cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Pendampingan STEM Terapan melalui Robotika Edukatif untuk Penguatan Literasi Digital Siswa MTs Negeri 9 Pringombo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami; Agus Siswoyo; Antonius Hendro Noviyanto; Eko Arianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3238

Abstract

Literasi digital dan keterampilan teknologi merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, keterbatasan media pembelajaran dan pengalaman praktik teknologi menjadi salah satu tantangan dalam penguatan kompetensi tersebut di sekolah wilayah perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran STEM terapan melalui robotika edukatif untuk memperkuat literasi digital dan keterampilan teknologi siswa MTs Negeri 9 Pringombo, Gunungkidul. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juni 2026 dengan melibatkan 25 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan learning by doing melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik robotika secara berkelompok, diskusi, dan evaluasi. Siswa dibagi menjadi lima kelompok dan memperoleh pendampingan selama praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,17 atau 83,50% dan termasuk kategori sangat baik. Aspek pemahaman robotika dan coding memperoleh skor 88,94%, ketertarikan dan literasi digital 83,92%, serta manfaat kegiatan 86,47%, sedangkan aspek pelaksanaan pelatihan memperoleh skor 76,58%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dapat diterima dengan baik dan memberikan pengalaman positif dalam mengenal robotika dan coding. Kegiatan juga mendapat respons positif dari guru dan sekolah serta menghasilkan rekomendasi untuk pelatihan robotika lanjutan dan penyediaan kit robotika sederhana.
Edukasi Berbasis Booklet Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Asam Urat di Kelurahan Jatirangga, Kota Bekasi, Jawa Barat Angki Purwanti; Fira Kuswandari; Haryadi Haryadi; Rizana Fajrunni'mah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3239

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut adalah penyakit asam urat, yang membutuhkan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, pola makan, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat melalui edukasi kesehatan yang didasarkan pada booklet yang berisi informasi tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Dengan partisipasi 35 lansia, kegiatan tersebut diadakan di RT/RW 01/08 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Pretest, penyuluhan interaktif menggunakan media booklet, metode diskusi dan tanya jawab, serta posttest adalah bagian dari kegiatan. Pengetahuan dinilai melalui sepuluh pertanyaan yang memberikan skor antara 0 dan 30, dan dikategorikan menjadi kurang, cukup, dan baik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,82 pada pretest menjadi 21,09 pada posttest. Sebelum edukasi, 80% peserta termasuk dalam kategori pengetahuan kurang, dan hanya 5,71% termasuk dalam kategori pengetahuan baik. Peserta dalam kategori pengetahuan baik 71,43%, dan tidak ada peserta dalam kategori kurang setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat telah meningkat melalui kegiatan edukasi berbasis komunitas yang didukung oleh booklet dan informasi TOGA. Dengan melihat retensi pengetahuan dan perubahan perilaku kesehatan, edukasi yang dilakukan bermanfaat bagi lansia.
Penguatan Literasi Digital Remaja melalui Workshop Tentang Cyberbullying, Hoaks, dan Etika Digital di Sekolah Menengah Teologi Kristen Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Orista Yulisty Dandina Mone; Catur Prio Purnomo; Kristian Edison Yohanis Melkor Afi; Adriana Indra Santi Sole; Nofriana Baun; Simson Mau Kawa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3241

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial di kalangan remaja menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menghadapi cyberbullying, hoaks, dan perilaku tidak etis di ruang digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat literasi digital remaja melalui workshop pendampingan di SMTK Rote. Kegiatan melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, tanya jawab, dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan sepuluh indikator literasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 3,31 menjadi 4,62 atau sebesar 39,76%. Hasil evaluasi menunjukkan penguatan kemampuan peserta dalam memverifikasi informasi, mengenali karakteristik hoaks, berpikir kritis terhadap informasi digital, serta mengenali dan merespons cyberbullying secara lebih tepat. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop mampu memperkuat pemahaman dan kesadaran peserta dalam menggunakan media digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Program ini penting sebagai strategi penguatan literasi digital sekaligus pembentukan karakter remaja yang mampu menghadapi risiko dan berinteraksi secara bertanggung jawab di ruang digital berdasarkan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen.
Peningkatan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Melalui Pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi di Desa Jabung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Teta Puji Rahayu; Tinuk Esti Handayani; Rahayu Sumaningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3243

Abstract

ASI eksklusif selama enam bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi, namun keberhasilannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada masa nifas. Kurangnya pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan dukungan terhadap ibu nifas dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif melalui pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi (PeKa ASI) di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Metode kegiatan meliputi penyegaran pengetahuan dan keterampilan kader laktasi, pemberian edukasi menggunakan buku PeKa ASI, serta pendampingan kader kepada ibu hamil dan ibu. Jumlah sasaran kegiatan, yaitu 25 kader, 17 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi serta pemantauan praktik pemberian ASI. Hasil kegiatan pengetahuan kategori baik pada kader meningkat dari 24% menjadi 88%, pada ibu hamil dari 23,5% menjadi 88,2%, sedangkan pada ibu menyusui dari 25% menjadi 100%. Demikian juga dengan sikap, kader kategori baik meningkat dari 32% menjadi 92%, ibu hamil dari 29,4% menjadi 94,1%, ibu menyusui dari 37,5% menjadi 100%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai ASI eksklusif setelah mendapatkan edukasi dan pendampingan menggunakan buku PeKa ASI. Pendampingan secara berkelanjutan juga membantu ibu lebih percaya diri dalam menghadapi permasalahan menyusui dan mempertahankan pemberian ASI. Pemanfaatan buku PeKa ASI efektif sebagai media edukasi dan pendampingan berbasis kader serta berpotensi mendukung peningkatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di tingkat masyarakat.
Pelatihan Ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jawa Timur melalui Pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement Pantri Muthriana Erza Killian; Primadiana Yunita; Ristiana Khafifah Rahmadita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3244

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, namun kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional masih relatif rendah, yaitu sekitar 15,7%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan dasar ekspor dan memperkenalkan pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) kepada pelaku UMKM Jawa Timur. Pelatihan dilaksanakan secara daring dan diikuti sekitar 65 peserta melalui kolaborasi dengan Atase Perdagangan Republik Indonesia untuk Australia, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, dan praktisi usaha. Evaluasi dilakukan melalui survei pascapelatihan yang diisi oleh 44 peserta untuk mengidentifikasi pengetahuan awal secara retrospektif, minat pascapelatihan, persepsi keterterapan materi, dan kebutuhan pendampingan. Sebanyak 56,8% responden menyatakan bahwa sebelum kegiatan mereka belum mengetahui IA-CEPA; data ini menggambarkan kondisi awal retrospektif dan bukan hasil pengukuran peningkatan pengetahuan. Setelah pelatihan, 95,5% responden menyatakan berminat memanfaatkan IA-CEPA untuk ekspor ke Australia, dan 79,5% menilai materi dapat langsung diterapkan dalam usaha. Regulasi negara tujuan ekspor dipilih sebagai materi paling relevan oleh 43,2% responden, diikuti kurasi produk sebesar 36,4%. Temuan menunjukkan manfaat pelatihan sebagai pembekalan awal dan pemetaan kebutuhan pendampingan, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kemampuan ekspor karena tidak menggunakan desain pre-test–post-test.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Kombinasi Serbuk Daun Kelor dan Abon Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Baumata Timur Priska Ernestina Tenda; Maria Yangsye Lenggu; Putra Jiwamurwa Pama Tjitda
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3258

Abstract

Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor kesehatan terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga edukasi gizi berbasis pangan lokal penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor dan ikan lele serta mengevaluasi pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test lima butir pilihan ganda. Pre-test diikuti 29 peserta dan post-test 28 peserta; karena jumlah peserta berbeda dan pasangan individu belum tervalidasi, hasil dianalisis secara deskriptif. Rata-rata skor berubah dari 97,24 menjadi 95,00. Proporsi jawaban benar meningkat pada butir manfaat kelor (93,1% menjadi 100%), nutrisi ikan lele (96,6% menjadi 100%), dan pengolahan kelor (96,6% menjadi 100%), sedikit menurun pada penyebab stunting (100% menjadi 96,4%), serta menurun pada butir kombinasi kelor-abon lele (100% menjadi 78,6%). Hasil menunjukkan pengetahuan awal peserta sudah sangat tinggi sehingga terjadi ceiling effect. Edukasi mempertahankan pemahaman tinggi pada sebagian besar topik, tetapi materi dan instrumen terkait kombinasi kelor-lele perlu diperjelas dan evaluasi berikutnya sebaiknya menggunakan data berpasangan.
Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur Meidyta Sinantryana Widyaswari; Maria Ulfa; Winawati Eka Putri; Yuriske Agnovianto; Abizar Keiza Maulana; Muh. Ghufron Dzulfikar; Siti Aisyah; Aulia Syabana Guevara Hakim; Alya Revanatasya; Sitti Faradillah Umachina
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3262

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.
Pelatihan Deteksi Dini Jentik Aedes aegypti untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur Diah Retno Kusumawati; Bariah Ideham; Warda El Maida Rusdi Rusdi; Yuriske Agnovianto; Maulidya Nazwa Pratiwi; Achmad Labiib Mubarak; Roja Ahadi Rosiantono; Nur Aini; Saffanah Indi Saniyyah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3268

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan pengendalian vektor yang melibatkan masyarakat, termasuk pemantauan tempat perkembangbiakan Aedes aegypti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai deteksi dini jentik sebagai bagian dari pencegahan DBD. Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan melibatkan 30 santri. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi identifikasi jentik, praktik pemeriksaan tempat penampungan air, diskusi, dan evaluasi pretest-posttest. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 85,71 menjadi 91,43, dengan selisih 5,72 poin atau peningkatan sebesar 6,67%. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p=0,0069). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan santri mengenai identifikasi jentik dan pencegahan DBD. Namun, kegiatan belum mengukur keterampilan pemeriksaan jentik secara terstruktur, perubahan perilaku, maupun indikator kepadatan jentik. Keberlanjutan program disarankan melalui pembentukan kader pemantau jentik dan pelaksanaan pemeriksaan lingkungan secara berkala di pondok pesantren.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Evakuasi Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Gempa, Tsunami, dan Longsor melalui Edukasi dan Simulasi di Negeri Hatu, Maluku Tengah Matheus Souisa; Grimaldy Rooy Latumeten; Sisca Madonna Sapulete; Pieldrie Nanlohy; Alexander Yosep Elake; Josephus Ronny Kelibulin; Ruth Meisye Kaloari; Rosalina Salhuteru
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3307

Abstract

Negeri Hatu di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah merupakan wilayah pesisir dan perbukitan dengan kerentanan tinggi terhadap multi-bencana seperti gerakan tanah, banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, abrasi pantai, dan gelombang ekstrim. Namun, tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kebencanaan masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif materi mitigasi multi-bencana dan simulasi evakuasi gempa bumi serta tsunami. Kegiatan melibatkan pemerintah negeri, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok rentan. Evaluasi pengetahuan dilakukan pada 20 peserta yang dipilih secara acak dari sekitar 35 peserta kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas tujuh pertanyaan pilihan ganda. Hasil evaluasi menunjukkan kenaikan rata-rata skor dari 62,9% menjadi 93,0%, atau sebesar 30,1 poin persentase. Simulasi evakuasi dievaluasi berdasarkan waktu tempuh, ketepatan mengikuti jalur, kepatuhan mencapai titik kumpul, dan pendampingan kelompok rentan. Pendekatan edukasi terintegrasi dan simulasi memberikan pengalaman praktis yang mendukung penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan kelompok siaga bencana serta pelaksanaan simulasi rutin untuk keberlanjutan program.
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Komunitas di Bondowoso melalui Inovasi Obat Kumur Bahan Herbal Rini Devijanti Ridwan; Indeswati Diyatri; Sidarningsih Sidarningsih; Yuliati Yuliati; Chanaya Miranda Riveira; Rubbig Diferly Mahendra; Mohammed Ahmed Al Junaid; Huda Rashad Qaid
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1473

Abstract

Rongga mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah langkah penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika terdapat masalah pada gigi dan mulut dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan pada bagian tubuh lain. Halitosis disebabkan oleh adanya bakteri yang menumpuk dari sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi dan permukaan lidah, pada kondisi ini obat kumur juga dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada mulut.  Sejumlah masalah kesehatan mulut dan gigi yang dapat dicegah dengan rutin menggunakan obat kumur meliputi : mencegah menumpuknya plak pada gigi, mencegah munculnya gigi berlubang karena bakteri dan zat asam, membuat gigi menjadi lebih kuat, membuat proses penyembuhan pasca operasi gigi menjadi lebih cepat, dan mengatasi penyakit yang dialami pasca menjalani terapi radiasi atau kemoterapi. Meski dapat mencegah dan mengatasi sejumlah masalah kesehatan pada mulut dan gigi, obat kumur bukanlah obat yang tepat untuk terus-menerus dipakai ketika mengalami sejumlah masalah kesehatan pada organ tersebut. Terdapat dua tujuan utama dari penggunaan obat kumur, yaitu sebagai upaya preventif dan terapeutik. Tujuan preventif penggunaan obat kumur adalah mencegah terbentuknya plak yang dapat mengakibatkan penyakit di rongga mulut. Di samping itu, tujuan terapi dari penggunaan obat kumur adalah untuk penyembuhan penyakit yang biasanya digunakan dalam jangka waktu singkat. Hal penting lainnya yang perlu diketahui juga bahwa obat kumur bukanlah pengganti sikat dan pasta gigi. Keduanya tetap dibutuhkan dan berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan bakteri pada gigi secara keseluruhan. Kondisi tersebut memerlukan edukasi untuk penggunaan obat kumur yang tepat dan inovasi untuk pembuatan obat kumur dengan memanfaatkan keragaman bahan herbal yang ada di wilayah Bondowoso. Pada kegiatan pengmas ini dilakukan kerjasama dengan komunitas  Bintana Research and Literacy Shelter (BRLS) di wilayah kabupaten Bondowoso.