cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser Komplek Citra Mulia Residence Blok D. 14 Medan – 20229
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ALACRITY : Journal Of Education
ISSN : -     EISSN : 27754138     DOI : https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i3
Core Subject : Education,
ALACRITY : Journal Of Education is an interdisciplinary publication of original research and writings on education that publishes articles in journal form to an international audience of educational researchers. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the fields of education, social and management and play an important role in promoting the accumulation of knowledge, values, and skills that are transmitted from one generation to another; and to make the methods and content of evaluation and research in education available to teachers, administrators, students, faculty and research workers. This journal covers a wide range of topics,Learning, including, social, curriculum, management science, educational philosophy and educational approaches.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
Search results for , issue "Volume 5 Nomor 1 Februari 2025" : 140 Documents clear
Community Engagement dalam Pendidikan Multikultural Lensa, Rejeki; Jufni, Muhammad; Hadijaya, Yusuf
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.646

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan yang semakin penting dalam konteks globalisasi yang semakin meningkat. Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan multikultural menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan beragam. Artikel ini membahas berbagai aspek keterlibatan masyarakat dalam pendidikan multikultural, termasuk peran orang tua, komunitas lokal, serta lembaga pendidikan. Melalui analisis data dan studi kasus, artikel ini menunjukkan bagaimana keterlibatan masyarakat dapat meningkatkan hasil pendidikan dan memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang mencerminkan keragaman budaya di masyarakat.
Dimensi Multikultural dalam Pengawasan Lembaga Pendidikan Hadijaya, Yusuf; Rasidah, Rasidah; Isnaini, Farida
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.647

Abstract

Pengawasan pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Dalam konteks multikultural, pengawasan memerlukan pendekatan yang sensitif terhadap keberagaman budaya, nilai, dan norma yang ada di lembaga pendidikan. Artikel ini membahas dimensi multikultural dalam pengawasan lembaga pendidikan dengan tujuan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai strategi pengawasan yang inklusif, adil, dan responsif terhadap keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur dan analisis data tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan multikultural memerlukan pemahaman terhadap prinsip keadilan, penghormatan terhadap perbedaan, dan adaptabilitas terhadap berbagai konteks budaya. Pengawasan yang efektif mencakup komunikasi yang empatik, pelibatan semua pihak tanpa diskriminasi, dan pengembangan kompetensi profesional yang menghargai keberagaman. Selain itu, pengawasan harus mampu mendorong kolaborasi antarbudaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan khusus bagi supervisor pendidikan untuk mengembangkan keterampilan multikultural, serta pengintegrasian dimensi multikultural dalam kebijakan pengawasan di lembaga pendidikan. Dengan pendekatan pengawasan yang berperspektif multikultural, diharapkan dapat tercipta iklim pendidikan yang harmonis, menghormati perbedaan, dan mendukung pengembangan potensi setiap individu tanpa memandang latar belakang budaya.
Penguatan Pendidikan Karakter Kreatif dan Berpikir Kritis pada Anak Sekolah Dasar Melalui Diskusi Terbuka dan Debat dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan Sunaryati, Titin; Syva, Febryana; Savira, Savira; Khasanah, Nur
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode diskusi terbuka dan debat dalam meningkatkan pendidikan karakter kreatif dan berpikir kritis pada anak sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan sampel 50 siswa kelas 5 SD. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan tes berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi terbuka dan debat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi terbuka dan debat secara signifikan meningkatkan pendidikan karakter kreatif dan berpikir kritis siswa. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam berpikir serta lebih mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktik pendidikan, menunjukkan bahwa metode diskusi terbuka dan debat dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan berpikir kritis dalam pembelajaran PKN.
Pengembangan Modul Mata Kuliah Bahasa Indonesia: Integrasi Kepribadian Sultanah Nahrasiyah Diana, Novi; Nurasiah, Nurasiah; Iqbal, Muhammad; Maysura, Ira
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis nilai-nilai kepribadian Sultanah Nahrasiyah, seorang pemimpin perempuan Aceh yang dikenal bijaksana, adil, dan religius. Pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal ini diharapkan dapat memperkaya pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat karakter mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Educational Design Research (EDR). Modul diuji cobakan pada mahasiswa dengan mengukur efektivitasnya melalui pretest dan posttest, serta dievaluasi kelayakannya oleh ahli materi dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ini efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 55,2 meningkat menjadi 85,4 pada posttest. Selisih rata-rata sebesar 30,2 poin menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik berdasarkan uji t-paired. Evaluasi kelayakan modul menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi, dengan aspek materi, desain, media, dan kepraktisan memperoleh nilai di atas 95%. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan bahan ajar berbasis nilai budaya lokal yang relevan dan kontekstual. Modul ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka melalui penggunaan media pembelajaran interaktif, seperti flipbook. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan yang terbatas dan belum mengeksplorasi dampak jangka panjang modul. Studi lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan dan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang lebih inovatif.
Penerapan Pembelajaran Tari Kreasi untuk Siswa SD dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan STKIP Muhammadiyah OKU Timur Chandra, Dendy; Julta, Arbi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.651

Abstract

Students majoring in Performing Arts Education Concentration in Dance as a prospective art teacher must have competencies that support all fields, including the creation of dance at the level of early childhood. Art competencies for students given theoretical and practical experience can be given at the Education Dance Course. The aim of the course is to improve the competence of students in terms of knowledge and understanding in the field of dance, problem solving skills, critical and democratic thinking, respect for art and cultural diversity and the enjoyment of art, creativity and appreciation in dance, and cooperation in group, and able to create dance for early childhood. In their lectures, students are required to be able to express, be creative and create art. One of the students' creative skills is creating dances for children which will later be applied to children. This is given as a provision for aesthetic experiences for students and children of course, because at the end of the lecture students will make a dance performance involving children in early childhood or kindergarten.
Pendidikan Seni Pertunjukan Sebagai Alternatif Pendidikan Multikultur Bagi Siswa SD Niken, Niken; Julta, Arbi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.652

Abstract

Tari tradisional di Indonesia mencerminkan masyarakat Indonesia yang multikultural, karena seni tari tradisional menyampaikan pesan-pesan filosofis, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial dari masyarakat yang mendukungnya. Artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan seni tari memberikan manfaat dalam pendidikan multikultural bagi anak-anak Seni tari adalah salah satu bentuk karya seni yang menyimpan ensiklopedi budaya. SD. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya keberagaman budaya sebagai hal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Melalui pendidikan seni tari di sekolah dasar, peserta didik dapat berkreasi dan mengapresiasi seni tari nusantara. Dengan demikian, diharapkan peserta didik akan memahami warisan seni tari bangsanya sendiri dan belajar tentang perbedaan budaya antar daerah. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang dapat menghargai perbedaan dan keberagaman serta menerima kenyataan pluralitas budaya yang ada di Indonesia.
Estetika Gerak Tari Sambut Sebiduk Sehaluan di Kabupaten OKU Timur Julta, Arbi; Sari, Eka
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.653

Abstract

The Sebiduk Sehaluan Welcome Dance is a dance that is performed in groups. As a form of honor and respect for the guest of honor who came to Martapura, East OKU Regency, this dance is a form of joy and respect for the arrival of the guest of honor from the local community to the Bumi Sebiduk Sehaluan area. This research aims to evaluate the aesthetics of the dance movements in the Sambut Sebiduk Sehaluan Dance. Using a qualitative descriptive approach, an ethical and emic approach, and a choreographic aesthetic approach, this research methodology is qualitative, using interview, observation, and documentation data collection techniques—the data analysis technique used by Adshead Theory, et al. The research results obtained are the value of beauty in the Sambut Sebiduk Sehaluan Dance where the unique beauty is created from the intertwining patterns of time, place, and use of energy which are the characteristics of the movement. The use of a wide and varied tempo and a high level of energy in the volume of movement creates a lively, seductive, and enthusiastic impression.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Pembentukan Urine Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa SD Anggreni, Monica; Ariefka, Reza
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.654

Abstract

In Indonesia, according to the 2022 PISA results, students' scientific literacy is in a low category, equivalent to the results obtained in 2006, and is ranked 68th out of 81 countries. Based on existing problems, innovation is needed to increase scientific literacy, one of which is using science teaching aids. This research examines the effect of using urine formation teaching aids on the scientific literacy abilities of grade IV students at SDN 2 Riang Bandung. In this research, the method used is a quantitative method in which the research experiments with a one-group pretest-posttest design, and the data collection techniques are in the form of observation, tests, and documentation. The data processing technique was obtained through test instrument testing and hypothesis testing. From processing this data, the normality test value was obtained, which had a pretest value of 0.171, then the post-test value was 0.051, which stated that the value was normal. Then the homogeneity test which has a pretest value of 0.075 which is explained that the value is greater than 0.05 which is stated that the value is homogeneous. Finally, the paired sample t-test has a pretest value of 0.000, which means the value is smaller than 0.05. Thus it can be stated that the null hypothesis value (Ho) is rejected and the hypothesis (Ha) is accepted. Hypothesis testing proves that using urine formation props on the scientific literacy skills of elementary school students has a great influence on class IV of SDN 2 Riang Bandung.           
Implementasi Pembelajaran Seni Tari pada Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Negeri 2 Mesuji Makmur Julta, Arbi; Wahyudi, Wahyudi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.655

Abstract

This study uses descriptive methodology and is classified as qualitative research. The purpose of this study was to determine and characterize the methods used in Class X of SMA Negeri 2 Mesuji Makmur for dance learning. This learning tool can be used by the researcher alone or combined with other equipment such as pencils and mobile phones. This study conducted data collection techniques including observation, literature review, interviews, and documentation. Data analysis involved the following steps: collection, reduction, classification, and conclusion. The findings of the study indicate that dance learning in the independent curriculum of SMA Negeri 2 Mesuji Makmur was less successful because some elements of implementation conflicted with the RPP. The instructor has used teaching strategies that are on the subject matter. However, teachers do not use tools such as Infocus in their learning, such as audio-visual materials that can affect student learning outcomes, when using local dance movements to educate about functions, meanings, and symbols.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Islam Sebagai Sarana Penanaman Nilai Hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis Orlando, Galih; Darajat, Mulkan; Febriani, Budi; Mulyani Batubara, Monica; Hasanah Lubis, Leli
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Islam sebagai sarana penanaman nilai hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Islam di madrasah ini telah berjalan dengan baik melalui pendekatan integratif, di mana nilai hukum Islam diajarkan tidak hanya dalam mata pelajaran Fiqih, tetapi juga dalam Akidah Akhlak dan Al-Qur'an Hadis. Metode pembelajaran yang diterapkan, seperti diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek, terbukti meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam memahami hukum Islam. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam proses pembelajaran, di antaranya perbedaan latar belakang pemahaman siswa, kurangnya keterlibatan lingkungan keluarga, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif, seperti optimalisasi penggunaan teknologi digital dan peningkatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk mendukung efektivitas pembelajaran hukum Islam. Dengan perbaikan dalam aspek-aspek tersebut, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami hukum Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari karakter dan kebiasaan mereka.