cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 25 Documents clear
PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT): SOLUSI MENINGKATKAN PEMAHAMAN BANGUN RUANG SISWA KELAS V Wardini, Wardini; Ramon, Herdi; Rosadi, Mimi; Indah Sari Sitio, Yuliana
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.4994

Abstract

The learning outcomes for the topic of three-dimensional shapes in Grade V at SPF SDN 101789 Marindal I remain relatively low, as evidenced by the limited number of students achieving mastery when the learning process was still dominated by the lecture method. This condition reflects a mismatch between the expected learning objectives and the actual situation in the classroom. Therefore, this study aims to improve student learning outcomes through the implementation of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach, a teaching strategy that connects lesson content with students' cultural backgrounds and personal experiences.This study employed classroom action research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. Data were collected through achievement tests to assess students' learning outcomes and observation sheets to evaluate student activity during the learning process.The research findings revealed that in the pre-cycle stage, only 3 out of 18 students (16.67%) achieved the Minimum Mastery Criteria (MMC) with an average score of 46.11. In the first cycle, the number of students who met the criteria increased to 5 (27.78%) with an average score of 61.67. A more significant improvement occurred in the second cycle, where 12 students (66.67%) reached the MMC and the average score rose to 72.22. Based on the results, it can be concluded that the implementation of the Culturally Responsive Teaching approach significantly improved student learning outcomes on the topic of three-dimensional shapes, while also promoting active student engagement in learning activities connected to their cultural backgrounds ABSTRAK Pembelajaran materi bangun ruang di kelas V SPF SDN 101789 Marindal I menunjukkan hasil belajar yang masih rendah, terlihat dari minimnya jumlah siswa yang mencapai tingkat ketuntasan saat proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah. Kondisi tersebut mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran yang diharapkan dengan situasi nyata di dalam kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yaitu strategi pembelajaran yang menghubungkan materi ajar dengan budaya serta pengalaman pribadi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes untuk mengukur hasil belajar siswa serta lembar observasi untuk menilai aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pada tahap pra siklus, hanya 3 dari 18 siswa (16,67%) yang berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai 46,11. Pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas menjadi 5 orang (27,78%) dengan rata-rata nilai 61,67. Peningkatan yang lebih signifikan terlihat pada siklus II, di mana 12 siswa (66,67%) mencapai KKM dan rata-rata nilai naik menjadi 72,22. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang, sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran yang terhubung dengan latar belakang budaya mereka.
PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DAN QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PANCASILA Novita, Roymantini; Novita Sari, Dwi; Yarshal, Dinda; Yesni Sianturi, Rut
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5125

Abstract

This study aimed to improve the learning outcomes of fourth-grade students at SDN 060931 Medan in the Pancasila subject, specifically on the topics of rights, obligations, and rules, by implementing the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach supported by the use of interactive media, Quizizz. The research employed a classroom action research (CAR) method conducted over two cycles. Each cycle included the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, tests, and documentation, while data analysis was carried out using quantitative descriptive methods. The findings indicated an improvement in students' learning outcomes, as shown by an increase in the average score from 60.00 in the pre-cycle to 72.19 in the first cycle, and further to 84.38 in the second cycle. These results suggest that the Culturally Responsive Teaching approach, when combined with technology-based learning media such as Quizizz, can significantly enhance students’ understanding of the material taught. ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa kelas IV SDN 060931 Medan pada mata pelajaran Pancasila materi hak, kewajiban, dan aturan, dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching yang didukung oleh penggunaan media interaktif Quizizz. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar siswa, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 60,00 pada tahap pra-siklus menjadi 72,19 pada siklus I, dan terus meningkat hingga mencapai 84,38 pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching yang dikombinasikan dengan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Quizizz dapat meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan terhadap materi yang diajarkan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA WACANA MELALUI NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Datuela, Nadia Amalia; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5261

Abstract

This study aims to improve students' discourse reading skills through the implementation of the Numbered Heads Together (NHT) learning model in Grade V at SDN 5 Kwandang, North Gorontalo Regency. The research employs a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in two cycles. Data collection techniques include tests, interviews, observation, and documentation. Based on the initial observation, only 6 out of 18 students, or 33 percent, demonstrated adequate discourse reading skills. In the first meeting of Cycle I, the number remained at 6 students (33 percent). In the second meeting, the number increased to 8 students (44 percent). In the first meeting of Cycle II, 10 students (55 percent) showed improvement. A more significant increase occurred in the second meeting of Cycle II, where 14 students (77 percent) demonstrated improved reading skills. These findings indicate that the Numbered Heads Together (NHT) model is effective in enhancing the discourse reading skills of Grade V students at SDN 5 Kwandang. The model encourages active student participation, improves comprehension of reading materials, and creates a more collaborative and engaging learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca wacana siswa melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas V SDN 5 Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi awal, dari 18 siswa hanya 6 siswa atau 33 persen yang menunjukkan kemampuan membaca wacana yang memadai. Pada siklus I pertemuan pertama, jumlah siswa yang mampu tetap 6 orang (33 persen). Pada pertemuan kedua meningkat menjadi 8 siswa (44 persen). Selanjutnya, pada siklus II pertemuan pertama terdapat 10 siswa (55 persen) yang menunjukkan peningkatan kemampuan membaca wacana. Peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada pertemuan kedua siklus II, di mana sebanyak 14 siswa (77 persen) telah menunjukkan kemampuan membaca yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca wacana siswa kelas V SDN 5 Kwandang. Model ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan pemahaman terhadap isi bacaan, serta menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif dan menyenangkan.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN Marisa, Marisa; Sukmawati, Sukmawati; Ningsih, Ayu Melati; Hutahuruk, Laurentia N.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5287

Abstract

The learning outcomes of fifth-grade students at SDN 060788 Medan Maimun in the IPAS subject are still relatively low, especially on the topic of the digestive system, which is abstract and difficult to understand. Therefore, this study was conducted to improve student learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model supported by animated video media.This research applied a classroom action research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, carried out in two cycles. The subjects of the study were 17 fifth-grade students. The instruments used included learning outcome tests, teacher and student activity observation sheets, and documentation. Learning outcome data were analyzed quantitatively by calculating the average scores and the percentage of mastery, while observation data were analyzed using qualitative descriptive methods. The results of this study showed an increase in students’ average scores from 59.12 in the pre-cycle to 70.00 in cycle I, and further to 78.82 in cycle II. The percentage of students who achieved mastery also rose from 29.41% to 76.47%. These results demonstrate that implementing the Problem Based Learning (PBL) model supported by animated video media is effective in improving IPAS learning outcomes at the elementary level. The study emphasizes the importance of using contextual learning models and interactive visual media to clarify complex science concepts. ABSTRAK Hasil belajar siswa kelas V SDN 060788 Medan Maimun dalam mata pelajaran IPAS masih tergolong rendah, terutama pada topik sistem pencernaan yang bersifat abstrak dan sulit dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didukung dengan media video animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 17 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data hasil belajar dianalisis secara kuantitatif melalui perhitungan rata-rata dan persentase ketuntasan, sementara data dari observasi dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa, dari 59,12 pada tahap pra-siklus menjadi 70,00 di siklus I, dan meningkat lagi menjadi 78,82 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar pun naik dari 29,41% menjadi 76,47%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung video animasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan model pembelajaran kontekstual serta media visual interaktif dalam memperjelas konsep-konsep sains yang kompleks.
PENINGKATAN SIKAP DISIPLIN DAN HASIL BELAJAR PERKALIAN MENGGUNAKAN PMRI KELAS II SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA Rizky, Ariana; Sumarah, Ignatia Esti
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5405

Abstract

Based on the results of the researcher’s observations through direct observation in the classroom and interviews with the homeroom teacher of Grade II B at SDK Sang Timur Yogyakarta, it was found that students were not yet fully consistent in their disciplinary attitudes during the learning process. In addition, in the mathematics learning outcomes on multiplication material, several students had not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKTP) of 70. Therefore, the researcher conducted Classroom Action Research (CAR) by applying several methods such as observation and interviews, documentation study, and tests. The research subjects were all students of Grade II B, consisting of 12 girls and 4 boys. The Classroom Action Research (CAR) was carried out in two cycles using the PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) approach along with contextual tools and media. This showed an increase in the percentage of disciplinary attitudes: the "very disciplined" category increased from 25% in cycle 1 to 50% in cycle 2. In addition, the percentage of students’ learning outcomes also showed relatively high improvement, from 62.5% in the pre-cycle to 75% in cycle 2. ABSTRAKBerdasarkan hasil observasi peneliti melalui pengamatan langsung di kelas dan wawancara bersama wali kelas II B di SDK Sang Timur Yogyakarta, didapatkan informasi bahwa, peserta didik belum sepenuhnya konsisten dalam sikap disiplin saat proses pembelajaran. Selain itu, pada hasil belajar matematika materi perkalian beberapa peserta didik melum mencapai KKTP (70). Maka dari itu, peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan beberapa metode seperti observasi dan wawancara, studi dokumentasi dan tes. Subjek penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas II B yang terdiri dari 12 perempuan dan 4 laki-laki. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) serta sarana dan media kontekstual. Hal ini menunjukan adanya peningkatan persentase sikap disiplin: kategori sangat disiplin meningkat dari siklus 1 sebesar 25% menjadi 50% di siklus 2. Selain itu persentase hasil belajar peserta didik juga mengalami perkembangan yang relatif tinggi, pada pra siklus sebesar 62,5% meningkat menjadi 75% pada siklus 2.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG ENERGI DI KELAS IV SD INPRES 2 NAMBARU MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBASIS EKSPERIMEN Widiastari, Ni Gusti Ayu Putu; Zulkarnaen, Zulkarnaen
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5406

Abstract

This study aims to improve students' motivation and understanding of energy concepts in IPAS learning by implementing the Project-Based Learning (PjBL) model with experimental activities. The activities were conducted in three sessions in Grade IV of SD Inpres 2 Nambaru. The method used was classroom action research, which included project planning, experimental implementation, poster production, and group presentations. The results showed that PjBL improved students’ active participation, curiosity, and conceptual understanding of energy. The learning was enriched with local materials such as charcoal and bamboo to explain alternative energy. Challenges such as limited tools and task division were resolved through tool modification and teacher support. In conclusion, the model is effective for primary IPAS learning and worth further development for other contextual themes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap konsep energi dalam mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis kegiatan eksperimen. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan di kelas IV SD Inpres 2 Nambaru. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang mencakup tahapan perencanaan proyek, pelaksanaan eksperimen, pembuatan produk berupa poster, dan presentasi hasil oleh kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif, rasa ingin tahu, dan pemahaman siswa terhadap materi energi. Pembelajaran diperkaya dengan pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti arang dan bambu sebagai media untuk mengenalkan energi alternatif. Beberapa hambatan seperti keterbatasan alat eksperimen dan pembagian peran dalam kelompok diatasi melalui modifikasi alat dan pendampingan intensif dari guru. Berdasarkan hasil tersebut, model ini terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk tema kontekstual lainnya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Halik, Sintiya; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5450

Abstract

The objective of this study is to enhance the reading comprehension ability of fourth-grade students at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. The techniques used for data collection include observation, tests, and documentation. This study is a Classroom Action Research (CAR) with the research subjects consisting of 20 fourth-grade students from SDN 5 Bulango Selatan. The results of the study show that during the initial observation, only 5 out of 20 students (25%) demonstrated adequate reading comprehension skills. In Cycle I, Meeting 1, this number increased to 8 students (40%), while 12 students (60%) were still unable to comprehend reading materials. In Cycle I, Meeting 2, 11 students (55%) showed improvement in reading comprehension, whereas 9 students (45%) still experienced difficulties. A significant improvement was observed in Cycle II, where 17 students (85%) were able to comprehend texts, and only 3 students (15%) had not yet reached the expected level. Based on these results, it can be concluded that the use of interactive video media can significantly enhance the reading comprehension skills of fourth-grade students at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IV SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Observasi, Tes, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 5 Bulango Selatan Sebanyak 20 siswa.Hasil penelitian menunjukan pada observasi awal bahwa dari 20 siswa yang mampu dalam membaca pemahaman hanya 5 siswa atau 25% pada siklus 1 Pertemuan 1 Berjumlah 8 Orang atau dengan presentase 40% siswa yang mampu membaca pemahaman dan terdapat 12 siswa yang belum mampu membaca pemahaman dengan persentase 60%. Pada siklus 1 pertemuan 2 siswa yang mampu membaca pemahaman berjumlah 11 siswa dengan presentase 55%. Dan terdapat 9 siswa yang belum mampu membaca pemahaman dengan presentase 45%. Pada siklus II pertemuan mengalami Peningkatan yang signifikan yaitu siswa yang mampu dalam membaca pemahaman berjumlah 17 siswa dengan presentase 85% dan terdapat 3 siswa dengan presentase 15% yang belum mampu membaca pemahaman. Berdasarkan Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media video dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman di kelas IV SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MODEL ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III SD NEGERI Poha, Cici Andri Yani; Pulukadang, Wiwy Triyanti; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5451

Abstract

The objective of this research is to enhance students' speaking abilities using the role-playing learning model in the third grade at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango District. The techniques used for data collection include observation, documentation, and student ability tests. This research is classified as Classroom Action Research (CAR). The subjects of the study are 19 third-grade students at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango District. The results of the research indicate that in the initial observation, out of 19 students, only 2 students (10%) were capable of speaking. In Cycle I, Meeting 1, the number of students able to speak increased to 3, representing 16%, while 16 students (84%) were still unable to speak. In Cycle I, Meeting 2, the number of students who could speak rose to 10, or 53%, with 9 students (47%) still unable to do so. In Cycle II, there was a significant improvement, with 16 students (84%) able to speak and 3 students (16%) still unable to do so. Based on the results of this research, it can be concluded that using the role-playing model can enhance students' speaking abilities in third grade at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango District.  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa menggunakan model pembelajaran role playing dikelas III SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan teknik observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitiam tindakan kelas (PTK). Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango sebanyak 19 siswa.Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 19 siswa yang mampu dalam berbicara hanya 2 siswa atau 10%. Pada siklus I pertemuan I berjumlah 3 siswa atau dengan presentase 16% siswa yang mampu berbicara dan terdapat 16 siswa yang belum mampu berbicara dengan presentase 84%. Pada siklus I pertemuan II siswa yang mampu berbicara berjumlah 10 siswa dengan presentase 53% dan terdapat 9 siswa yang belum mampu berbicara dengan presentase 47%. Pada siklus II mengalami peningkatakan yang signifikan yaitu siswa yang mampu berbicara berjumlah 16 siswa dengan presentase 84% dan terdapat 3 siswa dengan presentase 16% yang belum mampu berbicara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model role playing dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara di kelas III SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI LAGU DAERAH GORONTALO MENGGUNAKAN VIDEO YOUTUBE DI KELAS V SD NEGERI Suratinoyo, Sri Ningsih; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5452

Abstract

This study aims to improve the ability to sing Gorontalo regional songs in grade V students of SDN 7 Telaga Jaya through the use of YouTube video media. This study is a Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles, each consisting of two meetings. The subjects of the study were 14 students, and singing ability was measured based on four vocal aspects, namely intonation, articulation, tempo, and expression. The results of the study showed an increase in singing ability at each stage. At the pre-action stage, the average student ability only reached 54.46%. After being given action, the ability increased to 60.71% in cycle I meeting I, 67.41% in cycle I meeting II, 75.45% in cycle II meeting I, and reached 90.18% in cycle II meeting II. This increase proves that YouTube video media is effective in helping students understand and master singing techniques better, especially in the context of regional songs. Thus, this media can be an interesting and meaningful learning alternative in improving students' vocal skills in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi lagu daerah Gorontalo pada siswa kelas V SDN 7 Telaga Jaya melalui penggunaan media video YouTube. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 14 siswa, dan kemampuan bernyanyi diukur berdasarkan empat aspek vokal, yaitu intonasi, artikulasi, tempo, dan ekspresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bernyanyi pada setiap tahap. Pada tahap pratindakan, rata-rata kemampuan siswa hanya mencapai 54,46%. Setelah diberi tindakan, kemampuan meningkat menjadi 60,71% pada siklus I pertemuan I, 67,41% pada siklus I pertemuan II, 75,45% pada siklus II pertemuan I, dan mencapai 90,18% pada siklus II pertemuan II. Peningkatan ini membuktikan bahwa media video YouTube efektif dalam membantu siswa memahami dan menguasai teknik bernyanyi secara lebih baik, khususnya dalam konteks lagu daerah. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan bermakna dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL STEAM BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MUATAN IPA PADA SISWA Solikhah, Makhfudhotus; Mumtaz Tsabitah, Yasmin; Rosichah Rahmadani, Arifatin; Adinanda Siswoyo, Andika
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5478

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of fourth grade students of SDN Kamal 1 on the Greenhouse Effect material through the application of the STEAM learning model assisted by learning videos. The problem faced is the low creativity of teachers in science learning so that students in the class are classified as less active and their learning outcomes have not reached an optimal level. This is indicated by the fact that only 25 percent of students managed to achieve learning completeness in the initial exam. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, which is based on the Kemmis & McTaggart model, and is carried out in two cycles. 26 students were used as subjects. Data were collected through interviews, observations, and learning outcome tests. Then, quantitative and qualitative descriptive methods were used to analyze it. The results showed that the model can be used STEAM learning supported by audiovisual media is effective in increasing students' activeness, creativity, and understanding of science concepts, especially the Greenhouse Effect material. In cycle I, students' classical completeness was still low, but there was a significant increase in cycle II after learning was carried out more variedly with video integration and simple experiments. Thus, the STEAM model of using learning videos has proven to be effective in improving science learning achievement, and can be an innovative solution to overcome low motivation and understanding of science concepts in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kamal 1 pada materi Efek Rumah Kaca melalui penerapan model pembelajaran STEAM berbantuan video pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kreativitas guru dalam pembelajaran IPA sehingga Siswa di kelas tergolong kurang aktif dan hasil belajar mereka belum mencapai tingkat yang optimal, Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa hanya 25 persen siswa yang berhasil mencapai ketuntasan belajar pada ujian awal. Studi ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang didasarkan pada model Kemmis & McTaggart, dan dilakukan dalam dua siklus. 26 siswa digunakan sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tes hasil belajar. Kemudian, metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dapat digunakan Pembelajaran STEAM yang didukung oleh media audiovisual efektif dalam meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap konsep IPA, khususnya materi Efek Rumah Kaca. Pada siklus I, ketuntasan klasikal siswa masih rendah, namun terjadi peningkatan signifikan pada siklus II setelah pembelajaran dilakukan secara lebih variatif dengan integrasi video dan eksperimen sederhana. Dengan demikian, model STEAM Penggunaan video pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPA, serta dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi rendahnya motivasi dan pemahaman konsep sains di sekolah dasar

Page 1 of 3 | Total Record : 25