cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
suharyantoagung@gmail.com
Phone
+628126493527
Journal Mail Official
mahesarc1@gmail.com
Editorial Address
Griya Nafisa 2, Blok A No. 10 , Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Sumatera Utara.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni
Published by Mahesa Research Center
ISSN : -     EISSN : 27769801     DOI : 10.34007
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is a source of scientific information and communication for academics, and educational reviewers, and art creators visuals, music, dance, and performance. The articles published are the results of research, and reports on the creative process of art creation that are critical, actual in the sphere of education and art creation. All articles are reviewed by two experts in their field on a system without identity (authors name). The scope of the Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is based on pedagogical scholarship and artistic creation.
Articles 77 Documents
Relasi Video Pembelajaran dengan Mikrosistem Transmisi Musik Sulawesi di Lingkungan Program Studi S1 Etnomusikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta Razak, Amir; Wijayanto, Ary Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.437

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi video pembelajaran dengan mikrosistem transmisi musik Sulawesi di lingkungan Program Studi S1 Etnomusikologi ISI Yogyakarta. Teori mikrosistem Brofenbrenner dihubungkan dengan trikotomi Merriam menjadi pilihan untuk menjelaskan derivasi ruang video pembelajaran dengan aspek kognitif, psikomotorik. Metode mempergunakan narasi dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang sudah didapatkan dianalisis secara kualitatif mempergunakan analisis interaksi yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa video pembelajaran memainkan alat musik, lagu Sulawesi menjadi suatu solusi dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai teori dan praktik sehingga mampu menjadi alternatif cara membangun mikrosistem yang dapat memberikan kontinuitas ekosistem musik pada pembelajaran musik Sulawesi.
Inovasi Pembelajaran Kesenian Ndolalak “Egol Langen Kredho Santosa” Dusun Jlarang, Desa Kalijoso, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang Supeno, M. Yoga
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.440

Abstract

Kesenian tradisional seringkali menghadapi tantangan dalam hal inovasi dan manajemen, termasuk kesenian Ndolalak “Egol Langen Kredo Santoso” yang mengalami kesulitan dalam pengembangan musik, gerak tari, dan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sublimasi inovasi melalui transmisi kompetensi dan pengetahuan profesionalisme guna mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan konsep Pika digunakan sebagai kerangka teori dalam penelitian ini. Metode penelitian yang diterapkan adalah etnografi, dengan pengumpulan data melalui studi lapangan dan wawancara, sementara analisis data dilakukan melalui interaksi berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sublimasi inovasi pada aspek instrumentasi, pola tabuhan, pola gerakan, dan konsep manajemen dapat meningkatkan aspek estetika kesenian Ndolalak dan kualitas manajemennya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional melalui pendekatan inovatif yang terstruktur dan berbasis kompetensi profesional.
Potret Ludruk Rukun Budaya sebagai Pusat Industri Kreatif Seni Pertunjukan di Kabupaten Probolinggo Ramadani, Nur; Wahyuningtyas, Tri; Gusanti, Yurina
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.374

Abstract

This article investigates the dynamics of the Ludruk Rukun Budaya creative performing arts industry led by Harun. Since its formation on December 12, 2012, Ludruk Rukun Budaya has successfully established itself as a self-sustaining venture with a patronage model. The origin of Ludruk Rukun Budaya stems from Harun's experiences as a Ludruk performer in Madura and Situbondo, providing the foundation for establishing Ludruk in Probolinggo. The community's attraction to Ludruk Rukun Budaya lies in Harun's uniqueness, encompassing elements such as distinctive performances, daily life-reflecting dances, unique humor, and historically themed stories. This article details the captivating factors that attract audiences and explains why Ludruk Rukun Budaya has taken root in the hearts of the Probolinggo community. The research method employs a qualitative descriptive approach with Ludruk performers as the main informants, including Havin Suharon (42 years old), Untung Suropati (39 years old), Sareat (43 years old), and Dios (32 years old). Data analysis is conducted descriptively and interpretatively. Findings indicate that the success of Ludruk Rukun Budaya as a creative industry can be attributed to the cultural reproduction agent model of Harun, involving his experiences as an actor, ability to manage members, and a deep understanding of Ludruk audience preferences in Probolinggo.
Proses Pembuatan Ecoprint Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan dalam Dunia Fashion di Sentra Industri Gentamas Kabupaten Kudus Fajrie, Nur; Masfuah, Siti; Purbasari, Imaniar; Sa’diyah, Isnaini Khalimatus
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.479

Abstract

Program pelatihan MBKM batik ecoprint mahasiswa PGSD FKIP UMK di batik Genta Mas.Pengembangan kreativitas merupakan aspek penting dalam era saat ini, salah satu cara mengembangkannya adalah dengan memberikan pelatihan mengenai ecoprint. Ecoprint ini merupakan salah satu teknik mewarnai kain yang melibatkan kontak langsung dengan cara mencetak. Istilah ecoprint terdiri dari kata Eco yang merujuk pada arti alam sementara print yang mengacu pada proses mencetak. Dalam pembuatan ecoprint. menggunakan proses yang sederhana dan mudah dilakukan yang mana tidak perlu menggunakan mesin dan ramah akan lingkungan. Teknik pewarnaan ecoprint melibatkan pemakaian bahan-bahan alami misalnya daun, bunga, dan akar tanaman,dan bentuk pengaplikasian pada kain untuk menciptakan berbagai desain yang menarik. Bahan-bahan tersebut digunakan sebagai pengganti cap atau cetakan seperti batik tulis tradisional yang dapat dilakukan dengan berbagai teknik (pounding, steaming dan fermentasi). Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Tujuan dari pembuatan kerajinan ecoprint adalah membentuk pendidik yang berwawasan budaya dan kreatif dalam perkembangan keterampilan seni dan budaya dapat memberi inspirasi bagi mahasiswa Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa PGSD FKIP UMK dan berdampak bagi lingkungan sekitar yang berupa tumbuhan dijadikan sebuah produk yang bernilai ekonomis.
Penciptaan Wayang Rai Topeng: Upaya Menggagas Wahana Cerita Nusantara Pudjastawa, Astrid Wangsagirindra; Perdananto, Yudit
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.334

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar penciptaan wayang kulit rai topeng yang dapat dimainkan sebagai alternative perkembangan wayang di Indonesia. Wayang Rai Topeng adalah pertunjukan wayang yang inovatif dengan pendekatan adaptasi kekayaan ragam topeng di Nusantara sebagai upaya menjadikannya media yang dapat digunakan untuk menceritakan kekayaan cerita di Nusantara. Permasalah yang diteliti adalah: (1) apa yang melatarbelakangi terciptanya wayang rai topeng; dan (2) bagaimana konsep dan struktur dasar pementasan wayang rai topeng. Kajian dilakukan dengan menerapkan metode penciptaan seni, yaitu eksplorasi, desain, kreasi dan presentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: pertama, penciptaan wayang rai topeng dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap wayang. Kehidupan wayang terpinggirkan, merespons tantangan zaman yaitu era industry 4.0, dan sebagai lanjutan dari eksperimen pertunjukan wayang. Kedua, konsep dasar karakter wayang rai topeng adalah menekankan pada cerita Panji dimana cerita tersebut menggambarkan Panji yang berkeliling Nusantara sehingga memungkinkan munculnya keragaman budaya yang ada. Ketiga, model pertunjukan Wayang Rai Topeng mengadaptasi pertunjukan pendongeng keliling yang menekankan penggambaran wayang sebagai suatu media yang dapat digunakan dimana saja, dan kapan saja.
Tortor Batak Toba dalam Perspektif Seni Susanne K. Langer Suharyanto, Agung; Hidajat, Robby; Wiflihani, Wiflihani; Suroso, Panji; Muklis, Muklis; Razak, Amir
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.383

Abstract

Artikel ini membahas Tortor, sebuah tarian tradisional dari Masyarakat Batak Toba yang masih hidup dan berkembang dalam horja yang teratur. Dengan menggunakan kajian literatur dari berbagai penelitian yang terpublikasi, perspektif seni Susanne K. Langer diterapkan untuk memahami makna dan fungsi Tortor. Hasilnya menunjukkan bahwa Tortor tidak hanya sekadar gerakan fisik, tetapi juga merupakan ekspresi mendalam dari pengalaman batin, emosi, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Batak Toba. Penelitian ini menegaskan bahwa Tortor bukan hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan budaya, memperkaya kehidupan sosial, dan memperkuat identitas masyarakat. Sebagai simbol penting, Tortor memelihara dan memperkuat warisan budaya serta kehidupan sosial masyarakat Batak Toba.
Aplikasi Bebegig Sukamantri dengan Punch Needle pada Hanbok Modern Ulhaq, Nazla Aisy; Suharno, Suharno; Marlianti, Mira
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.485

Abstract

Penciptaan karya ini didasari oleh pengalaman empirik pengkarya ketika melihat realitas ,bahwa hanbok bukan hanya menjadi pakaian tradisional tetapi telah menjadi ikon busana modern Korea Selatan. Terkait dengan hal ini pengkarya membuat ready to wear deluxe inspirasi hanbok bergaya modern dengan memberi nuansa Indonesia yakni ornamen Bebegig yang dikontruksi dengan teknik punch needle. Selain itu teknik crochet juga diaplikasikan pada karya ini untuk memberi kesan sentuhan tradisional.  Bebegig dipilih karena merupakan artefak budaya Sunda yang belum pernah dibuat motif pada hanbok dengan teknik punch needle.  Berangkat dari hal tersebut jelaslah tujuan pengkaryaan ini, yakni untuk memperkaya bentuk hanbok dengan nuansa Indonesia agar secara budaya hanbok lebih dikenal lagi di Indonesia dan sebaliknya Bebegig dikenal di Korea Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penciptaan yang digunakan adalah eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Adapun hasil proses kreatif pengkaryaan ini adalah sembilan look ready to wear deluxe yang disajikan di Indonesia Fashion Week 2024.
Implementasi Metode Tonika Solfa Dalam Pembelajaran Teori Dasar Musik Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 21 Medan Sinaga, Novelia Igres; Sinaga, Theodora; Wiflihani, Wiflihani
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.380

Abstract

This study aims to determine the learning of the Implementation of the Tonika Solfa Method in learning the basic theory of music, to find out the constraints that occur during the learning process and to find out the results after the implementation of the implementation of the tonica solfa method in learning the basic theory of music in eighth grade students at SMP Negeri 21 Medan. The method used in this research is descriptive qualitative method. The population in this study were all students of class VIII and the sample in this study were 23 people. This study uses data collection techniques such as observation, interviews and documentation. The results of this study found that the Implementation of the Solica Tonika Method describes how to use the tonica solfa method in reading the scales included in the song and the use of rythimsilabes using hand movements. The learning process of the Solica Tonika Method Implementation, which explains the tonica solfa method in learning the basic theory of music and the parts that are in the tonica solfa method, are explained to students of Class VIII at SMP Negeri 21 Medan
Penciptaan Karya Tas Berwarna Khas Batak Toba Dengan Teknik Macrame Sitanggang, Vani Ayu Shari; Azis, Adek Cerah Kurnia; Diningrat, Raden Burhan Surya Nata
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.384

Abstract

Awalnya macrame kebanyakan menggunakan rotan, namun seiring waktu hingga kini telah banyak pengrajin menggunakan berbagai jenis tali untuk kerajinan macrame. Pada observasi yang penulis lakukan telah banyak produk macrame pada tempat-tempat pusat kerajinan souvenir namun belum ada ditemukan tas macrame model modern dan kekinian dengan warna khas Batak Toba. Penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses penciptaan macrame dalam bentuk tas tangan dan untuk mengetahui hasil karya macrame dalam bentuk tas tangan dengan warna khas Batak Toba. Metode yang digunakan pada penciptaan karya ini ada tiga tahapan yaitu: eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Pada penciptaan ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan dokumentasi. Hasil dari penciptaan karya berbentuk tiga dimensi yang memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk. Pada penciptaan karya ini menggunakan tali katun sebagai bahan dasar dengan karya yang dibuat sebanyak 10 karya tas macrame perpaduan warna khas Batak Toba yaitu merah, hitam dan putih.
Kemampuan Motorik Halus Dalam Karya Seni Mozaik Pada Anak Di Desa Honggosoco Kumalasari, Endang Ayu; Anisa, Rohmah Nur; Berlianti, Dessy Fitria; Fajrie, Nur
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i2.399

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak serta untuk menunjang kreatifitas dengan penerapan karya seni mozaik. Dalam hal ini tentunya peneliti memfokuskan dari hasil akhir dari kegiatan penelitian ini yang berupa karya seni mozaik dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam motorik halus pada anak. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif dengan jens kualitatif deskriptif naratif. Pelaksanaan penelitian ini yakni dengan melakukan pengamatan secara langsung pada anak dilingkup Desa Honggosoco, tepatnya Dukuh Baderejo. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah salah satu anak Desa Honggosoco, Dukuh Baderejo yang akan peneliti ambil untuk dijadikan sampel observasinya pada pembuatan karya seni mozaik. Analisis pembahasan pada artikel ini mempunyai fokus yaitu (1) Definisi seni mozaik, (2) Manfaat seni mozaik, (3) Teknik pada pembuatan seni mozaik, (4) Alat dan bahan pembuatan karya seni mozaik, (5) langkah-langkah dalam pembuatan karya seni mozaik, (6) Hasil seni mozaik dan apresiasi pada seni mozaik.