cover
Contact Name
Narantoputrayadi Makan Malay
Contact Email
pbsidun@gmail.com
Phone
+6285239373252
Journal Mail Official
pbsidun@gmail.com
Editorial Address
Universitas Nusa Cendana. Jalan Adi Sucipto - Penfui Kupang.
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Lazuardi
ISSN : 26851652     EISSN : 26851652     DOI : https://doi.org/10.53441/lazuardi
Core Subject : Education,
Journal Lazuardi is published by The Indonesian Language and Literature Education Study Program, Nusa Cendana University. This is a research journal that publishes various studies, literature studies and scientific research on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, languages, linguistic forensics, forensic linguistics, comparative historical linguistics, linguistics, , cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, and sociolinguistics. This is published periodically. This time it was published in March, June, September and December. Every article published in The Lazuardi Journal will be published by the reviewers.
Articles 191 Documents
Kemampuan Menulis Cerita Fantasi Melalui Penerapan Model Pemabelajaran Make-A Match pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 11 Kupang Bakir, Nurasma; Margareta, Karus. M; Nitbani, Semuel
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.287

Abstract

The focus of this study is How is the ability to write fantasy stories through the application of the make a match learning model in class VIIA students of SMP Negeri 11 Kupang The learning model used in this study is make-a match. The purpose of this study is to describe the ability to write fantasy story texts through the application of make-a match learning models. The theory used in this study is the cognitive constructivism learning theory by Jean Piaget, text-based learning and writing theory The method used is a qualitative descriptive research method After conducting research on students, the results obtained that the number of pairs who successfully matched the cartoons was 9 pairs and those who did not succeed in finding their card pairs were 4 pairs. In accordance with four aspects which include aspects of title, structure, linguistic rules, and elements of fantasy story texts. In the student worksheets that have been analyzed, the number of students is 25 people and 25 student worksheets obtained an overall average score of 72. These results can be seen from the percentage of success rate of 72% of students who are quite capable of writing fantasy story texts with scores ranging from 70-100. Students who are said to have completed or exceeded the KKM number 17 people with a percentage of 68% while students who did not complete number 8 people with a percentage of 32%. Thus it can be concluded that the students are capable of writing fantasy stories.
BAHASA HORMAT ANAK KEPADA GURU SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF DI SEKOLAH Nia Agustin; Putri Malasari; Anisha Aryana Putri; Naila Annaja; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa hormat anak kepada guru sebagai media pembentukan karakter positif di sekolah. Bahasa hormat merupakan bentuk komunikasi yang mencerminkan kesopanan, etika, dan penghargaan terhadap orang lain, sekaligus menjadi sarana internalisasi nilai moral bagi siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 12 Rambah Samo dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai praktik bahasa hormat, persepsi siswa dan guru, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menggunakan bahasa sopan dan hormat dalam interaksi dengan guru, seperti menyapa, menggunakan kata penghubung yang tepat, menunggu giliran berbicara, dan menggunakan intonasi santun. Penggunaan bahasa hormat ini tidak hanya berfungsi sebagai etika verbal, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan karakter positif, termasuk disiplin, tanggung jawab, empati, dan kesabaran. Guru memiliki peran strategis sebagai teladan komunikasi sopan, sehingga siswa meniru perilaku tersebut dan nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa hormat anak kepada guru menjadi media efektif dalam pembentukan karakter positif di sekolah. Praktik ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan kualitas interaksi sosial, serta menanamkan nilai moral sejak dini. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah secara konsisten membiasakan bahasa hormat melalui pembiasaan, teladan guru, dan kegiatan pendidikan karakter yang kreatif agar pembentukan karakter siswa berlangsung secara optimal.
IMPLEMENTASI BAHASA SANTUN DALAM AKTIVITAS BELAJAR MENGAJAR SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN KARAKTER Zahratul Jannah; Yulia Saputri; Yosi Agustin; Adinda Elfia; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bahasa santun dalam aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 12 Rambah Samo dan perannya dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mencatat perilaku guru dan siswa dalam menggunakan bahasa santun selama proses pembelajaran. Wawancara dilakukan dengan guru dan beberapa siswa untuk menggali pemahaman, pengalaman, dan dampak bahasa santun terhadap interaksi serta pembentukan karakter. Dokumentasi berupa catatan harian guru dan materi ajar juga dianalisis untuk mendukung temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara konsisten menggunakan bahasa santun dalam interaksi verbal dan nonverbal, termasuk pemilihan kata yang sopan, intonasi yang ramah, serta gestur yang menghargai siswa. Siswa pun terbiasa menggunakan kata-kata sopan seperti “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dalam berbagai situasi, baik dalam tanya jawab maupun diskusi kelompok. Implementasi bahasa santun ini berperan penting dalam pembentukan karakter siswa, terutama nilai empati, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Kesimpulannya, bahasa santun bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga alat pendidikan karakter yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dan pihak sekolah terus membiasakan bahasa santun melalui praktik sehari-hari dan kegiatan pendukung, sehingga pembentukan karakter siswa lebih menyeluruh dan konsisten.
PERAN BAHASA AFIRMASI GURU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KARAKTER SISWA SD Nuriyanti; Sintya Putri Arlen; Armila Diana; Tanti Ivana; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bahasa afirmasi dalam pembelajaran dan pengaruhnya terhadap kepercayaan diri serta pembentukan karakter siswa di Sekolah Dasar Negeri 001 Rambah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam dan kontekstual. Informan penelitian meliputi guru dan siswa, sementara observasi dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah dan didukung oleh catatan serta dokumentasi kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa afirmasi yang digunakan guru mampu memotivasi siswa, meningkatkan keberanian dalam berpartisipasi, serta membangun rasa percaya diri. Siswa yang menerima afirmasi menunjukkan perilaku positif dalam aspek moral, sosial, dan emosional, termasuk tanggung jawab, kerja sama, empati, dan pengendalian diri. Selain itu, afirmasi juga membantu siswa menghadapi kesulitan akademik dengan lebih resilien dan mandiri. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa afirmasi berperan penting sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan membentuk karakter siswa secara menyeluruh. Guru disarankan untuk secara konsisten menerapkan afirmasi baik secara verbal maupun non-verbal agar tercipta lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan psikologis serta karakter siswa.
KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA KATEGORI KESEMBRONOAN PADA FITUR QUICK CHAT DALAM GAME HONOR OF KINGS Triastuti, Saadiah
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.292

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketidaksantunan berbahasa dalam kategori kesembronoan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk ketidaksantunan berbahasa yang dikategorikan sebagai kesembronoan yang terdapat pada fitur Quick Chat permainan Honor of Kings. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan pencatatan melalui dokumentasi berupa tangkapan layar yang diambil saat bermain Honor of Kings. Data dalam penelitian ini berupa tuturan tertulis maupun lisan yang mengandung ketidaksantunan berbahasa dalam kategori kesembronoan. Sumber data adalah tuturan yang terdapat pada fitur Quick Chat permainan Honor of Kings. Hasil yang diperoleh peneliti dihimpun dalam bentuk data dan dideskripsikan secara deskriptif. Berdasarkan temuan penelitian, kategori kesembronoan yang paling dominan adalah ungkapan seruan dengan unsur bercanda, yaitu sebanyak 19 data. Hal ini menunjukkan bahwa pemain cenderung menggunakan tuturan dengan nada seruan yang disertai unsur humor. Kajian ini memberikan wawasan bagi para pengguna bahasa, khususnya pemain Honor of Kings, agar lebih bijak dan cermat dalam menggunakan ujaran di fitur Quick Chat agar komunikasi di dalam permainan tetap menyenangkan tanpa menimbulkan kesalahpahaman atau konflik antar pemain. Kata Kunci: Ketidaksopanan, Kesembronoan, Obrolan Singkat, Kehormatan Raja
PERAN KEBAHASAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PEDULI SOSIAL ANAK SEKOLAH DASAR Siti Nurjannah; Amika Livia Rahmadani SBR; Putri Rahma Dini; Maylina Br Siregar; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kebahasaan dalam membentuk karakter peduli sosial pada siswa kelas VI SD Negeri 004 Rambah Samo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VI serta guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca cerita bergambar dan cerita moral meningkatkan kesadaran siswa untuk menolong teman dan berbagi. Kegiatan bercerita dan diskusi kelompok membantu siswa mengekspresikan pengalaman empati serta memahami perspektif teman. Selain itu, kegiatan menulis pengalaman pribadi atau cerita fiksi yang mengandung pesan moral mendorong siswa merefleksikan tindakan peduli dan menanamkan nilai kepedulian sosial secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan kebahasaan melalui membaca, bercerita, dan menulis terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter peduli sosial pada siswa.
BENTUK-BENTUK SIMBOLIK DALAM PUISI ‘PERJALANAN MALAM’ KARYA EKA BUDIANTA (TELAAH MAKNA) Djawa, Alex; Pane, Betharia
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.294

Abstract

Symbolism is part of a sign. Semiotics is the study of signs. Signs are divided into several parts, including icons, indices, signals, symptoms, and symbols. In this article, the discussion focuses solely on the symbols found and used in the poem mentioned above. It is known that symbolic forms use language in a unique sense and are not easily understood in the context of their use. Therefore, the goal is to express symbolic meanings accurately, sharply, and profoundly.
ANALISIS TINDAK TUTUR ANAK KELAS 1 SDN 004 RAMBAH SAMO SEBAGAI CERMINAN KARAKTER SOSIAL Munawaroh; Rohima; Yuyun Esa Kharisma; Putri Handayani; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.295

Abstract

Bahasa merupakan sarana utama anak dalam mengekspresikan pikiran, perasaan, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur anak kelas 1 SDN 004 Rambah Samo dan mengidentifikasi bagaimana tindak tutur tersebut mencerminkan karakter sosial anak, seperti tanggung jawab, empati, kerja sama, integritas, dan kesadaran sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi interaksi anak di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menggunakan berbagai jenis tindak tutur, yaitu assertive, directive, commissive, expressive, dan declarative, dengan expressive sebagai yang paling dominan. Setiap tindak tutur mencerminkan aspek karakter sosial tertentu; misalnya, assertive menunjukkan tanggung jawab, directive mencerminkan kerjasama, commissive menandakan integritas, expressive menggambarkan empati, dan declarative menunjukkan kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa tindak tutur anak tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga media penting dalam pembentukan karakter sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan orang tua untuk membimbing perkembangan karakter sosial anak melalui interaksi verbal di kelas, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS MODEL KETELADANAN DAN PENGGUNAAN BAHASA GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SDN 024 RAMBAH SAMO Vinka Putri Nur Rahma; Yelsa Nabila Putri; Nayla Hafiza; Ondang Permata Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model keteladanan dan penggunaan bahasa guru dalam pembentukan karakter peserta didik di SDN 024 Rambah Samo. Pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar memerlukan pendekatan yang efektif, di mana guru berperan sebagai teladan melalui perilaku nyata dan komunikasi yang membangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan temuan berdasarkan teori pendidikan karakter dan social learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam hal disiplin, kesabaran, tanggung jawab, dan interaksi sosial yang positif memberikan contoh yang diamati dan ditiru peserta didik. Selain itu, bahasa guru yang santun, membangun, dan positif menjadi media efektif untuk menanamkan nilai moral, seperti empati, rasa hormat, kepedulian, dan tanggung jawab. Kombinasi keteladanan dan bahasa guru menciptakan pengalaman belajar yang holistik, memungkinkan peserta didik memahami nilai moral secara teori sekaligus mempraktikkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter di SDN 024 Rambah Samo sangat bergantung pada konsistensi guru dalam menampilkan tindakan nyata dan komunikasi yang mencerminkan nilai moral. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih efektif di sekolah dasar.
Bentuk dan Makna Tulisan Grafiti pada Tembok Pagar Bangunan Pertokoan dan Perumahan di Pasir Panjang Kota Kupang Nenotek, Yoyarib; Djawa, Alex; Pekuwali, Dian Sari Arindah
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.297

Abstract

The focus of this research is "The Form and Meaning of Graffiti Writing on the Fence Walls of Shops and Housing Buildings in Pasir Panjang, Kupang City." The purpose of this research is to describe the form and meaning of graffiti writing on the fence walls of shops and housing buildings in Pasir Panjang, Kupang City. The theory used is Charles Sanders Pierce's semiotics, which focuses on icons, indexes, and symbols. The method used is a qualitative descriptive method. This thesis presents 18 graffiti writing data items analyzed, consisting of 4 graffiti writing data in the form of words and 14 graffiti writing data in the form of sentences. This thesis provides an in-depth explanation of graffiti writing in the form of words and sentences, as well as the deeper meaning of graffiti writing in the form of words and sentences.