cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
EDUKASI CARA MEMBACA LABEL INFORMASI NILAI GIZI YANG BAIK PADA WANITA USIA SUBUR Ghafira, Irna; Sufyan, Dian Luthfiana; Yuningsih, Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1093

Abstract

Wanita usia subur (WUS) merupakan kategori wanita yang  memiliki rentang usia 15 – 49 tahun. Pada usia tersebut, wanita rentan terhadap penyakit reproduksi seperti PCOS, kanker serviks, dan permasalahan gizi seperti obesitas. Prevalensi angka obesitas pada wanita usia subur memiliki prevalensi yang tinggi dengan total 26,4% di Kota Depok. Dengan itu, diperlukan kegiatan berupa pemberian edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup yang baik seperti bijak dalam memilih asupan makanan agar tidak mengalami kelebihan asupan energi. Kegiatan pemberian edukasi dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan yang dihadiri oleh 30 WUS di daerah Pengasinan, Sawangan, Depok. Edukasi dilakukan dengan media leaflet, poster, dan produk camilan kemasan. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan rerata skor pre test dan post test, masing-masing 8.03 + 1.52 SD dan 9.67 + 0.54 SD. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan rerata skor evaluasi pengetahuan tersebut p<0.05 pada pengetahuan mengenai pengetahuan obesitas dan tata cara membaca label informasi nilai gizi  sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi. Pengetahuan terkait label informasi nilai gizi diharapkan dapat menginisiasi perubahan perilaku kepada konsumsi pangan yang lebih sehat.
EDUKASI PENCEGAHAN SINDROM METABOLIK PADA WANITA DEWASA DI PEDESAAN Fikri, Al Mukhlas; Elvandari, Milliyantri; Kurniasari, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1094

Abstract

Sindrom metabolik merupakan salah satu tantangan serius dalam kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sindrom metabolik pada wanita dewasa pedesaan melalui edukasi. Metode kegiatan pengabdian berupa edukasi berbasis ceramah kepada 22 wanita dewasa yang tinggal di pedesaan Karawang sebagai sasaran kegiatan. Kegiatan pengabdian ini juga berupa pengukuran indeks massa tubuh dan lingkar perut untuk menilai status gizi sasaran. Edukasi yang diberikan berkaitan dengan faktor risiko, kriteria, dan upaya pencegahan sindrom metabolik. Perubahan pengetahuan sasaran dinilai dengan pre-post test. Uji Wilcoxon digunakan untuk melihat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar sasaran memiliki status gizi obesitas (59,1%), dan obesitas sentral (72,6%). Kategori pengetahuan terkait sindrom metabolik sasaran hanya pada tingkat rendah dan sedang, baik sebelum maupun setelah edukasi. Sebanyak 4.5% sasaran mengalami peningkatan tingkat pengetahuan menjadi kategori sedang, namun secara statistik tidak signifikan (p > 0,05).
DESIMINASI INOVASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS MORALITAS MAJA LABO DAHU Hendari, Rini; D.Ahmad, Dahlan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1107

Abstract

Desiminasi pendidikan kesehatan, merupakan salah satu inovasi dalam mengedukasi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian Rini Hendari et al tahun 2021, bahwa  salah satu faktor yang menentukan perilaku seksual remaja adalah komunikasi yang terjalin antara orang tua dan remaja.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengimplementasikan hasil penelitian, kepada masyarakat, khususnya orang tua dan kader dengan memberikan berbagai teknik diseminasi inovasi pendidikan kesehatan reproduksi remaja berbasi moralitas Maja Labo Dahu, sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat, khususnya kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan  dan ketrampilannya dalam mencegah penyimpangan kasus kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan berupa  pelatihan pada kelompok kader dan orang tua menggunakan media modul dan lembar balik, baik yang sudah jadi (Produk Kemenkes), maupun dari tim pengabdi. Peserta pelatihan berjumlah 35 orang  terdiri dari 25 orang kader dan 10 orang tua yang masih mempunyai anak remaja. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  tentang kesehatan reproduksi remaja berbasis moralitas Maja Labo Dahu pada kader dan orang tua di Kelurahan Kolo. The dissemination of health education, is one of the innovations in educating the public. Based on the results of Rini Hendari et all research in 2021, that one of the factors that determines adolescent sexual behavior is the communication that exists between parents and adolescents. The purpose of this community service activity is to implement research results, to the community, especially parents and cadres by providing various dissemination techniques for adolescent reproductive health education innovations based on the morality of Maja Labo Dahu, had teenagers. Training activities are carried out in 3 stages, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. The conclusion is that there is an increase in knowledge and skills about adolescent reproductive health based on Maja Labo Dahu morality for cadres and parents in Kolo Village. 
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERAWAT KELUARGA MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN CAREGIVER PASIEN STROKE DI RUMAH Andrianur, Frana; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1113

Abstract

Pasien pasca stroke mengalami kelemahan anggota gerak, baik itu anggota gerak atas, bawah atau  bahkan seluruh tubuh yang berefek menjadi ketergantungan pemenuhan Activities of Daily Living (ADL) bagi keluarga atau care giver yang merawat. Perawatan pasien stroke yang lama dan kurang siapnya keluarga ataupun care giver dapat menimbulkan stress, ketegangan, dan beban tersendiri.  Informal care giver menyampaikan bahwa kurang siapnya memberikan perawatan kepada pasien karena pengetahuan dan skill yang dimiliki masih kurang. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawatan, pencapaian kemampuan koping adaptif serta status kesehatan care giver dalam pemenuhan ADL klien stroke di rumah. Tempat dilaksanakannya PKM ini di PKM Bengkuring Samarinda Kalimantan Timur dengan jumlah 20 care giver. Media yang dipakai dalam PKM ini meliputi Modul ADL, Slide power point, tensi meter dan pengukur berat badan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian ADL Klien stroke, perilaku koping dengan mnajemen stroke. Hasil sebelumnya didapatkan nilai rerata 78 menjadi nilai rerata 88,5 pada keluarga sebagai caregiver dalam pemenuhan ADL pasien stroke dirumah. Pendampingan keluarga sebagai caregiver membantu pemenuhan ADL serta meningkatkan koping dengan tindakan manajemen stres serta pemantauan kesehatan diperlukan saat merawat pasien stroke di rumah
KELEPE (KELOR LELE TEMPE) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN UNTUK UPAYA PENCEGAHAN STUNTING ANAK BALITA Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Ruslan Ningrat, Jaya Pandu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1120

Abstract

Angka kejadian stunting saat ini menjadi perhatian besar di Indonesia. Upaya saat ini yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi mengenai makanan berprotein tinggi. Edukasi yang diberikan bertujuan agar ibu balita dapat berperan menyediakan menu sehat berprotein tinggi sehingga bisa mencegah angka terjadinya Stunting. Edukasi pada ibu balita dapat diberikan melalui penyuluhan gizi. Penyuluhan bisa diberikan kepada kader Posyandu dan Ibu Balita guna meningkatkan pengetahuan sehingga akan berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari dalam pencegahan masalah stunting pada Balita. Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kader dan ibu balita dalam pembuatan makanan tinggi protein berbasis pangan lokal (daun kelor, ikan lele, dan tempe/produk nugget kelepe) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan antropometri (pengukuran ukuran dimensi tubuh, baik berupa berat badan, tinggi badan,panjang badan, LILA), demonstrasi pembuatan produk Kelepe (Kelor, Ikan Lele dan tempe), pengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan baik kepada sasaran kader maupun ibu-ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pengetahuan kader dan ibu balita mengalami peningkatan. Proses pelatihan antropometri dan demonstrasi pembuatan produk selingan berbasis Kelepe pada kader dan ibu balita berlangsung baik serta mereka mengapresiasi dengan berpartisipasi aktif. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat yakni kader dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik setelah mendapatkan penyuluhan tentang stunting dan kelepe sebagai makanan tinggi protein untuk upaya pencegahan stunting. 
PENDIDIKAN TENTANG LIFESTYLE SELAMA MASA KEHAMILAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA IBU HAMIL Ariyani, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1150

Abstract

Lifestyle selama kehamilan adalah pola perilaku yang berhubungan dengan tanggung jawab ibu dan keluarga tentang kesehatan, pola nutrisi selama kehamilan, olahraga / aktivitas fisik, hubungan interpersonal, manajemen stress dan masalah spiritual. Lifestyle selama kehamilan adalah salah satu determinan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan bayi. Pendidikan antenatal selama kehamilan adalah salah satu upaya untuk memperbaiki lifestyle ibu hamil. Permasalahan pendidikan antenatal perlu diatasi dengan metode atau pendekatan yang lebih efektif. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0 yang dapat digunakan oleh ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan antenatal menggunakan aplikasi. Dalam proses pengabdian, difasilitasi oleh lima orang bidan yang bertugas memberikan pelayanan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil tentang lifestyle setelah diberikan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0. Aplikasi bisa diakses dengan menggunakan komputer meja, tablet atau telepon genggam. Ibu hamil  bisa mengakses informasi kesehatan,  berinteraksi dengan petugas kesehatan, teman secara bebas. Ibu hamil bisa berinteraksi setiap saat dengan petugas, suami  atau dengan ibu hamil lainnya,  tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Ketersediaan aplikasi ini  dapat mengurangi masalah waktu, jarak, dan ketersediaan informasi terkini, dan ini mengatasi kekurangan pembiayaan, akses yang buruk terhadap informasi, dan sumber daya manusia yang terbatas. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi bisa digunakan sebagai tambahan layanan pendidikan antenatal. Mengingat layanan pendidikan antenatal tidak bisa dilaksanakan secara efektif. Oleh karenanya ketersediaan informasi dan form diskusi secara online akan menjadi tambahan alternatif sumber informasi bagi ibu hamil. Classes for pregnant women in Gianyar Regency are not carried out consistently, and most pregnant women cannot attend antenatal education because they are busy. Antenatal education problems need to be addressed with more effective methods or approaches. Application-based antenatal education is a form of revolution that can be used by pregnant women. The aim of community service is to increase pregnant women's knowledge about liftstyle during pregnancy. The method used in this community service activity is to provide antenatal education using an application. The service process was facilitated by five midwives who were tasked with providing application-based antenatal education services, involving 30 pregnant women. The trial results showed that there was a significant increase in pregnant women's knowledge about lifestyle after being given application-based antenatal education. There is a significant difference (p=0.000) in the average lifestyle value of pregnant women before and after being given antenatal education. there was an increase in the average mother's knowledge about maternal and child health with an average pretest score (82) and posttest score (94.33) p = 0.000. This community service is effective in increasing people's knowledge about lifestyle. Midwives at community service locations use this application as an alternative to antenatal education services. This service can make it easier for pregnant women to access maternal and child health information
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENENTUAN POLA MAKAN SEHAT TINGGI ANTIOKSIDAN PADA KADER HIV/AIDS Winarni, Sri; Martiningsih, Wiwin; Fitriah, Arsinah Habibah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1200

Abstract

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sedangkan AIDS merupakan kondisi HIV tahap akhir. Sampai saat ini, obat dan metode penanganan HIV belum dapat ditemukan. Peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan khususnya pola makan sehat tinggi antioksidan untuk mencegah infeksi lebih lanjut dan memperpanjang usia penderita melalui kader HIV/AIDS. Kader merupakan sukarelawan yang memperjuangkan kesehatan dan memfasilitasi kebutuhan penderita selama di komunitas. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui pendidikan dan pelatihan penentuan pola makan sehat tinggi antioksidan. Khalayak sasaran : kader HIV/AIDS yang belum pernah memperoleh edukasi pola makan sehat dan pelatihan penentuan bahan makanan tinggi antioksidan serta bersedia melaksanakan program kerja setelah diberikan diklat di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Metode pelaksanaan : edukasi tentang pola makan sehat dan pelatihan penentuan bahan makanan tinggi antioksidan guna meningkatkan daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS serta dilakukan pendampingan dalam melaksanakan pola hidup sehat dan penentuan pola makan sehat tinggi antioksidan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pola makan sehat tinggi antioksidan sebelum dan sesudah pendidikan dan pelatihan melalui pre-test dan post-test. Kader HIV/AIDS menjadi tahu dan mengerti pola makan sehat dan tinggi antioksidan bagi penderita HIV/AIDS untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit komplikasi.
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA MELALUI METODE “BESTIE” Gustirini, Ria; Susanti, Lilis; Valencia, Frenalia Valeri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1217

Abstract

Remaja adalah masa peralihan sebelum menjadi dewasa. Remaja mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang cepat baik secara intelektual, psikologis, sosial, serta pematangan organ seksual. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, haus akan petualangan dan tantangan, serta cenderung mengambil risiko tanpa pertimbangan matang. Remaja cenderung merasa malu untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang organ reproduksinya . Oleh karena itu, orang tua dan guru khawatir bahwa pengetahuan tentang perkembangan alat reproduksi dan fungsinya justru mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah. Keadaan lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk pendidikan kesehatan reproduksi juga memberikan pengaruh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja di SMA Muhammadiyah 3 Kota Palembang dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dan masalah-masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja serta pencegahannya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode metode “bestie” best sex education, informative and educative. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada remaja setelah dilakukan edukasi berdasarkan hasil pre dan post test yaitu rerata peningkatan sebesar 30 poin (p<0,05). Diharapkan metode “bestie” (Best Sex Education, Informative and Educative) dapat membantu remaja dalam mendapatkan informasi dengan cara yang lebih asik dan menarik tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dari permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja
UPAYA PENINGKATAN ASUPAN GIZI SEIMBANG DALAM RANGKA PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING PADA ANAK BALITA Chandradewi, AASP; Ardesa, Yopi Harwinanda; Widiada, I Gede Narda; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1320

Abstract

Data Survei Diet total (SDT) tahun 2020 menunjukkan 47.7% anak di Indonesia belum memenuhi asupan energi minimal dari yang dianjurkan. Pemenuhi gizi dapat dilakukan melalui keluarga dengan memberikan pendampingan sehingga makanan yang diberikan kepada anak berkualitas. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang sharus ditanggulangi dengan tepat, agar kualitas anak baik .Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah Meningkatkan Asupan Gizi Seimbang Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Stunting pada Balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran dari pengabmas ini ibu balita stunting yang jumlahnya 20 orang. Kegiatan pendampingan dilaksanakan setiap minggu selama 3 kali berupa praktek. Evaluasi dilakukan dengan melihat langsung penerapan praktek pengolahan makanan dan pemberiannya pada anak balita selama 3 bulan. Ada peningkatan asupan setelah pendampingan secara signifikan (p=0.001 )  Data from the 2020 Dietary Survey (SDT) shows that 47.7% of children in Indonesia have not met the minimum recommended energy intake. Fulfilling nutrition can be done through the family by providing assistance so that the food given to children is of high quality. Stunting is one of the nutritional problems that must be addressed appropriately, so that the quality of children is good. The purpose of the implementation of this community service is to increase balanced nutrition intake in order to accelerate the prevention of stunting in toddlers. This activity was carried out in Batu Kuta Village, Narmada District, West Lombok Regency. The target of this community service is the mothers of stunting toddlers who are 20 people. Assistance activities are carried out every week for 3 times in the form of practice. Evaluation was carried out by looking directly at the application of food processing practices and their provision to children under five for 3 months. There was a significant increase in intake after mentoring (p=0.001).
PENINGKATAN PERAN KADER KELUARGA UNTUK MEMOTIVASI PENINGKATAN TUGAS DAN FUNGSI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS Rahmad, Indra; Julhana, Julhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1353

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang menyebabkan hiperglikemia (gula darah tinggi. Menurut Federasi Diabetes Internasional, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia adalah 366 juta). di  2011). Kelurahan Asakota merupakan kecamatan terluas di Kota Bima dengan luas wilayah 69,03 km2 dan terletak di dekat  pantai serta merupakan daerah pinggiran yang memiliki banyak masalah kesehatan, salah satunya di kecamatan Kolo. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama kader prolan memberikan penyuluhan tentang masalah DM dan mengenalkan penggunaan pemantauan gula darah mandiri, pada hari kedua kader  memberikan penyuluhan dan mempresentasikan kepada keluarga pasien DM tentang pemantauan gula darah mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan pengelola dan keluarga pasien DM pasca pelatihan. Perubahan informasi ini disebabkan oleh penggunaan selebaran yang berisi  DM dan penggunaan pengukuran glukosa darah secara mandiri. Kerabat pasien membutuhkan informasi tentang kesehatan, salah satunya dengan  promosi kesehatan melalui media surat kabar. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga pasien DM dan petugas kesehatan di Puskesmas mpunda meningkat setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan pengenalan penggunaan alat pemantauan gula darah mandiri. Kata kunci: Peran keluarga, Diabetes Mellitus