cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Education Achievement: Journal of Science and Research
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742784     DOI : https://doi.org/10.51178/jsr.v2i1
Core Subject : Education,
Education Achievement: Journal of Science and Research terbit 3 kali dalam setahun, yaitu bulan Oktober, Februari dan Juni, Education Achievement: Journal of Science and Research merupakan jurnal pada bidang yang berkaitan dengan Pendidikan, yang meliputi studi tekstual dan lapangan dengan berbagai perspektif, Manajemen Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran serta hasil-hasil penelitian kontemporer dalam bidang Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 692 Documents
Campur Kode dalam Novel Rindu Karya Tere Liye: (Kajian Sosiolinguistik) Hidayah, Nor; Lismayanti, Heppy; Wulandari, Noor Indah; Arifin, Johan; Agustina, Rahidatul Laila
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan konteks sosial di mana kode campur muncul dalam novel Rindu karya Tere Liye. Kode campur adalah fenomena linguistik di mana seorang penutur memasukkan unsur-unsur bahasa lain seperti kata, frasa, klausa, atau idiom ke dalam bahasa utama tanpa mengubah topik pembicaraan. Fenomena ini khususnya relevan untuk diteliti dalam Rindu, karena narasinya berlatar pada masa kolonial, yang menyediakan lingkungan ideal untuk kontak bahasa dan interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teks novel sebagai sumber data. Data kode campur diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya (intra-kalimat, antar-kalimat, atau frasa nominal) dan bahasa yang digunakan (Belanda atau Inggris), dengan mengacu pada teori Fishman (1972) dan Holmes (2013). Data tersebut kemudian ditafsirkan dengan memeriksa konteks sosial dan naratif untuk memahami peran sosial, makna simbolik, dan hubungan kekuasaan di antara karakter sebagaimana tercermin melalui penggunaan bahasa. Secara hipotetis, penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa campur kode intrakalimat dengan unsur-unsur Belanda mendominasi, mencerminkan identitas sosial dan status kolonial yang berlaku pada masa itu. Kesimpulan akan merangkum berbagai bentuk campur kode dan implikasinya terhadap hubungan sosial dan dinamika kekuasaan dalam konteks novel.
Nilai-Nilai Religius dalam Sastra Tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin Winda, Novia; Susilawati, Erni
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3257

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai religius dalam sastra tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin. Cerita yang populer sebagai legenda anak durhaka ini dipilih karena sarat dengan pesan moral dan religius yang relevan bagi pembentukan karakter anak. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Ricoeur dan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menafsirkan simbol, peristiwa, dan dialog dalam teks untuk mengungkap nilai religius yang terkandung. Data dikumpulkan melalui teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama nilai religius dalam cerita tersebut, yaitu: (1) hubungan manusia dengan Allah yang tercermin melalui sikap berdoa dan keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan; (2) hubungan manusia dengan diri sendiri yang ditunjukkan melalui sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan hidup; serta (3) hubungan manusia dengan sesama manusia yang tampak melalui sikap tanggung jawab dan tolong-menolong. Temuan ini menegaskan bahwa cerita Diang Ingsun dan Raden Pengantin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang penting, khususnya dalam pengembangan nilai religius pada sastra anak di Kalimantan Selatan.
Integrasi Sumber Daya Lokal dalam Pembelajaran Seni untuk Meningkatkan Kreativitas dan Identitas Kultural Peserta Didik Sutardi, Edi; Rahmani, Rahmani; Salsabila, Rari
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3258

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi budaya lokal; tari, teater, musik, motif visual, dan ritual dalam pembelajaran seni untuk meningkatkan kreativitas dan identitas kultural peserta didik di Kalimantan Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai domain familiarity yang memudahkan peserta didik memasuki proses kreatif karena mereka berinteraksi dengan simbol yang akrab secara emosional dan sosial. Eksplorasi motif Sasirangan, gerak Baksa Kembang, ritme Panting, dan ritual Manyanggar mendorong terciptanya karya orisinal serta memperkuat rasa bangga dan pemahaman siswa terhadap budaya Banjar. Model ini juga menggeser pola belajar dari imitasi menuju kreativitas mandiri serta meningkatkan literasi dan kecerdasan sosial. Meski beberapa tantangan ditemukan, penelitian menegaskan bahwa budaya lokal merupakan fondasi penting bagi pembelajaran seni yang berkelanjutan.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan TikTok untuk Belajar Bahasa Inggris Norliani, Norliani; Maulida, Hidya
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3259

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan TikTok sebagai alat untuk belajar bahasa Inggris. Dengan pertumbuhan pesat media sosial, TikTok telah menjadi salah satu platform paling populer di kalangan pelajar muda. Platform ini menawarkan video pendek yang menarik dan kreatif yang dapat mendukung pembelajaran bahasa melalui konten autentik dan interaksi yang bersifat partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana mahasiswa memandang manfaat, tantangan, dan efektivitas TikTok dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka. Instrumen penelitian mengukur tiga dimensi persepsi: kegunaan, motivasi, dan tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan TikTok dalam pembelajaran bahasa Inggris. mahasiswa menilai TikTok efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak, pengucapan, dan kosakata melalui paparan terhadap konten bahasa Inggris autentik. Selain itu, platform ini meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks informal. Namun, distraksi dan konten yang kurang dapat dipercaya diidentifikasi sebagai tantangan umum. Kesimpulannya, TikTok dipersepsikan sebagai alat yang menarik dan mendukung pembelajaran bahasa Inggris, terutama ketika digunakan secara terarah dan kritis. TikTok sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti, pembelajaran terstruktur di kelas. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan integrasi pedagogisnya dalam pengajaran bahasa Inggris.
Peningkatan Literasi Digital Siswa Melalui Pengembangan Video Tutorial Tari Lokal: Studi pada Pembelajaran Tari Gentur Simpai Pakansa'an Di SMAN 1 Halong Suwarjiya, Suwarjiya; Sulistyawati, Dewi Rukmini; Damasari, Yunita
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa Video Tutorial Tari Gentur Simpai Pakansa'an bagi siswa kelas X SMAN 1 Halong. Kesenian Tari Gentur Simpai Pakansa'an merupakan materi ajar esensial dalam upaya pelestarian budaya lokal Dayak Balangan Halong, namun proses pembelajaran di sekolah masih menghadapi kendala, terutama kurangnya pemanfaatan media digital dan dominasi metode demonstrasi, yang menyebabkan siswa kesulitan menguasai detail gerakan secara mandiri. Penelitian ini mengadopsi metode Research and Development (R&D) dengan lima tahapan model pengembangan dari Ariesto Hadi Sutopo: konsep, desain, pengumpulan bahan, penggabungan bahan, dan uji coba terbatas. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Video Tutorial Tari Gentur Simpai Pakansa'an mencapai kategori Sangat Layak, dengan perolehan skor dari ahli materi sebesar 40.0 dan ahli media sebesar 34.0. Selain itu, penilaian uji coba terbatas dari guru dan siswa juga mengonfirmasi kelayakan produk, di mana uji coba guru menghasilkan skor 39.0 (Sangat Mudah Digunakan) dan 90% siswa menyatakan media tersebut Membantu dalam proses belajar. Media video tutorial ini dirancang untuk memanfaatkan fungsi teknologi sebagai media pembelajaran yang mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (fungsi manipulatif), sehingga direkomendasikan untuk digunakan sebagai sumber belajar mandiri siswa dan alat bantu efektif bagi guru dalam mata pelajaran Seni Budaya.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Wattpad dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Folklor pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Blitar Azizan, Yoga Rifqi; Anggraeni, Yonita Shelly; Hudha, Rifqi Risnadyatul; Fatina, Amalina Rahmi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3261

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan Wattpad saat pembelajaran menulis cerpen berbasis folklor pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Blitar. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang mengandalkan desain pre-test-post-test control group. Sampel penelitian dipilih dua kelas secara random. Satu kelas menggunakan apliaksi Wattpad dan satu kelas lainnya tanpa menggunakan aplikasi Wattpad. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian menulis cerpen serta angket respon siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Wattpad secara masif dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen berbasis folklor pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Blitar apabila dikomparasikan dengan pembelajaran tanpa berbantuan aplikasi Wattpad. Selain itu, respon siswa terhadap penggunaan aplikasi Wattpad dalam pembelajaran menulis cerpen juga positif, memperlihatkan peningkatan motivasi dan minat belajar. Data tersebut dapat telihat dari data responden yang menunjukkan bahwa sebanyak 39 siswa menyatakan puas menggunakan aplikasi Wattpad. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi melalui aplikasi Wattpad dapat menjadi pilihan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen berbasis folklor pada jenjang siswa SMA.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Provinsi Jambi Harahap, Samsul Bahry; Yudesman, Yudesman; Pohan, Muhammad Munawir; Novianto, Wawan
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.3266

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kesadaran beragama, dan sikap moderasi mahasiswa di tengah dinamika globalisasi, digitalisasi, dan pluralitas sosial. Namun, implementasi PAI di PTU masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan alokasi kurikulum, dominasi pendekatan kognitif, serta belum optimalnya integrasi nilai keislaman dengan konteks keilmuan dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Umum di Provinsi Jambi dengan fokus pada aspek kurikulum, strategi dan metode pembelajaran, program pendukung, internalisasi nilai moderasi beragama, serta evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas dosen PAI, pengelola akademik, dan mahasiswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI di PTU Provinsi Jambi secara umum telah sesuai dengan kerangka regulasi nasional, namun masih menghadapi kendala struktural berupa keterbatasan SKS dan paradigma dikotomis ilmu. Di sisi lain, dosen PAI telah melakukan inovasi pedagogis melalui metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan reflektif, serta didukung oleh program tutorial PAI dan kebijakan internalisasi moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kurikulum integratif, peningkatan kompetensi pedagogik dosen, dan dukungan kelembagaan menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI di PTU.
The Non-Declinable Nouns in Surat al-Fath According to Abu Ishaq al-Zajjaj: A Morphological Analysis Lubis , Farhan Mubarok
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.3269

Abstract

This study examines non declinable nouns in Surat al Fath through a morphological analysis based on Abu Ishaq al Zajjaj work Ma Yansarif wa Ma La Yansarif. The research focuses on identifying non declinable nouns in the surah and explaining their morphological characteristics particularly their resistance to inflection across grammatical contexts. Using a descriptive analytical method and library research this study analyzes the relevant verses and classifies the types of non declinable nouns found in Surat al Fath. The findings show that non declinable nouns do not accept tanwin and are not marked with kasrah unless preceded by the definite article al. Without al they take dammah in the nominative and fathah in both the accusative and genitive cases. A total of 137 non declinable forms appear across 29 verses of Surat al Fath including nouns adverbs and proper names.
Reimagining Human Presence in AI Mediated Learning Environments Aliah Bagus Purwakania Hasan
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3293

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in the world of education is growing rapidly and bringing significant changes to the learning process. While AI technology offers personalized learning, automation, and adaptive feedback, its existence also raises questions about the role and meaning of human presence in AI-mediated learning environments. This study aims to reconstruct the concept of human presence in an AI-based learning environment and analyze its reinforcement strategies to support learning effectiveness. This study uses a descriptive qualitative approach through literature studies and reflective analysis of AI-based learning practices in higher education. Data were obtained from scientific articles, education policy documents, and practices of implementing AI in the context of learning. The analysis focused on the three dimensions of human presence, namely cognitive presence, social presence, and instructional presence. The results show that AI-mediated learning environments do not eliminate human presence, but rather transform them. Human presence continues to play an important role in guiding critical thinking processes, building social interactions, and ensuring that learning takes place in a contextual and ethical manner. However, without a planned pedagogical design, the use of AI has the potential to reduce the relational and affective dimensions of learning. Therefore, AI integration needs to be based on a human-centered approach that places educators as reflective facilitators and guardians of human values in the educational process. This study concludes that the reimagination of human presence in an AI-based learning environment demands a balanced synergy between technological innovation and pedagogical intentionality, so that AI functions as a supporting tool, not a substitute for the role of educators.
Algorithmic Citizenship Awareness Formation in AI Shaped Democratic Learning Ecosystems Hafidh Maksum; Anwar Anwar; Badratun Nafis; Maulidar Maulidar; Putry Julia
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3317

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology has affected the way people obtain information, interact, and participate in the life of digital democracy. Algorithms that regulate the distribution of information across various digital platforms indirectly shape people's perceptions, attitudes, and civic participation. This condition requires civic education to be able to respond to changes in the learning ecosystem that are increasingly influenced by digital technology and algorithmic systems. This study aims to analyze the formation of algorithmic citizenship awareness in the democratic learning ecosystem influenced by artificial intelligence. The research uses a qualitative approach with literature study methods on various scientific sources related to civic education, digital literacy, and the development of AI technology in the digital public space. The results of the study show that digital algorithms have an important role in shaping patterns of political participation, access to information, and democratic awareness of citizens. Therefore, civic education needs to integrate digital literacy, algorithmic literacy, and critical thinking skills so that students are able to understand the impact of technology on the democratic process. Such integration is important to form adaptive, critical, and responsible citizens in the digital democracy ecosystem.