cover
Contact Name
Rahmawaty Hasan
Contact Email
jft.tinctura@gmail.com
Phone
+6285399955257
Journal Mail Official
jft.tinctura@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy Sukorejo Banyuputih Situbondo Jawa Timur 68374
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Tinctura
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 27158012     EISSN : 27238083     DOI : https://doi.org/10.35316/tinctura.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Tinctura adalah media publikasi ilmiah di bidang ilmu kefarmasian yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy sejak tahun 2019. Jurnal Farmasi Tinctura diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Juni dan Desember. Ruang lingkup disiplin ilmu meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, teknologi farmasi, farmasetika, dan farmasi bahan alam. Editor mengajak akademisi, dosen, dan praktisi untuk mendedikasikan artikel hasil penelitian lapangan atau ulasan literatur sesuai disiplin ilmu dan ketentuan Jurnal Farmasi Tinctura. Artikel yang dikirim merupakan hasil penelitian sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media lain. p-ISSN : 2715-8012 e-ISSN : 2733-8083
Articles 97 Documents
Potensi Ekstrak Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb) Menghambat Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Penghasil ESBL Muhammad Subhan A. Sibadu; Ilmiah Indar Husen; Eri Marwati
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.6711

Abstract

Infeksi adalah masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Resistensi bakteri terjadi akibat dari penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dan irrasional. Kunyit hitam adalah tanaman yang memiliki senyawa yang mana sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas antibakteri ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa penghasil ESBL. Jenis penelitian kuntitatif ini menggunakan rancangan eksperimen metode difusi sumuran. Hasil yang diperoleh menunjukkan sensitivitas antibakteri kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) melalui zona hambat yang terbentuk. Zona hambat rata-rata 10,48 mm, 10,43 mm, dan 11,7 mm tergolong kuat, dan konsentrasi 40%, 60%, dan 80% efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa penghasil ESBL
Hubungan antara Persepsi Masyarakat tentang Keputusan Penggunaan Suplemen Kesehatan untuk Meningkatkan Imunitas Silfera Indra Yanti; Sischa Mutiara Rusnaini Utami; Dewi Yuliana Idris
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7155

Abstract

Wabah COVID-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan masyarakat mencari cara untuk mencegah dan melindungi tubuh dari virus COVID-19, yang memiliki kecenderungan untuk menyerang saluran pernapasann. Salah satunya adalah mengkonsumsi suplemen kesehatan untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat tentang keputusan mengkonsumsi suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas di Kabupaten dan Kota Bekasi. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan secara cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 220 responden, menggunakan kuesioner sebagai data primer melalui formulir Google form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil uji univariat didapatkan hasil tertinggi yaitu pengetahuan dikategorikan baik (65,0%), sikap dikategorikan baik (59,1%) dan perilaku kategori selalu (78,2%). Uji chi-square pengetahuan dan sikap menunjukkan tidak ada hubungan/korelasi dengan nilai p-value 0,537. Uji chi-square pengetahuan dan perilaku menunjukkan ada hubungan/korelasi dengan nilai P-value 0,001. Sikap dan perilaku memiliki korelasi dengan p-value 0,026 berdasarkan uji chi-square. Faktor yang paling dominan adalah perilaku dimana selalu menggunakan suplemen kesehatan dengan nilai OR 1,9. Terdapat hubungan antara persepsi masyarakat tentang keputusan penggunaan suplemen kesehatan.
Perbandingan Biaya Riil dengan Tarif INA-CBG’s Operasi Ablasi Jantung Pasien Aritmia di RSUP Dr. Kariadi Hasina SobaH Ar Roemi; Ranita Rahmaniar
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7437

Abstract

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang memerlukan penanganan khusus, salah satunya tindakan ablasi jantung. Pembiayaan dengan sistem INA-CBG’s, termasuk ablasi jantung seringkali tidak sesuai dengan biaya riil yang dihabiskan yang berdampak pada efisiensi keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya riil dan tarif INA-CBG’s pada pasien aritmia yang menjalani tindakan ablasi jantung di rawat inap RSUP Dr. Kariadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder rekam medis dan keuangan rumah sakit pasien periode Januari – Desember 2024. Analisis dilakukan terhadap biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta faktor yang memengaruhi biaya riil. Hasil analisis menunjukkan terdapat selisih negatif sebesar Rp21.910.239,11 dan perbedaan signifikan (p = 0,00) antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s. Selisih tersebut dibayarkan oleh rumah sakit, sehingga menyebabkan kerugian. Faktor kelas rawat inap menunjukkan adanya pengaruh terhadap biaya riil, sedangkan usia, jenis kelamin, LoS, penyakit penyerta, dan tingkat keparahan tidak terdapat pengaruh terhadap biaya riil. Kesimpulannya terdapat selisih negatif antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s yang menunjukkan rumah sakit mengalami kerugian, oleh karena itu perlu evaluasi lebih lanjut terkait penyesuaian tarif INA-CBG’s.
Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa A. Nur Syamsuduha
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7749

Abstract

Obat High Alert merupakan obat-obatan yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya yang signifikan bagi pasien jika digunakan secara keliru. Kategori obat High Alert ada tiga, yaitu LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit pekat dan Sitostatika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat High Alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan menunjukkan bahwa penyimpanan obat High Alert di Instalasi Farmasi RSUD Syekh Yusuf belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Permenkes No. 72 Tahun 2016, sehingga masih diperlukan perbaikan pada beberapa kategori obat.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di RSIA Ananda Makassar Eliza Aprilia Lewinsky
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7779

Abstract

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu, yang berisiko bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSIA Ananda Makassar tahun 2024. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan menelusuri data rekam medis pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dari 88 pasien, kelompok usia terbanyak adalah 27–31 tahun (35%) dan sebagian besar berada pada trimester pertama (54%). Obat yang paling banyak digunakan adalah nifedipin (80%), diikuti metildopa (8%), semuanya diberikan sebagai monoterapi. Evaluasi menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan dan terapi yang digunakan sebagian besar sesuai dengan standar dari POGI dan WHO. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia sudah sesuai dan cukup efektif, namun pemantauan berkala tetap diperlukan.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Balita di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Lintang Sari; Asri Wido Mukti; Fajar Jamaluddin Sandhori
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7974

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pada tahun 2021 tercatat 278.261 kasus pneumonia di Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus tertinggi 74.071 dan Kabupaten Sidoarjo  dengan 9.308 kasus pada balita. Antibiotik merupakan terapi utama, namun penggunaan yang tidak rasional beresiko menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berdasarkan empat parameter, yaitu tepat diagnosis, pasien, jenis antibiotik, dan regimen dosis yang mencakup dosis, rute, interval, dan lama pemberian. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data rekam medis pasien periode September 2022–September 2024 dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Penelitian dilakukan terhadap 39 pasien balita yang memenuhi kriteria inklusi. Pedoman evaluasi yang digunakan yaitu Permenkes nomor 28 tahun 2021 dan IDAI 2025. Hasil evaluasi menunjukkan tepat diagnosis, pasien, jenis pemilihan antibiotik, rute pemberian, interval pemberian dan lama pemberian sebesar (100%). Sementara itu, tepat dosis didapatkan hasil (97,4%) karena pada satu pasien menerima dosis yang tidak sesuai pada pemberian cefotaxime bila dilihat dari data berat badan pasien ideal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo telah rasional sesuai dengan parameter evaluasi yang digunakan.
Dampak Kepatuhan Pengobatan terhadap Kekambuhan Kejang pada Penderita Epilepsi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Novia Yessy Rencani T; Irma Susanti; Afiv Wahyudi
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.7988

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang. Kepatuhan pengobatan berperan penting dalam mengendalikan kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, rendahnya kepatuhan sering menjadi kendala dalam terapi, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekambuhan kejang. Mengetahui pengaruh kepatuhan pengobatan terhadap kekambuhan kejang pada pasien epilepsi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa epilepsy usia ≥16 tahun yang menjalani pengobatan epilepsi di poli rawat jalan. Evaluasi kepatuhan menggunakan kuesioner ARMS (Adherence to Refills and Medication Scale), sedangkan kekambuhan kejang dievaluasi selama 1bulan terakhir menggunkan wawancara dan data rekam medis. Sebanyak 85,19% pasien tercatat patuh terhadap pengobatan. Kekambuhan kejang masih terjadi pada 35,19% pasien. Analisis menunjukkan nilai p = 0,002, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kepatuhan pengobatan dan kekambuhan kejang. Kepatuhan pengobatan berpengaruh signifikan terhadap kekambuhan kejang pada pasien epilepsi. Perlu adanya edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta pemantauan rutin guna mencegah kekambuhan kejang.
Formulasi Sediaan Lulur (Body Scrub) Ekstrak Beras Ketan Putih (Oryza sativa glutinous) dengan Cangkang Telur Ayam sebagai Eksfolian Olganita Manika; Rizky Resvita R. Bahi; Moh. Rivaldi Mappa
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.8172

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada kulit adalah terjadinya penuaan dini akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Paparan sinar UV dapat menyebabkan menumpuknya sel kulit mati sehingga produk perawatan kulit tidak dapat terserap secara baik dan memberikan efek gelap pada kulit. Penumpukan sel kulit mati bisa diatasi dengan melakukan eksfoliasi kulit menggunakan sediaan lulur (body scrub). Sedian lulur mengandung antioksidan dan scrub yang bisa diambil dari bahan alam seperti beras ketan putih dan cangkang telur ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keberhasilan limbah cangkang telur ayam menjadi eksfolian pada sediaan lulur ekstrak beras ketan putih serta efektivitas dan pengaruhnya terhadap sediaan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan optimasi ukuran partikel cangkang telur ayam berdasarkan nomor ayakan. Sediaan dibuat dalam 4 formula, yaitu kontrol negatif (K-) tanpa menggunakan cangkang telur ayam serta FI, FII dan FIII yang menggunakan cangkang telur ayam dengan ayakan nomor 40 ; 60 ; dan 100. Uji sediaan yang dilakukan, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe krim, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi dan uji hedonik.. Hasil penelitian menyatakan bahwa sediaan lulur ekstrak beras ketan putih dengan formula terbaik terdapat pada formula II (FII) yang menggunakan cangkang telur ayam ayakan nomor 60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cangkang telur ayam dapat dijadikan sebagai eksfolian dalam formulasi sediaan lulur ekstrak beras ketan putih.
Bibliometric Study: Profil Farmakokinetika Pada Obat Antibiotik Ni Made Rayi Candarasmi Ajenar
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.8943

Abstract

Pemahaman profil farmakokinetika antibiotik berperan penting dalam optimalisasi terapi dan pencegahan resistensi antimikroba. Perkembangan publikasi yang sangat cepat menyebabkan sulitnya pemetaan tren riset secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, tren publikasi, pola kolaborasi, serta perkembangan topik penelitian farmakokinetika antibiotik secara global melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari pangkalan data PubMed pada periode 2015–2025 dengan kata kunci terkait farmakokinetika dan antibiotik. Studi klinis yang memenuhi kriteria inklusi menghasilkan 691 artikel, yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Biblioshiny. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi jumlah publikasi dengan penurunan signifikan selama pandemi COVID-19, diikuti peningkatan kembali pada tahun 2024. Jurnal Antimicrobial Agents and Chemotherapy tercatat sebagai jurnal paling berpengaruh, sementara Amerika Serikat menjadi negara dengan kontribusi publikasi tertinggi, disusul Tiongkok. Analisis topik mengindikasikan pergeseran fokus riset dari interaksi obat pada infeksi kronis menuju uji keamanan dan tolerabilitas fase awal. Disimpulkan bahwa riset farmakokinetika antibiotik mengalami kebangkitan pascapandemi, dengan celah penelitian yang masih besar pada populasi pediatri.
Studi Etnofarmasi Tanaman Berkhasiat Sebagai Tonik di Suku Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten Reisya Diancayudha; Yoshelina Setyaningrum; Annisak Diana Agustun; Rara Wulandari Widagdo; Rahmawati Wahyuning Utami; Mezaluna Aprilia; Hafis Ridho Kurniawan; Muhammad Hilmi Afthoni
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9167

Abstract

Masyarakat Suku Baduy Dalam masih memanfaatkan tumbuhan obat tradisional untuk pengobatan penyakit secara turun-temurun di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Obat tradisional adalah ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Suku Baduy Dalam memanfaatkan tumbuhan obat sebagai penambah stamina.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan wawancara mendalam (open-ended interview) kepada 9 informan dari masyarakat Suku Baduy Dalam dan metode kualitatif dengan perhitungan parameter nilai Use Value (UV) & Informant Consensus Factor (ICF). Hasilnya menunjukkan bahwa Capeu adalah tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai penambah stamina, dengan banyaknya penggunaan UV mencapai 0,66. Ini berarti, semakin tinggi nilai UV (mendekati 1), semakin banyak tumbuhan tersebut digunakan. Didapatkan hasil perhitungan nilai ICF sebesar 0,491 yang berarti tidak terjadi pertukaran antar informan mengenai tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tonik.

Page 9 of 10 | Total Record : 97