cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Analisis SWOT Sebagai Strategi Peningkatan Program Sekolah SMK Negeri 2 Banjarmasin Purwanti, Purwanti; Meriana, Annisa; Rahman, Arif; Norsafitri, Azizah; Muzdalifah, Elva; Hadiansyah, Hadiansyah; Rahmaniah, Rahmaniah; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fwdyn688

Abstract

Keberhasilan pengembangan program sekolah tidak lepas dari peran pemimpin di sekolah, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dalam mengambangkan program sekolah. Strategi adalah pendekatan umum yang memiliki sifat jangka Panjang, adapun komponen program sekolah meliputi peningkatan infrastruktur, kurikulum dan kesiswaan, sarana dan prasarana, rencana kerja sekolah dan pengembangan kualitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan program sekolah menggunakan analisis model SWOT. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Adapun subjek penelitian ini ialah kepala sekolah SMKN 2 Banjarmasin, Wakasek Kurikulum dan guru SMKN 2 Banjarmasin. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil peneltian menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah bersifat kolaboratif-adaptif, arah program sekolah jelas dan sejalan dengan visi sekolah, fasilitas praktik memadai. Adapun peran analisis SWOT yaitu sebagai instrumen strategis. SWOT Analysis as a Strategy Improvement of the Program at SMK Negeri 2 Banjarmasin Abstract The success of school program development cannot be separated from the role of school leaders. Principals must have the right strategy in developing school programs. A strategy is a general approach that is long-term in nature. The components of a school program include infrastructure improvement, curriculum and student affairs, facilities and infrastructure, school work plans, and teacher quality development. This study aims to analyze the leadership strategies of school principals in developing school programs using SWOT analysis. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study method. The subjects of this study are the principal of SMKN 2 Banjarmasin, the vice principal for curriculum, and teachers at SMKN 2 Banjarmasin. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and data triangulation. Data analysis techniques used reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that the principal's leadership is collaborative-adaptive, the direction of the school program is clear and in line with the school's vision, and the practice facilities are adequate. The role of SWOT analysis is as a strategic instrument.
Pemanfaatan Artifical Intelligence Tools oleh Guru dalam Mendorong Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Narmada Ismail, M.; Oktaviana, Anisa; Sawaludin, Sawaludin
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cpehzx48

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi  dalam pendidikan guru di tuntut untuk mampu beradaptasi.Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan serta kebutuhan guru akan inovasi pembelajaran untuk mendorong motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh guru tergolong efektif dalam mendorong  motivasi belajar siswa. Guru memanfaatkan aplikasi seperti ChatGPT, Gamma AI, dan Quizziz untuk menyusun materi ajar, membuat media pembelajaran, serta melakukan evaluasi. Hasilnya  Pemanfaatan AI mendorong  partisipasi aktif siswa, terlihat dari keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran dan interaksi di kelas. Penggunaan AI juga berdampak positif pada motivasi belajar siswa. Dari hasil wawancara 82% siswa maupun guru yang menjadi subjek penelitian merasa dampak positif dari pemanfaatan AI. Temuan ini diperkuat dengan hasil observasi dikelas Xl yang menunjukkan siswa cenderung lebih aktif saat kegiatan pembelajaran yang melibatkan AI. Bagi siswa AI membuat Susana belajar lebih menarik dan bervariasi sehingga berdampak pada motivasi untuk belajar. Faktor pendukung pemanfaatan AI meliputi kesiapan guru dalam beradaptasi dengan teknologi, ketersediaan perangkat pribadi, serta fasilitas laboratorium komputer. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan pelatihan literasi digital, kurangnya LCD, dan jaringan internet yang belum stabil. Secara keseluruhan, pemanfaatan AI oleh guru terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan menyenangkan, serta berkontribusi positif dalam mendorong motivasi belajar siswa. The Use of Artificial Intelligence Tools by Teachers in Encouraging Student Learning Motivation at State Senior High School 2 Narmada Abstract Along with the development of technology in education, teachers are required to be able to adapt. This study was conducted in response to the rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology in the field of education and the need for teachers to innovate learning to encourage student learning motivation. This type of research is qualitative with a phenomenological approach. The results of the study indicate that the use of AI by teachers is quite effective in encouraging student learning motivation. Teachers utilize applications such as ChatGPT, Gamma AI, and Quizziz to compile teaching materials, create learning media, and conduct evaluations. The results of the use of AI encourage active student participation, seen from their involvement in the learning process and interactions in the classroom. The use of AI also has a positive impact on student learning motivation. From the results of interviews, 82% of students and teachers who were the subjects of the study felt a positive impact from the use of AI. This finding is reinforced by the results of observations in class XI which showed students tended to be more active during learning activities involving AI. For students, AI makes the learning atmosphere more interesting and varied, thus impacting motivation to learn. Supporting factors for the use of AI include teacher readiness to adapt to technology, the availability of personal devices, and computer laboratory facilities. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy training, a lack of LCDs, and unstable internet connections. Overall, teachers' use of AI has proven effective in creating more interactive, efficient, and enjoyable learning, as well as positively contributing to boosting student learning motivation.
Penerapan Project-Based Learning Berbasis Arduino pada Mata Kuliah Fisika Instrumentasi untuk Meningkatkan Keterampilan Instrumentasi dan Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika Hikmawati; Muhammad Taufik; Hikmawati, Hikmawati
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dmz11v84

Abstract

Pembelajaran Fisika Instrumentasi menuntut mahasiswa tidak hanya memahami konsep sensor dan sistem pengukuran, tetapi juga mampu mengembangkan alat instrumentasi serta mengomunikasikan hasil kerjanya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis proyek pembuatan alat ukur fisika menggunakan Arduino pada mata kuliah Fisika Instrumentasi serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan instrumentasi, dan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan subjek tujuh mahasiswa Pendidikan Fisika. Pembelajaran dilaksanakan selama satu semester melalui tahapan orientasi konsep, perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, presentasi, dan publikasi video. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep instrumentasi, rubrik penilaian proyek, dan angket motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-gain, dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dari kategori sedang menuju tinggi dengan N-gain kategori sedang, peningkatan keterampilan instrumentasi pada kategori baik hingga sangat baik, serta motivasi belajar mahasiswa pada kategori sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi PjBL, Arduino, dan YouTube tidak hanya memperkuat keterampilan instrumentasi, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi pengembangan komunikasi ilmiah mahasiswa calon guru fisika. Kata kunci: project-based learning, fisika instrumentasi, Arduino uno, keterampilan instrumentasi, motivasi belajar Implementation of Arduino-Based Project-Based Learning in Physics Instrumentation Course to Improve Instrumentation Skills and Learning Motivation of Physics Education Students Abstract Instrumentation Physics instruction requires students not only to understand the concepts of sensors and measurement systems but also to design instrumentation devices and communicate their work in a scientific manner. This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning (PjBL) through a project on developing physics measuring instruments using Arduino in the Instrumentation Physics course and to analyze its effects on students’ conceptual understanding, instrumentation skills, and learning motivation.. The study employed a one-group pretest–posttest design involving seven Physics Education students as participants. Instruction was conducted over one semester through the stages of concept orientation, project planning, project implementation, presentation, and video publication. Data were collected using an instrumentation concept-understanding test, a project assessment rubric, and a learning motivation questionnaire, and subsequently analyzed using descriptive statistics, N-gain, and the percentage of mastery learning. The results indicate an improvement in conceptual understanding from the medium to the high category, with an N-gain in the medium range, enhanced instrumentation skills in the good to very good categories, and student learning motivation in the very high category. These findings suggest that the integration of PjBL, Arduino, and YouTube not only strengthens instrumentation skills but also has practical implications for the development of scientific communication competencies among prospective physics teachers.
Eksplorasi Visual Motif Jamu TradisionalDalam Pengembangan Desain Batik Kontemporer Deni, Gustu Rahma; Sejati, Ardiansyah Mega; Priohananto, Gege Noby
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8ta0h50

Abstract

Jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya berbasis lokal yang patut untuk dilestarikan. Tradisi meracik jamu sudah menjadi kebiasaan masyarakat secara turun temurun dari nenek moyang. Bahan dari meracik jamu menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar tempat tinggal. Selain digunakan sebagai bahan membuat masakan juga memiliki khasiat untuk kesehatan yaitu untuk mengobati berbagai penyakit, meningkatkan nafsu makan, menjaga imuntubuh atau hanya menjaga kebugaran tubuh. Ternyata sampai sekarang masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahan baku jamu beserta manfaatnya dan masih belum bisa membedakan setiap bahan jamu yang digunakan sehingga muncullah ide untuk memvisualisasikan bahan-bahan tersebut menjadi motif batik kontemporer. Selain untuk menambah koleksi dari motif batik, diharapkan dapat memperkenalkan bahan-bahan jamu beserta manfaatnya kepada masyarakat terutaman untuk generasi muda melalui motif batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penciptaan kriya yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Tahap eksplorasi yaitu pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka dan wawancara. Tahap perancangan yaitu membuat sketsa dengan elemen-elemen yang sesuai dengan tema jamu tradisonal. Tahap perwujudan yaitu hasil penelitian berupa 2 desain motif batik kontemporer dibuat secara digital dan hasil akhir dimockup kebaju kemeja Kata Kunci: Desain; Batik; Motif; Jamu; Kontemporer Visual Exploration of Traditional Jamu Motifs in the Development of Contemporary Batik Design. Jamu (traditional Indonesian herbal medicine) represents a locally embedded cultural heritage that warrants systematic preservation. The practice of formulating herbal remedies has been transmitted across generations, with ingredients sourced from natural materials readily available in the surrounding environment. In addition to their use as culinary components, these materials possess a range of health-related functions, including treating various ailments, stimulating appetite, supporting immune function, and maintaining overall physical well-being. Despite this, public knowledge regarding the raw materials of herbal medicine and their associated benefits remains limited, and many people are still unable to distinguish among the different herbal ingredients employed. In response to this issue, the present study proposes the visualization of herbal ingredients in the form of contemporary batik motifs. Beyond enriching the repertoire of existing batik designs, this approach aims to introduce herbal ingredients and their benefits to the broader public, particularly younger generations, through the medium of batik. This research employs a craft-creation methodology consisting of three phases: exploration, design, and implementation. The exploration phase includes data collection through observation, literature review, and interviews. The design phase encompasses the development of sketches incorporating visual elements aligned with the theme of traditional herbal medicine. The implementation phase yields two contemporary batik motif designs, produced digitally and presented as mock-ups on a shirt. Keywords: Motif; Jamu;Design; Batik; Contemporary
Praktik Pelaporan Keuangan dan Adopsi SAK-EMKM pada Usaha Mikro: Studi Kasus D&L Robusta Coffee Mahmud, Dody; Makalalag, Magdalena
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1yp89g96

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) pada D&L Robusta Coffee, sebuah usaha mikro pengolahan kopi berbasis agrikultur di Indonesia. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada tingkat kesadaran dan hambatan umum adopsi SAK-EMKM, namun belum secara mendalam merekonstruksi laporan keuangan berbasis SAK-EMKM secara ex post pada konteks usaha mikro agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik pelaporan keuangan yang berjalan, mengidentifikasi kendala implementasi SAK-EMKM, serta merekonstruksi laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, observasi langsung, dan analisis dokumen transaksi. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pelaporan keuangan masih bersifat informal dan terbatas pada pencatatan arus kas masuk dan keluar. Rekonstruksi kuantitatif laporan keuangan menunjukkan total penerimaan kas sebesar Rp177.500.000, pengeluaran kas Rp188.000.000, dan saldo akhir kas Rp18.500.000, dengan laba usaha sebesar Rp23.500.000 pada tahun 2024. Meskipun data keuangan dasar tersedia, usaha belum melakukan klasifikasi transaksi, pencatatan aset dan kewajiban, serta penyusunan laporan keuangan terstruktur. Kendala utama meliputi rendahnya literasi akuntansi, fluktuasi pendapatan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya dukungan eksternal. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pendekatan pendampingan berbasis rekonstruksi laporan keuangan, penyediaan alat pencatatan sederhana, dan penguatan ekosistem dukungan kelembagaan untuk meningkatkan adopsi SAK-EMKM pada usaha mikro agribisnis. Kata kunci: SAK-EMKM; Keuangan UMKM; Usaha Mikro; Adopsi Akuntansi. Financial Reporting Practices and the Adoption of SAK-EMKM in Micro Enterprises: A Case Study of D&L Robusta Coffee Abstract This study examines the implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK-EMKM) at D&L Robusta Coffee, a micro-scale agribusiness engaged in coffee processing in Indonesia. Previous studies have generally focused on the level of awareness and general barriers to the adoption of SAK-EMKM, but have not extensively reconstructed SAK-EMKM–based financial statements ex post within the context of micro agribusiness enterprises. The objectives of this study are to analyze existing financial reporting practices, identify constraints in the implementation of SAK-EMKM, and reconstruct financial statements in accordance with the applicable standards.The study employs a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with three key informants, direct observation, and analysis of transaction documents. Data were analyzed using open coding, axial coding, and selective coding techniques. The findings indicate that current financial reporting practices remain informal and are limited to recording cash inflows and outflows. Quantitative reconstruction of the financial statements shows total cash receipts of IDR 177,500,000, cash disbursements of IDR 188,000,000, and an ending cash balance of IDR 18,500,000, with a business profit of IDR 23,500,000 for the year 2024. Although basic financial data are available, the enterprise has not performed transaction classification, asset and liability recognition, or the preparation of structured financial statements. The main constraints include low accounting literacy, income fluctuations, limited human resources, and minimal external support. This study implies the importance of a mentoring approach based on financial statement reconstruction, the provision of simple bookkeeping tools, and the strengthening of an institutional support ecosystem to enhance the adoption of SAK-EMKM among micro agribusiness enterprises..
Perancangan Logo Maskot Berbasis Nilai Lokal untuk Penguatan Identitas Visual Event Sukoharjo Creative & Culinary Market di Kota Sukoharjo, Jawa Tengah Putri, Aninda Dyah Hayu Pinasti; Salim, Salim
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jc18ph77

Abstract

Sukoharjo Creative & Culinary Market (SUKREMA) merupakan event kreatif berbasis komunitas yang memadukan sektor seni, desain, dan kuliner lokal sebagai strategi penguatan ekonomi kreatif daerah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya identitas visual event dalam merepresentasikan nilai lokal dan karakter masyarakat Sukoharjo secara konsisten, sehingga berpotensi melemahkan citra dan daya ingat audiens terhadap event. Penelitian ini bertujuan untuk merancang logo maskot berbasis nilai lokal sebagai identitas visual utama Sukoharjo Creative & Culinary Market serta menganalisis perannya dalam memperkuat identitas dan citra event kreatif berbasis komunitas.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan research-based design yang mengintegrasikan proses riset dan perancangan desain secara sistematis. Tahapan penelitian meliputi observasi lapangan dan analisis media promosi event, studi literatur, analisis nilai lokal Sukoharjo, eksplorasi dan perancangan visual logo maskot, serta evaluasi persepsi audiens melalui teknik guided feedback. Evaluasi dilakukan terhadap pelaku UMKM, panitia, dan pengunjung event dengan menilai aspek keterbacaan logo, daya tarik visual, dan kesesuaian makna dengan nilai lokal yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo maskot yang dirancang mampu merepresentasikan nilai kreativitas, kebersamaan, dan kearifan lokal Sukoharjo melalui integrasi tipografi modern dan elemen visual simbolik. Evaluasi persepsi audiens menunjukkan penilaian positif terhadap keterbacaan, daya tarik visual, daya ingat, serta kesesuaian logo dengan karakter event kreatif dan kuliner berbasis komunitas. Dengan demikian, perancangan logo maskot berbasis nilai lokal terbukti efektif sebagai strategi komunikasi visual untuk memperkuat identitas, citra, dan positioning event kreatif daerah secara berkelanjutan. Kata kunci: logo maskot; identitas visual; nilai lokal; event kreatif; Sukoharjo Designing a Mascot Logo Based on Local Values to Strengthen the Visual Identity of the Sukoharjo Creative & Culinary Market Event in Sukoharjo City, Central Java, Indonesia. Abstract Sukoharjo Creative & Culinary Market (SUKREMA) is a community-based creative event that integrates art, design, and local culinary sectors as a strategy to strengthen the regional creative economy. The main issue addressed in this study is the lack of an optimal visual identity that consistently represents local values and the character of Sukoharjo society, which may weaken the event’s image and audience memorability. This research aims to design a local value-based logo mascot as the main visual identity of Sukoharjo Creative & Culinary Market and to analyze its role in strengthening the visual identity and image of a community-based creative event. The study employs a qualitative descriptive method using a research-based design approach that integrates research and design processes systematically. The research stages include field observation and analysis of event promotional media, literature review, local value analysis of Sukoharjo, visual exploration and logo mascot design, and audience perception evaluation using a guided feedback technique. The evaluation involves local MSME actors, event organizers, and visitors, focusing on logo readability, visual appeal, and the relevance of meaning to local values.The results indicate that the designed logo mascot successfully represents creativity, togetherness, and local wisdom through the integration of modern typography and symbolic visual elements. Audience perception evaluation reveals positive assessments regarding readability, visual attractiveness, memorability, and alignment with the character of a community-based creative and culinary event. Therefore, a local value-based logo mascot design is proven to be an effective visual communication strategy for strengthening the identity, image, and positioning of sustainable regional creative events.  
KEBIJAKAN SOSIAL PERLINDUNGAN PEKERJA ANAK DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA LOMBOK TENGAH Nursaptini, Nursaptini; Syafruddin, Syafruddin; Suud, Suud; Suryanti, Ni Made Novi; Wadi, Hairil; Hafiza, Nuril; Shoffah, Siti Nur Arifia; Saputri, Olivia Riski; Arofah, Zainul
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wkesjd04

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kebijakan sosial perlindungan pekerja anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Unit analisis meliputi pekerja anak, orangtua pekerja anak, dan pemerintah terkait. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model spiral analysis yang dikembangkan oleh Creswell, meliputi pengelolaan data, pengkodean, pengembangan tema, serta penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif kebijakan perlindungan pekerja anak telah tersedia melalui regulasi nasional dan daerah, sebagaimana di atur dalam peraturan daerah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.   Namun pada implementasi belum optimal, adanya kesenjangan tajam antara bangunan regulasi dan realitas di lapangan yang mana masih banyak ditemukan anak-anak usia sekolah yang bekerja tanpa pengawasan sehingga hak anak terabaikan. Kata Kunci: Pekerja Anak, Kebijakan sosial, Perlindungan Social Policy For The Protection of Child Workers In The Mandalika Special Economic Zone of Central Lombok Abstract  The purpose of this study was to determine the social policy for protecting child labor in the Mandalika Special Economic Zone, Central Lombok. The study used a qualitative approach with a case study method. The units of analysis included child workers, their parents, and relevant government agencies. The research subjects were determined using purposive sampling, while the informants were determined using snowball sampling. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the spiral analysis model developed by Creswell, encompassing data management, coding, theme development, and data interpretation. The results showed that normatively, child labor protection policies are available through national and regional regulations, as stipulated in the Regional Regulation of Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, Number 5 of 2021 concerning the Implementation of Child-Friendly Districts. However, implementation has not been optimal, with a sharp gap between the regulatory framework and the reality on the ground, where many school-age children are still found working without supervision, thus neglecting children's rights.
Hubungan Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Video Animasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek Kecamatan Praya Barat Daya Naelasari, Dian Neni; Nurmaningsih, Nurmaningsih; Saputra, lalu Muhammad Reza; Amnan, Amnan
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wwr6j977

Abstract

Anak usia sekolah merupakan sasaran yang tepat untuk memberikan intervensi edukasi gizi seimbang karena perkembangan sel-sel organ otak mulai terbentuk pada masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan edukasi gizi seimbang melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-experimental pre-test, post-test design. Jumlah populasi dari penelitian ini sebanyak 166 orang remaja dengan total sampel penelitian sebanyak 117 orang remaja sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisisi bivariat dan univariat pada sampel penelitian ini sebelum diberikan intervensi edukasi gizi seimbang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja termasuk dalam karakteristik tingkat rendah dengan nilai 82,91%, setelah di berikan intervensi edukasi gizi seimbang melalui media video animasi, tingkat pengetahuan remaja mengalami peningkatan dengan nilai 88,89% kemudian hasil dari analisis bivariat dilakukan uji korelasi dengan menggunakan komputer aplikasi (SPSS), setelah dilakukan uji korelasi pada penelitian ini hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel dapat dilihat dari nilai p-value = 0,001 (a<0,05) dan perolehan hasil perhitungan rs= 0.455 artinya terdapat hubungan yang kuat antara edukasi gizi seimbang melalui media video animasi dengan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek
Analisis Manajemen Pengelolaan Obat Program Diare di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa  Tenggara  Barat Amnan, Amnan; Wulandari, Nur Yawin
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g55d3m54

Abstract

Populasi  Penelitian ini dilaksanakan di Instansi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel Penelitian  pengelola obat atau pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi yang menangani logistik dan manajemen obat program diare, kepala bagian anggaran, panitia pengadaan, kepala Gudang dan petugas distribusi obat di Instansi  Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perencanaan pengadaan obat diare  di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa  Tenggara  Barat  telah dilakukan  sesui dengan SOP Pengadaan barang.Pengadaan Obat Diare  diare dan obat pada umumnya di  Dinas Kesehatan Provinsi Nusa  Tenggara  Barat di lakuan secra rutin dan bertahap.Penyimpanan Obat Diare di Di  Dinas Kesehatan Provinsi Nusa  Tenggara  Barat, sudah memenuhi standarisasi aturan yang ada standar Penyimpanan (Permenkes No. 72 Tahun 2016). Proses diistribusi Obat Diare dilakukan dengan dasar mengcu pada data awal pengajuan obat tersebut, setelah data di verivikasi sesui kebutuhan awal maka dilakuan pendistribusi sesuai kebutuhan. Pencatat dan pelaporan Obat keluar-masuk obat termasuk obat diare dan obat pada umunya di  Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara  Barat sudah malaui atauran dan prosedur yang ada dan mengacu pada Pedoman: (Permenkes No. 63 Tahun 2014). This study was conducted at the Pharmaceutical Unit of the West Nusa Tenggara Provincial Health Office. The study sample consisted of drug managers or staff at the Provincial Health Office who handle logistics and medicine management for the diarrhea program, the head of the budgeting section, the procurement committee, the warehouse head, and medicine distribution officers at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office. Planning for the procurement of diarrhea medicines at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office has been carried out in accordance with the Standard Operating Procedures (SOP) for procurement of goods. Procurement of diarrhea medicines, and medicines in general, at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office is conducted routinely and in stages. Storage of diarrhea medicines at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office has met the existing standardization requirements for storage (Ministry of Health Regulation/Permenkes No. 72 of 2016). The distribution process for diarrhea medicines is carried out based on the initial medicine request data; after the data are verified according to the initial needs, distribution is conducted in line with those needs. Recording and reporting of medicines in and out, including diarrhea medicines and medicines in general, at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office have followed the applicable rules and procedures and refer to the guideline (Permenkes No. 63 of 2014).
Representasi Peran Ayah dalam Film “Kaka Boss“ Agustina, Sintia; Sari, Novita Ika Purnama
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3hzva515

Abstract

Fenomena rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi isu sosial yang penting karena berpengaruh terhadap perkembangan emosional, kontrol diri, dan pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana film Kaka Boss mengonstruksi representasi peran ayah serta signifikansinya dalam membentuk pemahaman publik tentang figur ayah dalam keluarga, dengan menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi makna melalui proses kultural, serta pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah film Kaka Boss, sedangkan objek kajian difokuskan pada representasi karakter Ferdinand “Kaka Boss” Omakare sebagai figur ayah. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dengan pencatatan adegan, dialog, gestur, dan elemen audio-visual, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yang menafsirkan makna melalui relasi sign, object, dan interpretant, kemudian dikaitkan dengan teori representasi Stuart Hall untuk memahami proses pembentukan makna peran ayah dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaka Boss merepresentasikan sosok ayah yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif terlibat dalam pendidikan serta kehidupan emosional anak, sekaligus membangun narasi alternatif tentang maskulinitas dengan mematahkan stereotip negatif profesi debt collector. Temuan ini menegaskan bahwa film berfungsi sebagai media refleksi sosial yang tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi juga berkontribusi membentuk pemahaman publik tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak dalam keluarga kontemporer. Representation Of The Role Of The Father In The Film “Kaka Boss” Abstract The phenomenon of low paternal involvement in childrearing has become an important social issue because it affects children’s emotional development, self-control, and character formation. This study aims to analyze in depth how the film Kaka Boss constructs representations of the father’s role and its significance in shaping public understanding of fatherhood within the family, using a constructivist paradigm that views social reality as the result of meaning construction through cultural processes, along with a qualitative approach. The subject of the study is the film Kaka Boss, while the object of analysis focuses on the representation of the character Ferdinand “Kaka Boss” Omakare as a father figure. Data were collected through non-participant observation by documenting scenes, dialogues, gestures, and audio-visual elements, and were validated through source triangulation. Data analysis was conducted using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach, which interprets meaning through the relationship between sign, object, and interpretant, and was further linked to Stuart Hall’s theory of representation to understand the process of meaning construction regarding the father’s role in the film. The findings show that Kaka Boss represents a caring, responsible father who is actively involved in supporting his child’s education and emotional life, while also constructing an alternative narrative of masculinity by challenging negative stereotypes associated with the debt collector profession. These findings affirm that film functions as a medium of social reflection that not only represents reality but also contributes to shaping public understanding of the importance of fathers’ involvement in parenting and character development in contemporary families.