cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 561 Documents
Manajemen Lingkungan Belajar Ramah Anak sebagai Strategi Penguatan Mutu Layanan PAUD: Studi Kasus di PAUD Yaa Bunayya Way Kanan Dwi Sugianik; Imam Muzaki; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.1096

Abstract

Mutu pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dialami anak dalam lingkungan fisik, sosial, psikologis, dan pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen lingkungan belajar ramah anak sebagai strategi penguatan mutu layanan di PAUD Yaa Bunayya Way Kanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala PAUD, guru, dan orang tua sebagai sumber informasi. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan ramah anak berlangsung melalui siklus perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan mencakup penataan lingkungan fisik yang aman dan nyaman, interaksi guru-anak yang positif, aktivitas bermain dan eksplorasi, partisipasi anak, serta kemitraan dengan orang tua. Evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan lingkungan dan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa mutu layanan dibangun ketika fungsi manajemen tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi mengorkestrasi kondisi struktural dan kualitas proses yang langsung dialami anak. Kebaruan penelitian terletak pada model manajemen lingkungan ramah anak yang menghubungkan siklus manajerial dengan lima dimensi pengalaman anak: keselamatan fisik, keamanan relasional, partisipasi, pembelajaran berpusat pada anak, dan kesinambungan sekolah-keluarga.
Implementasi Metode Tahsin untuk Penguatan Kualitas Bacaan Al-Qur'an Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah di Way Kanan, Lampung Esoniman; Siti Juariah; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.1097

Abstract

Kualitas bacaan Al-Qur'an pada jenjang pendidikan dasar tidak cukup dinilai dari kelancaran, tetapi juga dari ketepatan makharijul huruf, sifatul huruf, penerapan hukum tajwid, panjang-pendek bacaan, dan konsistensi performa membaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode tahsin dalam penguatan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik Madrasah Ibtidaiyah di Way Kanan, Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian bacaan sebelum dan setelah pembelajaran tahsin sebagai data pendukung. Analisis dilakukan melalui kondensasi/reduksi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan, sedangkan kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahsin diterapkan melalui siklus pemberian model bacaan, praktik, koreksi langsung, pengulangan, dan evaluasi. Perubahan teramati pada ketepatan makhraj, sifat huruf, penerapan tajwid, pengendalian mad, dan kelancaran. Mekanisme yang paling menonjol adalah corrective feedback segera setelah kesalahan dan kesempatan mengulang sampai bacaan lebih tepat. Keberhasilan didukung oleh keterlibatan guru, intensitas praktik, pembiasaan, dan contoh bacaan langsung, sedangkan perbedaan kemampuan awal dan keterbatasan waktu menjadi kendala. Temuan menegaskan bahwa tahsin lebih tepat dipahami sebagai pedagogi performatif yang mengintegrasikan modeling, guided practice, corrective feedback, repetition, dan evaluasi berkelanjutan. Karena naskah sumber tidak menyediakan rekap angka pretest-posttest secara agregat, penelitian ini tidak membuat estimasi efek atau klaim signifikansi statistik.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Interaktif: Studi Kualitatif di PAUD Mahkota Ratu Nafisatul Mahmudah; Joko Setiawan; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.1098

Abstract

Kemampuan bahasa anak usia dini berkembang melalui interaksi yang responsif dan kesempatan menggunakan bahasa dalam konteks bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui pembelajaran interaktif di PAUD Mahkota Ratu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis melalui reduksi/kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun lingkungan bahasa melalui kombinasi tanya jawab, bercerita, bernyanyi, bermain peran, gambar dan benda konkret, pengulangan kosakata, pemodelan kalimat, serta pertanyaan lanjutan. Interaksi berlangsung dua arah dan memberi kesempatan kepada anak untuk menyimak, menjawab, menggunakan kosakata, menceritakan pengalaman, serta melakukan percakapan sederhana dengan guru dan teman. Guru menyesuaikan tingkat stimulus dan bantuan berdasarkan kemampuan serta keberanian anak dalam berkomunikasi. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, media sederhana, suasana kelas komunikatif, dan tema yang dekat dengan pengalaman anak; sedangkan tantangan utama ialah heterogenitas kemampuan dan keberanian berbicara. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif yang efektif bukan sekadar penggunaan beragam metode, melainkan orkestrasi interaksi yang responsif: guru memantik tuturan, menanggapi respons anak, memperluas percakapan, dan memberikan scaffolding secara adaptif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kualitas percakapan guru-anak sebagai mekanisme pedagogis dalam pengembangan bahasa di PAUD.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pengembangan Sumber Belajar PAI di SMP Negeri 1 Bumi Agung Slamet Rianto; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.1100

Abstract

Artificial Intelligence (AI) semakin digunakan guru untuk mempercepat produksi dan diversifikasi sumber belajar, tetapi penggunaannya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan kontrol pedagogis dan validasi keilmuan yang ketat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses integrasi AI dalam pengembangan sumber belajar PAI di SMP Negeri 1 Bumi Agung, dengan perhatian khusus pada fungsi AI, mekanisme validasi guru, implementasi sumber belajar, respons peserta didik, dan kendala penerapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi terhadap guru PAI, pihak sekolah, dan peserta didik yang dipilih secara purposif. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai asisten pengembangan sumber belajar untuk menghasilkan alternatif penjelasan, menyederhanakan materi, membuat contoh kontekstual, pertanyaan pemantik, latihan soal, rangkuman, dan bahan presentasi. Guru tidak menggunakan keluaran AI secara mentah, terutama untuk ayat Al-Qur'an, hadis, hukum Islam, dan konsep keagamaan, tetapi melakukan seleksi, penyuntingan, kontekstualisasi, serta pengecekan kepada sumber yang dianggap lebih otoritatif. Sumber belajar berbantuan AI digunakan secara komplementer bersama buku teks dan penjelasan guru, serta berkaitan dengan aktivitas diskusi dan keterlibatan peserta didik yang lebih variatif. Kendala mencakup jaringan, literasi digital, waktu verifikasi, dan potensi ketidakakuratan informasi. Temuan menegaskan model integrasi AI yang teacher-governed dan human-in-the-loop: AI memperluas kapasitas produksi sumber belajar, sedangkan guru mempertahankan kendali atas tujuan, akurasi, relevansi pedagogis, dan kesesuaian nilai Islam.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teknologi untuk Penguatan Literasi Bahasa Peserta Didik: Studi Kasus di MTsN 2 Way Kanan ABD Manan; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.1101

Abstract

Integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan perangkat dan aplikasi; teknologi harus dikelola sebagai bagian dari desain pedagogis yang berorientasi pada literasi bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi di MTsN 2 Way Kanan serta menjelaskan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi mengarahkan teknologi untuk mendukung kemampuan peserta didik dalam mengakses, memahami, mengolah, dan mengomunikasikan informasi berbahasa Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru bahasa Arab, kepala madrasah/wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan peserta didik; observasi pembelajaran; serta dokumentasi perangkat, bahan ajar digital, dan tugas peserta didik. Data dianalisis secara interaktif melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan/verifikasi kesimpulan, kemudian disintesiskan secara tematik. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran berlangsung dalam siklus perencanaan teknologi berbasis tujuan, implementasi aktivitas literasi multimodal, monitoring keterlibatan dan kesulitan belajar, serta evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. Teknologi memperluas akses terhadap teks, audio, video, kosakata, dan latihan interaktif serta membuka ruang bagi aktivitas membaca, menyimak, menulis, memahami teks, menemukan informasi, dan menyampaikan kembali gagasan. Namun, manfaat tersebut bergantung pada kesesuaian pedagogis, kompetensi digital guru dan peserta didik, dukungan madrasah, ketersediaan fasilitas, serta kualitas jaringan. Kontribusi penelitian terletak pada pemaknaan manajemen pembelajaran sebagai mekanisme penghubung antara integrasi teknologi dan penguatan literasi bahasa, sehingga teknologi berfungsi sebagai instrumen pedagogis yang dikelola secara sistematis, bukan sebagai tujuan pembelajaran.
Eksplorasi Loose Parts sebagai Lingkungan Belajar Terbuka untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di Cendekia Insani Lampung Sri Wahyuni; Wulan Eldasari; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.1102

Abstract

Kreativitas anak usia dini berkembang ketika anak memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi material, menghasilkan kemungkinan yang beragam, melakukan percobaan, dan mengekspresikan gagasan tanpa terlalu dibatasi oleh contoh produk yang seragam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana penggunaan loose parts mendukung proses kreativitas anak usia dini di Cendekia Insani Lampung serta menganalisis peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas anak, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi kegiatan serta hasil karya. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan; keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loose parts memberikan ruang bagi anak untuk memilih material, memberi makna baru pada benda, mengombinasikan serta memodifikasi susunan, mencoba kembali ketika mengalami kegagalan, dan menghasilkan karya yang beragam. Proses tersebut merefleksikan dimensi kreativitas berupa fluency, flexibility, originality, dan elaboration serta memunculkan pengalaman problem solving. Guru berperan sebagai fasilitator melalui penyediaan material, pertanyaan pemantik, pemberian waktu untuk mencoba, bantuan yang tidak mengambil alih proses, dan apresiasi terhadap proses kreatif. Temuan menegaskan bahwa efektivitas loose parts tidak hanya terletak pada karakter material yang terbuka, tetapi pada interaksi antara affordance material, agensi anak, eksplorasi iteratif, dan scaffolding guru. Loose parts dengan demikian dapat diposisikan sebagai lingkungan belajar terbuka yang mendukung kreativitas secara aktif, bermakna, dan berpusat pada anak.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital Suhadi; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.1103

Abstract

Ekosistem digital memperluas sumber belajar keagamaan sekaligus memperbesar paparan peserta didik terhadap misinformasi, polarisasi, budaya komunikasi yang kasar, dan praktik bermedia yang tidak selalu selaras dengan nilai Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat karakter religius peserta didik di era digital dan merumuskan mekanisme pedagogis yang menghubungkan pendidikan nilai dengan perilaku digital. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 38 artikel ilmiah peer-reviewed yang terbit pada 2021–2026 dan dapat ditelusuri melalui DOI atau laman jurnal. Literatur dianalisis secara tematik dengan fokus pada keteladanan, pembiasaan, internalisasi nilai, literasi religius digital, etika digital, kompetensi guru, serta kolaborasi sekolah–keluarga. Hasil sintesis menunjukkan empat strategi inti: (1) keteladanan religius yang diperluas menjadi keteladanan digital; (2) pembiasaan kegiatan keagamaan yang disertai pemaknaan reflektif; (3) integrasi nilai Islam ke dalam pembelajaran kontekstual berbasis problem kehidupan digital; dan (4) penguatan literasi religius digital melalui tabayyun, kurasi sumber, etika komunikasi, serta produksi konten positif. Efektivitas keempat strategi dipengaruhi kompetensi digital guru, budaya sekolah, keterlibatan keluarga, dan evaluasi perilaku yang berkelanjutan. Artikel ini menawarkan model konseptual penguatan karakter religius terintegrasi yang bergerak dari keteladanan, pembiasaan, internalisasi kontekstual, literasi religius digital, menuju aktualisasi karakter dalam ruang fisik dan digital. Temuan menegaskan bahwa teknologi tidak perlu diposisikan sebagai antitesis pendidikan agama; tantangan utamanya adalah memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tunduk pada tujuan pedagogis, verifikasi pengetahuan, dan etika Islam.
Strategi Manajemen Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Transformasi Digital Di Era Society 5.0 Supriyanto; Iin Uji Hidayah; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.1104

Abstract

Transformasi digital di era Society 5.0 menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan Islam. Perubahan teknologi tidak hanya memengaruhi proses pembelajaran, tetapi juga menuntut perubahan dalam tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, budaya organisasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen pendidikan Islam dalam menghadapi transformasi digital di era Society 5.0 serta mengidentifikasi mekanisme strategis yang dapat mendukung transformasi secara berkelanjutan dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan mengenai manajemen pendidikan Islam, transformasi digital, digitalisasi pendidikan, dan Society 5.0. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama strategi transformasi digital, yaitu strategic digital orientation, digital capacity development, organizational adaptation, technology-based governance, dan Islamic value integration. Kelima dimensi tersebut membentuk mekanisme transformasi yang berlangsung melalui tahapan strategic orientation → capacity development → organizational adaptation → Islamic value integration → sustainable digital transformation. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital pendidikan Islam tidak ditentukan oleh penggunaan teknologi semata, tetapi oleh kemampuan lembaga mengintegrasikan teknologi dengan pengembangan manusia, perubahan organisasi, tata kelola, dan nilai-nilai Islam. Novelty penelitian terletak pada pemaknaan transformasi digital sebagai strategi perubahan kelembagaan yang berkelanjutan dan berbasis nilai, sehingga lembaga pendidikan Islam dapat beradaptasi dengan tuntutan Society 5.0 tanpa kehilangan orientasi kemanusiaan dan identitas keislamannya. Kata kunci: manajemen pendidikan Islam, strategi pendidikan, transformasi digital, Society 5.0, digitalisasi pendidikan.
Peran Guru dalam Pengembangan Kompetensi Sosial-Emosional Peserta Didik Melalui Pembelajaran Kolaboratif Wulan Eldasari; Sri Wahyuni; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.1105

Abstract

Kompetensi sosial-emosional merupakan fondasi penting bagi kemampuan peserta didik untuk mengelola emosi, membangun hubungan positif, bekerja sama, menunjukkan empati, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran kolaboratif menyediakan konteks sosial yang memungkinkan kompetensi tersebut dipraktikkan, tetapi keberhasilannya bergantung pada kualitas pendampingan guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mengembangkan kompetensi sosial-emosional peserta didik melalui pembelajaran kolaboratif di SMP Negeri 1 Baradatu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat peran utama guru: fasilitator interaksi dan kerja sama, pembimbing komunikasi dan penghargaan terhadap pendapat, mediator konflik dan regulasi emosi, serta pemberi penguatan terhadap perilaku sosial positif. Aktivitas kolaboratif memberi ruang bagi peserta didik untuk mempraktikkan kerja sama, komunikasi, empati, pengelolaan emosi, penyelesaian perbedaan, dan tanggung jawab. Namun, perkembangan tersebut belum merata; peserta didik yang pasif, dominan, atau mudah terbawa emosi tetap memerlukan scaffolding yang adaptif. Temuan menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif tidak otomatis menghasilkan kompetensi sosial-emosional. Peran pedagogis guru menjadi mekanisme yang mengubah aktivitas kelompok menjadi pengalaman social and emotional learning yang bermakna.
Penggunaan Media Digital dan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Ulfa Arkhetafaza; Ardi Antoro; Feri Riski Dinata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.1106

Abstract

Paparan media digital telah menjadi bagian dari keseharian anak usia dini, tetapi implikasinya terhadap perkembangan sosial-emosional tidak dapat dijelaskan hanya melalui durasi layar. Artikel ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan penggunaan media digital dengan regulasi emosi, perilaku, kompetensi sosial, dan kualitas interaksi anak, sekaligus mengidentifikasi kondisi yang memperbesar risiko atau justru mendukung perkembangan. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif dengan penelusuran artikel peer-reviewed yang relevan melalui basis data dan laman penerbit ilmiah. Literatur dianalisis secara tematik dengan memusatkan perhatian pada durasi dan pola penggunaan, kualitas konten, penggunaan media untuk menenangkan emosi, technoference, pendampingan orang dewasa, serta joint media engagement. Sintesis menunjukkan bahwa penggunaan layar yang tinggi, konten yang tidak sesuai usia, paparan televisi latar, dan penggunaan perangkat yang mengganggu rutinitas interaksi orang tua-anak cenderung berkaitan dengan hasil psikososial yang kurang menguntungkan. Penggunaan perangkat secara berulang sebagai strategi utama untuk menenangkan anak juga berhubungan secara dua arah dengan reaktivitas emosional. Sebaliknya, konten edukatif yang sesuai perkembangan, pendampingan aktif, percakapan selama penggunaan media, dan keterlibatan bersama orang tua dapat mendukung pembelajaran sosial, pengenalan emosi, komunikasi, dan perilaku prososial. Temuan menegaskan bahwa efek media digital bersifat kontekstual: kualitas konten, tujuan, cara penggunaan, dan apa yang tergantikan oleh waktu layar sama pentingnya dengan durasi. Oleh karena itu, teknologi sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti, interaksi tatap muka, bermain aktif, dan pengalaman sosial anak.