cover
Contact Name
Dede Renovaldi
Contact Email
de.renovaldi@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
mujgfkk@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Geriatric
ISSN : -     EISSN : 27216837     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
Muhammadiyah Journal of Geriatric (MuJG) merupakan jurnal ilmiah berkala, open-access, dengan skema double-blind peer-reviewed yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MuJG mempublikasikan informasi mengenai area klinis, preventif, kuratif, pengembangan terapi, basic sciences research dan aspek sosial pada penyakit yang berkaitan dengan geriatri dan gerontologi. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk membentuk forum publikasi, edukasi, pertukaran pendapat, dan untuk mempromosikan kegiatan penelitian dan publikasi secara global. MuJG merupakan open journal yang berfokus pada ilmu kedokteran geriatri dan gerontologi, basic sciences (biokimia, genetika, biologi molekuler, mikrobiologi & parasitologi, imunologi, serta ilmu kedokteran dasar lainnya tentang geriatri dan aging), penyakit degeneratif dan penyakit-penyakit yang sering dijumpai pada pasien geriatri. MuJG menerima beberapa jenis format manuskrip diantaranya artikel penelitian (original article), literatur review (review article), dan laporan kasus (case-report). Paper yang diterima dapat berbahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.
Articles 59 Documents
Efek Hipoksia Sistemik Kronik Terhadap Aktivitas Spesifik Enzim Kreatin Kinase Otot Rangka Tikus Mudjihartini, Ninik; Harmelia, Dwi; Widia AJ, Sri
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.1-9

Abstract

Latar Belakang: Hipoksia adalah hasil dari ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen. Pada kondisi hipoksia, otot rangka dituntut untuk menghasilkan ATP dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan fungsi kontraksi dengan O2 yang terbatas. Beberapa penyakit terkait penuaan sering disertai dengan kondisi hipoksia, demikian juga penyakit yang disebabkan oleh kelainan jantung dan paru. Hipoksia kronik sering terjadi pada populasi lanjut usia oleh karena cedera iskemik yang menginduksi sejumlah respons adaptif terhadap lingkungan mikro selnya. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat bagaimana fenomena perubahan metabolisme salah satu sumber energi pada otot rangka pada kedaan hipoksia sistemik kronik, dengan mengukur aktivitas spesifik CK dan kadar kreatinin otot rangka pada tikus. Metode: Tikus hipoksia dibuat dengan cara memasukkan tikus ke dalam hypoxia chamber yang dialiri campuran gas oksigen 10% dan nitrogen 90%. Aktivitas spesifik CK diukur secara spektrofotometri menggunakan kit Creatine kinase N-acetyl-L-cysteine (Randox®), kadar kreatinin dengan metode Folin, sedangkan protein total otot tikus diukur dengan metode Christian-Warburg. Hasil: Aktivitas spesifik CK otot tikus kelompok 1H, 3H, 5H, 7H, dan 14H menurun secara bermakna dibandingkan dengan kelompok K (Kruskal-Wallis) (P0,05). Kadar kreatinin otot tikus kelompok 1H dan 14H menurun secara bermakna dibanding dengan kelompok K, sedangkan kelompok 3H, 5H, 7H  meningkat secara bermakna dibanding dengan kelompok K (Kruskal-Wallis) (P0,05). Simpulan: Hipoksia sistemik kronik menyebabkan penurunan aktivitas spesifik CK otot tikus semua kelompok dibanding kontrol. ATP untuk membentuk kreatin fosfat menurun menyebabkan kreatin bebas meningkat. Hasil oksidasi kreatin bebas menjadi kreatinin meningkat terlihat pada kelompok 3H, 5H, dan 7H.
Hubungan Tingkat Kecukupan Kalium, Kalsium, Magnesium, Tingkat Stres, Depresi dan Anxiety serta Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pada Usia Dewasa Akhir di Sawangan Depok Sefriantina, Salsabila; Purwaningtyas, Desiani Rizky; Dhanny, Devieka Rhama
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.10-22

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyebab utama kematian dengan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk di dunia dan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,11%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan kalium, kalsium, magnesium, tingkat stres, depresi, anxiety dan kualitas tidur dengan tekanan darah pada Dewasa Akhir di wilayah Sawangan Depok. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan kriteria sebanyak 77 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran tekanan darah dan wawancara. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi – Square untuk bivariat dan multiple logistic regression untuk multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan responden dengan hipertensi 70,2%, kecukupan kalium kurang 96,1%, kecukupan kalsium kurang 80,5%, kecukupan magnesium kurang 79,2%, tingkat stres 11,7%, tingkat depresi 14,3%, tingkat anxiety 45,5% dan kualitas tidur buruk 66,2%. Hasil uji Chi- Square menunjukan tingkat kecukupan kalium = 0,211, kalsium = 0,055, magnesium = 0,067, tingkat stres = 0,117, tingkat depresi = 0,000, tingkat anxiety = 0,016 dan kualitas tidur = 0,361. Hasil regresi logistik berganda menunjukkan bahwa asupan kalsium yaitu p-value=0,001. Simpulan: Uji bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalium, kalsium, magnesium, tingkat stres dan kualitas tidur dengan tekanan darah dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan tingkat anxiety dengan tekanan darah. Uji multivariat menunjukan tingkat depresi paling berpengaruh dengan tekanan darah.
Profil Pemeriksaan Hematologi dan Fungsi Hati pada Lansia dengan Sirosis Hepatis Lestari, Adinda; Wikaning Tyas, Tri Ariguntar
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.65-72

Abstract

Latar Belakang: Orang lanjut usia (lansia) sangat berisiko terkena sirosis hati, diperkirakan satu juta (0,013%) kematian dari seluruh penduduk dunia disebabkan oleh komplikasi sirosis hati. Komplikasi ini bisa dilihat dari pemeriksaan hematologi serta pemeriksaan fungsi hati pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar hemoglobin (Hb), leukosit, hematokrit (Ht), trombosit, Aspartate aminotransferase (AST), Alanine Transaminase (ALT) dan albumin pada lansia sirosis hati di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura periode 2016 – 2022. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengambil data sekunder dari rekam medik pasien sirosis hati lansia di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura periode 2016 – 2022. Hasil: Berdasarkan data rekam medik diperoleh hasil pasien sirosis hati terbanyak ditemukan pada kelompok lansia akhir (59,4%), jenis kelamin laki-laki (56,3%), tingkat pendidikan SD (31,3%) dan tidak bekerja (56,3%). Gejala klinis yang ditemukan terutama mual (78,1%) dan beberapa disertai hematemesis/melena (9,4%). Etiologi sirosis hati sebagian besar tidak diketahui, tapi didapatkan data oleh karena hepatitis C (6,3%), hepatitis B (6,3%), dan alkohol (6,3%). Pada pemeriksaan hematologi didapatkan mayoritas hb rendah  baik pada  pasien perempuan  (37,5%) maupun laki-laki (53,1%),  jumlah leukosit mayoritas normal pada perempuan (25%) dan laki-laki (43,3%), kadar hematokrit mayoritas rendah pada perempuan (37,5%) dan laki-laki  (53,1%), jumlah trombosit  mayoritas rendah pada perempuan (34,4%) dan laki-laki (40,6%), kadar AST  mayoritas meningkat pada perempuan (40,6%) dan laki-laki (53,1%). Kadar ALT mayoritas meningkat pada perempuan (28,1%) dan Laki-laki (34,4%) dan albumin mayoritas rendah (78,1%). Simpulan: Pemeriksaan laboratorium memperlihatkan pada pasien sirosis hati lansia terlihat adanya anemia, trombositopenia dan kelaianan fungsi hati berupa peningkatan kadar AST dan ALT serta adanya penurunan kadar albumin.
Profil Komponen Sindroma Metabolik pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Usia Lanjut di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Wahyuni, Tri; Hastuti, Murni Sri; Chahyani, Wiwit Ida; Shabrina, Fida' Alia; Tubarad, Gladys Dwiani Tinovella
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.23-34

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi diabetes mellitus (DM) global pada tahun 2021 diperkirakan lebih dari setengah miliar orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Prevalensi diabetes tertinggi pada usia 75-79 tahun. Mortalitas DM berhubungan dengan komplikasi yang terjadi. Komplikasi DM terjadi karena kadar glukosa yang tidak terkontrol dengan baik sehingga menimbulkan komplikasi makro dan mikrovaskuler. Tujuan: Mengetahui kadar trigliserida, kolesterol total, LDL, HDL, asam urat dan gula darah sewaktu pada pasien geriatri dengan DM. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek yang diikutsertakan dalam penelitian ini merupakan kelompok usia 45-90 tahun dan dilakukan pemeriksaan trigliserida, kolesterol total, LDL, HDL, asam urat dan gula darah sewaktu. Hasil: Dari 30 subjek penelitian yang diperiksa, ditemukan dominan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 60%. Usia subjek penelitian, dominan pada kategori lansia akhir (56-64 tahun) sebanyak 46.7%. Kadar gula darah sewaktu sebagian besar pada kategori normal sebanyak 60%. Kadar trigliserida dominan pada kategori tinggi (≥150 mg/dl) sebanyak 70%. Kadar kolesterol total paling banyak ditemukan pada kategori yang diinginkan (200 mg/dL) sebesar 66.7%. Kadar LDL dominan pada kategori optimal (100 mg/dL) sebanyak 46.7%. Kadar HDL sebagian besar pada kategori rendah (40 mg/dL) sebanyak 50%. Asam urat sebagian besar pada kadar tinggi sebanyak 63.3%. Simpulan: Peningkatan kadar gula darah sewaktu, kadar trigliserida, kolesterol total, LDL, asam urat dan penurunan kadar HDL subjek penelitian ditemukan sebagian besar pada usia lansia akhir.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kebutuhan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia Rosyada, Yassir Amrina; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.73-80

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang memiliki umur lebih dari atau sama dengan 55 tahun. Kualitas hidup pasien lansia merupakan persepsi yang dipengaruhi oleh aspek spiritualitas dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang sangat kuat akan membantu pasien lansia dalam kehidupan kesehariannya. Kebutuhan spiritual berkaitan dengan kedekatan dengan Tuhan, semakin baik kebutuhan spiritual maka semakin tinggi kualitas hidup, dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan ibadah, membaca Al-Qur’an untuk muslim, dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pasien lansia. Metode: Penelitian memakai metode kuantitatif observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan di Posyandu Lansia Melati Putih RW 4. Sampel penelitian sejumlah 42 orang menggunakan teknik total sampling. Kuesioner dukungan keluarga, kuesioner DSES, dan kuesioner OPQOL-Brief digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil: Terdapat total 42 lansia dengan mayoritas berada pada dukungan keluarga yang cukup dan kebutuhan spiritual yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual (p0,001) terhadap kualitas hidup lansia dengan koefisien korelasi yang kuat dan sedang, secara berurutan. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual terhadap kualitas hidup pasien lansia.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kualitas Tidur terhadap Irama Sirkadian pada Lansia di Panti Sosial Chintami, Alvita Shabilla; Renovaldi, Dede; Putra, Muhamad Dwi
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.35-43

Abstract

Latar Belakang: Pertambahan usia seseorang seiring dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh dapat menyebabkan perubahan pada kualitas tidur. Jam tidur yang singkat dengan rata-rata 7 jam per hari dapat menyebabkan terjadinya kekurangan hormon leptin, kelebihan hormon ghrelin, dan kelebihan indeks massa tubuh (IMT). Pada lansia, keluhan gangguan tidur dan penurunan kualitas tidur diasumsikan mempengaruhi jam biologis tubuh atau irama sirkadian. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara IMT dan kualitas tidur dengan irama sirkadian pada lansia di Panti Sosial. Metode: Studi ini adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan antropometri (IMT), kuesioner PSQI (kualitas tidur) dan MEQ untuk mengevaluasi irama sirkadian. Analisis korelasi dilakukan menggunakan chi-square test dengan derajat kemaknaan 5%. Hasil: Sebanyak 60 responden didapatkan hasil mayoritas mempunyai kualitas tidur yang baik dan kategori irama sirkadian yaitu Morning type dengan IMT yang normal. Analisis korelasi chi square didapatkan nilai p-value 0,05 pada hubungan kualitas tidur dengan irama sirkadian, sementara p-value 0,05 didapatkan dari hubungan usia, jenis kelamin, dan IMT dengan irama sirkadian. Simpulan: Kualitas tidur yang baik pada lansia cenderung dimiliki oleh lansia dengan irama sirkadian morning type dengan hubungan yang secara statistik bermakna. Namun, IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap irama sirkadian pada lansia di panti sosial.
Tinjauan Sistematik: Hubungan Status Gizi dan Kualitas Hidup pada Lanjut Usia Yusri, Khalisa Nurima; Bumi, Candra
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.81-89

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia tidak diikuti dengan kualitas hidupnya. Status gizi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia dan keseluruhan domainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kualitas hidup pada lansia di seluruh dunia. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan sumber data yang digunakan yakni database Pubmed, Science Direct, Garuda, dan PlosOne dengan kriteria: tahun publikasi dari tahun 2017 hingga 2021, artikel open access dengan semua desain penelitian kuantitatif, berbahasa Inggris atau Indonesia, serta membahas tentang status gizi dan kualitas hidup pada lansia berusia ≥ 60 tahun. Penyeleksian studi dilakukan berdasarkan kata kunci dan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil ekstraksi dari 156 artikel, diperoleh 13 artikel membahas hubungan status gizi dan kualitas hidup lansia. Status gizi berhubungan dengan kualitas hidup lansia dengan menyebabkan beberapa dampak seperti: peningkatan kesakitan, kelelahan yang berlebihan, lambatnya kecepatan berjalan, menghambat mobilitas dan menyebabkan gangguan tidur. Lemahnya kondisi fisik menyebabkan lansia mudah mengalami depresi dan kesulitan berinteraksi sosial. Selain itu, tingginya biaya perawatan kesehatan juga berkaitan dengan tingkat kemiskinan dan stres finansial pada lansia. Diketahui pula bahwa status gizi kurang menjadi faktor risiko penyebab terjadinya sindrom frailty yang mampu memperburuk kualitas hidup lansia dalam jangka panjang.
Aktivitas Seksual Lansia Pada Musculoskeletal Disorders (MSDs): Studi Literatur Aluf Mumtaziah Windayati; Bayu Prastowo; Siti Ainun Marufa; Sujono Sujono; Safun Rahmanto
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.44-51

Abstract

Kualitas prospektif lanjut usia dapat diperoleh dari aktivitas seksual. Aktivitas seksual memicu terproduksinya hormon endorfin dan analgesik sehingga teroksigenasinya berbagai jaringan lunak dan secara berkelanjutan memberikan efek relaksasi. Namun keadaan fisiologis pada lansia menjadi pertimbangan dalam aktivitas seksual. Hal tersebut diakibatkan faktor penurunan berbagai fungsi. Prevalensi kasus gangguan muskuloskeletal pada kategori lansia bertanggung jawab terhadap aktivitas seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara gangguan tersebut terhadap aktivitas seksual. Pendekatan penelitian menggunakan literature review melalui sintesis data PRISMA dan analisis PICO. Sintesis data menunjukkan terdapat dua artikel qualitative study dan tiga artikel cross sectional study. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas seksual pada lansia dengan musculoskeletal disorders (MSDs) mampu meningkatkan relaksasi tubuh dan mengurangi rasa sakit dikarenakan saat melakukan aktivitas seksual hormon seksual menyebabkan teroksigenasinya jaringan lunak.
Gambaran Kepuasan Lansia Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Poli Lansia Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2022 Larasati, Rahma Ayu; Safitri, Diniyah
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.90-98

Abstract

Latar Belakang: Harapan pasien lanjut usia (lansia) saat datang ke pelayanan kesehatan adalah mendapatkan kepuasan pelayanan yang diterima, sehingga akan menjadi tolak ukur dalam pelayanan kesehatan serta berupaya untuk meningkatkan kebutuhan segala aspek mutu kesehatan pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan lansia terhadap kualitas pelayanan kesehatan poli lansia Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu lansia (60 tahun) menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan wawancara langsung kepada responden. Hasil: dari total 50 responden, didapatkan hasil kepuasan pasien lansia yang berkunjung di poli lansia merasakan puas sebesar 41 orang (82%). Selanjutnya kualitas pelayanan kesehatan dengan metode servqual dilihat dari 5 dimensi yaitu dimensi bukti fisik (tangibles) memuaskan adalah 44%, dimensi kehandalan (reliability) memuaskan adalah 48%, dimensi ketanggapan (responsiveness) adalah 52%, dimensi jaminan (assurance) memuaskan adalah 48%, dan dimensi empati (empathy) memuaskan adalah 50%. Berdasarkan kualitas pelayanan Kesehatan secara keseluruhan didapatkan pasien lansia merasakan kurang memuaskan sebanyak 66%. Simpulan: Responden pada penelitian ini mayoritas merasakan puas saat berobat di Puskesmas dan merasakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan apabila dilihat dari keseluruhan dimensi, namun pada penilaian tiap dimensi, responden merasakan puas terhadap kunjungan di Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan.
Efektivitas Cawthorne Cooksey Exercise dalam Meningkatkan Keseimbangan dan Mengurangi Dizziness Pada Lansia dengan Peripheral Vestibular Disorder Noviana, Mita; Amany, Inas; Pratama, Aditya Denny
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.52-64

Abstract

Latar Belakang: Peripheral Vestibular Disorder (PVD) merupakan gangguan vestibular yang dapat disebabkan oleh penuaan. Apabila terdapat gangguan dalam sistem vestibular, aspek keseimbangan, kontrol postural, dan persepsi tubuh terhadap ruang akan terganggu, sehingga dapat menimbulkan gejala-gejala seperti mual, muntah, dan dizziness. Cawthorne Cooksey Exercise menjadi protocol pertama untuk menangani gejala tersebut. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian CCE untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi dizziness pada kasus PVD yang dialami oleh lansia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci dan Boolean operator (AND, OR NOT, dan AND NOT). Dari hasil pencarian melalui berbagai database, ditemukan 35 artikel yang kemudian disaring kembali menjadi 8 artikel mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil akhir dari penyaringan artikel didapatkan 5 artikel yang di-review. Hasil: Terdapat peningkatan keseimbangan dan penurunan dizziness pada pasien yang diberikan intervensi CCE selama minimal 2 bulan rehabilitasi. Simpulan: Pemberian intervensi CCE efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi keluhan dizziness yang dialami oleh lansia dengan PVD.