cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Education Achievement: Journal of Science and Research
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742784     DOI : https://doi.org/10.51178/jsr.v2i1
Core Subject : Education,
Education Achievement: Journal of Science and Research terbit 3 kali dalam setahun, yaitu bulan Oktober, Februari dan Juni, Education Achievement: Journal of Science and Research merupakan jurnal pada bidang yang berkaitan dengan Pendidikan, yang meliputi studi tekstual dan lapangan dengan berbagai perspektif, Manajemen Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran serta hasil-hasil penelitian kontemporer dalam bidang Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 724 Documents
Pengaruh Jogging terhadap Stres dan Kualitas Tidur pada Remaja Tingkat Akhir di SMAN 1 Kebomas Ilkha Malia; Riski Dwi Prameswari; Roihatul Zahroh
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3503

Abstract

Stres dan gangguan tidur merupakan masalah yang umum dialami oleh remaja tingkat akhir akibat tuntutan akademik, aktivitas sosial, dan perubahan psikologis. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah jogging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jogging terhadap tingkat stres dan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest Design menggunakan teknik Simple Random Sampling yang melibatkan 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat stres sebelum intervensi sebesar 13,9333 dan menurun menjadi 9,5000 setelah intervensi. Rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi sebesar 21,7333 dan membaik menjadi 18,7167 setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jogging terhadap penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa jogging efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan stres dan meningkatkan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Aktivitas jogging yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis remaja.
The Effect of Drawing Therapy on Gadget Addiction and Emotional Well-Being Among Children Aged 7–8 Years Niswatin Khusuma Dwi; Riski Dwi Prameswari; Khalifatus Zuhriyah Alfianti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3504

Abstract

The increasing use of gadgets among children aged 7–8 years has become a growing concern due to its potential to cause gadget addiction and emotional problems. Children who experience gadget addiction tend to show irritability, difficulty controlling emotions, decreased social interaction, and greater dependence on digital entertainment compared to other activities. Excessive gadget use may also interfere with children’s emotional development and social behavior. Drawing therapy is considered one of the non-pharmacological interventions that can help children express emotions creatively while diverting their attention from excessive gadget use. This study aimed to determine the effect of drawing therapy on gadget addiction and emotional conditions among children aged 7–8 years at SDN 2 Bakalan Pule Lamongan. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 44 respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale (SAS) questionnaire and a children’s emotional questionnaire. Drawing therapy interventions were conducted for 30–45 minutes twice a week over four weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings showed a significant decrease in gadget addiction levels after the intervention, with 75% of respondents categorized as having mild gadget addiction, while 55% demonstrated good emotional conditions. The study concludes that drawing therapy has a significant effect on reducing gadget addiction and improving emotional well-being among children aged 7–8 years.
Kurikulum Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Studi Literatur Hasian Rambe; Abdur Rahman Rahim Marbun; Inom Nasution
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3522

Abstract

Manajemen kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kurikulum yang efektif meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kurikulum sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan dokumen terkait yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi konsep, strategi, dan temuan penelitian mengenai manajemen kurikulum dan kualitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum yang dilaksanakan secara efektif mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyusunan program pembelajaran yang terarah, pengembangan kompetensi pendidik, pemanfaatan sumber belajar yang optimal, serta pelaksanaan evaluasi yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan manajemen kurikulum dipengaruhi oleh kepemimpinan pendidikan, partisipasi pemangku kepentingan, dan kemampuan institusi pendidikan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman. Dengan demikian, manajemen kurikulum dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan.
Pengembangan Media Pop-Up Book Digital Materi Dongeng Berbasis Kearifan Lokal pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SD Negeri 107399 B Khalipah T.A 2025/2026 Audina Aulia; Masta Marselina Sembiring; Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Laurensia Masri Perangin Angin; Lidia Simanihuruk
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3557

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat membaca dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi dongeng di kelas III sekolah dasar. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan siswa kurang aktif, cepat bosan, dan mengalami kesulitan memahami isi cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pop-up book digital berbasis kearifan lokal pada materi dongeng, serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan media tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas III SD Negeri 107399 B Khalipah Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pop-up book digital berbasis kearifan lokal memperoleh tingkat kelayakan sangat tinggi dengan persentase 96% dari ahli media dan ahli materi. Media juga dinyatakan sangat praktis dengan persentase 93% oleh guru. Keefektifan media terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari pretest 64,53 menjadi posttest 90,86. Dengan demikian, media yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman dongeng dan hasil belajar siswa.
Implementation of Project-Based Learning in Producing Custom-Made Uniforms Combined with Hand-Drawn Batik in Entrepreneurial Education Nova Any Rosita
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3563

Abstract

This study aimed to examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in producing custom-made daily uniforms combined with hand-drawn batik and to evaluate learners’ learning outcomes in the 2025 Entrepreneurial Skills Education Program at LKP Kriya Busana Majapahit. The background of this study is based on the increasing demand for vocational education approaches that are capable of integrating practical skills, creativity, and entrepreneurial competence in line with industry needs, particularly in the fashion and creative industries. This research focuses on the application of PjBL as an instructional model that emphasizes authentic learning experiences through real product creation. The scope of the study covers the implementation of learning activities, learner engagement, and competency achievement in custom-made garment production integrated with batik craftsmanship. The study employed a quantitative pre-experimental design with a one-shot case study approach. Data were collected from 28 learners through structured observations and product assessments during the training program. The results show that Project-Based Learning was implemented very effectively, indicated by instructor activity scores of 3.95 and learner activity scores of 3.87, both categorized as excellent. In addition, learners achieved an average product score of 91, which exceeded the minimum mastery criterion of 82. These findings indicate that PjBL effectively supports the development of vocational competencies, improves learner engagement, and enhances product quality in custom-made batik uniform production within entrepreneurial education settings.
Hakikat Kurikulum dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Analisis Filosofis Terhadap Konsep, Tujuan, dan Pengembangannya Devi Indah Sari; Arif Rahman Hakim; Maryam Lubis; Azizah Hanum OK
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat kurikulum dari sudut pandang filsafat pendidikan Islam, menelusuri konsep, tujuan, dan prinsip pengembangannya secara filosofis, serta merumuskan kerangka analitis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum yang berjalan mencerminkan worldview Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan atau yang sering dikenal dengan penelitian (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dan juga filosofis-kritis, dengan sumber data berupa karya-karya primer dan sekunder dalam filsafat pendidikan Islam, terutama pada pemikiran al-Syaibani, al-Attas, dan an-Nahlawi, yang dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan analisis filosofis (analisis konseptual, koherensi, dan kritik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat kurikulum dalam perspektif Islam tidak dapat dipisahkan dari konsep manusia (insan kamil), tujuan hidup ('ubudiyyah dan khilafah), dan struktur ilmu yang bersifat tauhidi, sehingga kurikulum berfungsi sebagai instrumen integrasi nilai bukan sekadar daftar materi ajar. Penelitian ini dilakukan sebab  ditemukan adanya kesenjangan struktural antara landasan filosofis tersebut dengan praktik kurikulum di lapangan, yang tercermin dalam dikotomi ilmu agama-umum yang masih kuat. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum pendidikan Islam memerlukan reorientasi epistemologis menuju integrasi ilmu, bukan sekadar penambahan materi keagamaan, dan kerangka analitis yang ditawarkan dalam penelitian ini dapat menjadi instrumen evaluasi bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang ulang kurikulumnya secara lebih filosofis dan koheren.
Hakikat Kecerdasan Manusia dan Kecerdasan Buatan: Analisis Filosofis tentang Batas, Potensi, dan Implikasinya Bagi Pendidikan Indah Pratiwi; Iklima Novriani; Azizah Hanum OK
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 2 July 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i2.3585

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan memunculkan perdebatan mengenai hakikat kecerdasan manusia serta batas dan peran AI dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang membahas kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan secara filosofis dalam konteks pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan, mengidentifikasi batas dan potensi keduanya, serta mengkaji implikasinya bagi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi literatur karena memungkinkan kajian yang mendalam terhadap berbagai teori dan hasil penelitian yang relevan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan manusia memiliki dimensi kesadaran, kreativitas, empati, dan pertimbangan moral, sedangkan kecerdasan buatan unggul dalam pengolahan data dan efisiensi kerja. Dalam pendidikan, AI dapat mendukung efektivitas pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pembentukan karakter dan nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan memiliki hubungan yang saling melengkapi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi AI dalam praktik pendidikan secara empiris.
Evaluasi Program Magang Guru di Dunia Industri Terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Menengah Kejuruan Anwar Sadat; Ambiyar Ambiyar; Hasan Maksum
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3586

Abstract

Teacher internship programs in industry have become one of the strategic initiatives to strengthen the professional competence of vocational teachers and to enhance the relevance of vocational education to the needs of business and industry. However, evidence regarding the effectiveness of these programs remains limited, particularly in terms of their influence on teachers' professional practices and educational outcomes. This study aimed to evaluate the effectiveness of the teacher internship program implemented at SMK Negeri 1 Pariaman using the four-level Kirkpatrick Evaluation Model, namely Reaction, Learning, Behavior, and Results. A descriptive evaluative approach was employed involving all productive teachers who had participated in industrial internships during the previous three years through a total sampling technique. Data were collected using validated questionnaires, supported by document analysis, and analyzed through descriptive statistics using mean scores and percentages. The findings indicate that the overall effectiveness of the program was categorized as good, with an average score of 4.02 (80.40%). The highest achievement was found at the Reaction level (4.32; 86.40%), followed by Learning (4.15; 83.00%), Behavior (3.87; 77.40%), and Results (3.74; 74.80%). The internship program successfully enhanced teachers' industrial knowledge, technical competencies, and instructional practices. Nevertheless, the implementation of acquired competencies in classrooms was constrained by limited facilities and institutional support. These findings highlight the importance of continuous follow-up, stronger school–industry partnerships, and systematic evaluation to maximize the long-term impact of teacher internship programs on vocational education quality.
Evaluasi Integrasi Teaching Factory dan Kurikulum Berbasis Industri untuk Meningkatkan Relevansi Pembelajaran Vokasi Yusma Elda; Ambiyar Ambiyar; Hasan Maksum
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3587

Abstract

Vocational education plays a strategic role in preparing graduates who possess competencies that align with the needs of industry and the labor market. However, the gap between vocational school graduates’ competencies and industrial requirements remains a challenge, highlighting the need for learning models that strengthen the relevance of vocational education. Teaching Factory (TeFa) and industry-based curricula have been widely implemented to provide authentic learning experiences and improve the alignment between education and industry. This study aimed to evaluate the integration of Teaching Factory and an industry-based curriculum in enhancing the relevance of vocational learning. A descriptive quantitative approach was employed using survey methods supported by field observations. Data were collected from vocational high school students, productive subject teachers, and Teaching Factory managers through questionnaires and structured observations. The evaluation was conducted using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. The findings revealed that the integration of Teaching Factory and the industry-based curriculum was generally categorized as good across all evaluation components, with Context, Input, Process, and Product scores of 84.5%, 81.2%, 82.7%, and 87.6%, respectively. In addition, indicators of vocational learning relevance showed high achievement in industry alignment, authentic work experience, technical competence, soft skills, and work readiness. The results indicate that the integration of Teaching Factory and industry-based curricula contributes positively to improving vocational learning relevance by strengthening industry-oriented competencies, authentic learning experiences, and students’ readiness to meet workplace demands.
Evaluasi Dampak Keterbatasan Alat Praktik Fiber Optik Terhadap Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel pada Implementasi Kurikulum Merdeka di Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Sovandi Marwan; Ambiyar Ambiyar; Hasan Maksum
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3588

Abstract

The rapid development of digital technology in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 has increased the demand for skilled human resources, particularly in information technology and telecommunications. One of the essential competencies required by industry is the ability to install, test, maintain, and troubleshoot fiber optic networks. However, many vocational high schools (SMKs) face limitations in the availability of fiber optic practice equipment, which may affect students’ learning achievement. This study aimed to evaluate the impact of limited fiber optic practice equipment on learning outcomes in the Technology of Wired and Wireless Networks (TJKN) subject within the implementation of the Merdeka Curriculum in the Computer and Telecommunications Network Engineering (TJKT) program. The study employed the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model with a mixed-methods approach using a convergent design. Data were collected through observations, questionnaires, interviews, and document analysis involving 72 Grade XI TJKT students, teachers, the head of the study program, and laboratory personnel. The findings revealed that the Context component achieved the highest score (84.13%), indicating that the learning objectives and competencies were highly relevant to industry needs. Meanwhile, the Input component obtained the lowest score (62.45%) due to the limited availability of key equipment such as fusion splicers, OTDRs, and optical power meters. The Process component reached 76.85%, while the Product component scored 71.33%. Furthermore, a strong positive correlation (r = 0.67) was found between practice intensity and students’ skill achievement. The study concludes that although the learning program has been implemented effectively, inadequate practical facilities remain a major challenge affecting the quality of hands-on learning experiences and the achievement of technical competencies. Therefore, strengthening laboratory facilities and industry partnerships is essential to improve vocational education quality and graduate employability.