cover
Contact Name
PT Mantaya Ide Batara
Contact Email
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Phone
+6285211848489
Journal Mail Official
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
BTP Blok AA Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idea Pengabdian Masyarakat
Published by PT.Mantaya Idea Batara
ISSN : -     EISSN : 27983668     DOI : 10.53690
Core Subject : Health, Social,
Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) Merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang dikelola oleh PT.Mantaya Idea Batara. Jurnal ini Menerima Manuskrip yang Berfokus pada Bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi tepat Guna, Sosial Ekonomi, Hukum dan Ilmu Lainya yang berhubungan dengan Masyarakat. Jurnal ini terbit pada periode Februari-Juli & Agustus-Desember setiap tahunya. Artikel yang diterbitkan di Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) telah ditinjau oleh Sejawat dengan Ilmu yang Relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 02 (2025)" : 21 Documents clear
Edukasi Resistensi Antibiotik di Kabupaten Seram Bagian Barat Pangandaheng, Tommy; Losoiyo, Sylvianovelista R; Repiltaman, Chelsy
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.380

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik, sebuah masalah global yang berkontribusi pada meningkatnya kasus infeksi, lamanya masa pengobatan, dan tingginya angka kematian. Untuk mengatasi tantangan ini, sebuah program pengabdian masyarakat diselenggarakan di Dusun Taman Jaya, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional, guna mencegah resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi DIII Keperawatan STIKES RS Prof. Dr. J.A. Latumeten, bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga setempat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan golongan obat, bahaya resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR), dan langkah-langkah strategis untuk mencegah AMR. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terlihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan personel dan cuaca yang kurang mendukung, program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peningkatan kesadaran tentang resistensi antibiotik yang dicapai melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program serupa dalam upaya pengendalian resistensi antibiotik di tingkat komunitas
Edukasi Kesehatan Seksualitas Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak-Kanak Al Gufran Waihong Kombong, Rita; Kastela, Faysal; Nurlina, Wa Ode; Latuperissa, Glorya Riana; Umalekhay, Zulfaqirah Fitri; Liligoly, Jesika; Pune, Jaenur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.383

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia prasekolah perlu mendapatkan perhatian, salah stau alasannya karena anak dalam posisi yang lemah dan tidak mampu melawan. Dampak dari Tindakan ini adalah anak mengalami gangguan proses tumbuh kembang. Bila tidak segera diatasi maka akan menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban kekerasan seksual yaitu korban akan berpotensi untuk menjadi pelaku kekerasan seksual dikemudian hari dan dapat terjadi post- traumatic stress disorder. Data di Provinsi Maluku terdapat 268 anak yang mengalami kekerasan seksual dan di Kota Ambon yang terbanyak 98 anak. Salah satu TK AL GUFRAN WAIHAONG yang berada di Kota Ambon dilakukan observasi ditemukan hampir semua anak belum mengerti tentang kesehatan seksual sehingga pentingnya diberikan edukasi tentang Underwear rules. Pentingnya edukasi pada usia 4- 6 tahun (usia prasekolah) karena mulai muncul rasa ingin tahu mengenai masalah seksualitas. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah terjadinya maslah kesehatan seksual pada anak pra sekolah. Metode yang dipakai adalah observasi lahan PKM, pembuatan materi edukasi dan kuesioner, edukasi dan evaluasi kegiatan ini. Hasil yang didapatkan adalah yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang dan terjadi peningkatan pengetahuan kesehatan seksual sebanyak 93,33% serta adanya antusias dan keakftifan anak pra sekolah. Kesimpulan adalah terjadi peningkatan kesehatan seksual pada anak pra sekolah jadi perlunya dilakukan edukasi secara konsisten pada anak pra sekolah
Pendidikan Kesehatan Pada Remaja Dalam Pencegahan Stunting Di Posyandu Remaja Slukatan setyawati, Ari; Romdiyah, Romdiyah; Khoiriyah, Siti; Azuma, Anindita paramastuti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.384

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kurang gizi kronis di 1000 HPK (Hari pertama Kehidupan) anak, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun Pencegahan stunting dapat di mulai sejak calon ibu yaitu pada masa remaja. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak masa remaja sebagai calon ibu. Upaya pada remaja tersebut antara lain dengan asupan nutrisi yang bergizi dan pemberian tablet Fe pada saat menstruasi. Tujuan Kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di awali dengan cek kesehatan meliputi Tinggi Badan (TD), Hemoglobin (Hb),lingkar lengan atas (LILA),Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB), setelah itu remaja mengiktui kegiatan Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan tanya jawab, sebelum nya dilakukan pre tes dan setlah kegiatan selesai untuk mengukur pengetahuan remaja dilanjutkan post test dan pemberian tablet darah pada remaja putri yang sudah menstruasi. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah remaja di desa Slukatan. Hasil kegiatan pengetahuan remaja mengalami peningkatan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan rata-rata sebesar 81,5. Kesimpulan setelah dilakukan pendidikan kesehatan pengetahaun remaja meningkat dari 41 remaja. Remaja dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting karena pengetahuan yang baik dan sikap yang positif. Tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu melakukan menitoring dan evaluasi untuk kepatuhan minum tablet Fe dan pendidikan kesehatan tahap berikutnya tentang pernikahan dini dan kesehatan reproduksi pada remaja.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Di Desa Borisallo Tahun 2024 Abbas, Hasriwiani Habo; Karim, Kasnaeny; minah, Aminah
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.385

Abstract

Upaya meningkatkan keadaan gizi masyarakat pada dasarnya berawal dari keluarga. Keluarga merupakan penyebab langsung terjadinya gizi kurang, dari keluarga juga upaya perbaikan gizi harus dimulai. Kadarzi adalah Keluarga yang mengenal masalah gizi dan mampu mencegah serta mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya serta berperilaku makan yang beraneka ragam. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam berperilaku gizi yaitu pengukuran antropometri, dan pemberian ASI dan Makanan Tambahan pada Bayi dan Anak. Kegiatan pengbadian di lakukan di Desa Borsallo Kabupaten Gowa. Metode pengabdian ini adalah Technology, Paedagogy, and Content Knowledge (TPACK). Tahap kegiatan pengabdian yaitu tahap persiapan (sosialiasasi,FGD, dan penentuan jadwal), pelaksanaan kegiatan dengan pelatihan dengan metode ceramah, diskusi dan praktek dan evaluasi (melakukan pre dan postest). Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dimana tingkat pengetahuan da keterampilan pengukuran antropmetri pre test yaitu 10%dan 20% meningkat menjadi 90% dan 80%, pemberian ASI dan Makanan tambahan pada bayi dan anak pre test yaitu 20% dan 20% meningkat 80% dan 80%. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang keluarga sadar gizi.
Pendidikan Safety Riding Pada Tingkat Pelajar dalam Membentuk Generasi Cerdas Tertib Berlalu Lintas Di SMP Negeri 19 Makassar kadir, Hamdan; Husnah, Nurul; Irwan, Muh. Agil Farham; Lestaluhu, Fadel Machmud
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.387

Abstract

Pendidikan safety riding merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan disiplin dalam berlalu lintas. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMP Negeri 19 Makassar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang keselamatan berkendara serta memberikan pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) khususnya dikalangan pelajar. Program ini terdiri dari beberapa tahap, termasuk penyampaian materi edukasi, distribusi buku saku terkait pendidikan safety riding, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal siswa sebesar 43,4%, sedangkan hasil post-test mengalami peningkatan signifikan hingga 98,4%, mencerminkan efektivitas metode pengajaran yang diterapkan. Selain itu, siswa diajarkan mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas untuk meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya serta pengenalan terkait rambu dan marka jalan yang biasa ditemui dijalan raya. Selain itu, terdapat juga materi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang memberikan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat di jalan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis tetapi juga mendorong siswa untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan dapat menanamkan budaya keselamatan dan kepatuhan berlalu lintas sejak dini serta menjadi model pendidikan yang dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah lainnya. Dengan pendekatan yang komprehensif, program in
Pemanfaatan Permainan Magnet Stick Dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Parangloe Kab. Gowa Sunarti, Sunarti; Thamrin, Halida; Ernasari, Ernasari; Murthafiah, Murthafiah; Amelia Matdoan, Riska
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.389

Abstract

Perkembangan anak terjadi pada beberapa aspek seperti perkembangan sosial, perkembangan emosional, dan perkembangan kognitif. Namun tingginya prevalensi gangguan perkembangan anak menyebabkan keterlambatan perkembangan. Agar potensi perkembangan dan pertumbuhan anak berjalan optimal, maka diperlukan adanya stimulasi perkembangan pada anak. Dimana pemberian stimulasi oleh ibu akan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan permainan magnet stick dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di wilayah kerja puskesmas parangloe Gowa. Metode pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu berkoordinasi dengan pihak setempat, Mempersiapkan materi penyuluhan dan manual book, Mempersiapkan alat permainan magnet stick, melakukan wawancara dan pengisian kuesioner pra tes pengetahuan, melakukan kegiatan penkes, melakukan pengisian kuesioner post-tes pengetahuan, melakukan pengukuran antropometri anak dan melaksanakan kegiatan bermain magnet stick pada anak. Adapun jumlah peserta sebanyak 15 anak dengan 10 Ibu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman Ibu tentang perkembangan dan stimulasi anak dari 40 % mnjadi 90,0% dari 10 peserta dan terlaksananya kegiatan terapi bermain dengan permainan magnet stick pada 15 orang anak. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan terkain stimulasi perkembangan anak melalui bermain khususnya permainan edukatif magnet stick karena dapat meningkatkan kemampuan imajinasi anak dalam mengembangkan kreatifitasnya sehingga perkembangan motorik halus anak dapat terangsang dengan baik.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Kelas Prenatal Sebagai Upaya Deteksi Dini Kegawatdaruratan Pada Kehamilan S, Suryanti; Hidayat, Rahmat; Nurdin, Melliyana; Akbar, Nurlina
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.391

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dalam kelas prenatal sebagai upaya deteksi dini kegawatdaruratan pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Rappokalling. Kegawatdaruratan pada kehamilan, seperti preeklampsia, perdarahan, dan infeksi, sering kali tidak terdeteksi secara dini, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Oleh karena itu, peran kader kesehatan dalam memberikan edukasi, pemantauan, dan deteksi dini menjadi sangat penting. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan kader tentang tanda-tanda kegawatdaruratan kehamilan, penggunaan alat kesehatan sederhana, dan teknik komunikasi efektif. Setelah pelatihan, kader melaksanakan kelas prenatal untuk ibu hamil secara rutin, yang mencakup penyuluhan, pemeriksaan sederhana, dan diskusi terkait kehamilan. Pemantauan kesehatan ibu hamil juga dilakukan secara berkala melalui kunjungan rumah oleh kader. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi dini kegawatdaruratan pada kehamilan. Selain itu, kesadaran ibu hamil terhadap tanda-tanda kegawatdaruratan juga meningkat, serta jumlah kunjungan ke Puskesmas untuk pemeriksaan antenatal lebih tinggi. Program ini berhasil menurunkan angka kasus kegawatdaruratan yang tidak terdeteksi lebih awal dan memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rappokalling. Dengan demikian, optimalisasi peran kader dalam kelas prenatal terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pemantauan kehamilan dan deteksi dini kegawatdaruratan. Program ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain untuk menurunkan angka kematian ibu dan bay
Bimbingan Kesehatan Untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Selama Berhaji Pada Calon Jemaah Haji Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Kastella, Faysal; Nurlina, Wa Ode; Kombong, Rita; Masri, Lidi; Rohmah, Khasanatu
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.402

Abstract

Manasik kesehatan haji adalah kegiatan penyuluhan atau pemberian informasi kepada calon jemaah haji yang berfokus pada upaya promosi dan pencegahan terkait pembinaan, pelayanan, serta perlindungan kesehatan. Tujuannya adalah membantu jemaah memahami cara mencegah dan mengatasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi selama perjalanan ibadah. Melalui bimbingan ini, diharapkan jemaah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menjaga kesehatan secara mandiri, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan optimal.. Metode dalam kegiatan ini adalah lecturer edukasi, interactive learning, diskusi, sharing session dan konsultasi pribadi. Jemaah juga diberikan instrumen pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok calon jemaah haji kecamatan Nusaniwe berjumlah 35 orang beserta keluarga pendamping jemaah lansia. Dengan sebagian besar latar belakang pendidikan jemaah yang terbatas, perlu menggunakan metode komunikasi visual, penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, interaktif serta simulasi dan demonstrasi seperti; cara mencuci tangan yang hygienis, atau cara penggunaan masker dengan benar. Penggunaan pendekatan yang berulang dan bertahap melalui sesi kelompok kecil atau konsultasi pribadi yang dapat dilakukan untuk memastikan materi yang dipahami, tentunya dengan melibatkan aspek religi, artinya hubungkan kesehatan dengan nilai-nilai ibadah agar lebih relevan dan diterima. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di kota Ambon, untuk meningkatkan kepedulian calon jemaah haji dalam mempersiapkan kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji
Kolaborasi Sektoral Dalam Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang Ngambut, Karolus; Wanti, Wanti; Bare Telan, Albina; Resi, Erika Maria; Pua Upa, Muhammad Satria Mandala; Irfan, Irfan; Theodolfi, Ragu; Pantaleon, Maria Goreti; Rogaleli, Yuanita Clara Luhi; Variani, Ratih; Kristina, Ragu Harming; Sila, Oktofianus
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.404

Abstract

: Isu kesehatan masyarakat termasuk isu stunting sangat kompleks, dimana diperlukan strategi kolaborasi dalam penyelesaiannya. Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya pendekatan sectoral dan berbasis program untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Berbagai factor pendorong kolaborasi dalam penanganan isu stunting meliputi pengalaman kolaborasi sebelumnya, factor komunikasi dan factor kepemimpinan organisasi. Untuk itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan lintas sector dan lintas profesi dengan latar belakang kompetensi dan pengalaman kolaborasi yang berbeda namun disatukan untuk tujuan sama yaitu peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam tindakan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang dengan sasaran 97 kepala keluarga dan 20 balita dengan gizi kurang. Disarankan para pimpinan organisasi pada berbagai level, baik organisasi publik dan organisasi swasta, institusi Pendidikan dan lain lain perlu memiliki perspektif kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat., perlu membangun komunikasi yang efektif antara para pihak yang terlibat dalam kolaborasi.
Penerapan Teori Johari Window Sebagai Upaya Pencegahan Bullying Pada Remaja Alviana, Fifi; Setyawati, Ari; Mustajab, Abdullah Azam; Purnamasari, Ika; Mulyani, Sri
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.411

Abstract

: Salah satu penanganan bullying yaitu teori johari windows. Teori Johari windows merupakan konsep psikologi dengan memahami diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Tujuan Teori Johari windows yaitu meningkatkan kesadaran diri dan komunikasi sehingga remaja dapat memaksimalkan potensi diri yang ada tanpa menyakiti orang lain. Tujuan PkM yaitu memberikan pengetahuan tentang bullying dengan penerapan Teori Johari Window sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah pemberian pendidikan kesehatan dan demonstrasi teori Johari windows dengan 2 jendela yaitu open dan blind area. Penerapan teori Johari Windows dilaksanakan di MAN 02 Wonosobo yang sasaran pada kegiatan ini adalah siswa kelas 10-12 yang berusia 15-17 tahun berjumlah 85 siswa. Hasil sesudah dilakukan PkM didapatkan siswa yang berpengetahuan kurang sebanyak 5 orang, cukup 20 orang dan baik 60 orang. Kegiatan PkM yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan bullying dan intervensi anti bullying dengan menerapkan model Johari window.

Page 2 of 3 | Total Record : 21