cover
Contact Name
Ade Evriansyah Lubis
Contact Email
lubisadee@gmail.com
Phone
+628126332367
Journal Mail Official
lubisadee@gmail.com
Editorial Address
Street Alumunium Raya No. 77 Tanjung Mulia Hilir, 20241, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
ISSN : -     EISSN : 2747061X     DOI : https://doi.org/10.22145/jphr.v2i1.225
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal nasional yang terbuka untuk segala bentuk artikel ilmiah yang memiliki inovasi dan kreativitas dalam bidang olahraga dan kesehatan. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Analisis Profil Kondisi Fisik Atlet Tinju KONI pada Persiapan Pekan Olahraga Nasional Bela Diri Muhammad Nuur Shabri; Irmantara Subagio; Moh. Amrullah Albaitomi; Dewangga Yudhistira
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6036

Abstract

Kondisi fisik merupakan komponen utama dalam olahraga tinju karena berpengaruh terhatap kemampuan teknik,taktik dan daya tahan atlet selama pertandingan.Namun,penelitian mengenai profil kondisi fisik atlet tinju pada pemusatan latihan daerah masih terbatas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil kondisi fisik atlet tinju KONI Jawa Timur sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional(PON) Beladiri 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan responden 9 atlet tinju Puslatda KONI Jawa Timur.Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2026 di Kabupaten Ngawi,Jawa Timur melalui tes kondisi fisik meliputi kekuatan,daya ledak,kecepatan,kelincahan,kelentukan dan daya tahan.Data dianalisis memakai statistik deskriptif dengan mencari persentase dan rata-rata berdasarkan norma penilaian KONI Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan gambaran kondisi fisik atlet tinju secara keseluruhan masuk didalam kategori kurang dengan rata-rata sebesar 77%.Komponen kekuatan memperoleh rata-rata 72%,daya ledak 81%,kecepatan 67%,kelincahan 69%,kelentukan 88% dan daya tahan 86%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Kondisi atlet tinju Puslatda Jawa Timur masih perlu ditingkatkan,terutama dalam komponen kekuatan,kecepatan dan kelincahan karena gap nya terlalu jauh dari rata-rata kondisi fisik lainnya yang sudah melebihi 80% . Temuan ini bisa menjadi alat evaluasi untuk pelatih didalam merancang program latihan yang lebih terstruktur,terukur serta sesuai kebutuhan cabang olahraga tinju untuk meningkatkan performa atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional(PON) 2026.
Korelasi Tingkat Konsentrasi dan Kepercayaan Diri Atlet terhadap Keberhasilan Service pada Turnamen Tenis Meja Muhammad Amar; Muhammad Rifki Dharmawan; Willdan Demexsi Rahmat; Muhammad Nandi Agustin; Muhammad Arief Setiawan; A. Ine Aprilia Damai
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6074

Abstract

Keberhasilan performa atlet dalam olahraga tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga oleh aspek psikologis, seperti konsentrasi dan kepercayaan diri. Dalam cabang olahraga tenis meja, service merupakan teknik dasar yang sangat menentukan jalannya pertandingan sehingga diperlukan kesiapan mental yang baik untuk mendukung keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsentrasi dan kepercayaan diri terhadap keberhasilan service pada turnamen tenis meja Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert untuk mengukur tingkat konsentrasi dan kepercayaan diri serta tes keterampilan service untuk mengukur keberhasilan service atlet. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji korelasi Product Moment Pearson, dan uji regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi memiliki hubungan signifikan terhadap keberhasilan service dengan nilai korelasi 0,684 dan kepercayaan diri memiliki hubungan signifikan dengan nilai korelasi 0,721. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 62,6% terhadap keberhasilan service atlet tenis meja.
Kontribusi Pembelajaran Teaching Games for Understanding terhadap Peningkatan Kerja Sama Siswa dalam Permainan Sepak Bola Indrawan Sutejo; Furkan Furkan; Ainun Fitriani; Anhar Anhar; Mardian Andriani
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6115

Abstract

Pendidikan jasmani memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa, khususnya kerja sama. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kerja sama siswa dalam pembelajaran PJOK, terutama pada permainan sepak bola, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGFU) terhadap kerja sama siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pre-test-post-test control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP IT Insan Kamil yang berjumlah 40 siswa, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (20 siswa) dan kelompok kontrol (20 siswa). Data dikumpulkan melalui observasi dan angket kerja sama siswa dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji paired sample t-test, serta uji independent sample t-test berdasarkan nilai gain score dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kerja sama siswa pada kelompok eksperimen meningkat dari 62,40 menjadi 82,15 (gain = 19,75), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 63,10 menjadi 68,20 (gain = 5,10). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, model pembelajaran TGFU berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kerja sama siswa.
Analisis Komparatif-Korelasional Durasi Screen Time dengan Kebugaran Fisik, Kualitas Tidur, dan Prestasi Akademik Siswa SMA Muhammad Arya Saputra; Anggit Wicaksono
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6120

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan durasi screen time terhadap kebugaran fisik, kualitas tidur, dan prestasi akademik siswa kelas XI di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian kuantitatif korelasional ini menggunakan teknik cluster sampling yang melibatkan siswa dari SMA Krista Mitra Semarang (n = 22) dan SMA Negeri 1 Boja (n = 34). Data dikumpulkan melalui angket screen time, kuesioner kualitas tidur, tes kebugaran jasmani, dan dokumentasi nilai akademik, kemudian dianalisis dengan uji korelasi, dan uji beda. Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dari durasi screen time (U = 246,500; p = 0,032) dan prestasi akademik (U = 0,000; p = 0,000) antar sekolah, sedangkan kebugaran fisik (U = 369,000; p = 0,933) dan kualitas tidur (U = 269,000; p = 0,074) tidak berbeda signifikan. Uji korelasi menunjukkan screen time tidak berkorelasi signifikan dengan kebugaran fisik (r = 0,098; p = 0,664 dan r = ?0,092; p = 0,607), kualitas tidur (r = 0,175; p = 0,437 dan r = 0,242; p = 0,167), maupun prestasi akademik (r = 0,321; p = 0,145 dan r = 0,045; p=0,798). Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan penggunaan gawai secara seimbang.
Pengaruh Latihan Lower Body terhadap Tinggi Lompatan Atlet Bola Basket SMA Luchas Bagus Bimantoro; Fatkur Rohman Kafrawi
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.6138

Abstract

Performa atlet bola basket, khususnya pada tingkat SMA, sangat dipengaruhi oleh daya ledak otot tubuh bagian bawah yang menjadi faktor utama dalam tinggi lompatan dan gerakan eksplosif di lapangan. Latihan konvensional yang hanya menekankan teknik atau lompatan tanpa beban seringkali menyebabkan stagnasi karena kekuatan dasar otot yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program latihan lower body terintegrasi, yang menggabungkan back squat, deadlift, calf raise, dan box jump, terhadap peningkatan tinggi lompatan atlet basket SMA. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen (pre-experimental) dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design pada 14 peserta laki-laki usia 15–18 tahun di Training Zone Indonesia. Tinggi lompatan diukur menggunakan Vertec Vertical Jump Tester sebelum dan setelah latihan selama enam minggu, tiga sesi per minggu, dengan prinsip progressive overload. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata tinggi lompatan dari 64,93 cm (pre-test) menjadi 67,21 cm (post-test), dengan peningkatan rata-rata 2,29 cm (p < 0,001). Sebanyak 12 dari 14 atlet mengalami peningkatan, menunjukkan efektivitas program latihan. Kesimpulannya, latihan lower body terintegrasi efektif meningkatkan tinggi lompatan melalui peningkatan kekuatan dan daya ledak otot tungkai. Secara praktis, pelatih dapat memasukkan program ini dalam periodisasi latihan fisik untuk meningkatkan performa atlet, sementara penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, dan variabel performa tambahan.