cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Peningkatan Kemampuan Literasi Dasar Melalui Pendampingan Belajar Membaca Intensif Bagi Siswa di SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan Anna Sulfianti; Sandra Dewi; Novianti Novianti; Anugrah Utamayanti; Andi Susilawati; Saripa Muhminati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3169

Abstract

Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menentukan keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif. Namun, pascapandemi dan keterbatasan media ajar di wilayah pedesaan menyebabkan sejumlah siswa mengalami ketertinggalan literasi dasar (reading delay). Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan bimbingan membaca intensif guna mempercepat pemulihan kemampuan literasi dasar siswa. Program ini dilaksanakan secara paralel di dua sekolah mitra, yaitu SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian menggabungkan pendekatan Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Small Group Discussion (kelompok belajar kecil beranggota 4–5 siswa) yang diselenggarakan secara konsisten 3 kali seminggu setelah jam sekolah usai dengan durasi 60–90 menit per sesi. Pemetaan awal (pre-test) mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori: dasar (belum kenal huruf), menengah (belum lancar mengeja suku kata), dan lanjut (belum lancar membaca kalimat utuh). Proses intervensi memanfaatkan media konkret interaktif seperti kartu kata bergambar (flashcards), buku cerita anak, serta permainan bahasa. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 85% siswa kategori dasar di SD Negeri 16 Tarowang berhasil mengenali alfabet dan mengeja suku kata, serta 80% siswa kategori menengah/lanjut di SD Negeri 5 Tarowang mampu membaca kalimat utuh secara lancar dengan intonasi yang tepat. Selain capaian kognitif, pendekatan klinis-personal dalam kelompok kecil terbukti efektif menurunkan kecemasan akademik (academic anxiety), memulihkan efikasi diri, serta meningkatkan keberanian dan motivasi belajar siswa di kelas.  
Pemberdayaan takmir melalui penerapan sistem absensi barcode dan layanan antar-jemput jamaah Kajian di Masjid As-Syifa Kertek, Wonosobo Zukhal Zukhal; Adlan Basil; Muhammad Syahid Qordhowi; Nur Aini Indrasari; Muhammad Fakhri Alqolbi; Kevin Namru Amanberga; Febriyanto Febriyanto; Chotit Puspita Sari; Adi Musharianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3174

Abstract

Pencatatan kehadiran jamaah kajian di Masjid As-Syifa, Kertek, Wonosobo, selama ini masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kehilangan data dan menyulitkan rekapitulasi. Di sisi lain, sebagian jamaah, terutama jamaah lanjut usia, mengalami kendala akses transportasi menuju masjid. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan sistem absensi berbasis barcode pada kajian rutin Selasa pagi dan Kamis sore, serta merintis sistem transportasi antar-jemput bagi jamaah. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perancangan sistem barcode, sosialisasi dan pelatihan kepada takmir, pendampingan pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem absensi barcode berhasil diterapkan dan mempercepat proses pencatatan kehadiran, sementara layanan antar-jemput membantu jamaah yang sebelumnya kesulitan hadir secara rutin. Kedua program tersebut memberikan dampak positif terhadap tata kelola data jamaah dan tingkat partisipasi kajian di Masjid As-Syifa. Jumlah Jamaah sebelum adanya layanan antar jemput hanya sekitar 100 jamaah, setelah menggunakan layanan anatar jemput, jamaah meningkat menjadi rata-rata 200 sampai 250 jamaah kajian selasa pagi dan kamis sore, begitu juga dengan adanya layanan barcode jamaah yang sebelumnya absen manual membutuhkan 3 menit untuk absensi, sekarang menggunakan barcode absensi hanya membutuhkan 3 detik.
Perencanaan Pengembangan Gedung Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi melalui Desain Arsitektur dan Struktur Stepanus Andi Saputra; Dikky Antonius; Candra Chiristianti Purnomo; Martinus Nifotuho Fau; Erva Della Darma; Medelin Tiomina Br. Sagala
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3177

Abstract

Peningkatan jumlah jemaat di Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi mendorong kebutuhan pengembangan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan serta belum tersedianya dokumen teknis menjadi kendala dalam perencanaan renovasi dan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai dasar pengembangan gedung gereja. Metode yang digunakan meliputi participatory design melalui diskusi bersama pengurus gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dan mengevaluasi alternatif desain, dilanjutkan dengan survei lapangan, pengukuran bangunan eksisting, penyusunan as-built drawing, analisis tapak, pengembangan desain arsitektur, pemodelan tiga dimensi (3D), dan analisis struktur. Hasil kegiatan menghasilkan dokumen gambar teknis 2D, model 3D, serta rancangan bangunan dua lantai berkonsep arsitektur tradisional-modern yang mengadopsi karakter arsitektur Jawa Barat. Analisis struktur menunjukkan rancangan memenuhi persyaratan awal terhadap pembebanan gravitasi. Pengembangan tersebut meningkatkan luas bangunan menjadi 2.095 m² dengan kapasitas sekitar 200–300 jemaat. Dokumen yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan gedung gereja yang aman, fungsional, dan sesuai ketentuan PBG.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Partisipatif dalam Pembentukan Kampung Ramah Anak Berbasis Peraturan Desa di Kecamatan Jenggawah Amira Paripurna; Iqbal Felisiano; Astutik Astutik; Muhammad Asrul Maulana; Ludwig Elia Judika Sihombing; Paskah Febiola Dwi Gonstary; Gabriella Novena Winarta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3179

Abstract

Perlindungan anak berbasis masyarakat memerlukan peningkatan kapasitas warga dan dukungan kelembagaan agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jenggawah dan Desa Wonojati, Kabupaten Jember, sebagai respons terhadap risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan, keterbatasan pemahaman mengenai hak anak dan kesehatan reproduksi, serta belum optimalnya praktik pengasuhan positif. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, partisipasi, dan komitmen masyarakat dalam mendukung pembentukan Kampung Ramah Anak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi permasalahan, pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, kesehatan reproduksi, serta positive parenting. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator. Pada pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, peningkatan berkisar antara 45,0–51,5 poin persentase, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi dan positive parenting masing-masing meningkat sebesar 35,0 dan 42,8 poin persentase. Kegiatan juga meningkatkan keterlibatan peserta dalam diskusi dan memperkuat komitmen masyarakat serta pemerintah desa dalam mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Kampung Ramah Anak. Sebagai tindak lanjut, pendampingan penyusunan Peraturan Desa direkomendasikan untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan program.
Pendampingan Pemutakhiran Melalui Pendataan Kelahiran dan Kematian Sebagai Upaya Peningkatan Tertib Administrasi di Kelurahan Bontoramba A. Fitriani Suryadi; Sheruni Sheruni; Pipit Amelia Syan; Dini Aminarti; Cahya Kamila; Anis Pratiwi; Putri Amanda; Nia Ramadhani Tumpu; Irmawati Irmawati; Siska Siska; S Muh. Tirta; Maulidika BS
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3184

Abstract

Tertib administrasi kependudukan merupakan prasyarat mendasar bagi keberhasilan perencanaan pembangunan di tingkat desa/kelurahan, namun praktiknya masih terkendala rendahnya kesadaran warga dalam melaporkan peristiwa kelahiran dan kematian secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan kesenjangan pelaporan peristiwa kependudukan di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, serta mengevaluasi kontribusi program pendampingan pemutakhiran data terhadap peningkatan tertib administrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer hasil pendataan langsung di lima lingkungan: Bontoramba, Dangko, Tombolo, Bulucenrana, dan Moncong-Moncong. Hasil pendataan mencatat 58 peristiwa kematian berbanding hanya 4 peristiwa kelahiran, menghasilkan rasio kelahiran terhadap kematian sebesar 0,07:1. Lingkungan Bulucenrana menyumbang proporsi kematian tertinggi (32,3%), sementara tiga dari lima lingkungan tidak melaporkan satu pun peristiwa kelahiran, mengindikasikan kesenjangan pelaporan yang serius dan berpotensi mendistorsi basis data kependudukan kelurahan. Temuan ini mengonfirmasi sekaligus memperluas teori registrasi vital pasif, yang menyatakan bahwa sistem pelaporan berbasis inisiatif warga cenderung menghasilkan data kelahiran under-recorded dibanding data kematian. Kebaruan penelitian terletak pada penyajian pola disparitas antarlingkungan dalam satu kelurahan yang belum banyak diungkap dalam literatur administrasi kependudukan berbasis KKN, serta rekomendasi model pendampingan berjenjang RT/RW-kelurahan.
Implementasi Leadership Card Gamification Berbasis Token Economy untuk Penguatan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ajaran Baru Haryasena Panduwiyasa; Dynasti Meilan Legowo; Nazwa Juwita Syahira; Nor Azizah; Rahmat Abrori; Nur Zamzami; Rumaisha Az Zahra; Lucy Lidiawati Santioso
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3194

Abstract

Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok dapat menghambat pengembangan komunikasi interpersonal pada pembelajaran tahun pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan modifikasi perilaku melalui Leadership Card Gamification berbasis token economy untuk meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Program melibatkan 30 mahasiswa kelas internasional Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal. Pelaksanaan mencakup pengukuran baseline, observasi, wawancara singkat, asesmen fungsional menggunakan kerangka Antecedent–Behavior–Consequence, serta intervensi melalui active learning, mind mapping, diskusi, presentasi, dan refleksi. Penguatan diberikan melalui cap Leadership Card pada sepuluh perilaku target, yaitu ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan menghubungkan teori, pertanyaan kritis, listening, kerja sama, pemecahan masalah, etika debat, public speaking, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata ketercapaian perilaku sebesar 63,3%. Capaian tertinggi terdapat pada listening dan kerja sama kelompok, masing-masing 73,3%, diikuti ketepatan waktu sebesar 70,0% dan keaktifan diskusi kelompok sebesar 66,7%. Sebanyak 26 mahasiswa atau 86,7% memperoleh skor minimal 70, melampaui target program sebesar 70% peserta. Rata-rata skor Leadership Card mencapai 73,0 dengan median 80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berjalan cukup baik, meskipun penguatan lanjutan masih diperlukan pada aspek kepemimpinan, inisiatif, partisipasi forum, dan public speaking. Program ini juga mendukung pembelajaran yang lebih aktif, terstruktur, dan reflektif.
Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2025 Muhammad Rijal; Anwar Arbi; Nopa Arlianti; Hanifah Hasnur; Wardiati Wardiati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3195

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie, kasus diare terus meningkat dari 32 kasus (2021), 38 kasus (2022), hingga 44 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol yang dipilih dengan matching jenis kelamin dan umur (rasio 1:2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner pada bulan Agustus 2024. Analisis menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sarana air bersih (p=0,000, OR=26,7), jamban sehat (p=0,018, OR=7,0), sarana pembuangan sampah (p=0,002, OR=12,1), dan personal hygiene (p=0,000, OR=26,7) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa keempat variabel lingkungan tersebut secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare. Disarankan agar pihak puskesmas meningkatkan upaya promosi kesehatan dan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan kepada masyarakat.
Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Kardiovaskular dan Respirasi pada Masyarakat di Area Persawahan Desa Songkar Hamidatun Rabayya Yusuf; Asri Reni Handayani; Rafi’ah Rafi’ah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3198

Abstract

Penyakit kardiovaskular dan gangguan sistem respirasi merupakan penyumbang utama kegawatdaruratan medis di masyarakat, sementara pengetahuan masyarakat awam mengenai tanda bahaya dan pertolongan pertama masih rendah sehingga keterlambatan penanganan pada masa kritis (golden period) kerap terjadi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan buruh tani di area persawahan dalam mengenali serta menangani kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi praktik bantuan hidup dasar, serta evaluasi tanya jawab singkat setelah kegiatan terhadap ± 20 peserta. Berdasarkan observasi awal, sebagian besar masyarakat belum terpapar informasi terkait penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh indikator yang dievaluasi, antara lain kemampuan menjelaskan langkah dasar pertolongan pertama meningkat dari 20% menjadi 75% dan kemampuan menjelaskan penanganan tersedak meningkat dari 15% menjadi 70%; masyarakat yang sebelumnya tidak memahami materi menjadi mampu mengidentifikasi nyeri dada, penanganan henti jantung,dan tersedak setelah edukasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan kesiapan petani dan buruh tani dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular dan respirasi serta memberikan pertolongan awal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia, sehingga perlu dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Incinerator Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Pengendalian Emisi Dengan Pendekatan Participatory Community Development Di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jenni Izza Mawarda; Dyah Pitaloka; Suhartono Suhartono; Hyan Oktodia Basuki; Hanim Nur Faizah; Mei Widyawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3201

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban  masih menjadi permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan akibat keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik pengelolaan sampah rumah tangga sebagai dasar penyusunan program edukasi dan penerapan Incinerator sederhana dalam pengendalian emisi pembakaran sampah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Community Development yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, ketua RT dan RW, bidan desa, kader kesehatan, serta tim pelaksana dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah melalui survei, observasi, wawancara, dan kuesioner, analisis situasi, perencanaan program melalui musyawarah, pembangunan incinerator sederhana secara gotong royong, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi terhadap 295 kepala keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengelola sampah dengan cara dibakar sebanyak 269 KK (91,19%), sedangkan 17 KK (5,76%) menimbun sampah, 6 KK (2,03%) membuang sampah sembarangan, dan 3 KK (1,02%) membuang sampah ke sungai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan incinerator sederhana dengan sistem pembakaran tertutup dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pembakaran terbuka, dan penggunaan incinerator. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan respons positif masyarakat serta adanya komitmen untuk memanfaatkan dan merawat incinerator secara berkelanjutan. Penerapan teknologi sederhana yang didukung pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan melalui Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) di Desa Aan, Kabupaten Klungkung Hanna Anugerahani; Ida Bagus Made Baskara Andika; Muhammad Beliton Al-Fariz; Ni Wayan Setia Maha Yanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3205

Abstract

Desa Aan, Kabupaten Klungkung, memiliki potensi wisata yang belum didukung secara optimal oleh tata kelola kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, kesiapan kawasan, dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Desa Aan sebagai desa wisata berkelanjutan melalui pendekatan Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) yang mengintegrasikan enam program, yaitu Revitawis, Pewindu, Pesidian, Pakerisan, Renika, dan PEKAN. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, serta intervensi fisik dan nonfisik. Pada penguatan sumber daya manusia, sebanyak 30 orang terlibat dalam proses rekrutmen dan pemetaan, yang selanjutnya terbagi menjadi 15 peserta Pewindu dan 15 peserta Pesidian. Pelaksanaan program menghasilkan dua dokumen perencanaan Pokdarwis berupa Rencana Kerja Bulanan (RKB) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), 10 QR Code informasi wisata, tiga paket wisata berupa half day, full day, dan two days one night, peningkatan fasilitas pendukung destinasi, serta tiga jenis produk ekonomi kreatif berupa lilin aromaterapi, sabun berbasis madu kele, dan virgin coconut oil (VCO). Evaluasi peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, dengan Program Pesidian mencapai nilai post-test di atas 85. Capaian tersebut menunjukkan bahwa integrasi penguatan kelembagaan, kapasitas masyarakat, digitalisasi, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas kawasan, dan ekonomi kreatif melalui SITE mampu mendukung pengelolaan Desa Wisata Aan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.