cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENGOBATAN SAKIT GIGI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN SUKALUYU KECAMATAN CIBEUNYING KALER KOTA BANDUNG Fijri Amanda Sari; Megananda Hiranya Putri; Yenni Hendriani Praptiwi; Tiurmina Sirait
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.834

Abstract

ABSTRAK Ada beberapa jenis penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh masyarakat Indonesia dengan upaya pengobatan yang beragam, seperti penggunaan obat generic sesuai resep dokter, hingga pemakaian obat tradisional yang biasanya diketahui dari pengalaman keluarganya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional di masyarakat yang tinggal di KelurahanSukaluyu. Subyek penelitian adalah 40 responden yang berusia diatas 30 tahun yang diberi kuesioner dengan teknik angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengertian obat tradisional 90% responden menunjukkan pengetahuan baik, 5% sedang dan 5% kurang. Pengetahuan tentang penyakit gigi dan mulut yang banyak terjadi di masyarakat 80% baik dan 20 % cukup, sedangkan pengetahuan tentang fungsi obat tradisional untu kpengobatan penyakit gigi dan mulut pada masa pandemi Covid-19, 85% baik, 12,5% cukup dan 2,5% kurang. Pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional untuk pengobatan sakit gigi pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sukaluyu Kecamatan CibeunyingKaler Kota Bandung beragam sesuai dengan pengalaman dan kebiasaan yang dilakukan meskipun secara umum dapat dikatagorikan baik. ABSTRACT There are several types of dental and oral diseases experienced by the people in Indonesia with various medical treatments, such as the use of generic medicines according to doctor's prescriptions, to the use of traditional medicines which are usually known from the experience of their families. This research is descriptive research to find out the description of knowledge about the use of traditional medicine in the people who live in Sukaluyu Village. The research subjects were 40 respondents aged over 30 years who were given a questionnaire. The results showed that knowledge about traditional medicine is, 90% of respondents showed good knowledge, 5% was moderate and 5% showed less. The knowledge about dental and oral diseases that happens among people is 80% good and 20% showed moderate knowledge about it, while the knowledge about the function of traditional medicine for the treatment of dental and oral diseases during the Covid-19 pandemic, 85% is good, 12.5% ​​is moderate and 2. 5% less. Knowledge about the use of traditional medicine for the treatment of oral and dental problems during the Covid-19 pandemic in Sukaluyu Village, Cibeunying Kaler, Bandung is varied according to experience and habits, although in general it can be categorized as good.
PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG WAKTUPEMBERIAN SUSU BOTOL TERHADAP TERJADINYA KARIES PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN Riana Syaputri; Saluna Deynilisa; R.A Zainur
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v2i2.836

Abstract

Latar belakang. Pengetahuan adalah ranah hasil yang terjadi karena seseorang melakukan penginderaan terhadapobjek tertentu, melalui panca indera manusia. Pengetahuan orang tua mengenai terjadinya karies susu botol pada anakdiakibatkan pola konsumsi susu formula yang kurang tepat seperti cara penyajian menggunakan botol yangdihubungkan dengan lama pemberian, frekuensi, dan waktu pemberian susu botol.Tujuan. Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orang tua (ibu) tentang waktu pemberian susu botol terhadapterjadinya karies pada anak usia 2-5 tahun.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan metode cross sectional dimanadata yang menyangkut variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Responden terdiri dari 48 orang tuadari anak yang diberikan susu botol di Desa Muara Pianang Empat Lawang.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang waktu pemberian susu botol terhadap terjadinya kariespada anak usia 2-5 tahun kategori baik 9 responden, sedangkan kategori sedang 21 responden, dan kategori kurang 18responden. Pemeriksaan tingkat keparahan karies gigi def-t pada gigi susu sebanyak 263 gigi dengan rata-rata sebesar5,4 artinya setiap anak memiliki 4 sampai 5 gigi susu yang karies dengan kriteria Tinggi.Simpulan. Terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua (ibu) tentang waktu pemberian susu botol terhadapterjadinya karies pada anak usia 2-5 tahun.Kata kunci: Pengetahuan; orang tua; susu botol; karies
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI TERHADAP SIKAP UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN GIGI PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 KAWALI Annisa Rizky Samsul; Yenni Hendriyani Praptiwi; Megananda Hiranya Putri; Tiurmina Sirait
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.843

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang kesehatan gigi sangat penting untuk terbentuknya sikap dalam menjaga kebersihan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap sikap untuk menjaga kebersihan gigi. Metode Penelitian ini adalah jenis penelitian ini adalah penelitian analitik, pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, jumlah sample 75 orang dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisa mengguanakan Chi-Squre. Hasil analisis Chi-Squre terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadapa sikap untuk menjaga kebersihan gigi (p hitung = 0.000<0.05). kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhaadap sikap untuk menjaga kebersihan gigi. Kata Kunci : Tingat pengetahuan, sikap, kesehatan gigi ABSTRACT Knowledge of dental health is very important for the formation of attitudes in maintaining dental hygiene. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of dental health on attitudes to maintaining dental hygiene. This research method is the type of research is analytical research, the approach used is cross sectional, the number of samples is 75 people using quota sampling technique. Analysis using Chi-Squre. The results of the Chi-Squre analysis showed a significant relationship between the level of dental health knowledge and attitudes to maintaining dental hygiene (p count = 0.000 <0.05). The conclusion is that there is a relationship between the level of dental health knowledge and attitudes to maintaining dental hygiene Keywords: Remembering knowledge, attitude, dental health
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ORANG TUA ANAK USIA PRASEKOLAH Nurul Hidayah; Yenni Hendriani Praptiwi; Tiurmina Sirait; Megananda Hiranya Putri
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.844

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi serta unsur-unsur yang berhubungan dalam rongga mulut yang memungkinkan setiap individu makan, berbicara dan berinteraksi sosial tanpa gangguan fungsi, gangguan penampilan, dan ketidaknyamanan karena adanya penyakit, gangguan pada rahang dan kehilangan gigi sehingga mampu hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak akan mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak, karena para orang tua yang menjaga perawatan kesehatan anak termasuk kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak usia prasekolah di TKQ Azharul Hidayah. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif, jumlah sampel 25 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil analisa data yaitu 68% responden memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang tinggi. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada mayoritas responden termasuk ke dalam kriteria pengetahuan tinggi. Kata kunci: pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, prasekolah
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PENYANDANG DOWN SYNDROME DITINJAU DARI PERAN ORANG TUA Tasya Olivia Natania; Ratih Larasati; Endang Purwaningsih
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.909

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Secara global penyandang disabilitas menujukkan lebih dari 1 miliar atau 15% jiwa sedangkan data Susenas 2018 penduduk Indonesia mengalami disabilitas 14,2% atau 30,38 juta jiwa. Penyandang disabilitas menunjukkan kesehatan yang buruk, prestasi pendidikan yang rendah, pendapatan ekonomi lebih sedikit dan tingkat kemiskinan lebih tinggi. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami para penyandang disabilitas seperti karies, maloklusi, gigi tanggal, penyakit periodontal. Tujuan: menjelaskan peran orang tua mengenai pelayanan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, pelatihan dan pendampingan hidup mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi tanpa rasa takut pada orang-orang Down Syndrome melalui ulasan artikel. Metode: penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis dengan literatur pencarian selama 1 bulan. Literatur diperoleh dari 4 database ( Google Schoolar, PubMed, ProQuest, dan Science Direct ). Jumlah artikel 10 tahun terbit minimal 2016. Hasil: masalah periodontal dan maloklusi orang Down Syndrome serta OHIS yang buruk disebabkan masalah fungsional. Angka DMFT lebih rendah dari disabilitas lainnya. Orang tua berperan membantu dan menjaga kesehatan gigi dan mulut orang Down Syndrome , namun mereka tidak mengetahui perubahan kondisi rongga mulut anak mereka alami karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan: perubahan fungsional orang Down Syndrome menyebabkan masalah gigi dan mulut karena kurangnya program promotif preventif serta ketersediaan akses pelayanan kesehatan, sehingga orang tua tidak mengetahui cara pemeliharaannya dan menganggap kesehatan dan mulut bukan prioritas dan jauh dari mengancam jiwa. Kata kunci : Peran orang tua, kesehatan gigi dan mulut, down syndrome
KEJADIAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DITINJAU DARI FAKTOR HORMON, PERILAKU DAN LOKAL Annisa Alyfia Nita; Imam Sarwo Edi; Isnanto Isnanto
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.932

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi gingivitis di Indonesia menduduki peringkat kedua yang menunjukan angka 96,58%. (Kementrian Kesehatan, 2018). Indonesia memiliki kesadaran yang rendah terhadap penyakit gigi dan mulut. Kurangnya pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut mengakibatkan penyakit gigi dan mulut juga kebersihan mulut yang buruk akan penyakit lokal maupun sistemik. Salah satu populasi rentan terhadap periodontal adalah ibu hamil, karena peningkatan hormone estrogen dan progesterone bias meningkat 10 kali lebih tinggi dari biasanya, sehingga asam dalam mulut berproduksi lebih banyak dari sebelum hamil yang bias memperburuk kondisi mulut saat hamil. Pada dasarnya faktor yang menentukan terjadinya gingivitis pada ibu hamil karena adanya bakteri plak pada gigi yang dipengaruhi oleh perilaku kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Metode: penelitian ini merupakan systematic literature review dengan pencarian literatur selama 1 bulan, Literature diperoleh dari 3 database yaitu Science Direct, Pubmed, ProQuest. Jumlah artikel 9 dengan tahun terbit minimal 2016. Hasil: menunjukkan bahwa faktor hormone, faktor perilaku dan faktor lokal dapat mempengaruhi terjadinya gingivitis pada ibu hamil. Kesimpulan: faktor resiko mempengaruhi kejadian gingivitis yaitu perubahan hormon karena peningkatan hormon pada ibu hamil mempengaruhi kondisi gingiva, faktor yang lebih mentukan terjadinya gingivitis pada ibu hamil karena adanya bakteri plak pada gigi yang dipengaruhi oleh perilaku kebersihan gigi dan mulut ibu hamil.
EFEKTIVITAS EDUKASI PEMILIHAN SIKAT GIGI SECARA DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA SD KARTIKA 1-11 PADANG Wulandani Liza Putri; Dedi Sumantri; Surma Adnan
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.936

Abstract

Latar belakang: Edukasi pemilihan sikat gigi yang tepat perlu dilakukan sejak dini untuk memastikan pembersihan rongga mulut dilakukan dengan baik, namun tidak dapat dilakukan secara tatap muka pada saat pandemic Covid-19 Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas edukasi pemilihan sikat gigit secara daring. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner pre-test dan post-test dengan intervensi berupa materi edukasi mengenai pemilihan sikat gigi yang tepat. Hasil: Intervensi yang diberikan memiliki efektivitas rendah. Kesimpulan: Edukasi pemilihan sikat gigi kurang efektif dilakukan secara daring pada anak usia awal sekolah.
GAMBARAN GINGIVITIS PADA PEROKOK REMAJA DI DESA KUANG DALAM TIMUR, KEC. RAMBANG KUANG KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2021 Tri Syahniati; Wanda Chairunnisa; Sulaiman Sulaiman; Dhandi Wijaya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.969

Abstract

Background: Smoking is one of the bad habits that are often encountered in everyday life. Smoking habits can cause various diseases in the body, one of which is gingivitis or gingivitis. Gingivitis is usually characterized by changes in the color and texture of the gingiva/gums in accordance with the continuous increase in the inflammatory process. Objective: To find out the description of gingivitis in adolescent smokers in Kuang Dalam Timur Village, Rambang Kuang District, Ogan Ilir Regency in 2021. Methods: This is a descriptive study. The sample size in this study were 60 people who were taken using total sampling technique. Results: In all respondents with a duration of smoking <5 years to >10 years, most of them experienced moderate gingivitis, and in all types of smokers, most of them also experienced moderate gingivitis but in heavy smokers there was no normal (healthy) gingiva. Most of the filter smokers suffer from moderate gingivitis (47%) and the non-filter smokers mostly have severe gingivitis (57%) and there is no normal gingiva. Mild gingivitis mostly affects the lower jaw (44%), moderate gingivitis mostly affects the upper jaw (37%), and severe gingivitis affects both the lower and upper jaws. Conclusion: The duration of smoking and the number of cigarettes smoked tend to aggravate gingivitis. Non-filter cigarettes are more likely to cause gingivitis than filter cigarettes. The degree of gingivitis affects the extent of the gingival area affected.
LITERATURE REVIEW: PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Endang Purwaningsih; Aisya Syarifa Aini; Siti Fitria Ulfah; Sri Hidayati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v4i1.819

Abstract

Background: DMF-T of adolescent grup is 1.9. This number can figure out still does not meet the RAN target for Dental and Oral Health Services in 2020, namely the DMF-T index of 4.1 for all ages and the DMF-T index of 1.26 in the 12 year age group. Objective: This study aims to determine the form of adolescent behavior in brushing teeth. Methods: This study was a literature review using the method of searching for articles that have passed the publication process in 4 academic publications and full text databases, namely Google Scholar, PubMed, Proquest, and DOAJ published in the last 5 years 2016-2020 which can be accessed in full text in pdf and formats. scholarly. Conclusion: Some teenagers brush their teeth twice a day, but there are still teenagers who have not perform brushing behavior with the recommended frequency of brushing teeth. Teens tend to brush their teeth at night. However, there are some teenagers who have not paid attention to the time of brushing their teeth properly. Most adolescents use a combination technique and some use vertical techniques and female adolescents abroad tend to use dental floss as a supporting tool for brushing their teeth.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGETAHUAN DAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ratih Larasati; Dewi Farida Wahyuni; Silvia Prasetyowati; Sunomo Hadi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v4i1.823

Abstract

Background: The majority of the Indonesian population already have good brushing behaviour, namely brushing their teeth every day. However, from this percentage only 2.8% brushed their teeth at the right time, namely at least twice after breakfast and before going to bed. Objective: To explain the knowledge and behaviour of brushing teeth in elementary school age children. Method: A literature review study of journal articles. The literature search was conducted from August to September 2020. Conclusions: The knowledge of brushing teeth for elementary school age children is in the sufficient category, which shows that elementary school age children have known the importance of brushing their teeth and brushing behaviour in elementary school age children, most children have brushed their teeth twice a day, but there are still children who brush their their teeth in the wrong time is at the same time as taking a bath because it is considered an easy and practical thing.

Page 6 of 18 | Total Record : 171