cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Analyze the impact of curriculum development on ten-finger typing learning in office administration vocational high school Anis Susanti; Aulia Prima Kharismaputra; Mar'atus Sholikah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69024

Abstract

Dynamic curriculum changes challenge Indonesia's Vocational High School or Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) education. Curriculum changes in vocational schools also impact improving the learning process that must be implemented in the subject areas of expertise. One of the skill competencies that requires the ability to type as a skill that students must master is Office Administration, which is currently known as Office Management and Business Services. This research aims to analyze the impact of the transformation of the Office Administration Vocational School curriculum on typing learning. This research was conducted by applying a mixed-method research design. Qualitative data in this research was collected from a literature study of documents related to curriculum changes and previous research articles. Quantitative data was obtained from vocational school students using a questionnaire. The object of this research is typing learning, which is affected by curriculum changes. The results showed that curriculum development starting from KTSP, 2013 Curriculum, and Merdeka Curriculum had an impact on reducing the allocation of learning time for fast typing exercises, changing the name of competencies, and adjusting learning materials. AbstrakPendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan kurikulum yang dinamis. Perubahan atau transformasi kurikulum di SMK juga berdampak pada perbaikan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan dan juga berdampak pada perubahan bidang keahlian. Salah satu kompetensi keterampilan yang memerlukan kemampuan mengetik sebagai keterampilan yang harus dikuasai siswa adalah Administrasi Perkantoran yang saat ini dikenal dengan sebutan Manajemen Perkantoran dan Pelayanan Bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi kurikulum SMK Administrasi Perkantoran terhadap pembelajaran mengetik. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan desain penelitian metode campuran. Data kualitatif dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi literatur dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perubahan kurikulum dan artikel penelitian sebelumnya. Data kuantitatif diperoleh dari siswa SMK dengan menggunakan kuesioner. Objek penelitian ini adalah pembelajaran mengetik yang terkena dampak perubahan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum mulai dari KTSP, Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka berdampak pada berkurangnya alokasi waktu pembelajaran untuk latihan mengetik cepat, perubahan nama kompetensi serta terdapat peyesuaian materi pembelajaran.Kata Kunci: pembelajaran mengetik dengan sepuluh jari; pengembangan kurikulum; sekolah menengah kejuruan
Thematic based administrative reform: A gateway to educational policy through a systematic literature review Oscar Radyan Danar
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68796

Abstract

Administrative reform reflects the government's attempt to adjust its system to specific conditions, often requiring thematic approaches to prioritize reforms effectively. This research delves into Indonesia's implementation of thematic-based administrative reform since 2010, aiming to enhance governance by aligning government units towards shared goals. Despite these efforts, the connection between governance improvements and educational advancements in Indonesia warrants further exploration to understand its implications for educational policy. It applies the systematic literature review (SLR) to the growing literature on systematic administrative reform. Data was collected from reputable scientific article sources, ScienceDirect, Google Scholar, and Proquest. Furthermore, roughly 42 selected articles were carefully scanned and analyzed to generate research information. This research confirms that thematic-based administrative reforms have significantly influenced educational policy development by fostering a more responsive and context-specific approach, making educational policies more adaptable and relevant to unique community challenges. Thematic reforms have integrated new priorities, such as digital literacy, into the educational system, preparing students for the demands of the modern workforce. Furthermore, these reforms have emphasized inclusivity and competency-based education, ensuring policies are designed to provide equitable access to education. Thematic-based administrative reforms have created a more dynamic, inclusive, and forward-looking educational policy landscape. AbstrakReformasi administrasi mencerminkan upaya pemerintah untuk menyesuaikan sistemnya dengan kondisi tertentu, dan seringkali membutuhkan pendekatan tematik untuk memprioritaskan reformasi secara efektif. Penelitian ini menggali implementasi reformasi administrasi berbasis tematik di Indonesia sejak tahun 2010, yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan menyelaraskan unit-unit pemerintah menuju tujuan bersama. Terlepas dari upaya-upaya tersebut, hubungan antara peningkatan tata kelola pemerintahan dan kemajuan pendidikan di Indonesia membutuhkan eksplorasi lebih lanjut untuk memahami implikasinya terhadap kebijakan pendidikan. Studi ini menerapkan tinjauan literatur sistematis (SLR) pada literatur reformasi administrasi sistematis yang sedang berkembang saat ini. Proses pengumpulan data dikumpulkan dari sumber-sumber artikel ilmiah terkemuka, yaitu ScienceDirect, Google Scholar, dan Proquest. Selanjutnya, sekitar 42 artikel terpilih dipindai dan dianalisis dengan cermat untuk menghasilkan informasi penelitian. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa reformasi administrasi berbasis tematik telah secara signifikan mempengaruhi pengembangan kebijakan pendidikan dengan mendorong pendekatan yang lebih responsif dan sesuai dengan konteks, sehingga kebijakan pendidikan lebih mudah beradaptasi dan relevan dengan tantangan masyarakat yang unik. Reformasi tematik telah mengintegrasikan prioritas baru, seperti literasi digital, ke dalam sistem pendidikan, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan dunia kerja modern. Selain itu, reformasi ini juga menekankan pada inklusivitas dan pendidikan berbasis kompetensi, memastikan kebijakan dirancang untuk memberikan akses yang adil terhadap pendidikan. Secara keseluruhan, reformasi administrasi berbasis tematik telah menciptakan lanskap kebijakan pendidikan yang lebih dinamis, inklusif, dan berwawasan ke depan.Kata Kunci: kebijakan pendidikan; reformasi administrasi; reformasi tematik; tata kelola pemerintahan yang baik
The potential of STEM-based curriculum in realizing 21st-century learning: Bibliometric analysis W. Wahyudin; Muhammad Rafi Valliansyah; Cindy Sri Meidina Adeliani; Muhammad Bahrul Ulum
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71111

Abstract

Education, in general, cannot be separated from various existing problems. One of these problems is a gap between graduate education and industry needs. This causes multidisciplinary learning, such as STEM, to be carried out. Extracting information related to research in the STEM curriculum field as an effort to realize 21st-century learning is important. This research aims to analyze the scope of STEM-based curriculum research in realizing 21st-century learning using a bibliometric review. Data collection was carried out through the Scopus database with the keywords ("STEM competency" AND "21st learning skills") OR (stem AND "21st learning skills") OR (stem AND curriculum AND student) from 2020 to 2025. This research discusses general information analysis, annual research production, most relevant sources, local impact sources, local impact authors, most relevant affiliations, country of correspondence author, country of production of scientific articles, most cited countries, most cited documents, tree map and related thematic map with previously defined keywords. This research found that the project-based learning model (PjBL) is suitable for implementation in STEM-based curricula to realize 21st-century learning. Some potential research keywords are students, curriculum, engineering education, engineering, motivation, and curriculum development. AbstrakPendidikan secara umum tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ada. Salah satu masalah tersebut adalah terdapat kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri. Hal ini menyebabkan pembelajaran multidisiplin ilmu seperti STEM perlu dilakukan. Penggalian informasi terkait penelitian dalam bidang kurikulum STEM sebagai upaya mewujudkan pembelajaran abad ke-21 menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup penelitian kurikulum berbasis STEM dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21 dengan menggunakan tinjauan bibliometrik. Pengumpulan data dilakukan melalui database scopus dengan kata kunci ("STEM competency" AND "21st learning skills") OR (stem AND "21st learning skills") OR (stem AND curriculum AND student) dari tahun 2020 sampai 2025. Penelitian ini membahas analisis informasi umum, produksi riset tahunan, sumber paling relevan, local impact sumber, local impact penulis, afiliasi paling relevan, negara korespondensi penulis, negara produksi artikel ilmiah, negara yang paling banyak disitasi, dokumen yang paling banyak disitasi, tree map dan thematic map terkait dengan kata kunci yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) cocok diimplementasikan dalam kurikulum berbasis STEM dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21. Beberapa kata kunci penelitian yang potensial berupa students, curricula, engineering education, engineering, motivation, dan curriculum development.Kata Kunci: analisis bibliometrik; kurikulum berbasis STEM; pembelajaran abad ke-21; pemrograman R; pendidikan
Designing mathematical modeling process worksheets for unifying assessment, instruction, and learning Bambang Riyanto
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72173

Abstract

The importance of unifying assessment is because current assessment practices are cumulative products of learning theories and measurement models developed to meet social and educational needs at different times. The research aims to produce a valid mathematical model for unifying assessment, instruction, and learning. The research approach is development research, which consists of 3 steps: analysis, design, and evaluation. The analysis step applies student analysis, curriculum, mathematical modeling, and real-world problems. The second step is design and product. In the final step, researchers used a formative evaluation design consisting of self-evaluation, one-to-one, expert review, small group, and field tests. Data were analyzed using descriptive analysis methods: (1) walk-through, analysis based on expert opinions to obtain a valid mathematical modeling process to unify assessment, instruction, and learning; (2) Results Analysis of the one-to-one. Expert validation of mathematical modeling processes in process worksheets can unify assessment, instruction, and learning. One-to-one results are exciting, challenging, and novel. A mathematical modeling process device was obtained as a valid process worksheet for unifying assessment, instruction, and learning. It is necessary to research other subjects using volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity in real-world contexts. AbstrakPentingnya penyatuan asesmen, karena praktik asesmen yang ada saat ini merupakan produk kumulatif dari teori belajar dan model pengukuran yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan pendidikan pada waktu yang berbeda. Tujuan penelitian adalah menghasilkan instruksi pemodelan matematika yang valid untuk penyatuan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Pendekatan riset adalah Development research yang terdiri dari 3 langkah yaitu analisis, desain dan evaluasi. Pada langkah analisis diterapkan analisis siswa, kurikulum, pemodelan matematika dan permasalahan dunia nyata. Langkah kedua, desain dan produk. Pada langkah terakhir, peneliti menggunakan desain evaluasi formatif yang terdiri dari evaluasi diri, one-to-one, expert review, small group, dan field test. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif: (1) walk through, analisis berdasarkan komentar para ahli untuk memperoleh instruksi pemodelan matematika yang valid untuk menyatukan penilaian, instruksi dan pembelajaran; (2) Menganalisis hasil one-to-one review. Validasi ahli instruksi pemodelan matematika dalam bentuk lembar kerja proses dapat menyatukan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Hasil one-to-one masalah pemodelan ini menarik dan menantang serta baru. Diperoleh perangkat instruksi pemodelan matematika berupa lembar kerja proses yang valid untuk penyatuan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Perlu dilakukan penelitian pada mata pelajaran lain dengan menggunakan konteks dunia nyata yang volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas.Kata Kunci: asesmen; instruksi; lembar kerja proses; pembelajaran; pemodelan matematika; pendesainan
Trends in using Internet-based learning media for students during the COVID-19 pandemic Muhammad Yus Firdaus; Mustofa Kamil; P. Purnomo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74368

Abstract

The COVID-19 pandemic has led to a profound transformation in the global education system, forcing a sudden shift from face-to-face teaching to online learning. This study aims to understand how students have utilized technology for online learning during the pandemic, focusing on using the internet and smartphones and evaluating the effectiveness of various applications and platforms such as WhatsApp, Zoom, and Learning Management Systems (LMS). A descriptive quantitative research method was employed with a survey technique involving 220 students from Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) to gather data on their technology use activities. The findings indicate that UNIS students predominantly use the internet for learning and information-seeking, while smartphones are more frequently used for communication and entertainment. WhatsApp and Zoom are the most commonly used applications for online learning, reflecting a preference for familiar and easily accessible platforms. The study highlights the need for improved digital skills and technology access to support more effective learning. Recommendations include developing technology training for educators, providing better student resources, and integrating online learning models into long-term educational strategies to enhance education quality and flexibility. AbstrakPandemi COVID-19 telah mengakibatkan transformasi mendalam dalam sistem pendidikan global, memaksa pergeseran dari metode tatap muka ke pembelajaran daring secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penggunaan teknologi oleh mahasiswa dalam konteks pembelajaran daring selama pandemi, dengan fokus pada pemanfaatan internet dan smartphone, serta efektivitas berbagai aplikasi dan platform seperti WhatsApp, Zoom, dan LMS. Metode penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik survei terhadap 220 mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas teknologi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UNIS dominan menggunakan internet untuk belajar dan mencari informasi, sementara smartphone lebih sering digunakan untuk komunikasi dan hiburan. WhatsApp dan Zoom adalah aplikasi paling sering digunakan untuk pembelajaran daring, mencerminkan preferensi terhadap platform yang familiar dan mudah diakses. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan keterampilan digital dan akses teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menyarankan pengembangan pelatihan teknologi untuk pengajar dan penyediaan sumber daya yang lebih baik bagi mahasiswa, serta integrasi model pembelajaran daring dalam strategi pendidikan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan fleksibilitas pendidikan.Kata Kunci: COVID-19; pembelajaran jarak jauh; pembelajaran online
The influence of project-based learning models and creativity on critical thinking K. Khairunnisa; Fauziyah Harahap; Ashar Ashairin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68989

Abstract

Project-based learning offers alternatives that can potentially improve students' critical thinking skills. This study examines the effect of project-based learning models and creativity on the critical thinking of students in ecosystem learning in class V SDN Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. The quantitative research approach uses the quasi-experimental method and the two-path ANAVA test. Based on the hypothesis testing, it is known that there is an influence of the project-based learning model on critical thinking skills with the results of analysis of variants of learning outcomes of students who learn to use the project-based learning model and have high creativity and students who have low creativity. Furthermore, the results of the variant analysis, the interaction between the Project-Based Learning Model and students' creativity and critical thinking students, show that groups of students with high creativity get a higher critical thinking value than those with low creativity tested for truth. There is an interaction between the Project-Based Learning Model on the creativity of students and critical thinking skills, as evidenced by the graph of the model interaction based on the results of the calculation between the Project-Based Learning Model on the creativity of students and the critical thinking skills of students in Class V SD Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. AbstrakProject-based learning menawarkan alternatif yang berpotensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model project-based learning dan kreativitas terhadap berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Ekosistem di kelas V SDN Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. Pendekatan penelitian yakni kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan menggunakan uji ANAVA dua jalur. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh model project-based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dengan hasil analisis varian hasil belajar peserta didik yang belajar menggunakan model project-based learning dan memiliki kreativitas tinggi serta peserta didik yang memiliki kreativitas rendah. Selanjutnya hasil analisis varian, interaksi antara model project-based learning dan kreativitas peserta didik terhadap berpikir kritis peserta didik menunjukkan kelompok peserta didik yang memiliki kreativitas tinggi memperoleh nilai berpikir kritis lebih tinggi dari kelompok peserta didik dengan kreativitas rendah teruji kebenarannya. Terdapat interaksi antara model project-based learning terhadap kreativitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis yang dibuktikan dengan grafik interaksi model berdasarkan hasil perhitungan antara model project-based learning terhadap kreativitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis IPA peserta didik kelas V SD Negeri Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang.Kata Kunci: berpikir kritis; kreativitas; pembelajaran berbasis proyek
Development of human digestive organ media based on Assemblr EDU Arnelia Dwi Yasa; Farida Nur Kumala; Rujian Nur Andi Alfianto; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71204

Abstract

This study focuses on developing and evaluating a new learning media called Assemblr EDU-based human digestive organs media for elementary science learning. The motivation behind this research is the limitation of current learning materials, such as books and worksheets, which hinder students' understanding of the subject. The ADDIE development research model is employed, with 5th-grade students as the subjects. The study utilizes descriptive data analysis techniques and collects data through questionnaires using a Likert scale. The media is evaluated by material experts, media experts, linguists, teachers, and students. The results reveal that the media is considered feasible, with 88.5 percent of media experts rating it as "Very Feasible," 90 percent of material experts evaluating it as "Very Feasible," and 62.5 percent of linguists considering it as "Feasible." Furthermore, a practicality test conducted with teachers and students shows a 90 percent positive response. The effectiveness test, assessed through a t-test, demonstrates significant improvement in learning outcomes. Overall, the Assemblr EDU-based human digestive organ media proves feasible, practical, and effective in enhancing learning in elementary science. AbstrakKeterbatasan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran IPA yang hanya menggunakan buku dan LKS saja tentang organ pencernaan manusia menyebabkan siswa kurang memahami materi yang disampaikan, sehingga pengembangan media pembelajaran perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan media alat pencernaan manusia berbasis Assemblr EDU pada pembelajaran IPA SD serta mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan media tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE dengan subjek penelitian kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif, dengan angket menggunakan skala likert oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta respon guru dan siswa untuk pengumpulan data. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan validasi ahli media menilai penggunaan media ini layak digunakan dengan hasil akhir 88,5 persen dinilai “Sangat Layak”, validasi ahli materi 90 persen dinilai “Sangat Layak”, dan validasi ahli bahasa 62,5 persen dinilai “Layak”. Sedangkan, uji praktikalitas diperoleh dari angket respon guru dan siswa mencapai 90 persen. Uji efektivitas yang dinilai melalui uji-t menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Media organ pencernaan manusia berbasis Assemblr EDU pada pembelajaran IPA SD layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan pembelajaran.Kata Kunci: Assemblr EDU; organ pencernaan manusia; IPA
Implementation of community-based Merdeka Curriculum at MTSN 7 Pesisir Selatan I. Ilmita
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70378

Abstract

One of the Ministry of Religious Affairs' initiatives is the implementation of the Community-Based Merdeka Curriculum (IKM) in madrasah. The aim is for all stakeholders to collaborate to support the independent curriculum implementation in madrasahs. This study aims to identify and obtain information about implementing the independent curriculum at MTsN 7 Pesisir Selatan from the author's perspective as a community member. The method used is descriptive qualitative. The research was conducted at MTsN 7 Pesisir Selatan, and data was collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques include data reduction, presentation, and conclusion drawing. Triangulation used to test the data's validity includes source and method triangulation. The results of this study indicate that the community-based independent curriculum implementation at MTsN 7 Pesisir Selatan has been carried out optimally and is ongoing. However, there are still many shortcomings and obstacles in its implementation. The key to the success of the community-based independent curriculum implementation at MTsN 7 Pesisir Selatan lies in the involvement of various stakeholders, including the school principal and teachers, LPTK lecturers, and madrasah education supervisors from the Ministry of Religious Affairs, who are willing to make changes. AbstrakSalah satu kebijakan Kementerian Agama adalah menginisiasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) berbasis komunitas di madrasah, tujuannya supaya semua stakeholder bahu membahu dalam mendampingi penerapan kurikulum merdeka di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang implementasi kurikulum merdeka di MTsN 7 Pesisir Selatan dari kacamata penulis sebagai salah satu anggota komunitas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MTsN 7 Pesisir Selatan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas di MTsN 7 Pesisir Selatan telah dilaksanakan dengan optimal dan sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan hambatan. Kunci keberhasilan dari implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas di MTsN 7 Pesisir Selatan adalah adanya keterlibatan berbagai pihak (stakeholder) yaitu kepala sekolah dan para guru, dosen LPTK dan pengawas pendidikan madrasah kementerian Agama yang memiliki kemauan untuk melakukan perubahan.Kata Kunci: kurikulum; implementasi kurikulum; IKM BK; kurikulum merdeka
Political review of the failure of the revision of Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional in 2023 and its impact on education in Indonesia Boyke Azwar; Muhammad Sirozi; Sholihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.72040

Abstract

The national education system, according to Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, is considered not to have undergone in-depth study and ignores various important considerations, resulting in discrimination that is contrary to the principle of justice that the government should uphold. Therefore, the government has attempted to revise the law and improve the legal framework for education in Indonesia to align with society's times and needs. However, the revision failed to enter the Priority Prolegnas in 2023. This study aims to examine the political factors that caused the failure of the revision of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System (SISDIKNAS) in 2023. This study uses a qualitative case study approach by analyzing various political dynamics during the revision process. The study results indicate that a combination of internal factors, such as differences of opinion between political parties and factions in the DPR, and external factors, such as pressure from interest groups and community organizations, caused the failure of the revision. This study provides an in-depth understanding of the complexity of the legislative process in Indonesia, as well as its implications for future education reform efforts. AbstrakSistem pendidikan nasional menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dianggap tidak melalui kajian mendalam dan mengabaikan berbagai pertimbangan penting, sehingga mengakibatkan diskriminasi yang bertentangan dengan prinsip keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pemerintah. Oleh kerena itu pemerintah telah mengupayakan revisi terhadap undang-undang dan menyempurnakan kerangka hukum pendidikan di Indonesia agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, namun revisi tersebut gagal masuk Prolegnas Prioritas tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor politik yang menyebabkan kegagalan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan menganalisis berbagai dinamika politik yang terjadi selama proses revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan revisi disebabkan oleh kombinasi faktor internal, seperti perbedaan pandangan antara partai politik dan fraksi di DPR, serta faktor eksternal seperti tekanan dari kelompok kepentingan dan organisasi masyarakat. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai kompleksitas proses legislasi di Indonesia, serta implikasinya bagi upaya reformasi pendidikan di masa depan.Kata Kunci: pendidikan; proses legislative; review politik
School readiness analysis in implementing differentiated learning in Kurikulum Merdeka Sisworo Hadi; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68994

Abstract

The principle of differentiated learning is fundamental to the implementation of the Merdeka curriculum. Organizational readiness analysis became crucial before the implementation of differentiated instruction. This research aims to determine the school's readiness as an institution or organization to implement Differentiated Learning in Kurikulum Merdeka. This research was conducted at SMP Penggerak in Bogor City. The research is quantitative research with a survey method. The level of school readiness will be measured using the Readiness Framework Thinking Tool from Scaccia et al. R=MC2 readiness framework is the framework for the instrument adopted. (R: Readiness; C: Innovation Specific Capacity; C: General Capacity). Based on research on School Readiness Levels), the percentage of readiness levels for the three elements of readiness levels is 80.1 percent for motivation elements, 83.7 percent for general capacity elements, and 87.4 percent for particular capacity elements. Using an Interactive System Framework (ISF) and Quality Implementation Framework (QIF), the implementation is divided into 4 phases. In phase 1, all processes are related to internal preparation. In phase 2, schools can develop teams under learning committees. In phase 3, the development of a sustainable strategy, and in phase 4, it is necessary to develop a pattern for the future. AbstrakPrinsip pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting pada implementasi kurikulum merdeka. Sebelum implementasi sebuah inovasi seperti pembelajaran berdiferensiasi, sangat perlu dilakukan analisis bagaimana tingkat kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan sekolah sebagai lembaga atau organisasi dalam menerapkan Pembelajaran Diferensiasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menganalisis kesiapan SMP Penggerak di Kota Bogor dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Tingkat kesiapan sekolah akan diukur dengan menggunakan Readiness Framework Thinking Tool dari Scaccia, et. Kerangka kesiapan R=MC2 merupakan kerangka instrumen yang diadopsi. (R: Kesiapan; C: Kapasitas Khusus Inovasi; C: Kapasitas Umum). Berdasarkan hasil penelitian Tingkat Kesiapan Sekolah), persentase tingkat kesiapan ketiga unsur tingkat kesiapan adalah 80,1 persen unsur motivasi, 83,7 persen unsur kapasitas umum, dan 87,4 persen unsur kapasitas khusus. Dengan menggunakan Interactive System Framework (ISF) dan Quality Implementation Framework (QIF), proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMP Penggerak Kota Bogor dapat dibagi menjadi 4 tahap. Pada tahap 1 semua proses yang berkaitan dengan persiapan internal harus dilakukan. Pada fase 2, sekolah dapat mengembangkan tim di bawah komite pembelajaran. Pada fase 3 pengembangan strategi berkelanjutan dan pada fase 4 perlu dikembangkan pola implementasi untuk masa depan.Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; SMP penggerak