cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Analysis of the Role of Algorithms in the Analysis of Organic Molecular Structures: A Study of Formal Charges and Their Reactivity Muhali, Muhali; Hulyadi, Hulyadi; Gargazi, Gargazi; Azmi, Irham; Bayani, Faizul
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/q58j9193

Abstract

This study aims to identify students' competency in understanding the formal charge and reactivity of organic molecules through algorithm-based learning and mathematical formulations. A quasi-experimental pretest–posttest design was used with Chemistry Education students who had taken the topic of chemical bonding and Lewis structures. Essay and multiple-choice tests were used to measure the accuracy of Lewis structures, formal charge calculations, charge symbol interpretation, and reactivity predictions. The pretest results showed an average student score of 32.4, while the posttest score increased to 74.1, with an N-gain of 0.62 (moderate–high category). Students showed significant improvement in identifying reactivity centers (electrophilic/nucleophilic) and linking charge distribution to structural stability. The application of algorithms also strengthened their ability to visualize electronic structures, particularly in the context of sp3and sp3 hybridization. Computational chemistry simulations helped students develop stronger symbolic and predictive representations of chemical reactions. This study concludes that the integration of algorithms and symbolic approaches in learning effectively improves students' conceptual and computational literacy in organic chemistry.
Evaluasi Break Even Point (BEP) Terhadap Proses Perencanaan Laba Pada UMKM Pengrajin Furnitur Lokal di Kotamobagu Hullah, Abdurrahman Rigel; Makalalag, Magdalena
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c3hfs278

Abstract

UMKM pengrajin furnitur lokal memainkan peran penting dalam ekonomi berbasis komunitas, namun kerap menghadapi tantangan dalam merancang strategi perencanaan laba yang terstruktur. Dalam konteks ini, konsep Break Even Point (BEP) menjadi relevan namun belum terinternalisasi secara luas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pelaku UMKM memaknai dan menghadapi praktik perencanaan laba, serta hambatan dan strategi adaptasi mereka terhadap pendekatan manajerial modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus, penelitian ini menggali narasi mendalam dari enam partisipan di Kota Kotamobagu yang telah menjalankan usaha lebih dari dua tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen sederhana, kemudian dianalisis secara induktif menggunakan teknik analisis tematik berbasis koding terbuka. Penelitian ini mengidentifikasi empat tema utama: keputusan finansial yang berbasis intuisi, ketegangan antara warisan tradisional dan kebutuhan adaptasi sistemik, pemaknaan laba sebagai keberlanjutan sosial, serta kebutuhan akan pengetahuan keuangan yang dapat diakses dan relevan secara kontekstual. Temuan ini menggarisbawahi bahwa perencanaan laba dalam sektor informal adalah proses sosial yang sarat nilai, bukan sekadar teknik kalkulasi. Secara konseptual, studi ini memperluas pemahaman tentang integrasi pengetahuan lokal dalam teori manajerial. Secara praktis, hasil ini merekomendasikan desain intervensi kebijakan dan pelatihan yang lebih partisipatif, adaptif, dan kontekstual. Penelitian ini juga membuka peluang eksplorasi lebih lanjut dalam mengembangkan model pendidikan keuangan berbasis budaya untuk UMKM di wilayah lain. Kata kunci: UMKM; Break Even Point; Perencanaan Laba; Keuangan Berbasis Konteks, Studi Kualitatif. Break-Even Point Based Profit Planning: A Qualitative Study of Local Furniture-Crafting MSMEs in Kotamobagu Abstract Local furniture-crafting MSMEs play an important role in community-based economies, yet they often face challenges in designing structured profit-planning strategies. In this context, the concept of the Break-Even Point (BEP) is relevant but has not been widely internalized. This study aims to explore how MSME actors interpret and navigate profit-planning practices, as well as the barriers and adaptive strategies they employ in response to modern managerial approaches. Using a qualitative case study design, this research elicited in-depth narratives from six participants in Kotamobagu City who had been operating their businesses for more than two years. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and simple document analysis, and were then analyzed inductively using thematic analysis with open coding. The study identified four main themes: intuition-based financial decision-making, tensions between traditional legacies and the need for systemic adaptation, the meaning of profit as social sustainability, and the need for accessible and contextually relevant financial knowledge. These findings underscore that profit planning in the informal sector is a value-laden social process rather than merely a calculative technique. Conceptually, this study broadens understanding of how local knowledge can be integrated into managerial theory. Practically, the results recommend policy and training interventions that are more participatory, adaptive, and contextual. This study also opens opportunities for further exploration in developing culturally grounded financial education models for MSMEs in other regions.
Implementasi Kebijakan Desentralisasi Daerah Otonomi Baru: Strategi Pembangunan Manusia di Kabupaten Bandung Barat Muhammad, Fahri Juarsa
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6hnje679

Abstract

Pemekaran setiap daerah di Indonesia dengan mewujudkan daerah otonom baru (DOB) sebagai langkah dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan manusia. Namun, dalam praktiknya, banyak DOB justru tertinggal dalam pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemekaran daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bandung Barat, dengan menggunakan model Van Meter dan Van Horn dengan penambahan indikator kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan di Kabupaten Bandung Brat masih menghadapi berbagai kendala, seperti tidak sinkronnya tujuan kebijakan dengan indikator kinerja daerah, keterbatasan sumber daya, fragmentasi birokrasi, dan lemahnya kapasitas serta motivasi agen pelaksana. Penambahan elemen kepemimpinan terbukti menjadi variabel penting dalam menjembatani kesenjangan antara kebijakan pusat dan realitas lokal, serta meningkatkan efektivitas koordinasi dan komunikasi lintas lembaga. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan teori implementasi kebijakan dengan memperluas kerangka analisis klasik. Penelitian ini relevan bagi para pembuat kebijakan, terutama dalam merancang strategi implementasi kebijakan daerah yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis konteks lokal.   Kata kunci: Desentralisasi; Implementasi Kebijakan; Indeks Pembangunan Manusia; Kepemimpinan   Implementation of the New Autonomous Region Decentralization Policy: Human Development Strategy in West Bandung Regency Abstract The expansion of each region in Indonesia by establishing new autonomous regions (DOB) is a step to improve public services and community welfare, including human development. However, in practice, many DOBs are lagging behind in achieving the Human Development Index (HDI). This study aims to analyze the implementation of regional expansion policies in improving the Human Development Index (HDI) in West Bandung Regency, using the Van Meter and Van Horn model with the addition of leadership indicators. This study uses a qualitative approach with a case study method, collecting data through in-depth interviews, document studies, and participant observation. The results show that policy implementation in West Bandung Regency still faces various obstacles, such as a lack of synchronization of policy objectives with regional performance indicators, limited resources, bureaucratic fragmentation, and weak capacity and motivation of implementing agents. The addition of leadership elements has proven to be an important variable in bridging the gap between central policies and local realities, as well as increasing the effectiveness of coordination and communication between institutions. These findings contribute to the development of policy implementation theory by expanding the classical analytical framework. This research is relevant for policymakers, especially in designing regional policy implementation strategies that are more adaptive, responsive, and based on local contexts.  Keywords: Decentralisation; Policy Implementation; Human Development Index; Leadership.
INTERNALISASI NILAI-NILAI TRADISI RAJU PADA REMAJA DI DESA MBAWA KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA Rano, Rano; Sunarto, Sunarto
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4vf13d54

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengettahui nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Raju, proses internalisasi nilai pada remaja, serta tantangan yang dihadapi dalam konteks modernisasi di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan yaitu melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Raju mengandung nilai sosial, budaya, religius, moral, dan etika yang berfungsi sebagai sarana pendidikan sosial nonformal. Proses internalisasi nilai berlangsung secara bertahap melalui pengenalan, pemahaman dan penghayatan, hingga pengintegrasian nilai dalam kehidupan sehari-hari remaja. Keterlibatan langsung dalam praktik tradisi mendorong terbentuknya perilaku sosial remaja yang inklusif, toleran, dan bertanggung jawab. Namun demikian, proses ini menghadapi tantangan berupa pengaruh budaya luar, pergeseran orientasi nilai generasi muda, menurunnya partisipasi remaja, serta keterbatasan dukungan struktural.   Kata kunci: Tradisi Raju; internalisasi nilai; remaja. Internalization of the Values of the Raju Tradition among Adolescents in Mbawa Village, Donggo District, Bima Regency  
Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pengawasan Kinerja Kepala Desa (Studi di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah) Hidayat, Ahmad Wahyu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qdtq8g65

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya  akuntabilitas dalam pelaksanaan program pembangunan desa agar sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan fungsi BPD dalam mengawasi kinerja kepala desa di Desa dan apa saja faktor yang mempengaruhi pengawasan BPD terhadap kinerja kepala desa yang ada di desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dimana pengawasan yang dilaksanakan oleh BPD Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. dari informan yang terdiri dari BPD, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD telah melaksanakan fungsi pengawasan dengan cukup baik dengan pemantauan secara langsung di lapangan, terutama pada aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun masih perlunya peningkatan pengawasan langsung pada aspek pembangunan desa yaitu pembangunan infrastruktur fisik desa. yang disebabkan oleh kurangnya partisipasi dari masyarakat dalam sama-sama mengawasi kinerja kepala desa dan juga integritas dari anggota BPD yang bervariasi sehingga menjadi sedikit kendala dalam mengawasi kinerja kepala desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan BPD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan partisipatif. The Implementation of the Village Consultative Body's (BPD) Function in Supervising the Performance of the Village Head (A study in Jago Village, Praya District, Central Lombok Regency) Abstract The Village Consultative Body (BPD) has a strategic role as an institution that represents the community in the administration of village governance, particularly in supervising the performance of the village head. This research is motivated by the importance of accountability in the implementation of village development programs so that they align with community aspirations. The purpose of this study is to identify and analyze how the BPD carries out its supervisory function over the performance of the village head and to examine the factors that influence BPD supervision of the village head’s performance in Jago Village, Praya Subdistrict, Central Lombok Regency. The supervision conducted by the BPD covers the stages of planning, implementation, and reporting. This research is classified as qualitative research using a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation from informants consisting of BPD members, the village head, and community leaders. The results of the study indicate that the BPD has carried out its supervisory function fairly well through direct monitoring in the field, particularly in aspects of village governance administration, community development, and community empowerment. However, there is still a need to improve direct supervision in the aspect of village development, especially physical infrastructure development. This condition is caused by the lack of community participation in jointly supervising the performance of the village head, as well as the varying levels of integrity among BPD members, which becomes an obstacle in supervising the village head’s performance. This research is expected to serve as an evaluation material for the village government and the BPD in realizing more accountable and participatory village governance.
Pengaruh Work-Life Balance, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z di Kota Medan Edward, Edward; Ernanda, Yovie; Wynne, Grace Feodora; Waruwu, Febriaman; Ardiani, Winda
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wbt3pb05

Abstract

Work-life balance menjadi topik populer di media sosial dan berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Konsep ini bertujuan untuk menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, spiritualitas, dan interaksi sosial, tanpa mengabaikan salah satunya. Tujuan riset ini untuk menganalisis pengaruh Work – Life Balance, Motivasi Kerja, serta Lingkungan Kerja kepada Kinerja Karyawan. Informasi yang dipakai pada studi ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi Z yang bekerja di Kota Medan. Menggunakan teknik  analisis  ialah  uji  statistik  dengan metode regresi berganda serta digunakan uji hipotesis yakni uji F dan uji T yang sebelumnya sudah dilaksanakan  uji  asumsi  klasik  terlebih  dahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa work – life balance dan lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, yang menunjukkan bahwa dorongan internal karyawan memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, nilai Adjusted R Square yang rendah sebesar 0.076 atau 7,6% mengindikasikan bahwa model penelitian ini hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi kinerja, sementara faktor lain di luar model turut memberikan kontribusi yang lebih besar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam menyusun strategi peningkatan kinerja karyawan dengan lebih menitikberatkan pada aspek motivasional. The Influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on the Performance of Generation Z Employees in Medan City Abstract Work-life balance has become a popular topic on social media and plays a crucial role in improving employee performance. This concept aims to balance various aspects of life, such as work, family, personal life, spirituality, and social interactions, without neglecting any of them. The purpose of this research is to analyze the influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on Employee Performance. The data used in this study were obtained through the distribution of questionnaires to 91 respondents. The population in this research consists of Generation Z employees working in Medan City. The analysis technique employed is statistical testing using multiple regression analysis, accompanied by hypothesis testing through F-tests and T-tests, which were preceded by classical assumption tests. The results show that Work-Life Balance and Work Environment do not have a significant effect on employee performance. Conversely, Work Motivation is found to have a significant and positive influence, indicating that employees’ internal drive plays a crucial role in enhancing productivity. Simultaneously, the three independent variables significantly influence employee performance. However, the low Adjusted R Square value of 0.076 or 7.6% indicates that the model explains only a small portion of the variance in performance, while other factors outside the model contribute more substantially. These findings have important implications for management in formulating strategies to improve employee performance by focusing more on motivational aspects.
Gaya Hidup Hedonis dan Perilaku Konsumtif pada Remaja di Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat Mardyanti, Eka Shophia; Masyhuri, Masyhuri; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jxypyc62

Abstract

Gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif pada remaja merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial mereka. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas gaya hidup hedonis secara umum, tanpa mengkaji secara spesifik faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial, serta bentuk perilaku hedonis dan konsumtif yang dominan pada konteks wilayah tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada remaja di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis, mengidentifikasi dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial remaja, serta mengidentifikasi aspek perilaku hedonis dan perilaku konsumtif yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari subjek dan informan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 remaja yang menjadi subjek penelitian, 5 remaja menunjukkan perilaku hedonis yang ditandai dengan kebiasaan membeli barang bermerek dan sering mengunjungi kafe tanpa mempertimbangkan anggaran. Sementara itu, 5 remaja lainnya menunjukkan perilaku konsumtif tingkat sedang, seperti membeli pakaian secara rutin meskipun tidak dibutuhkan serta membeli barang karena adanya diskon. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis meliputi faktor internal dan eksternal. Dampak perilaku konsumtif meliputi dampak positif berupa peningkatan interaksi sosial dan kepercayaan diri, serta dampak negatif berupa perilaku pemborosan dan menurunnya stabilitas finansial. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Abstract Hedonistic lifestyles and consumptive behavior among adolescents are social phenomena that are increasingly developing and influencing their social lives. However, previous studies have generally discussed hedonistic lifestyles in a general manner, without specifically examining the factors that influence them, the impact of consumptive behavior on social life, and the dominant forms of hedonistic and consumptive behavior within a specific regional context. Therefore, this study focuses on adolescents in Jereweh, West Sumbawa Regency, as the object of analysis. This study aims to analyze the factors influencing hedonistic lifestyles, identify the impact of consumptive behavior on adolescents’ social lives, and determine the most dominant aspects of hedonistic and consumptive behavior. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained from research subjects and informants selected through purposive sampling, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that out of ten adolescents who participated as research subjects, five exhibited hedonistic behavior characterized by the habit of purchasing branded products and frequently visiting cafés without considering their budget. Meanwhile, the other five adolescents demonstrated a moderate level of consumptive behavior, such as regularly purchasing clothing despite not needing it and buying items due to discounts. The factors influencing hedonistic lifestyles include internal and external factors. The impacts of consumptive behavior include positive effects, such as increased social interaction and self-confidence, as well as negative effects, including wasteful behavior and decreased financial stability.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan VO2Max Peserta Ekstrakurikuler Futsal Putra SMPN 2 Sungai Pandan Zikri, Muhammad Said; Arifin, Ramadhan; Amirudin, Akhmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wtpqyy13

Abstract

Aktivitas fisik berat yang bersifat dinamis. Postur tubuh yang ideal dengan berat badan yang seimbang dan kondisi fisik yang prima sangat penting untuk mencapai prestasi olahraga yang tinggi. Oleh karena itu, pemain futsal harus memperhatikan indeks massa tubuh (IMT) dan daya tahan kardiovaskular yang baik untuk meningkatkan kualitas permainan. IMT dan daya tahan kardiovaskular memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan kinerja pemain futsal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil IMT dan daya tahan kardiovaskular pemain ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini adalah 15 orang peserta ekstrakurikuler futsal aktif di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengukuran berat badan, tinggi badan (IMT) dan tes VO2Max (bleep test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kaegori kurus berat 33%, kurus ringan 20%, dan normal 33%, serta gemuk ringan dan gemuk berat masing masing 6,7% kondisi daya tahan kardiovaskular, dan Kategori Indeks Masa Tubuh (IMT) peserta sebesar 7% sangat kurang, 13% kurang, dan Cukup 33% serta Baik 41% berdasarkan IMT. Body Mass Index and VO2Max Relationship among Male Futsal Students at SMPN 2 Sungai Pandan Abstract A good physique is crucial for achieving high athletic performance. Therefore, futsal players must pay attention to their body mass index (BMI) and cardiovascular endurance to improve their game quality. BMI and cardiovascular endurance play equally important roles in determining futsal player performance. Therefore, this study aims to determine the BMI and cardiovascular endurance profiles of futsal extracurricular players at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. This study used a quantitative descriptive method with a survey approach. The subjects were 15 active futsal extracurricular participants at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. The research instruments used were a weight and height measurement test (BMI), and a VO2Max test (bleep test). The results of the study showed that there were categories of severely underweight 33%, mild underweight 20%, and normal 33%, as well as mild obesity and severe obesity each 6.7% of cardiovascular endurance conditions, and the Body Mass Index (BMI) category of participants was 7% very poor, 13% poor, and Sufficient 33% and Good 41% based on BMI.