cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
EDUKASI TENTANG KANKER PAYUDARA MENINGKATKAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI Marhaeni, Gusti Ayu; Suindri, Ni Nyoman; Arneni, Ni Putu Gita; Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1438

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian akibat kanker paling umum pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker payudara dapat dideteksi dengan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Deteksi dini oleh wanita disebut dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Partisipasi perempuan dan remaja putri dalam program skrining kanker payudara masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran akan manfaat melakukan deteksi dini kanker payudara dan rasa malu. Pengetahuan remaja tentang kanker payudara dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri. Dengan rendahnya cakupan SADANIS maka salah satu cara yang mungkin dilaksanakan adalah melatih masyarakat tentang SADARI. Salah satu kelompok berisiko untuk terjadinya tumor pada payudara adalah remaja putri. Anggota kelompok sasaran adalah remaja putri sejumlah 60 orang di SMA Negeri 1 Rendang. Media pembelajaran yang digunakan adalah modul dan leaflet dengan alat bantu berupa LCD dan laptop. Sebelum penyuluhan dilakukan penggalian pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri terlebih dahulu melalui kuesioner (pretest) dan setelah mengikuti penyuluhan dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri (posttest). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan menunjukkan 80% responden memiliki pengetahuan baik, dan 20% memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel sikap 98,3% bersikap positif dan hanya 1,7% yang bersikap negatif. Pada variabel praktik 80% responden telah melaksanakan praktik SADARI dengan benar dan 20% melaknakan praktik dengan salah. Hal ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Pendidikan dasar kepada remaja putri perlu diberikan untuk memberikan informasi tentang SADARI untuk memperluas pengetahuannya tentang SADARI, memberikan panduan cara melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar, dan mempengaruhi keinginan remaja putri untuk melakukan SADARI secara mandiri.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN DIAPER DERMATITIS DENGAN PEMANFAATAN VIRGIN COCONUT OIL Sentana, Aan Dwi; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1442

Abstract

Penggunaan barrier (penghalang) digunakan diseluruh area kulit yang kontak dengan popok, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa VCO memiliki efektifitas yang bagus. VCO berasal dari kelapa dan dapat dibuat sendiri di tingkat rumah tangga dengan cara sederhana. Namun kader kesehatan belum mengetahui bagaimana memanfaatkan VCO yang berasal dari kelapa sebagai salah satu alternative mencegah terjadinya diaper dermatitis pada bayi. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan Kader Kesehatan dan mensosialisasikan tentang pencegahan diaper dermatitis dengan pendekatan ABCDE dengan menggunakan barrier minyak kelapa murni atau VCO. Selain itu kader kesehatan akan diajarkan proses pembuatan VCO dengan cara yang sederhana dan bagaimana memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.Hasil pengabmas pengetahuan sebelum diberikan pelatihan masyarakat yang menjadi peserta pengabdian masyarakat sebagian besar  adalah kurang dengan sebaran sebanyak 15 orang (75%) dan kurang sebanyak  5 orang  (25 %). Sedangkan pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan dan pembinaan  yang terbanyak adalah   baik adalah 18 orang  (90 %) diikuti dengan pengethuan cukup sebanyak 2 orang  (10%). Keterampilan dalam membuat VCO   sebelum diberikan pendampingan  seluruhnya   adalah  kurang 20  orang (100%). Sedangkan  setelah  diberikan pendampingan  adalah seluruhnya memperoleh keterampilan    baik adalah 20 orang  (100 %). Hasil penerapan VCO terdapat  perubahan ruam popok yang dialami dari semula 2 orang (10%)  mengalami ruam popok  ringan menjadi normal tidak mengalami ruam . Untuk itu perlu dilakukan pendampingan secara terus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  para kader dalam pembuatan VCO sehingga dapat menerapkan pemberian VCO mengurangi diaper dermatitits.
EDUKASI DAN PELATIHAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMBERDAYAAN KADER DAN TENAGA KESEHATAN DI POSYANDU PRIMA Diarti, Maruni Wiwin; Wiadnya, Ida Bagus Rai; Zaetun, Siti; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1444

Abstract

Analisis situasi didapatkan data dari Profil Puskesmas Keruak tahun 2021 bahwa pengendalian PTM tahun 2021 tingkat pencapaian/cakupannnya sub variable 63,58% (masih kurang) dari target yang di programkan. Data menunjukkan bahwa pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang ditargetkan 100% capaiannya 40,20%, Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart yang ditargetkan 100% capainnya 66,0% serta Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart yang ditargetkan 100% capainnya 63,8 %. Permasalahan yang dihadapi terkait masih kurangnya target capaian tentang pengendalian PTM di wilayah kerja Puskesmas Keruak karena masih kurangnya pelayanan skrining terkait PTM menggunakan pelayanan laboratorium sederhana (Rapid test) terutama ditingkat desa, masih kurangnya pengetahuan kader kesehatan tentang penyebab, pencegahan dan pengendalian PTM, terutama di daerah Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan Edukasi,penyuluhan dan Pelatihan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperurisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan menggunakan bookleat, leafleat dan skrining lab sederhana untuk PTM. Hasil dari pengabdian masyarakatTerbentuknya Kelompok Kader Peduli Screening PTM yang telah terampilan dalam penggukuran Tensi dan Pemeriksaan PTM (Kadar Glukosa darah, Asam Urat dan Cholesterol) menggunakan alat POCT.Tercapaianya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, Petugas kesehatan dan sasaran mitra melalui layanan posyandu prima di desa Mendana Raya tentang skrining kesehatan PTM pada usia produktif dan deteksi dini faktor risiko PTM sampai dengan 100%. Tercapainya peningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan petugas kesehatan tentang pola hidup sehat terkait pencegahan dan pengendalian PTM menjadi sampai dengan 100%. Membantu meningkatkan capaian pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang dari 40,20% menjadi 50,20% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart  dari  66,0% menjadi 77,0% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart dari 63,8 % menjadi 73,8% tercapai. Tindak lanjut hasil pengabdian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan merupakan peran perangkatan desa dan IDUKA dalam posyandu prima terkait skrining kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan PTM pada usia produktif yang di buktikan adanya  MOU dan Berita acara penyerahan bantuan Alat tensimeter dan POCT.
PENGUATAN PERAN KADER DALAM EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING Nurwahidah, Nurwahidah; Ahmad, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1446

Abstract

Stunting adalah  kondisi  tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan   usia  dan  jenis  kelamin. Tinggi  badan  merupakan salah satu jenis pemeriksaan antropometri dan menunjukkan status gizi seseorang. Adanya stunting menunjukkan  status  gizi  yang  kurang (malnutrisi) dalam jangka waktu yang lama (kronis). Chandra, A.(2020). Menurut  Profil  Kesehatan  Indonesia  2019,  Pendek dan sangat pendek atau  yang  sering  disebut  sebagai  stunting  merupakan  status gizi yang berdasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur. Persentase balita sangat pendek dan pendek usia 0-23 bulan di Indonesia tahun 2018 yaitu 12,8% dan 17,1%. Kondisi ini meningkat dari tahun sebelumnya dimana persentase balita sangat pendek yaitu sebesar 6,9% dan balita pendek sebesar 13,2%. Hasil  Riset  Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan angka kejadian stunting pada anak yaitu mencapai 30,8% di Indonesia, dimana Nusa Tenggara Barat merupakan  salah  satu  provinsi  dengan angka kejadian stunting tertinggi di Indonesia dengan angka stunting sebesar 47,5%. Stunting  bayi  dan  balita  merupakan  permasalahan gizi  kronis  yang  membutuhkan  penanganan  komprehensif  dan  melibatkan berbagai sektor. Tahun 2018 ditetapkan penanganan  stunting  merupakan  prioritas  pembangunan nasional  melalui  Rencana  Aksi  Nasional  Gizi  dan  Ketahanan Pangan. Ginna, M., & Siska, W.(2019) Penanganan  stunting  merupakan  salah  satu  prioritas  pembangunan  nasional  yang  tercantum  dalam  RPJMN  2020-2024  dengan  target penurunan angka stunting sebesar 11,8% pada tahun 2024 (Bappenas, 2019). Fokus  utama  dalam penanganan stunting adalah  1000  Hari  Pertama  Kehidupan (HPK)  yang  dilaksanakan  di Posyandu. Henny, A, M., & Ikeu, N., Mamat, L.(2020). Pemanfaatan Posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan  bersumber daya  masyarakat (UKBM) dalam pelayanan kesehatan masyarakat dapat  menjadi  salah  satu  strategi  dalam  intervensi  penanganan  stunting  karena berfokus pada ibu hamil  sampai  dengan  balita
PEMBERDAYAAN PERAN KADER UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI PELATIHAN POSYANDU REMAJA Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Sulianty, Ati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1451

Abstract

SDGs merupakan agenda global yang dicanangkan oleh PBB, prinsip SDGs memastikan tidak ada seorangpun yang terlewatkan atau “no-one left behind” dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tercantum dalam tujuan SDGs 5.3 yang berbunyi, “Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa, serta sunat perempuan”. Permasalahan perkawinan dini di Indonesia meningkat selama masa pandemi Covid-19, tercatat hingga Juni 2020 pada angka 24.000. Pernikahan dini menjadi salah satu penyebab permasalahan stunting pada anak di tanah air. WHO menyebut salah satu masalah stunting karena tingginya pernikahan dini dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Selain kualitas pengetahuan kesehatan reproduksi, tiga faktor lain yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja adalah dengan menerapkan demokratik parenting yang optimal, dukungan teman sebaya dan disediakannya konseling kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu remaja dalam memberikan KIE kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu remaja jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui diskusi menggunakan metode Buzz Group dan pelatihan KIE Kespro dan pernikahan usia dini melalui praktek langsung ke remaja yang bertujuan agar kader remaja mampu menjadi seorang konselor sebaya . Evaluasi dilakukan selama 2 kali intervensi dengan melihat langsung penerapan praktek KIE ke remja selama 2 bulan. Ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader remaja dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 45,37 meningkat menjadi 87,4 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada tidak terampil sejumlah 26 orang. Nilai rata – rata post test keterampilan 66,40 meningkat menjadi 89,40 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada terampil sejumlah 30 orang atau 100 % terampil.
PENGENDALIAN VEKTOR DBD DENGAN TANAMAN ANTI NYAMUK Tatontos, Erlin Yustin; Urip, Urip; Kristinawati, Erna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1460

Abstract

In Indonesia, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) fluctuates every year and tends to increase in morbidity rates and the distribution of affected areas. Extraordinary Events (KLB) DHF occurs almost every year in different places and its occurrence is difficult to predict. Report on the results of the 2021 Community Health Center work program, Larval Free Rate (ABJ) in the Babakan Community Health Center work area in 2021 94.4%. ABJ in Babakan Village is 94% and ABJ in Cakranegara Selatan Baru Village is 87%. Control of the dengue mosquito vector is by using chemical insecticides at home such as mosquito coils, sprays, lotions and other forms. Many of these anti-mosquito drugs have a risk of harm to humans and the environment due to the use of toxic products contained in anti-mosquito drugs. The aim of Community Service (PKM) is to determine the empowerment of Health Cadres at Posyandu Prima in controlling dengue vectors by using anti-mosquito plants in the Babakan Community Health Center working area. The solution offered in PKM is the empowerment of health cadres at Posyandu Prima through promotional efforts regarding Dengue Hemorrhagic Fever and its eradication as well as Preventive efforts through controlling dengue vectors by using anti-mosquito plants to increase ABJ. The results that have been achieved after providing outreach to health cadres and village officials as partners are increased knowledge and understanding about dengue fever and vector control. Health cadres' skills in larva surveying and the use of anti-mosquito plants after training increased. The evaluation results of calculating the ABJ value in Babakan Village and Cakranegara Selatan Baru Village increased to ≥ 95% according to WHO standards.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA AWILA KECAMATAN MOLAWE DALAM BENTUK PEMERIKSAAN URINE RUTIN SERTA PELATIHAN PEMBUATAN JUS ALBEDO SEMANGKA SEBAGAI AGEN DETOKSIFIKASI GINJAL Orno, Theosobia Grace; Usman, Julianti Isma Sari; Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Yuniarty, Tuty; Hasan, Aswiro; Sarita, Sultina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1487

Abstract

Kemandirian masyarakat merupakan salah satu tujuan program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. Desa Awila merupakan salah satu desa di Kecamatan  Molawe Kabupaten Konawe Utara yang memiliki masalah pada kesehatan ginjal. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan urine rutin sebagai pemeriksaan laboratorium dasar fungsi ginjal, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta melatih masyarakat untuk secara mandiri membuat dan mengonsumsi jus albedo semangka yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus ginjal. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat beberapa parameter pemeriksaan urine rutin yang abnormal diantaranya proteinuria sebanyak 69%, leukosituria dengan persentase 44%, hematuria dan glukosuria berturut-turut sebesar14% dan 6%. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat pasca edukasi sebesar 92% disertai komitmen masyarakat untuk secara mandiri menerapkan pola konsumsi jus albedo semangka sehari-hari.  
PENYULUHAN DAN SKRINNING PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES, HIPERTENSI DAN ASAM URAT) Sugiarti, Mimi; Musiana, Musiana; Nurminha, Nurminha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1499

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Diabetes, hipertensi, dan asam urat merupakan PTM yang paling sering di temukan dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lain, seperti stroke hingga gangguan jantung. Salah satu wujud peran serta Institusi Pendidikan Tinggi dalam penanggulangan PTM adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan skrining pencegahan diabetes, hipertensi, dan asam urat dilaksanakan di Desa Srimenanti, Kec. Bandar Sribawono, Lampung Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kelompok pengajian terhadap PTM (diabates, hipertensi, dan asam urat), mengidentifikasi faktor risiko, memberikan edukasi mengenai pencegahan serta pengelolaan diabates, hipertensi, dan asam urat. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, skrining, pelatihan mandiri penggunaan alat tes gula darah, tekanan darah, dan asam urat, serta senam pencegahan PTM. Peserta kegiatan adalah kelompok pengajian Majlis Taklim Al-huda sebanyak 65 orang dengan rentang usia 30-60 tahun. Penyuluhan kesehatan mencakup informasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pengelolaan stres. Skrining dan pelatihan cek mandiri gula darah, tekanan darah, dan asam urat dilakukan oleh tim pengabdi dengan latar belakang 2 orang Ahli Teknologi Laboratorium Medis dan 1 orang perawat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 65 orang peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 69.2% hipertensi, 16,9% hiperglikemia, dan : 10,8% dengan hiperurisemia. 30%. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diabates, hipertensi, dan asam urat berdasarkan hasil pre-test (34%) dan post-test (86%) dan perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat salah satunya dengan rutin senam PTM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pencegahan PTM dan dapat menjadi stimulus bagi setiap anggota untuk peduli terhadap status kesehatannya dan ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.
PENGGUNAAN SONGGAK SUKU SASAK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN DASAN CERMEN, KOTA MATARAM Kusuma Dewi, Lale Budi; Khusuma, Ari; Agrijanti, Agrijanti; Wulandari, Ayu Nurislami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1502

Abstract

Data dari profil Puskesmas Babakan, tingkat obesitas penduduk, dari 3.824 yang diperiksa, ditemukan 1.053 orang (27%) diantaranya dinyatakan obesitas. Sebanyak 90-95% kasus diabetes adalah DM tipe 2, yang sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.  Tujuan pengabdian ini sebagai upaya membantu mengendalikan kadar gula darah penderita hiperglikemia dengan ramuan tradisional suku sasak, Songgak. Sebanyak 45 masyarakat yang hadir dalam kegiatan sosialisasi diperiksa kadar gukosa darahnya, sebanyak 14 orang memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200mg/dl. Songgak disosialisasikan dan disampaikan hasil penelitian tentang manfaat songgak untuk menurunkan kadar glukosa darah. Setelah konsumsi songgak selama dua  minggu, terjadi penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada 21 peserta. Masyarakat paham pentingnya menjaga pola hidup dan pentingnya pemeriksaan glukosa darah secara berkala bagi penderita DM. Data profile of the Babakan Health Center, the obesity level of the population, of the 3,824 examined, 1,053 people (27%) were found to be obese. As many as 90-95% of diabetes cases are type 2 DM, most of which can be prevented because they are caused by an unhealthy lifestyle. The purpose of this service is as an effort to help control blood sugar levels of hyperglycemia sufferers with the traditional ingredients of the Sasak tribe, Songgak. As many as 45 people who attended the socialization activity had their blood glucose levels checked, as many as 14 people had blood sugar levels when ≥200mg/dl. Songgak was socialized and presented the results of research on the benefits of Songgak for lowering blood glucose levels. After consuming Songgak for two weeks, there was a temporary decrease in blood glucose levels in 21 participants. The community understands the importance of maintaining a lifestyle and the importance of regular blood glucose checks for people with DM.
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.