cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 527 Documents
Meningkatkan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa melalui Penilaian HOTS pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Heny Narendrany Hidayati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.1030

Abstract

Kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat berkembang jika siswa terbiasa dan terlatih mengerjakan soal-soal HOTS. Kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat menghasilkan ketrampilan yang dibutuhkan abad 21 yaitu kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahuai bagaiamana penyusunan instrumen penilaian HOTS pada matapelajaran Penididikan Agama Islam, kemudian bagaimana penilaian HOTS dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dengan cara menganalisis dokumen-dokumen yang linear dengan topik penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih dokumen-dokumen berupa referensi-refensi yang sesuai  dengan topik penelitian. Analisis data penelitian menggunakan analisis isi yang  dilakukan dengan cara menganalisis  dokumen-dokumen penelitian berupa referensi yang linear dengan topik penelitian. Kemudian  menentukan unit analisis, kategori dan koding. Dilanjutkan  menganalisis dan menginterpretasikan hasil penelitian serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS tidak jauh berbeda dengan penyusunan  instrument soal biasa. Bedanya  ada penambahan penggunaan  stimulus, bersifat kontekstual  dan  penggunaan  permasalahan  baru, serta soal-soal berada pada level kognitif C4, C5 dan C6. Hanya didapati banyak guru mengalami kesulitan dalam menyusun soal-soal HOTS. Guru yang terbiasa memberikan soal-soal HOTS pada penilaian formatif dan sumatif, maka siswa mempunyai kemampuan berfikir tingkat tinggi, karena siswa menjadi terlatih mengerjakan soal-soal HOTS. Akhirnya siswa dalam situasi nyata dapat menghadapi tantangan. Siswa dapat  melihat masalah secara kritis dan menemukan cara kreatif dalam menyelesaikannya. 
Perbedaan Individual Peserta Didik dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Implikasi Terhadap Pembelajaran Diferensiatif Choirul Anwar; Ali Maulida; Lina Marlina
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1031

Abstract

Perbedaan individu peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Agama Islam karena setiap peserta didik memiliki karakteristik, potensi, kemampuan, minat, bakat, serta perkembangan psikologis yang berbeda-beda. Dalam perspektif pendidikan Agama Islam, peserta didik dipandang sebagai individu yang memiliki fitrah dan potensi yang harus dikembangkan secara optimal melalui proses pendidikan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil (mutakamil). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan individual peserta didik dalam perspektif pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan individual peserta didik meliputi aspek intelegensi, minat, bakat, gaya belajar, perkembangan emosional, latar belakang sosial, dan spiritualitas peserta didik. Perbedaan tersebut memiliki implikasi yang signifikan terhadap pemilihan strategi, metode, media, dan pendekatan pembelajaran. Pendidikan Agama Islam menekankan pentingnya pembelajaran diferensiatif yang menghargai keragaman peserta didik serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap perbedaan individual peserta didik sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif, inklusif, humanis, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa pembelajaran diferensiatif dalam pendidikan modern memiliki keselarasan filosofis dengan konsep fitrah, potensi, dan penghargaan terhadap keragaman individu dalam pendidikan Agama Islam, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran PAI yang humanis dan inklusif. 
Analisis Tingkat Kognitif Soal PAT dalam Buku Ajar Fikih Kelas IX Berdasarkan Taksonomi Bloom Farsya Auliya; Heny Narendrany Hidayati; Serli Safitri; Mohammad Nabil Chaidar
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.1033

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kognitif pada soal-soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang terdapat di dalam buku ajar SIKURMA Fikih Kelas IX, dengan berdasarkan kepada Taksonomi Bloom. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Subjek penelitian berupa 50 butir soal PAT pada buku ajar Fikih kelas IX yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI. Berdasarkan hasil kajian literatur, penulis dapat merangkum bahwa presentase soal untuk masing-masing tingkat kognitif adalah: C1 (26%), C2 (10%), C3 (52%), C4(10%), C5 (2%), C6 (0%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada pada kategori LOTS 88%, sedangkan soal HOTS hanya sebesar 12%. Dengan demikian, soal-soal penilaian akhir tahun (PAT) dalam buku ajar belum memenuhi kategori pada level kognitif tingkat tinggi (HOTS), sehingga soal-soal tersebut belum dapat menstimulus kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa dalam bentuk kemampuan berfikir kritis dan kreatif.
Kesesuaian Label Higher Order Thinking Skills pada LKS Bahasa Inggris Fase B: Analisis Konten Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi Mia Novita Sari; Salwatul Ulaa Nasywaa; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1037

Abstract

Pelabelan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada bahan ajar tidak selalu mencerminkan tuntutan kognitif yang benar-benar harus dilakukan peserta didik. Penelitian ini bertujuan memetakan proses kognitif dan menilai kesesuaian label HOTS pada 12 paket tugas yang secara eksplisit diberi label HOTS dalam LKS Bahasa Inggris Cerdas: My Next Words untuk Fase B. Penelitian menggunakan analisis konten terarah dengan Taksonomi Bloom revisi sebagai kerangka pengodean. Setiap tugas dianalisis berdasarkan operasi mental esensial yang diperlukan untuk menyelesaikannya, bukan hanya berdasarkan kata kerja instruksional, bentuk soal, atau penggunaan bahasa Inggris. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu tugas (8,33%) berada pada level C1 (mengingat), sembilan tugas (75,00%) pada C2 (memahami), dan dua tugas (16,67%) pada C3 (menerapkan). Tidak terdapat tugas yang secara memadai menuntut C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), atau C6 (mencipta). Dengan demikian, seluruh paket tugas yang ditelaah belum memenuhi kriteria HOTS. Ketidaksesuaian terutama muncul karena aktivitas mengidentifikasi benar–salah, mengelompokkan fungsi ruang, dan menyusun kalimat sederhana diperlakukan sebagai HOTS, padahal penyelesaiannya masih bersifat rutin dan berjawaban terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya pembedaan antara kesulitan bahasa dan kompleksitas kognitif. Pengembang LKS disarankan menggunakan stimulus kontekstual, perbandingan alternatif, permintaan alasan, masalah terbuka, serta kriteria produk agar asesmen benar-benar mengaktifkan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian terbatas pada satu LKS dan tidak mengukur performa siswa di kelas.
Peran Motivasi Belajar dalam Pembentukan Kemampuan Berbicara pada Siswa Kursus Bahasa Inggris Sulistia Adela Guslani; Theresa Theresa; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran motivasi belajar dalam pembentukan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa tingkat sekolah dasar pada kursus bahasa Inggris. Banyak siswa mengalami kesulitan berbicara bahasa Inggris karena kurang percaya diri, merasa cemas, dan takut melakukan kesalahan saat berkomunikasi. Oleh karena itu, motivasi belajar dipandang sebagai faktor penting yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar dan guru bahasa Inggris pada kursus bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penerapan metode fun learning melalui kegiatan seperti vocabulary games dan role plays mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dan berani berbicara menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, pemberian pujian, apresiasi, dan dukungan positif dari guru membantu mengurangi kecemasan serta meningkatkan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, motivasi belajar yang didukung oleh strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa di lembaga pendidikan nonformal.
Pendidikan bagi Disabilitas dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Tarbawi serta Impelementasinya dalam Pendidikan Islam Lina Marlina; Rahendra Maya; Choirul Anwar
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1044

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap manusia, termasuk penyandang disabilitas. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai hambatan berupa keterbatasan akses, kurangnya fasilitas pendukung, minimnya kompetensi pendidik, serta stigma sosial yang menyebabkan belum terwujudnya pendidikan yang setara dan inklusif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan bagi penyandang disabilitas dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits tarbawi serta menjelaskan implementasi pendidikan inklusif berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber normatif Islam, literatur pendidikan, serta regulasi pendidikan inklusif di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menempatkan seluruh manusia pada kedudukan yang sama di hadapan Allah Swt., tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan individu. Prinsip tersebut tercermin dalam nilai al-‘adl (keadilan), al-rahmah (kasih sayang), dan al-musawah (kesetaraan) yang menjadi landasan pendidikan inklusif. Al-Qur’an dan Hadits memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas melalui prinsip penghormatan terhadap martabat manusia, pemberian akses sesuai kemampuan, serta pengakuan atas hak belajar dan partisipasi sosial. Implementasi pendidikan inklusif dalam perspektif Islam diwujudkan melalui pengembangan kurikulum adaptif, penyediaan fasilitas yang aksesibel, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan budaya pendidikan yang tidak diskriminatif. Dengan demikian, pendidikan bagi penyandang disabilitas tidak hanya merupakan tuntutan konstitusional, tetapi juga bagian dari implementasi ajaran Islam dalam membangun sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan manusiawi.
Implementasi Project-Based Learning Berbasis Digital Storytelling untuk Pembelajaran Simple Past Tense Risya Meilani Putri; Resi Prihatinka; Rahel Aprilia Pangaribuan; Sonya Trikandi; Fidiatun Adiyan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1056

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Project-Based Learning (PjBL) berbasis digital storytelling pada pembelajaran Simple Past Tense di kelas VIII serta mengidentifikasi pola pembelajaran, faktor pendukung, dan kendala yang muncul selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif pada satu kelas VIII di SMP Prince's Creative School dengan melibatkan satu guru Bahasa Inggris dan seluruh siswa pada kelas yang diteliti. Data diperoleh melalui observasi selama enam pertemuan, wawancara dengan guru dan perwakilan siswa, serta analisis dokumen berupa modul ajar, draf recount text, infografis alur kerja, video digital storytelling, dan rubrik penilaian. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, pengodean tematik, penyajian matriks antarsumber, dan penarikan kesimpulan; keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Proyek berpusat pada produksi digital storytelling tentang pengalaman pribadi dengan menerapkan Simple Past Tense. Temuan menunjukkan empat pola utama: penggunaan tata bahasa menjadi lebih kontekstual melalui penyusunan recount text; keterlibatan dan interaksi siswa menguat ketika mereka memegang peran proyek yang jelas; produk multimodal membuka ruang bagi latihan menulis, berbicara, kreativitas visual, dan literasi digital; serta kualitas pelaksanaan sangat bergantung pada scaffolding guru, pengaturan waktu, dan pembagian kerja yang adil. Kendala utama meliputi partisipasi kelompok yang tidak merata, keterbatasan perangkat, dan tekanan waktu. Karena penelitian tidak menggunakan pengukuran pra-pasca atau kelompok pembanding, hasil dipahami sebagai bukti kualitatif mengenai proses dan kontribusi yang dipersepsikan, bukan bukti efektivitas kausal. Studi ini menawarkan gambaran kontekstual tentang integrasi PjBL, pengajaran tata bahasa komunikatif, digital storytelling, dan penilaian autentik pada pembelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP.