cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022): November" : 12 Documents clear
PELATIHAN MANAJEMEN PERALATAN DAN ASISTENSI TINDAKAN BEDAH OBSTETRI GINELOKOGI DI LABORATORIUM UNIVERSITAS KARYA HUSADA SEMARANG Tri Ismu Pujiyanto; Durrotun Munafiah; M. Jamaluddin; Rizqitha Rizqitha; Sa’adah Mujahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.1055

Abstract

Manajemen yang kompeten sangat penting untuk memberikan kualitas layanan laboratorium namun, hanya sedikit manajer laboratorium yang menerima pelatihan khusus pekerjaan di manajemen organisasi dan kepemimpinan. Laboratorium memerlukan pengelolaan yang terstandarisasi baik dalam hal pengelola maupun ketersediaan peralatan. Kegiatan ini untuk memberi pembekalan dan pemahaman tentang tata pengelolaan peralatan di laboratorium dan sistem pemantauan kinerja alat ukurnya, guna mendukung implementasi sistem mutunya. Pelatihan ini menggunakan pembelajaran campuran yaitu penyampaian materi secara daring dan ketrampilan simulasi secara luring. Dampak program dievaluasi melalui serangkaian penilaian sebelum dan sesudah laboratorium menggunakan ceklis proses perbaikan laboratorium bertahap menuju akreditasi, serta asesmen kompetensi peserta didik dengan kuis dan diskusi. Umpan balik dari peserta menunjukkan baik secara luring maupun daring, menunjukkan respon positif peserta terhadap kualitas kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan manfaat bagi peserta, khususnya dalam bidang pengelolaan laboratorium. Peserta sangat setuju bahwa pembelajaran ini mampu meningkatkan operasi laboratorium yang nantinya dapat berkontribusi pada sistem manajemen laboratorium. Program ini mengajarkan teori kepemimpinan kepada pengelola laboratorium dan dosen Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Karya Husada Semarang, diperbolehkan mereka untuk menerapkan praktik manajemen di lingkungan laboratorium. Program seperti ini melengkapi program pelatihan manajemen mutu laboratorium yang sudah ada tersebut sebagai penguatan manajemen laboratorium menuju akreditasi.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI CAPAIAN VAKSINASI COVID-19 Refiza Ananda; Siti Ahdina Putri; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.917

Abstract

Pandemi Covid-19 telah dideklarasikan oleh WHO (World Health Organization) sejak 9 Maret 2020. Penyakit ini telah menelan banyak korban jiwa, terutama orang dnegan penyakit bawaan. Penyebaran Covid-19 sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Program vaksinasi merupakan bentuk penanggulangan Covid-19 yang telah diinstruksikan oleh Pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi risiko paparan dan membentuk kekebalan tubuh. Namun program ini masih cukup sulit diterapkan kepada masyarakat khususnya masyarakat dikarenakan berbagai faktor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui vaksinasi Covid-19 di Desa Harimau Tandang melalui kesempatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) oleh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Metode pelaksanaan kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19 yaitu dengan mengadakan penyuluhan serta pembagian masker dan sabun cuci tangan. Capaian Vaksinasi di Desa Harimau Tandang masih kurang dikarenakan pelaksanaan vaksinasi hanya dilakukan setiap bulan di tanggal 14 serta jarak tempuh yang jauh menuju Puskesmas. Selain itu, pendidikan yang rendah serta banyaknya berita hoax menyebabkan masyarakat menolak untuk dilakukan vaksinasi. Kegiatan pengabdian dimulai dengan melakukan observasi secara langsung mengenai vaksinasi. Wawancara dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya kepada masyarakat sekitar yang kemudian hasil dari wawancara tersebut akan dilakukan sinkronisasi dengan data yang tersedia di Puskesmas. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan informasi mengenai dampak dari vaksinasi Covid-19 serta memberantas berita hoax yang tersebar di masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan pembagian masker serta sabun cuci tangan telah menghasilkan dampak yang positif bagi masyarakat. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melanjutkan kegiatan ini agar capaian vaksinasi Covid-19 di Desa Harimau Tandang mencapai target yang diinginkan.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI PENCEGAHAN STUNTING Intan Gumilang Pratiwi; Yuli Laraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.992

Abstract

Secara nasional rata-rata sebesar 30,8%, di NTB sebesar 33,49%. Tingginya angka kejadian stunting dan gizi buruk tersebut menunjukkan bahwa kondisi kesehatan balita di NTB sangat memprihatinkan dan diperlukan perhatian yang serius karena akan berimbas pada kualitas generasi penerus dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa 1 (satu) dari 3 (tiga) anak di NTB rentan mengalami stunting dan gizi buruk. Berdasarkan data status gizi pekan penimbangan bulan Februari 2022 menunjukan bahwa presentase balita stunting yang paling tinggi yaitu di Kelurahan Sayang-Sayang yaitu sebanyak 27,51 %, Kelurahan Kr. Baru 15,84% dan Kelurahan Rembiga sebanyak 14,36%Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan deteksi dini pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Sayang-sayang di Wilayah kerja Puskesmas Selaparang Tahun 2022. Kegiatan berlangsung lancer melibatkan stake holder serta peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan. 
PEMBERDAYAAN KLUB PERSATUAN DIABETES INDONESIA (PERSADIA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI KARDIOVASKULER PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Setyo Sri Rahardjo; Sinu Andhi Jusup; Dono Indarto; Sri Wulandari; Niniek Purwaningtyas; Tri Nugraha Susilawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.931

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi yang cukup tinggi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pengendalian gula darah merupakan faktor utama untuk mencegah berbagai komplikasi penyakit DM. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengaktifkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dalam upaya pencegahan komplikasi kardiovaskuler pada penderita DM. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang tergabung dalam klub Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Perumnas Palur, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dimana kegiatan senam diabetes yang rutin diselenggarakan oleh klub tersebut sempat vakum dikarenakan pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung pada tanggal 7 Juni 2022 dan diikuti oleh 32 anggota klub. Metode pengabdian adalah edukasi, pelatihan, serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu (GDS). Hasil dari kegiatan tersebut adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai penyakit DM dan keterampilan dalam memantau kesehatan melalui penggunaan tensimeter digital dan alat pengukur gula darah. Dari hasil pencatatan tekanan darah dan GDS didapatkan 1 kasus komorbid DM dan hipertensi, 14 kasus hipertensi, dan 2 kasus DM. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi klub Persadia dan masyarakat di sekitarnya dalam upaya pencegahan dan deteksi penyakit hipertensi dan DM.
PELAKSANAAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA MASYARAKAT Aan Dwi Sentana; Zulkifli Zulkifli; Ely Mawaddah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.997

Abstract

Kondisi  yang  mengancam nyawa seseorang sering terjadi dirumah (OHCA), atau diluar rumah sakit yaitu terjadinya henti jantung, yang mana kondisi ini membutuhkan kemampuan dari  orang disekitar korban.orang  dalam meningkatkan keberlangsungan hidup pasien henti jantung.  Kejadian henti jantung di lokasi pengabdian masyarakat yaitu di didesa Karang Bayan  tidak terdokumentasi, berdasarakan  hasil studi pendahuluan  kepada sepuluh  masyarakat yang berada diwilayah tersebut ditanyakan mengenai apa yang harus dilakukan ketika menemui pasien dengan kondisi henti jantung,  semua menjawab (100%) tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat  mampu melakukan pertolongan pertolongan bantuan hidup dasar (RJP) pada masyarakat dengan benar melalui penyuluhan, latihan keterampilan dan pendampingan menggunakan media booklet, video, alat peraga  dan instrument penilaian. Hasil kegiatan    pengetahuan dan keterampilan mengalami peningkatan dalam mempraktekkan cara melalukan bantuan hidup dasar. Kesimpulan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terjadi peningkatan setelah diberikan pembinaan dengan media booklet dan video.
PEMERIKSAAN DISABILITAS, SOSIALISASI POSTUR KERJA, PELATIHAN PEREGANGAN AKTIF, SERTA PELAYANAN KESEHATAN FISIOTERAPI DALAM MENANGANI NYERI PUNGGUNG BAWAH Made Hendra Satria Nugraha; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; I Made Niko Winaya; I Putu Gde Surya Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.935

Abstract

Nyeri punggung bawah non-spesifik atau nonradikal merupakan tipe nyeri punggung bawah yang tidak termasuk dalam patologi spesifik yang dikenal dan diketahui. Nyeri punggung bawah non-spesifik membatasi aktivitas sehari-hari dan menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan pekerjaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hilirisasi hasil penelitian sebelumnya yaitu mengenai pemberian modalitas ultrasound therapy, pemasangan kinesio tape, pelatihan peregangan aktif, serta pelayanan kesehatan fisioterapi berupa terapi latihan dalam mengatasi nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 51 peserta. Pada 51 responden terdiri atas 13 responden berjenis kelamin laki – laki dan 38 responden berjenis kelamin perempuan. Tekanan darah rata-rata sistolik/diastolik (125/80 mmHg). Dari 51 responden, sebanyak 12 responden mengeluhkan disabilitas punggung bawah dengan rerata 7,92 (15,84%) atau tergolong ke dalam kategori disabilitas minimal. Acara diakhiri dengan penyerahan matras yang dapat digunakan oleh peserta sebagai sarana dalam melakukan pelatihan peregangan dan stabilitas serta sensory motor training.
ASUPAN BUAH DAN SAYUR PADA ANAK SEKOLAH MELALUI PENDAMPINGAN GIZI SEIMBANG PADA IBU RUMAH TANGGA AASP Chandradewi; I Nyoman Adiyasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.1057

Abstract

Rata-rata nasional perilaku kurang konsumsi buah dan sayur menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2017) mencapai 93.5%, sedangkan anjuran yang harus dikonsumsi minimal 350-400 g per hari. Rendahnya asupan buah dan sayur memicu perkembangan obesitas(Baker, 2018). Kenaikan prevalensi obesitasdi Indonesia (21.8%),  disebabkan karena aktifitas fisik yang kurang, mengkonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah seratdan kebiaasaan minum minuman ringan yang banyak mengandung gula. Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan asupan buah dan sayur pada anak sekolah melalui pendampingan pada ibu rumah tangga sebagai penyedia buah dan sayur di rumah. Tempat pelaksanaan kegiatan.pengabdian Masyarakat di Desa Karang Bayan melibatkan ibu rumah tangga sebanyak 20 orang dan anak sekolah 20 orang. Metode yang diterapkan dalam pendampingan adalah dengan melakukan praktek pengolahan sayur dan buah selama 3 kali dalam seminggu, hasil praktek diberikan pada anak untuk melihat daya terima. Setelah pendampingan ibu mempraktekkan pengolahan sayur dan buah untuk diterapkan dirumahnya selama 3 bulan. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi untuk melihat dampak pendampingan terhadap ketrampilan ibu dalam memilih jenis dan mengolah sayur dan buah melalui lomba serta asupan pada anak dan dianalisis secara statistic menggunakan uji Wilcoxon. Melalui kegiatan yang dilakukan dapat meningkatan pemilihan jenis sayuran, jumlah yang di konsumsi dan cara pengolahan yang lebih bervariasi.dan secara signifikan bermakna (p=0.001). Asupan buah dan sayurpada anak sekolah, dapat ditingkatkan melalui pendampingan gizi seimbang pada ibu rumah tangga.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI KELAS REMAJA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN GENERASI BERENCANA Istiana Asrari Bansu; Sahnawi Marsaoly
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.844

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan remaja melalui Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja yang dilaksanakan petugas Puskesmas dengan memberikan pelayanan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif  dan rehabilitatif di Puskesmas, sedangkan program di sekolah dengan membentuk konselor sebaya dan pusat informasi konseling remaja. Pembentukan konselor sebaya dan pusat informasi konseling remaja di sekolah  berperan sebagai agen pengubah sebayanya untuk berperilaku sehat dan dapat menjadi sumber informasi dan tempat curhat yang ramah remaja khususnya siswa sekolah. Keberhasilan program tersebut perlu tetap dipertahankan pada masa adaptasi pandemi covid-19 ini. Sejak tahun 2020 masalah ini tidak hanya memiliki pengaruh terhadap kesehatan fisik masyarakat saja namun juga psikis, ekonomi, dan sosial. Kegiatan sekolah yang dilakukan secara daring kini berubah menjadi virtual atau luring, sehingga remaja yang terkena dampak perubahan tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dirumah atau disekitar lingkungannya saja. Berdasarkan hal tersebut pelaksana pengabdian masyarakat melakukan pemberdayaan remaja yang ada di Kelurahan Bastiong Karance melalui kelas remaja. Metode yang digunakan adalah FGD dan Penyuluhan. Sasarannya adalah remaja berusia 14-18 tahun yang belum menikah. Adapun hasil yang didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahun berdasarkan hasil pre dan post test sebesar 48.4%, sikap dan minat berdasarkan hasil pre dan post test sebesar 40% pada remaja setelah proses penyuluhan. Kesimpulannya kelas remaja di Kelurahan Bastiong Karance telah terbentuk dengan program kegiatan rutin mingguan serta kegiatan rutin bulanan.
PENDIDIKAN KESEHATAN SENAM HIPERTENSI UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI Siti Robeatul Adawiyah; Nabila Aisyah Safira; Wanda Julia Pangestuti; Satrio Nur Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.961

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan berubahnya tekanan darah menjadi meningkat, dikarnakan oleh jantung lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen didalam tubuh, sehingga tekanan darah akan meningkat. Penyakit ini sangat berisiko jika tidak diatasi dengan tepat, beberapa dampak yang akan terjadi mengalami kerusakan fungsi organ, seperti jantung, syaraf dan ginjal. Dimana penyakit hipertensi ini tidak pernah mengenal usia, penyakit ini akan menyerang semua usia baik lansia maupun usia dewasa namun banyak kejadian peningkatan tekanan darah ini biasanya meningkat pada usia diatas 40 tahun. Berubahnya tekanan darah menjadi meningkat, dikarnakan  jantung lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen, sehingga tekanan darah akan meningkat. penyakit ini akan menyerang semua usia baik lansia maupun usia dewasa namun banyak kejadian peningkatan tekanan darah ini biasanya meningkat pada usia diatas 40 Tahun. Berdasarkan (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%.. Penyakit hipertensi ini diperkirakan hanya 1/3 kasus di Indonesia yang terdiagnosis, namun sisanya tidak terdiagnosis. Ada beberapa cara dalam menurunkan tekanan darah tinggi yaitu dengan cara farmakologi maupun non farmakologi, salah satu dari cara non farmakologi ada dengan melakukan senam hipertensi, dimana salah satu manfaat dari senam adalah dapat merangsang kerja jantung dan dapat diperoleh keuntungan bagi masyarakat yang menderita hipertensi, senam ini untuk menurunkan tekanan darah tinggi. yang digunakan adalah bina suasana, adapun kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah tinggi, melakukan focus group discussion (FGD) dengan pembahasan tentang masalah yang kesehatan sistem karidovaskuler khususnya penyakit hipertensi, mendemonstrasikan senam hipertensi kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh adalah semakin meningkatnya pengetahuan peserta, peserta dapat memahami tentang hipertensi dan dapat memperaktikan senam hipertensi sebagai upaya penurunan tekanan darah tinggi. Kesimpulan pendidikan kesehatan terkait senam hipertensi efektif dilihat adanya perubahan pengetahuan tentang manfaat senam hipertensi sebelum dan sesudah pendidikan.  
PEMBERDAYAAN AKTIVITAS RELAWAN NON MEDIS DESA KARANG BAYAN MELALUI EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL PEKARANGAN SEBAGAI HANDSANITIZER NANO LIQUID SOAP UNTUK PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 Yunan Jiwintarum; Rusmini Rusmini; Zainal Fikri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.1065

Abstract

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (disingkat dengan PPKM) adalah kebijakan Pemerintah Indonesia sejak awal tahun 2021 untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Desa Karang bayan. Permasalahan yang terdapat di  Desa Karang Bayan antara lain masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 (Penyebab, penularan, pencegahan, pengendalian), PHBS dan pengembangan tanaman obat keluarga (Toga) pada lahan pekarangan yang dapat digunakan untuk pembuatan Hand Sanitizer desinfektan alami secara mandiri  serta belum optimalnya partisipasi kelompok masyarakat relawan non medis Karang taruna, ibu – ibu PKK dan Kader dalam pencegahan Covid-19.  Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah di Desa karang Bayan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan tentang Covid-19 (Penyebab, penularan, pencegahan, pengendalian), PHBS dan pengembangan tanaman obat keluarga (Toga) pada lahan pekarangan yang dapat digunakan untuk pembuatan Hand Sanitizer Nano Liquid Soap desinfektan alami secara mandiri untuk pencegahan Penularan Covid 19. Metode yang digunakan dalam penerapan solusi pemasalahan dengan penyuluhan dan pendampingan terhadap kelompok masyarakat relawan non medis Karang taruna, ibu – ibu PKK dan Kader dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) berbasis kearifan lokal sebagai bahan untuk pembuatan Hand Sanitizer Nano Liquid Soap. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan dan partisipasi masyarakat dalam Covid-19 (Penyebab, penularan, pencegahan, pengendalian), PHBS dan pengembangan tanaman obat keluarga (Toga) pada lahan pekarangan yang dapat digunakan untuk pembuatan Hand Sanitizer Nano Liquid Soap desinfektan alami secara mandiri. Kesimpulan Desa Karang Bayan menjadi Desa peduli dan siaga Covid-19 dengan menggerakkan kelompok masyarakat relawan non medis menjadi role model  terkait pembuatan Hand Sanitizer Nano Liquid Soap desinfektan alami secara mandiri untuk pencegahan Penularan Covid masa pandemi dan PPKM. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12