abad 20 setelah adanya tafsir tersebut. Tulisan ini bertujuan melacak sejarah kepenulisan tafsir kiai Shaleh Darat dalam kitab tafsir Faidh Ar-Rahman. Pengumpulan data dilakukan dengan meneliti karya-karya tulis kiai Shaleh Darat khususnya berhubungan dengan tema tafsir Faid Ar-Rahman karya kiai Shaleh Darat. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yakni menelusuri informasi melalui buku-buku, artikel, jurnal, makalah, ensiklopedia, dan sumber lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Penulis mendeskripsikan kitab tafsir Faidh Ar-Rahman karya kiai Shaleh Darat dengan mengumpulkan data baik dari buku atau tulisan lainnya yang berhubungan dengan pokok permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini adalah bahwa tafsir Faidh Ar-Rahman tidak lah ditulis atas desakan maupun suruhan RA. Kartini dan sangat jelas bahwa Tafsir Faidh Ar-Rahman ditulis oleh kiai Shaleh Darat sendiri. Hal ini dapat terlihat dalam muqaddimah tafsirnya yang dimana ia menjelaskan bahwa masyarakat waktu itu masih awam dan belum memahami bahasa Arab, oleh karena itu, Shaleh Darat bermaksud menyusun terjemah makna Al-Qur’an tersebut. Kondisi masyarakat setelah adanya kitab tafsir Faidh Ar-Rahman akhir abad-19 dan 20 menggambarkan masyarakat yang masih awam. Namun mereka berlomba-lomba dalam mempelajari dan memperdalam ilmu agama, seperti fiqh. Hal ini ditandai dengan banyaknya mufassir dan kitab tafsir yang bermunculan saat itu seperti Mahmud Yunus dengan Tafsir Qur’an Al-Karim dan sebagainya.
Pemikiran Imam Abu Hanifah Dalam Ekonomi Islam Wira, Wiranda; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.317

Abstract

Ekonomi Islam pada dasarnya telah dipraktikkan 14 abad silam oleh Nabi Muhammad Saw. Diantara praktik tersebut antara lain pelarangan baii' najasyy, talaqqii ruukbann, dan dan masih banyak ketentuan-ketentuan lainnya yang berbicara ekonomi Islam pada masa itu. Ulama yang menulis dan berbicara berkenaan ekonomi Islam dalam karyanya antara lain Abu Hanifah dengan  Al-Makharif fi AlFiqh, Abu Ubaid dengan Al-Amwal, Yahya bin Umar dengan Ahkam al-Suq dan masih banyak lagi yang lainnya. Penelitian ini, penelitian kepustakaan. Data  penelitian ini diperoleh melalui metode dokumenter untuk mencari informasi tentang pemikiran Imam Abu Hanifah tentang ekonomi Islam, antara lain melalui buku, majalah, internet, dan artikel. Untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut, perlu adanya  penelitian yang mengkaji  konsep-konsep ekonomi menurut para ulama, khususnya para Imam yang pemikirannya dianut oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti Imam Abu Hanifah. Abu Hanifah merupakan ulama yang berpikir positif rasional, ia tidak hanya berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah saja namun memadukannya dengan rasionalitas berupa kaidah istiḥsan.
METODOLOGI PENULISAN TAFSIR AT-TANWIR MUHAMMADIYAH Ahmad Sudianto
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.335

Abstract

Muhammadiyah secara umum diartikan sebagai umat atau pengikut Nabi Muhammad SAW, yakni setiap individu orang Islam yang mengakui dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan pesuruh Allah SWT yang terakhir. Praktis-idelogis ormas Muhammadiyah menjadikan tafsir At-Tanwir sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari referensi religiusitas. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang tafsir At-Tanwir sebagai perwujudan dari tafsir jama’i, baik latar belakang penulisannya maupun sistematikanya. Tulisan ini bersifat analisis konseptual melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa tafsir At-Tanwir berhasil menghadirkan nuansa baru dalam dunia penafsiran Al-Qur’an. Penyusunan tafsir ini dilaksanakan secara kelompok (kolektif) dan disebut sebagai tafsir jama’i, sehingga penafsirannya berlainan dengan karya-karya tafsir sebelumnya yang disusun secara individu. Tafsir At-Tanwir berusaha melakukan interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan prinsip responsivitas, membangkitkan dinamika dan menggelorakan etos; etos ibadah, etos ekonomi, etos sosial dan etos keilmuan.
Penerapan Hybrid Contract Pada Produk Giro Di Perbankan Syariah Ikhsan, Muhammad Miftahul; Herdiana, Nana; Setiawan, Iwan
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.336

Abstract

Lembaga keuangan syariah terus berupaya mengimplementasikan inovasi yang relevan dengan tuntutan era saat ini. Salah satu aspek inovatif yang menjadi fokus adalah penggunaan hybrid contract, di mana dua akad digabungkan dalam satu kesepakatan. Penelitian ini bersifat kepustakaan dan menggunakan metode pengumpulan data melalui analisis literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan hasil penelitian terkait. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mengkaji dan menganalisis informasi yang ditemukan. Perbedaan mendasar antara giro konvensional dan giro syariah terletak pada konsep operasional, di mana giro konvensional menggunakan bunga, sedangkan giro syariah menggunakan bagi hasil. Hybrid contract yang telah diterapkan dalam perbankan syariah adalah giro dengan kombinasi mudharabah dan wadiah. Simpanan nasabah diinvestasikan sesuai dengan prinsip Islam, menjadikannya pilihan yang sesuai dengan aturan dan memberikan alternatif terbaru. Inovasi semacam ini membantu lembaga keuangan syariah tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah sambil tetap relevan dan dapat tumbuh di masa depan.
Studi Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Hasan Syakri, wulan Gustina Putri; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.337

Abstract

Ibnu Khaldun adalah seorang tokoh cendikiawan yang hidup pada abad ke-14, dikenal secara luas karena karyanya yang sangat luar biasa, yaitu “Muqaddimah”(Preolegomena). Karya ini menjadi landasan sangat penting dalam pemikiran sejarah dan ilmu sosial. Salah satu peran terbesar Ibnu Khaldun adalah pengembangan teori siklus sejarah. Ibnu Khaldun sangat memahami bahwa peradaban manusia mengalami sistem tertentu dalam perkembangannya. Contohnya kenaikan, puncak, kemunduran dan kemudian kembali lagi ke sistem lainnya. Teori ini juga memberikan wawasan yang sangat mendalam tentang peradaban. Karya-karya Ibnu Khaldun bukan tentang mempengaruhi pemikiran sejarah saja, tapi ada juga tentang ilmu sosial, ekonomi dan politik. Menurutnya konsep “Abbasiah” (Sosidaritas) menjadi salah satu yang sangat penting dalam memahami perubahan sosial dan politik dalam masyarakat. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa keberlangsungan sebuah peradaban juga terkait pada tingkat “Asabiyyah” (Kesukuan) yang ada dalam masyarakat.
Edukasi Amil Zakat dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Amil Zakat di Baitul Mal Takengon Ainiah; Isara Abda Noka; Lailani Adlan
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.338

Abstract

Seorang Amil Zakat adalah petugas pengelolaan zakat, yang bertugas mengerjakan kegiatan yang berkaitan dengan penyaluran dan penerimaan zakat di Baitul Mal. Karena pentingnya tugas ini, Amil zakat harus mempunyai kapabilitas baik secara teori maupun praktek melalui berbagai kegiatan edukasi tentang ziswaf dan pengelolaannya. Penelitian ini mengkaji kegiatan edukasi amil zakat di Baitul Mal Aceh Tengah dan kendala-kendalayang dihadapi dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa edukasi bagi amil zakat belum maksimal dilakukan. Kegiatan edukasi masih dalam bentuk kegiatan non formal dan insidental, diantaranya: sosialisasi tentang SOP pengelolaan Ziswaf di Baitul Mal Aceh Tengah, arahan-arahan dan edukasi secara spontan, arahan saat kegiatan lapangan, arahan dalam kegiatan apel pagi, mengadakan pembinaan, pelatihan, dan mengadakan studi banding keluar Kota. Diantara kendala yang dihadapi antara lain berupa kendala internal dan eksternal. Diantara kendala internal adalah para amil tidak mempunyai wawasan yang memadai tentang ziswaf, amil tidak pernah ikut diklat, budaya baca para amil masih sangat rendah, keahlian dari calon pegawai tidak terlalu menjadi prioritas utama, dan kurangnya pengetahuan staf Baitul Mal dalam mengikuti kegiatan edukasi amil zakat di Baitul Mal. Sementara kendala eksternal yaitu kurangnya minat masyarakat menjadi seorang Amil, kurangnya spesifikasi masyarakat yang menguasai amil zakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, masih kurangnya minat masyarakat menjadi amil zakat, dan kesulitan beradaptasi dengan sistem keuangan daerah.
STUDI PEMIKIRAN IBNU TAIMIYYAH TENTANG EKONOMI ISLAM Imran, Nellideviana
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.342

Abstract

Dasar prinsip Ibnu Taymiyah, ulama syekh Islam, berkaitan dengan masalah ekonomi, Ibnu Taymiyah mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ajaran Islam, gambaran ekonomi yang sangat jelas tentang apa yang diharapkan dan bagaimana melakukan sesuatu. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kebebasan untuk mencoba atau tidak memiliki. Adapun metode kajian yang digunakan dalam membahas permasalahan ini yaitu penelitian literatur yang berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah. Data dalam penelitian ini didapat dengan menggunakan metode dokumenter, untuk mencari data-data tentang pemikiran Ibnu Taimiyah tentang ekonomi Islam. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah  merupakan produk dialog kritis terhadap fenomena sosial, ekonomi, dan politik pada masanya. Ia juga mengilhami peran negara  dalam pembangunan, namun Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa mekanisme pasar  tidak boleh terbatas pada urusan keuangan saja, yang mencakup banyak aspek kehidupan bernegara dan juga beragam.
Darmawan Pergeseran Proses Perkawinan Adat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah Darmawan
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.350

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dilema pelestarian budaya di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi, terutama pada upacara pernikahan adat Gayo, yang dikenal sebagai sinte mungerje. Meskipun masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah masih mempertahankan nilai-nilai budayanya, ditemukan bahwa sebagian dari mereka kehilangan pemahaman rinci tentang tahapan dan makna dari upacara pernikahan adat tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan atau pergeseran yang terjadi dalam proses Perkawinan Adat Gayo di wilayah tersebut.Permasalahan penelitian mencakup proses Perkawinan Adat Gayo, faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam proses tersebut, dan upaya pemerintah dalam melestarikan adat Gayo khususnya dalam konteks pernikahan di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melibatkan observasi dan dokumentasi di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran dalam prosesi pernikahan adat Gayo yang terancam oleh perkembangan zaman yang semakin maju. Banyak calon pengantin yang mencampurkan adat dalam prosesi pernikahan mereka. Namun, pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terlibat dalam upaya melestarikan adat Gayo, termasuk melakukan sosialisasi dan mendorong pelaksanaan pernikahan adat yang tetap konsisten dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk pemahaman tentang dinamika perubahan budaya dan upaya pelestarian di tengah tantangan zaman.
Penanggulangan Kejahatan Perkarantinan Pertanian Dan Hewan diwilayah Perbatasan Indonesia Dan Malaysia, Kalimantan Utara Gusfira, Novil; Irawan, Aris
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.358

Abstract

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 yang berbicara Karantina Hewan, Perlindungan terhadap ikan dan tumbuhan adalah bagian dari kewajiban negara untuk memastikan keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat, termasuk perlindungan terjamin bagi warga, hewan, dan tumbuhan. Fokus isu yang ada di penelitian ini yaitu kebijakan hukum pidana yang diterapkan terhadap individu yang melakukan tindak kejahatan. perkarantinaan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 yaitu Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan; penerapan hukum terhadap pelaku yang memasukkan media pembawa ke wilayah Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara pendekatan yuridis normatif, dari penelitian ini di dapat bahwasanya Pengendalian sebuah kejahatan dalam bidang perkarantinaan tidak hanya saja dapat dilakukan melalui hukum, akan tetapi juga harus melibatkan sarana non hukum pidana (non penal policy) yang dapat dilakukan dengan upaya pencegahan dan mengurangi faktor yang menimbulkan kejahatan, jika kedua sarana tersebut dilakukan, maka kejahatan di bidang perkarantinaan dapat teratasi dengan baik. Masuknya Media Pembawa berupa hewan dan produknya serta tumbuhan dan produknya yang tidak sesuai dengan persyaratan karantina masih terus berlangsung sampai saat ini khususnya di Pulau Sebatik Kalimantan Utara disebabkan ruang lingkup Malaysian Quarantine and Inspection Services Act 2011 sebagai aturan perkarantinaan pertanian di Malaysia hanya mengatur kegiatan ekspor dan impor saja, tidak mengatur kegiatan antar area. Sehingga Pejabat Karantina Pertanian Malaysia tidak akan menerbitkan Sertifikat Kesehatan baik hewan maupun tumbuhan serta produknya jika media pembawa tersebut dilalulintaskan masuk ke wilayah Pulau Sebatik Kalimantan Utara, dikarenakan sebagian Pulau Sebatik adalah wilayah Malaysia sehingga dianggap antar area jika melalulintaskan media pembawa ke wilayah Pulau Sebatik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11