cover
Contact Name
Ika Endah Puspita Sari
Contact Email
stokbinaguna79@gmail.com
Phone
+6282134564513
Journal Mail Official
stokbinaguna79@gmail.com
Editorial Address
Street Alumunium Raya Tanjung Mulia No. 77
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27743055     DOI : https://doi.org/10.22145/jbpkm.v2i1.225
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal elektronik nasional untuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model, atau konsep dan / atau implementasinya dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat. atau pelaksanaan pengabdian masyarakat. Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember . Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat telah menggunakan Open Journal System yang mengharuskan semua penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diizinkan untuk mengunggah manuskrip yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau proses pembuatan naskah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
MODEL PERMAINAN TRADISIONAL PENGUATAN EMOSIONAL ANAK PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG SINABUNG PROVINSI SUMATERA UTARA Harahap, Agustin Sastrawan; Agus Salim Samosir; Khairul Usman
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada menurunnya emosional yang merupakan unsur penting pada setiap seseorang dalam melakukan aktivitas. Faktor emosional yang dinilai berpengaruh pada diri seseorang khususnya pada diri anak adalah : (a) konsentrasi dan (b) kepercayaan diri/kepribadian. Solusi yang akan diberikan adalah penguatan emosional pada anak dengan upaya menyatukan jiwa raga untuk mampu membangkitkan optimisme anak, bangkit dari kesulitan yang dihadapi ditempat mereka tinggal atau berada di pengungsian. Rencana program kemitraan yang dibangun adalah melakukan penguatan emosional melalui olahraga tradisional dengan landasan metode pendampingan yang dapat diterapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) tahap literasi; 2) tahap bermain; dan 3) tahap evaluasi. Penerapan permainan tradisional berhasil diterapkan dengan tujuan pendampingan dan perubahan emosional anak terdampak erupsi gunung merapi di Tanah Karo. Hasil penerapan permainan tradisional yang dilakukan kepada anak-anak kemudian dilakukan pengukuran kembali setelah anak-anak selesai bermain. Penilaian yang diperoleh rata-rata nilai 41 tingkat kemapanan dengan kategori “sangat mapan”, rata-rata nilai 40 tingkat kekuatan emosi dengan kategori “kuat”, dan kemudian pada penilaian rubrik diperoleh rata-rata 80 dengan kategori “Baik” kondisi emosional anak-anak dilihat dari aspek prilaku. Kegiatan bermain dapat mengaktifkan hormon adrenal yang kemudian membangkitkan naluri bergerak hingga berdampak pada lancaran peredaran darah yang mampu membuat peningkatan konsentrasi dan kebugaran.
Model Pendampingan Pembelajaran Kelas Online Pada Sekolah Luar Biasa Di Kecamatan Medan Amplas Nurmayani; Naeklan Simbolon; Winara; Khairul Usman; Khairunnisa; Sorta Simanjuntak
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v2i1.533

Abstract

Tujuan dari kegiatan program kemitraan ini adalah untuk mengoptimalkan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Masalah yang dihadapi mitra adalah sulitnya menerapkan proses belajar online pada siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa Medan Amplas. Pendamping pembelajaran daring diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap perkembangan anak baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. Strategi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan upaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan kepada Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dapat mengembangkan diri dalam mengelola kegiatan pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai upaya pencapaian pembelajaran pada masa pendemi Covid-19 dan upaya menuju tercapainya kompetensi pembelajaran pada siswa. Proses ini memilki tiga tahap yang berbeda: 1) merumuskan konsep materi pendampingan; 2) pemberian materi kepada guru berdasarkan materi yang ditetapkan; 3) Penilaian untuk mengetahui peningkatan yang dicapai melakukan kegiatan pendampingan. Tujuan program Kemitraan Masyarakat adalah “Terlaksananya Pendampingan Belajar online secara Efektif pada Proses Pembelajaran SLB Masa Pandemi Covid-19”. Hasil yang diperoleh berdasarkan Pendampingan Pembelajaran Dalam Jaringan Pada Sekolah Luar Biasa Di Kecamatan Medan Amplas yakni telah terlaksananya pendampingan belajar online secara efektif pada proses pembelajaran SLB masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai pretest yang diperoleh guru 45,14 dan nilai posttest yang diperoleh guru 82,10.
Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Case Method dan Tim Based Project Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama Kota Medan Suryadi Damanik; Ibrahim; Usman Nasution; Saipul Ambri Damanik; Risky Efriana Saragih
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.664

Abstract

Case method is a problem-based learning method, which aims to make the learning process more concrete, and can develop students' abilities in critical thinking, creative, innovative and problem solving. Team Based Project is a project-based learning method that starts with a problem. Through Team Based Project students are required to work on real projects through the process of exploration, analysis, synthesis, assessment, investigation and collaboration to produce real work. Learning with Team Based Project will be able to develop active learning and develop students' ability, critical thinking, creative, collaborative and innovative. The methods that will be used to achieve the objectives of Community Service activities are, mentoring, training, providing facilities, and empowerment with the following stages: 1) Preparation Stage; 2) Assessment stage; 3) Alternative Program or Activity Planning Phase; 4) Action Plan Formulation Phase; 5) Program or Activity Implementation Phase; and 6) Evaluation Phase. The results of the Community Partnership Program activities that will be carried out at the Teacher's Meeting of Physical Education and Sports Subjects are to provide knowledge and skills in the development of Physical Education and Sports Education learning. This activity aims to: 1) increase partners' knowledge about Case Methods and Team Based Projects, 2) improve partners' abilities in creative, innovative, professional, and independent abilities, 3) improve partners' abilities in developing Case Method and Team Based Project-based Sports and Health Physical Education learning in Indonesia Junior High School, 4) partners have learning tools for Physical Education, Sport and Health based on Case method and Team based projects in accordance with basic competencies.
Sosialisasi Meningkatkan Kondisi Fisik Atlit Tinju Kabupaten Bantul Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana; Ali Md Nadzalan; Moh. Kholil
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.666

Abstract

Kesegaran jasmani merupakan salah satu nilai dasar atlet bahkan nilai utama untuk memasuki cabang olahraga tersebut. Kesegaran jasmani adalah penyaringan awal atlet dalam mempersiapkan penampilan dalam cabang olahraga yang ditekuninya. Apalagi jika atlet tersebut akan bertanding, kondisi fisik yang kurang baik tentunya akan mempengaruhi performa atlet yang kurang maksimal. Penting bagi atlet untuk memiliki kondisi fisik yang baik karena memungkinkan mereka untuk meningkatkan performa atau prestasi yang maksimal dalam kompetisi atletik. Sebagai arena pertunjukan, kebugaran jasmani memegang peranan penting dalam berbagai cabang olahraga, salah satunya tinju. Tinju merupakan olahraga yang membutuhkan pukulan yang tepat dan koordinasi tangan-mata yang baik, sehingga para atlet harus menjaga dan mengatur ritme setiap serangan dan pertahanan agar dapat tampil maksimal. Melalui sosialisasi latihan meningkatkan kebugaran jasmani memegang peranan penting bagi para atlet tinju di Kabupaten Bantul yang berguna untuk mempersiapkan kebugaran jasmani yang kuat terutama untuk menghadapi pertandingan. Latihan kebugaran jasmani adalah latihan yang mencakup semua aspek struktur fisik baik secara teoritis maupun praktis dalam menghadapi beban yang berbeda selama pertandingan. Latihan fisik yang tepat dapat meningkatkan kualitas kebugaran jasmani yang baik pada petinju. Diharapkan dengan latihan fisik yang tepat akan meningkatkan kebugaran jasmani para petinju di Kabupaten Bantul.
Sosialisasi Circulo Massage Untuk Menjaga Kebugaran Bagi Atlit Kabupaten Bantul Dalam Persiapan Porda DIY 2022 Dody Tri Iwandana; Ardhika Falaahudin; Muhammad Romadhoni
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.667

Abstract

Pijat melingkar adalah salah satu pijat yang tujuan utamanya adalah melancarkan peredaran darah dan kelenjar getah bening melalui teknologi gesekan. Tujuan dari pijatan melingkar adalah untuk memulihkan diri dari kelelahan dan menjadi bugar. Pijat melingkar menghasilkan endorfin, yang diperoleh melalui teknik gerakan gesekan. Hormon endorfin bertindak sebagai obat penenang dan pijatan melingkar juga menghasilkan hormon tiroksin yang cenderung mempercepat metabolisme tubuh. Hormon tiroksin diperoleh dengan teknik gerakan effleurage dan tapotement, hormon adrenalin juga dihasilkan dengan massage sirkular menggunakan teknik tapotement yang bertujuan untuk merangsang saraf simpatis. Pilar dasar dari teknik pijat melingkar adalah gesekan dengan gerakan berputar, tapotement dirancang untuk memaksimalkan hasil gesekan dan effleurage yang tenang. Pada awal pemijatan, gesekan sengaja diterapkan segera untuk menimbulkan syok dan merangsang pelepasan endorfin, yang berfungsi sebagai obat penenang.Dalam pijatan melingkar ini, seluruh tubuh digerakkan dari telapak kaki ke kepala, saling menghormati. struktur pijatan. Otot dan cara kerja organ. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang cara melakukan pijat melingkar untuk menjaga kebugaran atlet Kabupaten Bantul dalam rangka persiapan event Porda DIY 2022. Secara teori, kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan di lapangan. bidang olah raga, dan dalam pelaksanaannya diharapkan dapat memberikan informasi kepada atlet dan pelatih khususnya tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan pijat sirkular bagi atlet di Kabupaten Bantul, um untuk mempertahankannya. fitness persiapan acara Porda DIY 2022.
Pelatihan Merangkai Bunga Papan Sebagai Upaya Peningkatan BUMK Tunas Baru Kampung Buket Panyang Sa Kecamatan Manyak Payed Imam Hadi Sutrisno; Salman; Mauliza
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.758

Abstract

Pengabdian ini berjudul “Pelatihan Merangkai Bunga Papan Sebagai Upaya Peningkatan BUMK Tunas Baru Kampung Buket Panyang Sa Kecamatan Manyak Payed”. Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya anggota BUMK Tunas Baru dalam membuat bunga papan sebagai salah satu cara meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan merangkai bunga papan telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Ada dua pertemuan yang dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertemuan pertama, tim PKM melaksanakan proses merakit bunga papan dari proses pembuatan bahan dasar, penempelan busa, dan penutupan papan dengan menggunakan terpal. Pertemuan kedua dilakukan dengan tahapan akhir yaitu merakit bunga dan mendesain pola pada papan yang akan dijadikan bunga papan. Ada beberapa solusi dan permasalahan mitra yang telah diselesaikan yaitu (1) Pelatihan tentang kreasi dan kebaruan design kepada pekerja di BUMK Tunas Baru dengan menampilkan design bunga papan terbaru dan modern. Luaran dalam indikator ini adalah adanya seni dan design yang relevan dengan perkembangan masa sehingga lebih menarik dan modern. (2) Perluasan jaringan pemasaran bunga papan dengan menerapkan konsep e-commerce melalui pembuatan akun media sosial dan akun kedaireka di aplikasi digital. (3) Membuat bentuk tampilan bunga papan dengan konsep printing, kayu, dan variasi bunga tusuk yang konvensensional, dan (4) Pembuatan dan peningkatan koleksi bunga.
Pelatihan Pranikah Berdasarkan Kearifan Lokal Dan Hukum Adat Di Aceh Untuk Mengurangi Tingginya Gugat Cerai Di Wilayah Kota Langsa Wilsa; Joko Hariadi; Azrul Rizki; Alpidsyah Putra
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.759

Abstract

Kegiatan pelatihan dengan judul “Pelatihan Pranikah Berdasarkan Kearifan Lokal dan Hukum Adat di Aceh Untuk Mengurangi Tingginya Gugat Cerai di Wilayah Kota Langsa”. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu observasi, identifikasi masalah mitra, perumusan solusi permasalahan mitra, pelaksanaan pengabdian, telaah hasil, dan evaluasi. Hasil dicapai dalam pengabdian ini adalah adanya buku bimbingan pranikah yang berlatar konsep kearifan lokal, hukum agama, hukum adat dalam proses pernikahan dan perceraian. Buku juga akan memuat tentang kasus-kasus perceraian yang terjadi di Langsa sehingga bisa menjadi pelajaran dan pedoman bagi calon penganti dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Secara umum, untuk menghasilkan buku seperti yang ditargetkan, pengusul dan mitra akan melaksanakan beberapa tahapan pengabdian yaitu (1) persiapan, (2) telaah hukum adat dan hukum agama tentang pernikahan dan perceraian, (3) telaah kasus cerai di Langsa, (4) menulis kerangka buku, (5) penulisan buku, (6) mencetak buku, (7) pelaksanaan pelatihan pranikah di Langsa, dan (8) evaluasi kegiatan pengabdian.
Membumikan Kembali Olahraha Dan Permainan Tradisional Di Era Digital Melalui Literasi Budaya Di Wilayah Pesisir Aceh Timur Muhammad Arif Fadhilah; Joko Hariadi; Rizkei Kurniawan; Yoki Afriandi Rangkuti; Muhajir Syahputra; Dodi Irwansyah
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.760

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menyosialisasikan kembali olah raga dan permainan khas masyarakat pesisir di wilayah Aceh bagian timur. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode tutorial, metode tanya-jawab, metode pendampingan, dan metode simulasi. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, ditemukan permainan dan olah raga yang khas yaitu (1) Che atau Ingke, (2) Geunteut, (3) Lenggang Rotan, dan (4)Tarek Situek. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan (1) buklet mini mengenai profil permainan dan olah raga tradisional dan (2) video dokumenter. Berdasarkan kajian yang dilaksanakan, acara rutin perlu dilakukan untuk kembali membumikan permainan dan olah raga khas masyarakat pesisir Aceh bagian timur.
Pelatihan Senam Indonesia Bersatu Dalam Meningkatkan Kebugaran Tubuh Bagi Guru-Guru Olah Raga Tingkat SMP Di Aceh Timur Pada Masa Pandemi Covid 19 Muhammad Arif Fadhilah; Yoki Afriandy Rangkuti; Rizkei Kurniawan; Alpidsyah Putra; Benny Aprial M
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v2i2.761

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan berupa pelatihan Senam Indonesia Bersatu. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik di lingkungan sekolah di Kabupaten Aceh Timur. Luaran utama yang dirancang adalah artikel pengabdian terkait kegiatan yang dilakukan. Selanjutnya, produk yang dirancang adalah tersedianya video tutorial beserta buklet petunjuk senam.
Penanganan Cedera Olahraga Bagi Atlet Disabilitas Pada National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Sumatera Utara Suprayitno
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i2.1008

Abstract

Pengetahuan tentang massase, sport massase khususnya, merupakan hal yang penting diketahui dan di mengerti bagi mereka yang bergerak di bidang keolahragaan, kesehatan serta bagi mereka yang berkecimpung di bidang pekerjaan sosial, terutama didalam usaha rehabilitasi penderita cacat. Masase cedera olahraga akan dapat membantu proses pembinaan olahraga disabilitas menuju prestasi dengan meminimalkan resiko cedera yang lebih parah. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dari kegiatan PKM adalah, pendampingan, pelatihan, penyediaan fasilitas, dan pemberdayaan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 1) tahap persiapan perancangan masase cedera olahraga; 2) tahap penilaian 3) tahap perencanaan; 4) tahap performulasi rencana aksi; 5) tahap pelaksanaan program kegiatan; 6) tahap evaluasi. Solusi yang di tawarkan yaitu: 1) Kegiatan ini adalah memberikan pelatihan langsung kepada mitra, bagaimana pengetahuan tentang masase cedera olahraga bagi atlet penyandang disabilitas, 2) Memberikan bahan dan alat masase sesuai kebutuhan mitra, 3) Dalam program pelatihan masase cedera olahraga ini, program yang akan kami tawarkan adalah penyediaan fasilitas masase yang sederhana, manajemen perawatan alat dan fasilitas masase, serta manajemen pemasaran keterampilan masase untuk atlet disabilitas dana masyarakat umun, 4) Pendampingan kegiatan peningkatan kompetensi untuk organisasi NPC dan para pelatih akan terlibat dalam pelatihan masase cedera olahraga, 5) Melatih pelatih olahraga prestasi disabilitas (NPC) untuk menjadi fasilitator (instruktur) dalam kegiatan-kegiatan masase cedera olahraga yang akan dilaksanakan di NPC Sumatera Utara.

Page 3 of 14 | Total Record : 139