cover
Contact Name
Faizal Amir Parlindungan Nasution
Contact Email
faiz10march@gmail.com
Phone
+6285716172888
Journal Mail Official
jurnalnaker@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 51, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ketenagakerjaan
ISSN : 19076096     EISSN : 27228770     DOI : 10.47198
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Ketenagakerjaan (J-naker/The Indonesian Journal of Manpower) adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Kebijakan, Kementerian Ketenagakerjaan. J-naker bekerjasama dengan beberapa asosiasi fungsional dan profesi di bidang ketenagakerjaan dalam rangka mengembangkan publikasi ini agar menjadi wadah peningkatan kualitas kebijakan ketenagakerjaan. Kerjasama tersebut antara lain dengan Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Mediator Hubungan Industrial Indonesia (AMHII), Asosiasi Pengawas Ketenagakerjaan Indonesia (APKI), Asosiasi Instruktur Pelatihan Kerja Republik Indonesia Indonesia (PILAR RI), Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (IKAPERJASI), dan Persatuan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan.
Articles 124 Documents
Post COVID-19 Pandemic Employment Challenges and Indonesia's Opportunities to Take Advantage of the Demographic Bonus Muhyiddin Muhyiddin
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.253

Abstract

Human resource development has become a priority for the Government of Indonesia 2019-2024 period with the aim of producing a competent, resilient, productive, and competitive workforce. The Ministry of Manpower has set Nine Big Leaps (9 Lompatan) to achieve this goal, which consists of: 1) BLK transformation; 2) Employment Link and Match; 3) Transformation of Job Opportunities Expansion Program; 4) Development of Young Talents; 5) Foreign Job Markets Expansion; 6) New Vision of Industrial Relations; 7) Labor Inspection Reform; 8) Development of Employment Digital Ecosystem; and 9) Bureaucratic Reform. The COVID-19 pandemic that stormed the world at the end of 2019 and entered Indonesia in the second quarter of 2020 had changed everything. Conditions and structure of the economy were shaken violently, as well as the employment sector, both in Indonesia and globally, experienced quite difficult and challenging times. The open unemployment rate had been increasing in Indonesia, especially for experienced workers, indicating that there had been terminations of employment (Pemutusan Hubungan Kerja) due to the pandemic. Even though Indonesia's pandemic conditions have been slowly improving, the impact on the employment sector remains significant. The pandemic condition improvement has opened up opportunities for the Indonesian economy to bounce back, which still remains to be wary of the possibility of a K-shaped recovery, in which the middle to lower economic group will get an economic downturn whilst the middle to the upper economic group will prosper. To prevent this, Indonesia needs to ensure that the recovery that occurs is an inclusive economic recovery that improves the quality, competitiveness, and productivity of its workforce. Education level and job mismatch are still challenges that must be faced. In addition, Indonesia must maximize its demographic benefits by increasing the quality and productivity of its workforce to encourage inclusive economic growth while monitoring potential future demographic and employment threats. This 2023 Employment Outlook was prepared with its primary objective of reviewing employment developments and dynamics in Indonesia from 2019 to 2022; analyzing the issues and challenges faced in employment in 2023, especially in dealing with the COVID-19 pandemic which is starting to recede; and formulating Indonesia's employment development strategy for its future.
PMI Tenaga Keperawatan: Bagaimana Menangkap Peluang di Pasar Global? Harsiwie, Riesa Istiqamah Putri; Warsida, Rotua Yossina; Setiawan, Yusuf
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.214

Abstract

Mayoritas perempuan memilih bekerja di sektor informal dan hanya sedikit yang terserap ke Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, dunia kerja semakin terbuka dan ini mempengaruhi berbagai disiplin ilmu, termasuk pendidikan keperawatan. Oleh karena itu, para tenaga perawat harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi tenaga Pekerja Migran Indonesia (PMI) tenaga perawat dan bagaimana upaya pendayagunaan tenaga perawat di Indonesia. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah karakteristik dan kondisi tenaga perawat di Indonesia sebagai Langkah menyiapkan tenaga perawat profesional yang mampu memenuhi permintaan pasar global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Job order secara keseluruhan yang ditawarkan di berbagai negara mencapai 4,2 juta orang, namun dalam pelaksanaannya PMI tenaga perawat yang mampu ditempatkan ke negara tujuan hanya sebesar 9% selama tahun 2014-2022. Berdasarkan hasil analisis dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia dan berdasarkan hasil kajian dari berbagai negara dalam upaya memenuhi kebutuhan job order tenaga keperawatan di berbagai negara tujuan PMI, perbaikan dari hulu ke hilir dalam orientasi pengembangan SDM sangat diperlukan. Dalam hal ini terdapat beberapa hal yang perlu dikaji dan diperbaiki dalam menangkap peluang tersebut antara lain menyiapkan program pendidikan perawat yang berorientasi pada pasar global, program pelatihan dan sertifikasi yang berstandar internasional, dan program magang internasional.
Kesenjangan Kondisi Pengangguran Lulusan SMK/MAK di Indonesia: Analisis Antargender dan Variabel-Variabel yang Memengaruhinya Hermawan, Arif; Mufiedah, Maziyyatul; Madina, Virginia; Santika, Zukhrufiyah Mei; Kasim, Muhammad Faturahman; Siagian, Tiodora Hadumaon
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.246

Abstract

Indonesia masih memerlukan usaha yang cukup besar untuk mengatasi pengangguran, terutama bagi lulusan SMK/MAK. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) merupakan kontributor terbesar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2021. Selain itu, TPT lulusan SMK/MAK antara perempuan dan laki-laki masih memiliki perbedaan yang cukup besar. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021, TPT perempuan lulusan SMK/MAK mencapai 10,17 persen sementara TPT laki-laki lulusan SMK/MAK mencapai 11,57 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan gender dalam aspek ketenegakerjaan pada lulusan SMK/MAK di Indonesia. Kesetaraan gender dalam ketenagakerjaan perlu diciptakan karena memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang signifikan memengaruhi status menganggur lulusan SMK/MAK antargender di Indonesia pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan data Sakernas Agustus 2021 yang dianalisis dengan metode regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap status menganggur pada lulusan SMK/MAK perempuan adalah umur, klasifikasi tempat tinggal, status perkawinan, periode lulus, status disabilitas, dan klasifikasi jurusan sementara variabel yang berpengaruh signifikan terhadap status menganggur pada lulusan SMK/MAK laki-laki adalah umur, status perkawinan, periode lulus, status disabilitas, dan klasifikasi jurusan.
Hubungan Usia, Tingkat Pendidikan & Status Perkawinan dengan Partisipasi Perempuan Menjadi Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong di Kecamatan Sukun Kota Malang Nisa, Azizah Kholifatul; Soelistijo, Djoko; Susilo, Singgih; Deffinika, Ilfan
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.249

Abstract

Menjadi pekerja migran merupakan salah satu cara bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja. Banyak orang Indonesia dapat memasuki dunia kerja dan mengejar gaji yang lebih tinggi dengan bekerja di luar negeri. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan antara partisipasi kerja perempuan untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong dengan usia, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukun dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan korelasional dan sampel penelitian berjumlah 88 responden. Peneliti mengumpulkan data penelitian melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Adapun pengolahan data dengan statistik deskriptif menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan status perkawinan mempunyai korelasi yang kuat dan signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Sedangkan variabel usia mempunyai korelasi yang lemah serta tidak signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Adapun motif ekonomi menjadi motif utama dari responden untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong
Analisis Spasial Determinan Penyerapan Pekerja Perempuan Berstatus Buruh di Indonesia Tahun 2021 Andriani, Dwi Ayu; Usman, Hardius
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.254

Abstract

Mayoritas perempuan memilih bekerja di sektor informal dan hanya sedikit yang terserap ke sektor formal karena diduga adanya diskriminasi dalam pasar tenaga kerja. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi ketidaksetaraan gender agar potensi perempuan dapat dikelola dengan lebih baik sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengedepankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kesetaraan tenaga kerja dapat tercapai. Penelitian ini memberikan gambaran umum pekerja perempuan berstatus buruh di Indonesia dan menganalisis faktor yang memengaruhinya dengan metode Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil analisis spasial menunjukkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia dipengaruhi oleh setidaknya satu variabel independen. Variabel dengan pengaruh terbanyak adalah variabel pendidikan minimal SMA yaitu di 393 kabupaten/kota dan variabel rata-rata upah tenaga kerja perempuan di 353 kabupaten/kota. Sementara itu, tiga variabel lainnya yang signifikan memengaruhi persentase pekerja perempuan berstatus buruh di Indonesia secara lokal yaitu PDRB berpengaruh signifikan positif di 122 kabupaten/kota, Angka Harapan Hidup perempuan berpengaruh signifikan positif di 101 kabupaten/kota, dan persentase perempuan yang pernah mengikuti pelatihan berpengaruh signifikan positif di 102 kabupaten/kota.
Studi Ketenagakerjaan Jawa Tengah: Analisis Data Sakernas 2019-2022 Sari, Dewi Novita; Anisah, Lilis
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.259

Abstract

Ketenagakerjaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian utama pemerintah provinsi Jawa Tengah. Kajian ini bertujuan untuk mencermati kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Tengah melalui beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun TPAK di Jawa Tengah meningkat dari tahun ke tahun, namun kesenjangan TPAK laki-laki dan perempuan masih lebar. TPT laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan dan TPT perkotaan lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan. TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selalu paling tinggi dibandingkan dengan TPT lulusan tingkat pendidikan lainnya. Empat lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Tengah adalah lapangan usaha pertanian, lapangan usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha konstruksi. Sedangkan empat lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah pada Agustus 2022 adalah lapangan usaha pertanian, lapangan usaha perdagangan, lapanagan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha jasa lainnya.
Children's Resilience to Not Working Before and During the Pandemic in Rural Indonesia Hanafi, Zulfaning Tyas; Pramana, Setia
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.261

Abstract

Children are an asset to a country and a resource that will further national and international development goals. Children who work will be threatened by their health, safety, education, and development. In the last 10 years, BPS has recorded the percentage of child labor fluctuating with the latest record in 2021 at 2.63 percent. The high percentage makes the phenomenon of child labor still a global concern to be addressed as contained in the Sustainable Development Goals. Therefore, the purpose of this study is to determine the determinants of children's resilience not to work in rural areas during the observation period before and during the COVID-19 pandemic. This study uses a three-level survival analysis method by utilizing Sakernas data for August 2019-2020 and data from the BPS website. The results of this study obtained that the percentage of children aged 5-17 years who worked increased during the pandemic by 5.62 percent to 18.88 percent in rural areas. The variables of child gender, child education, child status at individual level; household head gender, household head occupation sector, and household poverty status at household level; and percentage of poor population at districts level significantly affect the resilience of children aged 5-17 not to work in the period before and during the COVID-19 pandemic.
Sentiment Analysis Siap Kerja Training Services with Naive Models Bayes and SVM Setiawan, Arif Budi
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v19i1.303

Abstract

Training service Siap Kerja has an important function in improving the quality of human resources and developing a competent workforce in various industrial sectors. To ensure trainee success and satisfaction, sentiment analysis in trainee reviews is essential to evaluate the strengths and weaknesses of the service offered. This research intends to compare the performance of algorithms Support Vector Machine (SVM) and Naive Bayes in sentiment analysis of trainee reviews on pages service training Siap Kerja. Review data was collected using web scraping on the Siap Kerja training service page by collecting ratings and reviews of training participants after completing the training they attended on the page training service Siap Kerja. Methods of data pre-processing, data sharing, feature extraction, model training, model evaluation, and results analysis were used in this research. The research results show that the SVM model has higher accuracy (0.93) compared to the Naive model Bayes (0.80). Additionally, positive sentiment was found at 99%, negative at 0.3%, and neutral at 0.7%. ased on the results of this research, it is recommended that the SVM model be used in sentiment analysis in the context of Siap Kerja training services and that the model be optimized to improve performance in classifying reviews with negative or neutral feelings.  
Kondisi Kerja dalam Relasi Kemitraan: Studi Kasus pada Mitra Perusahaan Transportasi Online Annazah, Nur Siti; Tobing, Henriko; Nasution, Faizal Amir P; Muhyiddin, Muhyiddin
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.305

Abstract

Terjadi fenomena ketenagakerjaan yang cukup unik di Indonesia seiring dengan berkembangnya ekonomi gig. Salah satu fenomena ketenagakerjaan yang berkembang dalam satu dekade terakhir yaitu munculnya hubungan kemitraan yang semakin booming akibat munculnya Gojek sebagai salah satu pelopor transportasi online di Indonesia. Pasar tenaga kerja di Indonesia tersegmentasi antara tenaga kerja formal dan tenaga kerja informal. Pada tahun 2022, share tenaga kerja di sektor formal sebesar 49,69% lebih kecil jika dibandingkan dengan sektor informal (59,31%). Hal ini menunjukan bahwa dorongan masyarakat untuk dapat bekerja di sektor informal masih tinggi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi kondisi kerja kemitraan pada transportasi online di Indonesia. Kajian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari indepth interview dengan komunitas ojek online di tiga provinsi pada zonasi 1, yaitu D.I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Data primer juga diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholder terkait seperti Dinas Tenaga Kerja yang berada di setiap wilayah kajian. Data primer selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Kajian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa studi literatur terkait kondisi transportasi online di beberapa negara. Data sekunder yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukan transportasi online berkembang dengan sangat cepat di Indonesia. Terdapat permasalahan umum terkait transportasi online di Indonesia, diantaranya (1) kekosongan pengaturan hukum terkait kemitraan; (2) Kekosongan pengaturan hukum terkait transportasi online ; dan (3) kerentanan-kerentanan yang dialami oleh pengemudi. Kebijakan terkait transportasi online berbeda-beda di setiap negara bergantung dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah setempat.
Analisis Perluasan Kesempatan Kerja di Luar Negeri: Seasonal Worker Program (SWP) di Korea Selatan Nuzula, Firdausi; Setiawan, Yusuf; Suwadji, Yuniarti Tri; Muhyiddin, Muhyiddin
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.306

Abstract

Ketersediaan lapangan pekerjaan Indonesia masih belum seimbang dengan jumlah angkatan kerja yang ada terutama pada kelompok yang berpendidikan rendah, kesempatan kerja yang tinggi di luar negeri dianggap sebagai solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Pada tahun-tahun terakhir, beberapa Pemerintah Daerah Korea Selatan menawarkan kerja sama SWP dengan melakukan penjajakan langsung kepada beberapa Pemerintah Daerah di Indonesia. Tujuan kajian untuk memberikan rekomendasi terkait skema penempatan pekerja musiman dan pembagian hak dan kewajiban yang adil serta mitigasi benefit dan problem penempatan PMI. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus yakni bertujuan untuk menganalisis upaya penempatan PMI musiman ke Korea Selatan. Untuk mendukung keberhasilan SWP maka diperlukannya aturan tentang mekanisme proses pra-penerimaan di Korea Selatan dan pra-pengiriman di Indonesia oleh Kementerian Ketenagakerjaan, perlu penyesuaian mekanisme bagi pelaksanaan SWP di Indonesia melalui Penyusunan Petunjuk Teknis Kementerian Ketenagakerjaan oleh K/L di lingkungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan berkoordinasi langsung ke Pemerintah Korea Selatan (MOJ, MOEL, dan pemberi kerja) oleh Pemerintah Indonesia.

Page 10 of 13 | Total Record : 124