cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 696 Documents
Pengaruh Jenis Kuning Telur dalam Larutan Natrium Klorida Fisiologis sebagai Pengencer terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace di Kupang, Nusa Tenggara Timur David Agustinus Nguru; Raymon Buan; Aloysius Marawali; Agustinus Ridlof Riwu; Thomas Mata Hine
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1999

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kuning telur dari berbagai jenis unggas (ayam ras, ayam kampung, itik, puyuh) dalam larutan fisiologis NaCl (NaClF) sebagai pengencer untuk mempertahankan kualitas semen babi Landrace. Sampel semen yang digunakan berasal dari satu ekor pejantan Landrace berumur dua tahun, kualitas awal minimal motilitas ≥70% dan abnormalitas ≤20%. Rancangan percobaan gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan terdiri atas: P0 (larutan NaCl fisiologis tanpa tambahan), P1 (kombinasi 80% NaClF dan 20% kuning telur ayam ras), P2 (80% NaClF dengan 20% kuning telur ayam kampung), P3 (80% NaClF ditambah 20% kuning telur itik), serta P4 (80% NaClF dan 20% kuning telur puyuh). Parameter motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan ketahanan hidup spermatozoa dianalisis setelah 24 jam penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kuning telur ayam ras, ayam kampung, dan itik secara signifikan meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa (P<0,05) dibandingkan kontrol, dengan kuning telur ayam kampung menghasilkan motilitas tertinggi (55,00±3,54%). Sementara itu, kuning telur puyuh tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Semua perlakuan menghasilkan abnormalitas di bawah ambang batas yang dapat diterima (<10%), tanpa perbedaan signifikan antarperlakuan. Ketahanan hidup spermatozoa juga meningkat dengan penambahan kuning telur, tertinggi pada perlakuan ayam kampung (31,04 jam). Kesimpulannya, kuning telur ayam kampung, ayam ras, dan itik efektif sebagai bahan pengencer semen babi untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan spermatozoa, menawarkan alternatif yang ekonomis dan mudah didapatkan dalam teknologi reproduksi babi.
Optimasi Lama Inkubasi Silase Isi Rumen Sapi Terhadap Kualitas Kimia dan Fermentabilitas In-vitro sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia David A. Nguru; Aldy Arjuna Apu; M. A. Hilakore; Gusti Ayu Y. Lestari; Emma D Wie Lawa
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2000

Abstract

Limbah isi rumen sapi berpotensi sebagai pakan alternatif namun memiliki kualitas nutrisi rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan lama inkubasi optimal fermentasi silase isi rumen sapi Bali terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK), serta konsentrasi volatile fatty acids (VFA) dan amonia (NH3) secara in-vitro. Perlakuan yang diuji yaitu P1 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula Lontar + 40 ml MOL difermentasi 4 minggu, P2 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 6 minggu, P3 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 8 minggu, P4 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 10 minggu. Parameter yang diamati yaitu kandungan protein kasar, serat kasar, serta konsentrasi VFA dan NH3. Analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan Protein Kasar dan NH3 tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kandungan Serat Kasar dan VFA. Disimpulkan fermentabilitas dan kualitas kimia silase dengan lama inkubasi 8 minggu dapat meningkatkan kandungan protein kasar, dan NH3 tetapi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi VFA dan kandungan serat kasar. Silase isi rumen sapi yang difermentasi 8 minggu direkomendasikan sebagai pakan alternatif ruminansia karena mampu meningkatkan protein tanpa menurunkan kecernaan
Analisis Komunikasi Politik Pemerintah dalam Program Literasi Demokrasi melalui Instagram @literasidemokrasi.id. Tri Hastomo Akbar; Muhammad Ilham Ramadhan Avisena
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2061

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi komunikasi politik pemerintah dalam Program Literasi Demokrasi melalui akun Instagram @literasidemokrasi.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2024. Studi ini berangkat dari keterbatasan kajian mengenai bagaimana media sosial pemerintah digunakan sebagai instrumen literasi demokrasi di luar konteks kampanye elektoral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis komunikasi politik ang dipilih secara purposif berdasarkan tema demokrasi, literasi politik, dan partisipasi publik. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta diperkuat dengan wawancara semi-terstruktur terhadap satu pengelola program dan dua pakar komunikasi digital yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi komunikasi politik pada akun tersebut dibangun melalui tiga pola utama: framing edukatif yang menempatkan pemerintah sebagai fasilitator literasi demokrasi, penggunaan visual dan narasi ringkas yang disesuaikan dengan karakter Generasi Z, serta ajakan partisipasi digital yang cenderung bersifat simbolik dan satu arah. Meskipun mengusung semangat cyberdemocracy, praktik komunikasi yang ditampilkan lebih dominan informatif dan persuasif dibanding deliberatif. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian komunikasi politik digital pemerintah dengan menawarkan analisis integratif antara literasi demokrasi dan pemasaran politik digital dalam konteks ruang publik digital.
Pelestarian Budaya Lokal di Tengah Industrialisasi: Evaluasi Kebijakan Pemerintah melalui Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts (BCF-IFA) Laras Destriana; Nadia Khumairatun Nisa; Muhamad Faqih Riyadul Aziz; Noni Nabilatun Nufus; Umina Masyaro; Nandita Anggraini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2074

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya industrialisasi di Kota Cilegon yang berpotensi menggeser eksistensi budaya lokal dan melemahkan identitas masyarakat. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan pelestarian budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan Pemerintah Kota Cilegon melalui penyelenggaraan Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts (BCF-IFA) 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, pelaku budaya, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan festival. Data kemudian dianalisis menggunakan model evaluasi kebijakan William N. Dunn melalui enam indikator, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini meningkatkan partisipasi pelaku seni lokal dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya. Selain itu, festival mendorong aktivitas ekonomi kreatif, khususnya pada sektor UMKM dan seni pertunjukan. Kebijakan ini juga dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meskipun masih terdapat kendala pada aspek pendanaan dan koordinasi antar lembaga. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian kebijakan budaya dengan menunjukkan bahwa festival budaya dapat menjadi instrumen strategis dalam pelestarian budaya di kota industri. Implikasinya, diperlukan penguatan kebijakan yang berkelanjutan, terutama dalam aspek pendanaan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Keterlibatan Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian pada Anak Usia Dini di RA Hidayatul Islamiyah Karawang Iis Basyiroh; Dede Hikmah; Mohamad Bahrum; Eni Nuraeni
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2185

Abstract

Keterlibatan orang tua di sekolah sangat penting dilakukan supaya hasil dari pembelajaran sesuai harapan. keterlibatan yang aktif dari orang tua di sekolah menjadi tolak ukur keberhasilan pendiidkan atau pengajaran anak di sekolah, terutatama untuk menumbuhkan kemandirian pada anak. Kemandirian pada anak juga menjadi penting untuk bekal anak dimasa yang akan datang. Latar belakang masalah penelitian ini karena adanya beberapa orang tua murid RA Hidayatul Islamiyah yang mengeluhkan ketika di rumah anaknya kurang mandiri seperti makan, mandi dan, pakai baju tidak bisa sendiri tetapi masih perlu bantuan orang tua. Di sekolah juga ada tiga anak yang masih harus ditunggui di dalam kelas. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menyebutkan ada 15 anak yang di rumahnya makan, mandi dan berpakaian tidak bisa sendiri atau masih perlu bantuan orang tua, dan ada 3 anak yang masih ditunggui di dalam kelas. setelah pihak sekolah melakukan program untuk menumbuhkan rasa kemandirian pada anak maka dari 15 anak yang belum mandiri di rumah 10 anak diantaranya sudah mulai tampak kemandiriannya dan ketiga anak yang masih ditunggui di kelas sudah mulai ditinggal orang tuanya ketika anak belajar di dalam kelas.
Implementasi Sistem Penomoran Rekam Medis di Klinik Dokter Gigi Apotek Salma Banjarbaru Khairunnisa Khairunnisa; Sukma Nugraha; Zainal Abidin; Hastin Atas Asih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2206

Abstract

Sistem pengolahan berkas rekam medis terdiri dari beberapa subsistem salah satunya yaitu penomoran rekam medis. Penomoran adalah pemberikan atribut dalam bentuk kode yang terdiri dari gabungan angka yang memiliki makna tertentu, digunakan pasien untuk kunjungan rawat jalan, rawat inap dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem petugas pelaksana, kebijakan sistem penomoran rekam medis di klinik apotek Salma Banjarbaru. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Dokter Gigi Spesialis. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa sistem penomoran medis masih tidak tersedia 100% di Klinik Dokter Gigi Apotek Salma Banjarbaru. Dari segi petugas dalam penomoran rekam medis yaitu petugas pelaksana memerlukan waktu lama untuk mencari berkas rekam medis karena petugas tergolong baru serta tidak adanya penomoran pada berkas. Petugas pelaksana juga bukan berlatar belakang pendidikan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan serta tidak adanya kebijakan internal mengenai sistem penomoran rekam medis. Adapun dari segi kebijakan belum sepenuhnya terlaksana khususnya terkait penerapan penomoran rekam medis dan hal tersebut tidak sesuai pula dengan Permenkes Nomor 269 Tahun 2008 tentang  Rekam Medis (Praktik Kedokteran Gigi).
Coming Out dan Keterbukaan Diri Individu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Indonesia: Tinjauan Literatur tentang Budaya, Religiusitas, dan Dukungan Sosial Rahmat Noferdy; Ray Rafiqin Qistan; I Gusti Ayu Diah Fridari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2223

Abstract

Coming out adalah proses psikososial yang kompleks yang berkaitan dengan faktor internal seperti penerimaan diri dan regulasi emosi, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial, norma budaya yang cenderung heteronormatif, serta religiusitas, sehingga keterbukaan identitas seringkali disertai dengan tekanan psikososial dan resiko stigma. Meskipun kajian tentang coming out sudah banyak dilakukan, penelitian ini secara khusus memposisikan proses tersebut dalam konteks sosial-budaya Indonesia yang masih cenderung terbatas dan tersebar secara tematik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dinamika proses coming out dan keterbukaan diri (self-disclosure) individu LGBT di Indonesia dengan mengintegrasikan perspektif psikologis, sosial, dan budaya. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini berfokus pada temuan-temuan terkini mengenai pengalaman coming out dan keterbukaan diri individu LGBT di Indonesia yang dipublikasikan pada rentang tahun 2016-2025. Artikel ini menyoroti tahapan-tahapan coming out, faktor yang memengaruhinya, serta implikasi psikologis dan sosial yang menyertainya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa coming out dan keterbukaan diri (self-disclosure) bukan hanya sebagai bentuk ekspresi diri yang autentik. Namun juga merupakan strategi adaptif terhadap tekanan sosial yang cenderung heteronormatif. Dukungan keluarga, komunitas, dan ruang digital berperan penting untuk menciptakan rasa aman dan penerimaan diri. Sebaliknya, norma budaya dan religiusitas yang kaku menghambat proses keterbukaan, bahkan memunculkan konflik batin. Oleh karenanya, dukungan sosial dan lingkungan yang inklusif sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu LGBT di Indonesia. Temuan penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur psikologi sosial dan kajian mengenai minoritas seksual yang menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual non-Barat dalam memahami dinamika identitas seksual di Indonesia.
Pemanfaatan Layanan Kesehatan di Indonesia: Analisis Tingkat Provinsi Menggunakan Data Sekunder BPS Marna Marna; Eval Eval
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2273

Abstract

Meskipun cakupan Asuransi Kesehatan Nasional terus diperluas, kesenjangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan masih tetap ada di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Dengan menggunakan data agregat dari 34 provinsi untuk periode 2021–2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini mengkaji dampak keluhan kesehatan, gangguan aktivitas, dan cakupan asuransi kesehatan terhadap penggunaan layanan rawat jalan dan rawat inap. Kerangka kerja Model Perilaku Andersen digunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel menggunakan pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial (PLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan rawat jalan dipengaruhi secara signifikan oleh keluhan kesehatan (p=0,041), gangguan aktivitas (p=0,001), dan cakupan asuransi kesehatan (p=0,005). Selain itu, pemanfaatan rawat jalan memiliki dampak signifikan baik pada pemanfaatan rawat jalan berbasis asuransi kesehatan (p=0,002) maupun perawatan rawat inap (p=0,000). Pengaruh keluhan kesehatan (p=0,041) dan gangguan aktivitas (p=0,032) terhadap perawatan rawat inap dimediasi oleh perawatan rawat jalan, menurut pengujian efek tidak langsung. Menurut nilai R2, model tersebut menjelaskan 23% variasi dalam pemanfaatan asuransi kesehatan, 27% variasi dalam perawatan rawat jalan, dan 31% variasi dalam perawatan rawat inap. Hasil tersebut memverifikasi bahwa layanan rawat jalan berfungsi sebagai jembatan menuju layanan yang lebih maju serta sebagai pintu gerbang menuju sistem perawatan kesehatan. Untuk memaksimalkan penggunaan layanan kesehatan berbasis asuransi di tingkat provinsi dan meningkatkan efektivitas sistem rujukan, akses dan kualitas perawatan rawat jalan harus diperkuat.
Analisis Kontribusi Lingkungan Keluarga dan Efikasi Diri dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi pada Era Kurikulum Merdeka Kelas X SMA Negeri 6 Kupang Sergio Aryadi Paut; Andri Paulus Loe; Fernando Saragih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2286

Abstract

Secara teoretis, ada dua variabel yang mempengaruhi hasil belajar, seperti efikasi diri dan lingkungan keluarga. Namun, penelitian sebelumnya biasanya melihat masing-masing variabel secara terpisah, dan tidak banyak penelitian yang melihat bagaimana kedua variabel tersebut berkontribusi bersama-sama dalam pembelajaran ekonomi di tingkat SMA, terutama dalam hal penerapan pembelajaran saat ini. Penelitian ini dilakukan agar mengetahui dampak lingkungan keluarga serta efikasi diri bagi hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 6 Kupang, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Kajian ini memakai metode kuantitatif dengan pendekatan survey dengan jumlah populasi sebanyak 318 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 177 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, angket, serta dokumentasi dengan model regresi linear berganda dipakai untuk menganalisis data dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara parsial lingkungan keluarga berpengaruh secara positif (thitung 18,669>ttabel 1,973) dan signifikan (0,000<0,05) serta efikasi diri berpengaruh positif (thitung 4,375>ttabel 1,973) dan signifikan (0,000<0,05) terhadap hasil belajar siswa. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai F hitung 313,358 > F tabel 3,05 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,782 atau 78,2% menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan keluarga serta efikasi diri bagi hasil belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 6 Kupang mencapai 78,2%.
Hubungan antara Stres dan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis pada Remaja di Bantul (Studi Cross Sectional) Hariza Adnani; Reza Ayu Syahmura
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2288

Abstract

Penyakit pada sistem perencanaan merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang banyak terjadi di masyarakat, salah satunya adalah penyakit gastritis. Gastritis disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pola makan dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres dan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan rumus Slovin mendapatkan 51 responden dari 102 populasi remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan Adanya hubungan antara stres dengan kejadian gastritis (p value = 0,000 < α = 0,05) dan nilai λ2= 23.414> nilai tabel Chi square (=9,488). Ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis (p value = 0,000 < α = 0,05) dan nilai λ2= = 6.708 > nilai tabel Chi square (= 9,488).  Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta.