An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam which focuses on issues related to the field of Islamic Education. We invite lecturers, students, researchers, practitioners, and observers in the field of Islamic Education to publish their manuscripts that have never been published in other media, which focus on: Models, Strategies, Methods, and Learning Techniques for Islamic Religious Education Development of Islamic Religious Learning Media Evaluation of Islamic Religious Education Learning Implementation and Development of Islamic Education Curriculum Management of Islamic Education Institutions and Teaching
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus"
:
27 Documents
clear
EVALUASI PENERAPAN SISTEM POIN DALAM MENDISIPLINKAN SISWA DI SMAN 1 CANDUANG
Yusra;
Darul Ilmi;
Supratman Zakir;
Emeliazola
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.124
Lembaga pendidikan selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya salah satunya yaitu mendisiplinkan siswanya. Sebuah lembaga pendidikan harus memikirkan langkah yang harus dilakukan supaya siswanya lebih bisa lagi disiplin. Salah satu caranya yaitu membuat sebuah program untuk menegakkan kedisiplinan seperti penerapan sistem poin di lembaga pendidikan tersebut. Setelah diterapkan sebuah program maka sebuah lembaga pendidikan harus melakukan evaluasi suapaya bisa melihat bagaimana pengaruh program tersebut supaya bisa di inovasi kembali program tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penggunaan sistem poin sebagai ukuran disiplin bagi siswa di SMAN 1 Canduang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik evaluasi CIPP. Cara mendapatkan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk pengumpulan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem poin sebagai langkah disiplin bagi siswa tidak konsisten dengan aturan dan konsep yang sudah mapan. Rekaman hanya berfungsi sebagai formalitas, tanpa tindakan selanjutnya yang diambil oleh instruktur bimbingan mentor sekolah. Penerapan sistem poin hanya berlaku untuk semester Januari-Juni 2021. Setelah periode ini, sistem menjadi tidak aktif dan hanya konsekuensi langsung, seperti membaca Al-Qur’an dan membersihkan lahan sekolah, akan dikenakan pada siswa.
KEPEMIMPINAN GURU PAI DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI SMP PLUS BAABUSSALAM
Neka Zulwiddi;
Junaidi;
Supriadi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.132
Pada dasarnya, sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat bertahan hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Seringkali, setiap aktivitas dan kegiatan melibatkan interaksi dengan orang lain. Sekolah adalah salah satu institusi yang memiliki banyak hubungan dengan masyarakat dan memiliki banyak tujuan. Guru berfungsi sebagai orang tua kedua bagi anak-anak mereka di sekolah. Mereka tidak hanya memberi tahu orang melalui kata-kata, tetapi juga melalui perilaku dan kebiasaan mereka. Untuk mengetahui bagaimana peran guru sebagai pemimpin dan uswah hasanah (contoh yang baik) dalam mengembangkan karakter siswa, penulis telah melakukan penelitian di sekolah Islam Terpadu SMP Plus Baabussalam di Kabupaten Agam. Analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode pengumpulan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad menjadi sosok teladan kepemimpinan yang tinggi bagi pengikut agamanya khusunya guru di SMP Plus Baabussalam. Dalam pekerjaan mereka sebagai pendidik, guru diharapkan memiliki kepribadian yang berkarakter, yang dalam dunia pendidikan sering disebut sebagai integritas. Strategi uswah hasanah adalah salah satu metode kepemimpinan yang dilakukan oleh guru PAI di SMP Plus Baabussalam untuk membangun karakter siswa dengan menanamkan nilai-nilai Islam dan menjadikan guru sebagai teladan atau panutan yang baik.
URGENSI PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
hadi latif;
Zulfani Sesmiarni;
Arif Septiawan
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.133
Pendidik dan siswa adalah sumber daya manusia yang berharga di bidang pendidikan. Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif sangat penting di lembaga-lembaga tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Maka dari itu manajemen sumber daya manusia sangat penting sekali di kelola di sebuah lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metodologi studi literature atau peneltian pustaka untuk melakukan analisis deskriptif dengan memeriksa beberapa buku, penelitian terdahulu, penelitian nasional dan internasional. Melalui penelitian ini, kami telah memperoleh temuan bahwa administrasi sumber daya manusia dalam pendidikan dimulai dengan organisasi instruktur, yang pada gilirannya mengawasi siswa. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kadang-kadang, lembaga pendidikan harus menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kinerja personil pendidikan dan merumuskan operasi sekolah. Bagi para pendidik, meningkatkan hasil belajar adalah tanggung jawab penting yang secara langsung mencerminkan kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah. Sederhananya, organisasi perlu menerapkan pendekatan atau strategi yang unik untuk mengatasi masalah manajemen sumber daya manusia yang tidak efisien untuk mencapai efektivitas. Salah satu pendekatan adalah untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dengan menggunakan digitalisasi manajemen sumber manusia, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Dengan demikian, sekolah harus menunjukkan kepada publik komitmen untuk meningkatkan dan memperbaiki sistem kualitas sekolah. Ini akan memungkinkan sekolah untuk memberikan layanan berkualitas tinggi ke masyarakat.
EVALUASI PROGRAM TAHFIDZ KURIKULUM UTRUJAH MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA SEKOLAH ISLAM MARKAZ ASHABUL QUR’AN
Yenni Fitriani;
Darul Ilmi;
Supratman Zakir
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.135
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Tahfidz Kurikulum Utrujah di Sekolah Islam Markaz Ashabul Qur’an menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan evaluasi Model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk mengevaluasi program Tahfidz Kurikulum Utrujah di Sekolah Islam Markaz Ashabul Qur’an. Metode R&D dipilih untuk tidak hanya mengevaluasi program yang ada tetapi juga untuk mengembangkan rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan dalam program Tahfidz tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Tahfidz Kurikulum Utrujah di Sekolah Islam Markaz Ashabul Qur’an berhasil mencetak generasi hafidz Al-Qur'an dengan prestasi akademik yang baik. Meskipun dihadapi tantangan seperti variasi kemampuan siswa dan keterbatasan waktu, program ini didukung oleh lingkungan yang pro-pendidikan Islam dan dukungan kuat dari keluarga. Kurikulum yang terstruktur baik mendukung proses hafalan dan pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an dengan materi pembelajaran yang kuat dan kualifikasi guru yang memadai. Metode pengajaran yang beragam dari tradisional hingga modern serta manajemen waktu yang efektif menjadi kunci kesuksesan dalam program ini. Evaluasi berkala dan bimbingan individual membantu memantau kemajuan siswa, sementara dampak positif terlihat dalam perkembangan karakter dan spiritualitas siswa.
PENGARUH SISTEM ZONASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 AKABILURU
Putri Nilam Sari;
Sri Hartati;
Yeni Afrida;
Intan Sari
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.138
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kebijakan zonasi SMAN 1 Akabiluru terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan strategi random sampling untuk melakukan analisis regresi kuantitatif dengan menggunakan populasi sebanyak 151 siswa dan desain sampel penelitian sebanyak 30 orang. Versi 26 dari Statiscal Product and Service Solution (SPSS) digunakan dalam metode pengolahan data. Temuan penelitian dan analisis menunjukkan bahwa siswa dalam sistem zonasi 17 memiliki tingkat pengaruh sistem zonasi yang tinggi yaitu 56,7%. 12 siswa memiliki persentasi 40% dengan pengaruh sistem zonasi yang sedang dan 1 siswa memiliki persentasi 3,3% dengan pengaruh sistem zonasi yang rendah. Begitupun dengan motivasi belajar diketahui 10 siswa memiliki persentasi 33,3% Dua puluh siswa mempunyai proporsi motivasi belajar sedang sebesar 66,6% dibandingkan dengan persentase motivasi belajar tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem zonasi berpengaruh signifikan terhadap keinginan belajar siswa karena nilai F sebesar 4,771 pada taraf signifikansi 0,037 0,05, nilai sig kurang dari 0,05, dan H0 ditolak. Sistem zonasi mempunyai pengaruh sebesar 14,6% terhadap keinginan belajar siswa yang diukur dengan nilai R Squared sebesar 0,146. Mengingat siswa tidak dapat memilih sekolah pilihan mereka berdasarkan skema zonasi yang berlaku saat ini, maka kebijakan zonasi mungkin berdampak pada kemauan siswa untuk belajar.
URGENSI INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH ISLAM AL-AZHAR BUKITTINGGI
Mira Febrina;
M, Iswantir
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.140
Lembaga pendidikan islam harus melakukan inovasi kurikulum pendidikannya. Pimpinan lembaga pendidikan sekolah harus mengetahui urgensinya sebuah inovasi kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikannya apalagi di sekolah swasta agar bisa bersaing dengan sekolah swasta lainnya maupun sekolah negeri. Maka dari itu lembaga pendidikan islam harus melakukan inovasi kurikulum pendidikannya agar kualitas pendidikan islam lebih meingkatkan kualitasnya. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan dataya yaitu melakukan observasi, wawancara, dokumen, buku, serta penelitian terdahulu maupun jurnal yang berkaitan dengan kasus pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan inovasi kurikulum dilakukan dengan menganalisis dan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat ditangani dengan program kurikulum, pemilihan program, membuat rancangan anggaran sesuai dengan RKAS dan diskusi dalam pertemuan bersama perangkat sekolah, implementasi inovasi kurikulum adalah dengan membentuk tim khusus, berkolaborasi dengan pihak-pihak yang relevan, dan menerapkan kegiatan pengembangan sekolah kurikulum, penilaian inovasi kurikulum dibuat dengan mengevaluasi kelayakan antara kegiatan perencanaan dan implementasi sudah memenuhi standar yang ditetapkan atau tidak dan hambatan dan solusi yang dialami oleh kepala sekolah adalah untuk membuat penyesuaian ke dana yang dapat digunakan serta pengoreksian kebijakan pengelolaan yayasan, kemudian menentukan adaptasi yang diperlukan untuk pengembangan pendidikan sekolah yang lebih tinggi masa depan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI SEPERVISI KLINIS DI SMAN 1 AMPEK ANGKEK
Rina Andriyeni;
Junaidi;
Supriadi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.142
Sebuah lembaga pendidikan kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang harus meningkatkan kualitas pendidikannya baik itu dari aspek sumber dayanya manusianya, sarana dan prasarananya, bangunannya, maupun metode pembelajarannya sesuai dengan visi dan misi lembaga pendidikan tersebut. Maka dari itu seorang pemimpin harus memperhatikan sumber daya manusianya yang mana seorang kepala sekolah harus memiliki sebuah strategi dalam meningkatkan kompetensi professional guru melalui supervise klinis. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskripsif dan jenis penelitiannya studi kasus di lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara, dokumen, buku, penelitian terdahulu maupun jurnal. Lokasi penelitian ini yaitu di SMAN 1 Ampek Angkek. Temuan penelitian ini yaitu strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional guru melalui supervisi klinis di SMAN 1 Ampek Angkek yaitu kepala sekolah sudah membuat strategi dalam meningkatkan kompetensi professional guru melalui beberapa tahap di mulai dari perencanaan, pelaksanaan, mengevaluasi hasil dari perencanaan dan pelaksanaan serta kepala sekolah juga menemukan beberapa tantangan dalam melakukan meningkatkan kompetensi professional guru.
SISTEM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR SUMBER DAYA MANUSIA DI SDN 02 AUR KUNING BUKITTINGGI
Rahmad Fuad;
Zulfani Sesmiarni
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.143
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sistem pengembangan karir sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan. Sangat penting bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengembangkan karir yang selaras dengan posisi mereka saat ini, memungkinkan mereka untuk secara efektif bersaing dengan lembaga lain dan memastikan keberadaan mereka yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yaitu teknik studi lapangan, menggunakan studi kasus sebagai metode yang dipilih. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini berkaitan dengan strategi pengembangan karir yang dilaksanakan oleh kepemimpinan di SDN 02 Aur Kuning Bukittinggi. Lembaga ini mengumpulkan data tentang pertumbuhan profesional menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Studi ini menggunakan pendekatan triangulasi untuk analisis, yang melibatkan beberapa tahap: pengumpulan data, pengolahan data, dan akhirnya menarik kesimpulan. Studi ini menyajikan analisis sistem pengembangan karir yang diamati di SDN 02 Aur Kuning Bukittinggi. Proses pengembangan karir sumber daya manusia melibatkan beberapa langkah, termasuk analisis kebutuhan di lembaga, penempatan sumber daya manusia, pengembangan karier sumber daya manusia, dan evaluasi. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pengembangan karir sangat penting untuk memastikan bahwa mereka dapat secara efektif memenuhi tanggung jawab kerja mereka dan mencapai tujuan organisasi.
KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH DALAM KMA 183 DAN 184 TAHUN 2019
Megawati;
Kasim Yahiji
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.147
This research aims to analyze the characteristics of curriculum development at Madrasah Aliyah based on Minister of Religion Decree (KMA) number 183 and 184 of 2019. The research method used is library research, which involves collecting and analyzing data from various relevant literature sources. The research results show that KMA numbers 183 and 184 of 2019 provide a comprehensive foundation for curriculum development at Madrasah Aliyah, with an emphasis on integration between general knowledge and Islamic religious values. However, the implementation of this curriculum faces various challenges, such as limited human resources, facilities and infrastructure, as well as a lack of understanding of curriculum policies. This research recommends the need for continuous training for teachers and improving facilities and infrastructure in madrasas. By overcoming these challenges, it is hoped that curriculum development at Madrasah Aliyah can run more effectively and efficiently, and produce graduates who are competent and have Islamic character.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAL MATERI AKHLAK PERGAULAN REMAJA
Ummu Fitrah Widia Rahman;
Nahdatul Khairunnisa;
Ahmad Sabri;
Sasmi Nelwati
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.148
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) validitas model pembelajaran examples non examples pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Akhlak Pergaulan Remaja kelas XI MAN 3 Pasaman Barat. 2) praktikalitas model pembelajaran examples non examples pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Akhlak Pergaulan Remaja kelas XI MAN 3 Pasaman Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah research and development dengan model 4D, yaitu 1) define (pendefenisian) pada tahap ini dilakukan observasi awal, analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi model pembelajaran yang digunakan di MAN 3 Pasaman Barat, 2) design (Perancangan) dilakukan perencanaan dan penyususunan draf model yang akan dikembangkan, 3) development (Pengembangan) dilakukan validitas dan praktilitas terhadap model yang dikembangan, 4) disseminate (Penyebaran) atau penerapan model pembelajaran examples non examples di kelas XI IPK MAN 3 Pasaman Barat. Hasil validasi menunjukkan bahwa model yang dikembangkan layak untuk diujicobakan lapangan berdasarkan dari validasi Guru I 84,63%, Guru II 88,54% dan Guru III 84% dengan rata-rata keseluruhan 85,72% kategori sangat valid. Hasil uji coba lapangan didapati presentase 87,22% dengan kategori sangat praktis dan 86,95% peserta didik mengalami kenaikan nilai.