cover
Contact Name
Ade Evriansyah Lubis
Contact Email
lubisadee@gmail.com
Phone
+628126332367
Journal Mail Official
lubisadee@gmail.com
Editorial Address
Street Alumunium Raya No. 77 Tanjung Mulia Hilir, 20241, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
ISSN : -     EISSN : 2747061X     DOI : https://doi.org/10.22145/jphr.v2i1.225
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal nasional yang terbuka untuk segala bentuk artikel ilmiah yang memiliki inovasi dan kreativitas dalam bidang olahraga dan kesehatan. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Analisis Pengaruh Relative Age Effect terhadap Proses Seleksi pada Atlet Sepak Bola Rama Rajasa Satria Nanda; Indra Ramadhan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Efek Usia Relatif (RAE) terhadap seleksi pemain sepak bola melalui tinjauan sistematis literatur. Sepak bola adalah olahraga yang menuntut kombinasi keterampilan fisik, teknis, psikologis, dan taktis, di mana atribut fisik seperti kecepatan, kelincahan, dan kekuatan sangat penting. RAE merupakan fenomena di mana pemain yang lahir lebih awal dalam tahun seleksi memiliki keuntungan dalam pemilihan dan pengembangan bakat dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang lahir lebih lambat. Tinjauan ini menggunakan strategi pencarian komprehensif di basis data SCOPUS dengan kata kunci "Efek Usia Relatif", "Seleksi", dan "Pemain Sepak Bola". Dari 152 artikel yang diidentifikasi, 8 artikel relevan dipilih untuk analisis. Hasil menunjukkan bahwa RAE signifikan di semua kelompok usia, dengan pemain yang lahir di kuartal pertama memiliki peluang lebih besar untuk terpilih. Namun, pada usia yang lebih tua, pemain yang lahir lebih lambat mulai menunjukkan nilai pasar yang lebih tinggi, mendukung hipotesis underdog. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran akan RAE dalam proses seleksi dan pengembangan pemain, serta perlunya strategi yang lebih inklusif untuk mengurangi dampak bias ini. Dengan memahami pengaruh RAE, klub dan akademi dapat mengembangkan pendekatan yang lebih adil dalam identifikasi dan pengembangan bakat pemain muda, sehingga meningkatkan kesempatan mereka untuk sukses di tingkat profesional.
Analisis Efektivitas Pembelajaran PJOK Ditinjau dari Keterampilan Guru dalam Mengelola Kegiatan Pendahuluan Sania Hidayani; Bayu Budi Prakoso; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata; Suroto Suroto
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui keterampilan guru dalam mengelola tahap awal pembelajaran, termasuk kegiatan pembuka, manajemen waktu, pengelolaan lingkungan belajar, serta kegiatan pemanasan dan pendinginan. Desain korelasi kuantitatif ini melibatkan 17 guru PJOK sekolah dasar di Surabaya dan Gresik yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis video dan kuesioner Evaluasi Kelas Formatif (FCE), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengajar pada tahap awal berada pada tingkat sedang, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, motivasi, metode pengajaran, kerja sama siswa, maupun efektivitas secara keseluruhan (p > 0,05; R² < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa tahap awal berfungsi terutama sebagai persiapan awal, bukan sebagai penentu utama efektivitas. Kurangnya pengaruh tersebut mungkin disebabkan oleh dominasi aktivitas inti, di mana siswa lebih aktif terlibat dalam gerakan fisik, interaksi, dan pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, meskipun tahap ini membantu mempersiapkan siswa secara fisik dan mental, kontribusinya tetap bersifat tidak langsung. Penelitian ini menyoroti perlunya strategi tahap awal yang lebih terstruktur, bervariasi, dan integratif yang selaras dengan aktivitas inti guna meningkatkan efektivitas pembelajaran PJOK secara keseluruhan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk merancang kegiatan pembelajaran tahap awal yang lebih efektif dan menarik.
Analisis Strategi Tata Kelola Fasilitas Olahraga Publik: Studi Kasus pada Lapangan Sidodadi Kota Semarang Danang Rachman Nugroho; Zahrah Zakiya Ahda
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5716

Abstract

Lapangan Sidodadi merupakan salah satu ruang publik olahraga strategis di Kota Semarang yang memiliki fungsi sosial, kesehatan, dan rekreasi bagi masyarakat. Pasca revitalisasi, lapangan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, namun dalam praktiknya masih dijumpai sejumlah permasalahan terkait pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Lapangan Sidodadi Kota Semarang Jawa Tengah dengan menggunakan pendekatan fungsi pengelolaan POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive, meliputi pihak DISPORA Kota Semarang, sekretariat pengelola lapangan, serta pengguna Lapangan Sidodadi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Organizing dan Actuating relatif berjalan baik, ditandai dengan pembagian tugas yang jelas antara Dispora dan UPTD serta tingginya tingkat pemanfaatan lapangan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas olahraga. Namun, fungsi Planning masih belum optimal karena bersifat top-down dengan keterlibatan masyarakat yang terbatas dalam proses perencanaan. Sementara itu, fungsi Controlling menjadi aspek yang paling bermasalah, karena pengawasan masih bersifat reaktif, belum preventif, serta terkendala keterbatasan anggaran dan sumber daya dalam menangani kerusakan fasilitas, kebersihan, dan dampak penggunaan intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Lapangan Sidodadi memerlukan penguatan aspek partisipasi masyarakat, koordinasi kelembagaan, serta sistem pengendalian yang lebih preventif untuk mewujudkan pengelolaan ruang publik yang berkelanjutan.
Analisis Efektivitas Serve-Receive dalam Pertandingan Final Bola Voli Indoor Putri pada POPNAS 2025 Siti Nur Rahmawati Tagus; Hadi Hadi
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5830

Abstract

Penerimaan servis memainkan peran penting dalam menentukan efektivitas pembangunan serangan dalam bola voli kompetitif; namun, studi empiris yang menganalisis efektivitas penerimaan servis pada tingkat final nasional pelajar masih terbatas, terutama dalam konteks Pekan Olahraga Pelajar Nasional XVII 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase penerimaan servis yang berhasil dan tidak berhasil pada setiap set pertandingan final bola voli dalam ruangan putri antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan pendekatan observasi tidak langsung melalui analisis video pertandingan yang diunggah di YouTube. Subjek penelitian terdiri dari seluruh aksi penerimaan servis yang dilakukan selama tiga set pertandingan final. Data dikumpulkan menggunakan lembar analisis pertandingan yang mengklasifikasikan penerimaan servis ke dalam kategori berhasil dan tidak berhasil. Data dianalisis dengan menghitung frekuensi dan mengonversinya menjadi persentase untuk setiap set. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas penerimaan servis Jawa Barat meningkat dari 64,71% menjadi 73,33% dan 93,75%, sedangkan Jawa Timur mencatat 70%, 81,82%, dan 80%, masing-masing. Secara keseluruhan, efektivitas penerimaan servis antara Jawa Barat (77,26%) dan Jawa Timur (77,27%) relatif serupa, yang menunjukkan bahwa konsistensi kinerja sangat penting bagi stabilitas permainan. Efektivitas penerimaan servis juga menunjukkan tren peningkatan, dengan Jawa Barat menunjukkan stabilitas tertinggi pada set ketiga. Secara praktis, pelatih sebaiknya memprioritaskan latihan penerimaan servis yang terstruktur untuk meningkatkan konsistensi dan kinerja.
Peran Permainan Tradisional sebagai Media Pendidikan dalam Membentuk Gaya Hidup Sehat pada Siswa Sekolah Dasar Fera Ratna Dewi Siagian
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5942

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dasar teoritis yang relevan mengenai Permaianan Tradisional sebagai model pendidikan kesehatan  membentuk gaya hidup sehat siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah review literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, jurnal nasional terakreditasi, serta buku referensi yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dengan menggunakan kata kunci, seperti “permainan tradisional”, “pendidikan kesehatan di sekolah”, “pola hidup sehat siswa sekolah dasar”, serta “pendekatan pembelajaran berbasis permainan”. Artikel-artikel jurnal yang diperoleh kemudian dianalisis dan disintesis untuk menyusun kerangka teoritis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan kesehatan yang memanfaatkan permainan tradisional merupakan pendekatan yang efektif dan layak diterapkan untuk mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, guru dan pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan permainan sebagai media pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, serta perilaku hidup sehat siswa secara berkelanjutan.
Analisis Perbedaan Kondisi Fisik antara Atlet Bola Voli Indoor dan Atlet Bola Voli Pasir Yosiana Natalia; Erwin Nizar Priambodo
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5944

Abstract

Bola voli, yang mencakup varian dalam ruangan dan pantai, menuntut kondisi fisik yang optimal, termasuk kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, kelenturan, dan tenaga untuk meningkatkan performa atlet. Namun, data perbandingan lokal di Salatiga, Indonesia, masih langka meskipun telah ada program latihan umum, sehingga menimbulkan kesenjangan penelitian untuk intervensi yang disesuaikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komponen kebugaran fisik antara atlet bola voli dalam ruangan dan pantai dalam program PPLOPD Salatiga. Dengan menggunakan desain survei komparatif kuantitatif ex post facto, data dari tes biomotorik sebelumnya pada 12 atlet yang diambil secara acak (6 per kelompok) dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, SD) dan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik di seluruh komponen (semua p > 0,05): atlet voli pantai menunjukkan fleksibilitas yang lebih baik (rata-rata 14,17 cm vs. 12,17 cm), kecepatan (5,61 detik vs. 5,53 detik), dan kelincahan (18,00 detik vs. 17,58 detik), sedangkan atlet indoor unggul dalam kekuatan (30,83 vs. 26,50 repetisi), daya ledak (61,33 cm vs. 55,83 cm), dan daya tahan (11,52 menit vs. 12,71 menit). Kesimpulannya, tingkat kebugaran fisik secara keseluruhan setara, dengan tren yang dapat dikaitkan dengan tuntutan spesifik permukaan. Temuan ini menunjukkan perlunya program latihan yang disesuaikan dengan posisi dan cabang olahraga, integrasi latihan silang, serta pemantauan berkala untuk mengoptimalkan performa dan mengurangi risiko cedera pada atlet PPLOPD, sekaligus memperkaya teori mengenai periodisasi berbasis kebutuhan.
Analisis Pengaruh Circuit Training terhadap Power Otot Tungkai dan Kecepatan Footwork pada Atlet Bulu Tangkis SKO Rahmad Diyanto; Salsabilah Salsabilah; Tomi Efendi; Arfa Adha; Aidil Syaputra; Purwanto Purwanto; Muhammad Qadavi
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan footwork atlet bulutangkis. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump test untuk mengukur power otot tungkai dan shuttle run test untuk mengukur kecepatan footwork. Perlakuan diberikan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata power otot tungkai pada kelompok eksperimen dari 45,2 cm menjadi 52,8 cm, sedangkan kelompok kontrol dari 44,8 cm menjadi 46,1 cm. Kecepatan footwork meningkat dengan penurunan waktu dari 12,5 detik menjadi 10,9 detik pada kelompok eksperimen, dan dari 12,4 detik menjadi 12,0 detik pada kelompok kontrol. Analisis uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Circuit Training terbukti efektif meningkatkan performa fisik atlet bulutangkis, khususnya power otot tungkai dan kecepatan footwork. Kesimpulannya, metode ini dapat digunakan sebagai alternatif program latihan yang terstruktur.
Kontribusi Latihan Variasi Gerakan terhadap Kemampuan Teknik Overhand Pass pada Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Jumriati Jumriati; Salahudin Salahudin; Ahmadin Ahmadin; Ainun Fitriani; Furkan Furkan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6007

Abstract

Kemampuan teknik passing atas pada siswa ekstrakurikuler bola voli masih relatif rendah, yang diduga disebabkan oleh kurangnya variasi dalam metode latihan sehingga berdampak pada rendahnya efektivitas pembelajaran keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan variasi gerakan terhadap peningkatan kemampuan teknik passing atas ke dinding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa tes passing atas ke dinding selama 60 detik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan passing atas, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 19,33 (pretest) menjadi 25,17 (posttest) dengan selisih 5,84. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p < 0,001, yang mengindikasikan bahwa latihan variasi gerakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing atas ke dinding. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan latihan variasi gerakan efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik passing atas melalui peningkatan koordinasi motorik, kontrol bola, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses latihan. Oleh karena itu, metode latihan variasi gerakan direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan dasar bola voli di lingkungan sekolah.
Efektivitas Four Square Step Exercise dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia Ni Putu Dwi Larashati; I Nyoman Juwitasunu
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6025

Abstract

Terdapat banyak masalah yang dialami lansia seperti terjadinya kemampuan fisik yang menurun, gangguan secara psikologis, dan sosial. Seiring dengan bertambahnya umur lansia akan mengalami penurunan adapatasinya terhadap lingkungan yang ditandai dengan semakin menurunnya kondisi fisik dan kesehatan seorang lansia. Hal tersebut disebabkan karena adanya perubahan struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Salah satu permasalahan lansia yang cukup tinggi prevalensinya adalah resiko jatuh, yang salah satu penyebabnya karena adanya gangguan fungsi kognitif pada lansia. Pemberian intervensi fisioterapi berupa Four Square Step Exercise dapat diberikan untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia, khususnya atensi dan memori jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Four Square Step Exercise dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pre and Post Test Design. Hasil uji paired sample t test didapatkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p<0,01 yang membuktikan bahwa Four Square Step Exercise efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Dapat disimpulkan bahwa Four Square Step Exercise mampu meningkatkan fungsi kognitif lansia. Pemberian four square step exercise dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia di Banjar Umahanyar, Abiansemal, Badung dengan nilai efektivitas sebesar 19,76%.
Kontribusi Latihan Zig-Zag Dribble dan Figure Eight terhadap Peningkatan Kelincahan pada Siswa Ekstrakurikuler Futsal Firman Jati Prambudi; Roy Januardi Irawan; Dita Yuliastrid; Afif Rusdiawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6029

Abstract

Kelincahan merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam permainan futsal karena mendukung kemampuan pemain dalam melakukan perubahan arah secara cepat, menjaga keseimbangan, serta mengontrol bola dalam situasi permainan yang dinamis. Namun, berdasarkan observasi awal pada kegiatan ekstrakurikuler futsal SMPN 20 Surabaya, sebagian besar siswa masih menunjukkan tingkat kelincahan yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dribbling zig-zag dan figure eight terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler futsal SMPN 20 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest–posttest design. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa ekstrakurikuler futsal yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Program latihan diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan adalah Illinois Agility Test. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji beda paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (p > 0,05) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest kelincahan siswa (p = 0,000). Temuan ini membuktikan bahwa latihan dribbling zig-zag dan figure eight berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler futsal. Dengan demikian, latihan tersebut dapat direkomendasikan sebagai metode latihan yang efektif dalam program pembinaan futsal tingkat sekolah menengah pertama.