cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
PENGARUH DISIPLIN DAN KERAMAHAN TEKNISI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (STUDI KASUS ASTRA HONDA MOTOR SRIWIJAYA MATARAM) Wulandari, Ni Luh Desi; Chandra, Edy
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8qg2kx10

Abstract

   
Landasan Psikologis sebagai Basis Pengembangan Budaya Kolaboratif Guru: Studi Kasus di SMPN 3 Cintapuri Darussalam Rahman, Arif; Irma, Irma; Puteri, Nazarni Dara; Aslamiah, Aslamiah; Amelia, Rizky
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dr8r2267

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran landasan psikologis dalam pengembangan budaya kolaborasi guru di SMPN 3 Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap kegiatan kolaboratif, serta analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa aman psikologis, kepercayaan, efikasi (self-efficacy) yang menguat melalui dukungan sejawat, dan motivasi profesional menjadi fondasi penting yang mendorong guru lebih terbuka berbagi ide, menerima umpan balik, dan terlibat dalam refleksi bersama. Pemenuhan kondisi psikologis tersebut secara langsung meningkatkan kualitas proses kolaborasi—dari koordinasi administratif menuju pembelajaran profesional—yang tercermin pada penguatan perencanaan pembelajaran dan keputusan pedagogis. Meskipun demikian, kolaborasi masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu, beban administrasi, fluktuasi kehadiran, dan perbedaan gaya komunikasi yang dapat menurunkan kontinuitas forum serta kedalaman refleksi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan aspek psikologis perlu disertai dukungan struktural dan kepemimpinan yang suportif, termasuk penjadwalan waktu kolaborasi yang terproteksi dan pengembangan kapasitas komunikasi profesional, agar praktik kolaboratif berkelanjutan dan berdampak pada mutu pembelajaran. Psychological Foundations as a Basis for Developing a Collaborative Teacher Culture: a Case Study at SMPN 3 Cintapuri Darussalam Abstract This study examines the role of psychological foundations in developing a culture of teacher collaboration at SMPN 3 Cintapuri Darussalam, Banjar Regency. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observations of collaborative activities, and analysis of relevant school documents. The findings indicate that psychological safety, trust, strengthened self-efficacy through peer support, and professional motivation are key foundations that encourage teachers to share ideas openly, engage in constructive feedback, and participate in reflective discussions. When these psychological conditions are met, collaboration becomes more productive—shifting from administrative coordination toward professional learning—resulting in improved lesson planning and pedagogical decision-making. However, collaboration remains constrained by limited time, administrative workload, fluctuating attendance, and differing communication styles, which can reduce continuity and the depth of reflection. The study underscores that strengthening psychological foundations must be accompanied by structural support and supportive leadership, including protected collaborative time and enhanced professional communication capacity, to sustain collaborative practices and improve instructional quality.
Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Visibilitas dan Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Rezeki, Sri; Sitompul, Haryani Pratiwi; Widarma, Adi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a54yyg62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran melalui media sosial terhadap peningkatan visibilitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan. Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan interaksi dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-verifikatif dengan melibatkan 100 responden pelaku UMKM yang telah aktif menggunakan media sosial minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap visibilitas dan daya saing UMKM dengan nilai R² sebesar 0,684. Variabel interaksi pelanggan memberikan pengaruh paling dominan, diikuti oleh kualitas konten dan pemanfaatan fitur platform. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital ditentukan oleh hubungan interaktif yang kuat dan konsistensi pengelolaan konten bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai strategi bisnis yang mampu memperkuat citra merek dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Diperlukan peningkatan literasi digital dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat memanfaatkan media sosial secara strategis dan berkelanjutan. Marketing Strategies Through Social Media to Increase the Visibility and Competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises Abstract This study aims to analyze the influence of social media marketing strategies on improving the visibility and competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City. The rapid advancement of digital technology requires MSMEs to adapt by utilizing social media as a tool for promotion and customer engagement. This research employs a quantitative descriptive–verificative approach, involving 100 MSME respondents who have actively used social media for at least six months. Data were collected through a structured Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The findings indicate that social media marketing strategies have a significant positive effect on MSMEs’ visibility and competitiveness, with an R² value of 0.684. Among the observed variables, customer interaction exerts the most dominant influence, followed by content quality and platform feature utilization. These results emphasize that the success of digital marketing depends largely on meaningful two-way communication and consistent, high-quality content management. The study concludes that social media functions not merely as a promotional medium but as a strategic instrument for strengthening brand image and enhancing competitive advantage. Continuous efforts to improve digital literacy and strategic capacity building are essential for MSMEs to fully leverage social media for sustainable business growth.
Analisis Hubungan Motivasi Mengikuti Ektrakurikuler Bola Voli dengan Pencapaian Nilai PJOK di MAN Paser Tanah Grogot Mahmudah, Siti; Arifin, Ramadhan; Anggara, Norma
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/56cfg291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli dengan pencapaian nilai-nilai Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada siswa MAN Paser Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur untuk tahun ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kegiatan ekstrakurikuler dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik dari segi fisik, sosial, maupun akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 22 mahasiswa yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner motivasi yang berisi 30 pernyataan dan dokumen nilai PJOK, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan skor rata-rata 50,00, sedangkan rata-rata skor PJOK 49,99. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,108 dengan signifikansi 0,632 (> 0,05), yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi untuk mengikuti bola voli ekstrakurikuler dengan pencapaian nilai PJOK. Dengan demikian, motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler belum berpengaruh nyata terhadap capaian belajar PJOK. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah dan guru PJOK mengembangkan strategi untuk meningkatkan motivasi siswa, seperti penerapan metode pembelajaran yang lebih menarik, menghargai partisipasi siswa, dan mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler dengan proses pembelajaran di kelas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi sekaligus prestasi akademik mahasiswa secara seimbang. Analysis of the Relationship Between Motivation Following Extracurricular Volleyball with the Achievement of Pjok Scores IN MAN Paser Tanah Grogot Abstract This study aims to determine the relationship between motivation to participate in volleyball extracurricular activities and the achievement of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) values in MAN Paser Tanah Grogot students, Paser Regency, East Kalimantan for the 2025/2026 school year. The background of this research departs from the importance of extracurricular activities in supporting the development of students' potential, both in terms of physical, social, and academic. The research method used is a quantitative method with a correlation approach. The research sample consisted of 22 students who were taken through purposive sampling techniques. Data were obtained through a motivational questionnaire containing 30 statements and documents of PJOK scores, then analyzed using Pearson's normality, homogeneity, and correlation tests. The results showed that the level of student motivation in participating in volleyball extracurriculars was in the low to medium category, with an average score of 50.00, while the average PJOK score was 49.99. The Pearson correlation test yielded a value of r = 0.108 with a significance of 0.632 (> 0.05), which means that there was no significant relationship between motivation to participate in extracurricular volleyball and the achievement of PJOK scores. Thus, students' motivation in participating in extracurricular activities has not had a real effect on PJOK's learning outcomes. This study recommends that PJOK schools and teachers develop strategies to increase student motivation, such as implementing more engaging learning methods, respecting student participation, and integrating extracurricular activities with the learning process in the classroom. This step is expected to increase motivation as well as academic achievement of students in a balanced manner.
Tingkat Kondisi Fisik Atlet Futsal Putri di SMP Negeri 1 Tanah Grogot Berdasarkan Posisi Pemain Jaya, Muhammad; Arifin, Ramadhan; Amirudin, Akhmad
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/226ddy58

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kondisi fisik atlet futsal putri di SMP Negeri 1 Tanah Grogot pada aspek kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Kondisi fisik berperan penting karena memengaruhi hampir seluruh performa futsal, termasuk kemampuan menjaga intensitas permainan pada olahraga berintensitas tinggi dengan tempo cepat; penelitian dilakukan karena penulis mengamati rendahnya kondisi fisik atlet futsal putri di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan tes: lari 20 meter untuk kecepatan (sering digunakan dalam penelitian olahraga, kepelatihan, dan kajian kebugaran karena objektif serta reliabel), Illinois Agility Test untuk kelincahan (sesuai tuntutan futsal yang membutuhkan gerak eksplosif, rotasi tubuh, dan pergantian arah cepat), serta Pacer Test untuk daya tahan. Sampel berjumlah 12 atlet futsal putri yang merupakan tim inti ekstrakurikuler futsal sekolah. Hasil menunjukkan kondisi fisik atlet secara umum berada pada kategori kurang sekali hingga cukup. Kecepatan: 1 atlet kategori baik sekali (interval 3,2–3,4), 2 atlet kategori cukup (interval 3,8–4,0), dan 9 atlet kategori kurang sekali (interval >4,3). Kelincahan: 11 atlet kategori cukup (interval 18,0–21,7) dan 1 atlet kategori kurang (interval 21,8–23,0). Daya tahan: 4 atlet kategori cukup (norma 33–41 jumlah balikan), 2 atlet kategori kurang (norma 24–32 jumlah balikan), dan 6 atlet kategori kurang sekali (norma <23 jumlah balikan). Berdasarkan posisi, pivot memiliki kondisi fisik lebih baik daripada anchor, flank, dan kiper. Temuan menegaskan kelemahan utama pada kecepatan dan daya tahan, sehingga perlu perhatian intensif melalui program latihan yang lebih terstruktur, spesifik, dan berorientasi peningkatan komponen yang belum optimal untuk mendukung performa dan prestasi olahraga sekolah berkelanjutan dan terukur. Physical Condition Level of Female Futsal Athletes at State Middle School 1 Tanah Grogot Based on Player Position Abstract This study aimed to determine the level of physical fitness of female futsal athletes at SMP Negeri 1 Tanah Grogot in terms of speed, agility, and endurance. Physical fitness plays an important role because it affects nearly all aspects of futsal performance, including the ability to maintain playing intensity in a high-intensity sport with a fast tempo; this study was conducted because the author observed low physical fitness levels among the school’s female futsal athletes. Data were collected through a survey using physical fitness tests: a 20-meter sprint for speed (widely used in sports research, coaching, and fitness studies due to its objective and reliable results), the Illinois Agility Test for agility (appropriate for futsal’s movement demands that require explosive actions, body rotation, and rapid changes of direction), and the Pacer Test for endurance. The sample consisted of 12 female futsal athletes who were members of the school’s core extracurricular futsal team. The results showed that the athletes’ overall physical fitness generally fell within the very poor to fair categories. Speed: 1 athlete was in the excellent category (interval 3.2–3.4), 2 athletes were in the fair category (interval 3.8–4.0), and 9 athletes were in the very poor category (interval > 4.3). Agility: 11 athletes were in the fair category (interval 18.0–21.7) and 1 athlete was in the poor category (interval 21.8–23.0). Endurance: 4 athletes were in the fair category (norm 33–41 shuttle runs), 2 athletes were in the poor category (norm 24–32 shuttle runs), and 6 athletes were in the very poor category (norm < 23 shuttle runs). Based on playing positions, pivots demonstrated better physical fitness than anchors, flanks, and goalkeepers. These findings confirm that speed and endurance remain the primary weaknesses that require intensive attention in training program planning. Therefore, a more structured, specific, and improvement-oriented training program is needed to enhance the less optimal components of physical fitness, thereby supporting improved performance of female futsal athletes and contributing to measurable, sustainable sporting achievement in the school environment.
Pengaruh Penonaktifan Membawa HP ke Sekolah Terhadap Stres Akademik Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari Hadiansyah, Hadiansyah; Apriani, Tanti; Aslamiah , Aslamiah; Amelia , Rizky
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hdjj7b33

Abstract

Kemajuan teknologi, seperti penggunaan handphone (HP), telah menjadi bagian integral dalam kehidupan siswa. Kebijakan penonaktifan HP yang diterapkan di sekolah menimbulkan pro dan kontra, karena kemudahan yang sebelumnya dapat diakses dengan mudah menjadi terbatas, yang berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah stres akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan 177 siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari sebagai sampel dari populasi sebanyak 312 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan skala Likert 1-5 untuk masing-masing variabel. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel X (kebijakan penonaktifan HP) adalah 0,948 dan untuk variabel Y (stres akademik) adalah 0,907, masing-masing terdiri dari 24 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan mencakup uji normalitas dan regresi linier sederhana dengan kriteria taraf signifikansi p < a, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak jika p < 0,05. Hasil regresi menunjukkan persamaan Y = 115,168 + 0,596X dengan koefisien regresi b = 0,596 dan t-hitung = 10,671, serta p-value < 0,001, yang menunjukkan bahwa kebijakan penonaktifan HP berpengaruh signifikan terhadap stres akademik siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F hitung = 113,867 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh linear yang signifikan antara kebijakan penonaktifan HP dan stres akademik siswa kelas X SMK Negeri 2 Pelaihari. The Effect of Deffecteactivating Bringing Cellphones to School on Academic Stress of Class X Students of SMK Negeri 2 Pelaihari Abstract The advancement of technology, such as the use of mobile phones (HP), has become an integral part of students' lives. The policy of banning mobile phones in schools has sparked both support and opposition, as the ease of access previously available is now restricted, potentially affecting students' psychological conditions, one of which is academic stress. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method, involving 177 students from class X of SMK Negeri 2 Pelaihari, selected from a population of 312 students. The research instrument used is a questionnaire with a 1-5 Likert scale for each variable. The Cronbach's Alpha values for variable X (the mobile phone ban policy) are 0.948 and for variable Y (academic stress) are 0.907, with 24 items for each variable. Data analysis techniques included normality testing and simple linear regression, with a significance level of p < a, where H0 is rejected if p < 0.05. The regression results show the equation Y = 115.168 + 0.596X, with a regression coefficient of b = 0.596, t-value = 10.671, and p-value < 0.001, indicating that the mobile phone ban policy significantly affects academic stress. The ANOVA test results show an F-value of 113.867 with a p-value < 0.001, indicating a significant linear influence between the mobile phone ban policy and academic stress in class X students at SMK Negeri 2 Pelaihari.
Relasi Ontologis  Manusia, Tanaman Lokal, dan Ekosistem Dalam Sistem Agroforestri:  Kajian Literatur di Kawasan Tambora Gunawan, Gunawan; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cr4p6n19

Abstract

Agroforestri di kawasan Tambora umumnya dipahami sebagai sistem produksi dan konservasi, sementara dimensi ontologis relasi manusia–tanaman–ekosistem masih jarang dikaji secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis agroforestri Tambora melalui perspektif ontologi relasional, sehingga agroforestri dipahami sebagai sistem sosio-ekologis yang ko-konstitutif. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif dengan kerangka analisis tematik, berdasarkan artikel ilmiah internasional dan nasional bereputasi yang diseleksi secara sistematis dari basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor & Francis.Hasil sintesis menunjukkan bahwa agroforestri Tambora membentuk relasi timbal balik antara manusia, tanaman, dan ekosistem vulkanik yang tidak dapat dipisahkan secara sektoral. Pada dimensi sosial-budaya, tanaman berfungsi sebagai medium transmisi pengetahuan dan identitas masyarakat; pada dimensi ekologis, keanekaragaman spesies dan struktur vegetasi multistrata meningkatkan resiliensi lanskap; pada dimensi ekonomi, diversifikasi tanaman memperkuat ketahanan mata pencaharian; sementara pada dimensi ontologis, agroforestri dipahami sebagai ruang keberadaan bersama (co-being), di mana manusia dan alam saling membentuk. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi eksplisit pendekatan ontologi relasional dalam kajian agroforestri berbasis konteks lokal Tambora, yang melampaui analisis teknis-ekonomis konvensional. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan studi agroforestri dan menjadi dasar alternatif bagi perumusan kebijakan dan pengelolaan lanskap berkelanjutan yang lebih kontekstual. Kata kunci: agroforestri; ontologi relasional; novelty konseptual; sistem sosio-ekologis; tambora Relational Ontology of Agroforestry in Tambora: A Literature Review of Human–Plant–Ecosystem Relations Abstract Agroforestry in the Tambora region is generally understood as a system of production and conservation, while the ontological dimension of human–plant–ecosystem relations is still rarely examined explicitly. This study aims to address this gap by analyzing Tambora agroforestry through the lens of relational ontology, so that agroforestry is understood as a co-constitutive socio-ecological system. The study employs a qualitative literature review with a thematic analysis framework, based on reputable international and national scholarly articles that were systematically selected from Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and Taylor & Francis. The synthesis indicates that Tambora agroforestry forms reciprocal relations among humans, plants, and volcanic ecosystems that cannot be separated into sectoral domains. In the socio-cultural dimension, plants function as media for the transmission of knowledge and community identity; in the ecological dimension, species diversity and multi-strata vegetation structure enhance landscape resilience; in the economic dimension, crop diversification strengthens livelihood security; while in the ontological dimension, agroforestry is understood as a space of co-being, in which humans and nature mutually constitute one another. The novelty of this study lies in the explicit integration of a relational ontology approach into agroforestry research grounded in the local Tambora context, moving beyond conventional technical-economic analyses. This review offers a conceptual contribution to the development of agroforestry studies and provides an alternative foundation for policymaking and sustainable landscape management that is more context-sensitive.
Analisis VO2Max Pemain Sepakbola Putri Kota Banjarbaru Khumaini, M Ali Al; Arifin, Ramadhan; Nurdiansyah, Nurdiansyah
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/z75cz358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas aerobik (VO2Max) pemain sepak bola putri Banjarbaru Women’s sebagai salah satu indikator utama kebugaran fisik yang berperan penting dalam performa permainan sepak bola. VO2Max menggambarkan kemampuan maksimal tubuh dalam mengonsumsi oksigen saat aktivitas fisik intensif, sehingga nilainya sangat menentukan daya tahan pemain selama pertandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Multistage Fitness Test (Beep Test), yang kemudian dikonversi menjadi nilai VO2Max berdasarkan standar pengukuran yang telah ditetapkan.Subjek penelitian berjumlah 17 pemain aktif Banjarbaru Women’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata VO2Max pemain adalah 32,39 ml/kg/menit. Sebanyak 47% pemain berada pada kategori baik, sementara sisanya tersebar pada kategori sangat baik, cukup, hingga sangat buruk. Secara umum, kemampuan aerobik pemain sudah cukup baik untuk mendukung permainan, namun masih ada 41% pemain dengan kemampuan sedang hingga rendah yang memerlukan latihan fisik tambahan. Kesimpulannya, VO2Max pemain Banjarbaru Women’s berada pada kategori baik, tetapi peningkatan kebugaran tetap diperlukan agar kemampuan fisik pemain lebih merata. VO2Max Analysis of Female Soccer Players in Banjarbaru City Abstract This study aims to determine the aerobic capacity level (VO2Max) of female football players of Banjarbaru Women’s, as one of the primary indicators of physical fitness that plays an essential role in football performance. VO2Max reflects the body’s maximal ability to consume oxygen during high-intensity physical activity, and therefore greatly influences a player’s endurance throughout a match. The research employed a quantitative descriptive method, with data collected using the Multistage Fitness Test (Beep Test), which was subsequently converted into VO2Max values based on established measurement standards. The subjects consisted of 17 active players of Banjarbaru Women’s. The results showed that the players’ average VO2Max was 32.39 ml/kg/min. A total of 47% of the players were in the good category, while the rest were distributed across very good, moderate, and very poor categories. Overall, the players’ aerobic capacity is sufficient to support game demands; however, 41% of the players still have moderate to low aerobic capacity and require additional physical training. In conclusion, the VO2Max level of Banjarbaru Women’s players is generally in the good category, but further fitness improvement is still needed to achieve more uniform physical performance among all players.
Analisis Manfaat Sistem Pembayaran dengan QRIS pada UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat Karim, Nina Karina; Atikah, Siti; Lenap, Indria Puspitasari
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4c774e82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 89 pelaku UMKM yang terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pemilik usaha (90,9%), dengan 83,3% usaha sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar responden menggunakan QRIS yang diterbitkan oleh bank (88,6%), dan 67,6% telah menggunakan QRIS kurang dari dua tahun. Minat untuk terus menggunakan QRIS di masa depan cukup tinggi, dengan 92,6% responden berencana untuk melanjutkan penggunaannya. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS adalah kemudahan pemrosesan, keamanan, dan kenyamanan transaksi. Namun, kendala seperti ketergantungan pada jaringan internet dan gangguan sistem juga dilaporkan oleh sebagian besar responden. QRIS dianggap mempermudah pembayaran dan mengurangi risiko uang palsu. Meskipun begitu, beberapa masalah terkait biaya tambahan dan ketidakyakinan atas transaksi masih ada. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi dan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM di NTB. Evaluating the Benefits of QRIS Payment System for Micro, Small, and Medium Enterprises in West Nusa Tenggara Abstract This study aims to analyze the factors influencing the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province (NTB) in using the QRIS payment system. The research method used is descriptive quantitative, with a questionnaire distributed to 89 registered MSME owners. The results show that the majority of respondents are business owners (90.9%), with 83.3% of businesses already having a Business Identification Number (NIB). Most respondents use QRIS issued by banks (88.6%), and 67.6% have been using QRIS for less than two years. The interest in continuing to use QRIS in the future is quite high, with 92.6% of respondents planning to continue using it. The main factors influencing the use of QRIS are the ease of processing, security, and convenience of transactions. However, challenges such as dependence on internet connectivity and system disruptions were also reported by a majority of respondents. QRIS is considered to simplify payments and reduce the risk of counterfeit money. However, some issues related to additional costs and uncertainty regarding transactions still remain. This study suggests improving technology infrastructure and further education to enhance the adoption of QRIS among MSMEs in NTB.
Analisis SOAR dalam Strategi Branding Sekolah di UPTD SD Negeri 3 Asam Asam Apriani, Tanti; Indrasari , Wiwik; Apriani , Tanti; Zuhairiah, Aliza Rifka; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3mvd5r11

Abstract

Strategi branding dalam dunia pendidikan merupakan langkah taktik untuk memperkenalkan sekolah dan mempromosikan citra positif yang dimiliki. Media sosial adalah salah satu alat yang ampuh dalam memperkenalkan citra sekolah ke masyarakat.  Tujuan penelitian ini yakni menganalisis strategi kepala sekolah dalam mem-branding sekolah dan partisipasi warga sekolah terhadap penerapan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Metode yang digunakan pada penelitian adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penerapan branding sekolah dengan analisis SOAR di UPTD SDN 3 Asam Asam, yakni; 1) Pembinaan kegiatan keagaamaan. 2) Menggalakkan program unggulan sekolah seperti Pelatar (Pemanfaatan Lingkungan Sekitar) yang dilaksanakan sebulan sekali. Pelatar bekerja sama dengan perusahaan – perusahaan sekitar. Misal sebulan sekali secara bergantian mengadakan kunjungan ke PLTU Kalselteng. Kegiatan ini tidak hanya sekedar kegiatan kunjungan,namun peserta didik juga membuat laporan tentang kegiatan kunjungan.  3) Menggalakkan program KASIH (Komunikasi Aktif, Semangat Interaksi Hebat) yang dilakukan sebulan sekali bersama orangtua. Kegiatan ini dapat meningkatkan komunikasi antar orangtua dan guru. Guru dan orangtua saling mendengarkan sharing orangtua. Dengan adanya KASIH, hal ini dapat menjalin komunikasi dan kedekatan orangtua,guru dan sekolah. 4) Promosi program sekolah melalui penguatan media sosial dengan tagline Canggih “Cangkal Wan Gigih”. UPTD SDN 3 Asam Asam tidak hanya mengandalkan media social sebagai upaya untuk mem-branding sekolah tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekolah dan merangkul masyarakat sehingga citra sekolah naik dari mulut ke mulut. SOAR Analysis in School Branding Strategy at UPTD SD Negeri 3 Asam Asam Abstract Branding strategies in the world of education are a tactical step to introduce schools and promote their positive image. Social media is one of the powerful tools in introducing the image of the school to the public. The purpose of this study is to analyze the principal's strategy in branding the school and the participation of school residents in the application of SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis. The method used in the study is a type of descriptive qualitative research. The application of school branding with SOAR analysis at UPTD SDN 3 Asam Asam, namely; 1) Fostering religious activities. 2) Promoting school flagship programs such as Pelatar (Utilization of the Surrounding Environment) which is carried out once a month. The background works with local companies. For example, once a month they take turns visiting the South Kalimantan Power Plant. This activity is not only a visit activity, but students also make a report about the visit activity. 3) Promote the KASIH (Active Communication, Spirit of Great Interaction) program which is carried out once a month with parents. This activity can improve communication between parents and teachers. Teachers and parents listen to each other's sharing. With KASIH, this can establish communication and closeness between parents, teachers and schools. 4) Promotion of school programs through strengthening social media with the Sophisticated tagline "Cangkal Wan Gigih". UPTD SDN 3 Asam Asam not only relies on social media as an effort to brand the school but also utilizes the school environment and embraces the community so that the school's image rises by word of mouth.