cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 156 Documents
Peluang dan Tantangan Produk Asuransi Syariah Berbasis Wakaf dalam Meningkatkan Perlindungan Sosial Purwanto, Andi; Mugiyati
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4254

Abstract

Sharia insurance is one of the sharia financial instruments that functions as social protection for the community. However, the development of sharia insurance is still not optimal, especially in terms of the products and services offered. Waqf is one of the sharia financial instruments that can be used as a basis for developing innovative sharia insurance products. This study aims to identify opportunities and challenges in developing innovations in sharia insurance products based on waqf, as well as to find out how innovations in sharia insurance products based on waqf can improve social protection for the community. The results of the study indicate that there are several opportunities and challenges in developing innovations in sharia insurance products based on waqf, including low public awareness, lack of professional human resources, and ignorance about general sharia insurance products. However, with the innovation of sharia insurance products based on waqf, it is hoped that it can improve social protection for the community and increase public awareness of the importance of social protection.
Women's Leadership Management in Developing the Character of Al Munawwir Students Based on Religious Values Huda, Syariful Huda; Nai'imah; Muhammad Azmi Auf; Abdillah Naufal Abror; Rafi Pradipa
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4273

Abstract

This study was conducted to analyze women's leadership management in the character development of students (santri) at Al-Munawir Islamic Boarding School (Pondok Pesantren Al-Munawir) in Krapyak, Yogyakarta, particularly those based on religious values. This research is a qualitative study using a case study approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with the boarding school caretaker, Mrs. Nyai Idah, who leads the Fatimiyah and L dormitory, as well as through direct observation within the pesantren environment. Meanwhile, secondary data were collected from literature reviews related to women's leadership, character education, and religious values in Islamic boarding schools. The results show that the women's leadership applied here has strong characteristics in shaping the students' personalities through exemplary behavior, discipline, and both spiritual and emotional approaches. Furthermore, the findings indicate that religious values serve as the main foundation in the character-building process, such as sincerity, responsibility, manners, and independence, which are consistently instilled in the students' daily lives. The implications of this research suggest that women's leadership in Islamic boarding schools can make a significant contribution to the character formation of students, especially when managed with strong Islamic values. This also opens up opportunities to strengthen the role of women in faith-based educational institutions
Peran Modal Ventura Syariah sebagai Alternatif Permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia Al Azroh, Devira; Mugiyati
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4308

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, namun kerap menghadapi tantangan signifikan dalam hal mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Salah satu alternatif pembiayaan yang potensial dan sesuai prinsip syariah adalah modal ventura syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal ventura syariah sebagai lembaga keuangan non-bank dalam memberikan solusi permodalan bagi UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan sumber data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal ventura syariah tidak hanya menyediakan dana usaha berbasis akad musyarakah dan mudharabah, tetapi juga memberikan pendampingan manajerial, akses jaringan, serta kontribusi strategis lainnya yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan UMKM. Skema ini memperkuat kapasitas UMKM dari sisi permodalan maupun manajemen, sehingga meningkatkan potensi keberhasilan usaha. Selain itu, modal ventura syariah didukung oleh landasan hukum yang kuat dan prinsip-prinsip syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, menjadikannya instrumen keuangan yang sah dan terpercaya. Dengan demikian, modal ventura syariah memiliki peran strategis dalam pemberdayaan UMKM dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, Modal Ventura Syariah, Pembiayaan Syariah, Ekonomi Islam
Kajian Filsafat tentang Makna Hidup dalam Perspektif Agama dan Implikasinya bagi Masyarakat Sekarang M. Arif Fajar Satrio; Akmansyah, Muhammad; Rahman Hamid, Abd
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4319

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas kajian filsafat mengenai makna hidup dalam perspektif Islam dan implikasinya bagi masyarakat kontemporer. Dalam pemikiran Islam, hidup bukan sekadar eksistensi fisik, melainkan perjalanan spiritual yang bertujuan beribadah kepada Allah dan mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Filsuf Islam klasik seperti Al-Farabi dan Al-Ghazali menekankan pentingnya akal, spiritualitas, dan pengembangan moral dalam mendefinisikan makna hidup. Sementara itu, pemikir modern seperti Fazlur Rahman mengusulkan reinterpretasi dinamis ajaran Islam untuk menjawab tantangan zaman. Pemahaman ini memiliki implikasi signifikan bagi masyarakat modern yang menghadapi krisis moral, ketidakadilan sosial, dan isu lingkungan. Prinsip-prinsip Islam seperti tauhid, keadilan, keseimbangan (mizan), dan tanggung jawab sosial memberikan pedoman untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan adil. Selain itu, Islam mendorong pembelajaran sepanjang hayat, introspeksi, dan toleransi yang penting dalam dunia pluralistik. Artikel ini berargumen bahwa integrasi konsep filsafat Islam tentang makna hidup dapat memberikan kontribusi positif bagi pemenuhan individu dan kesejahteraan masyarakat di era modern. Kata kunci: makna hidup, filsafat Islam, masyarakat kontemporer, tauhid, keadilan sosial, spiritualitas, pengembangan moral, toleransi Abstract This article explores the philosophical study of the meaning of life from the perspective of Islam and its implications for contemporary society. In Islamic thought, life is not merely physical existence but a spiritual journey aimed at worshiping Allah and achieving true happiness in this world and the hereafter. Classical Islamic philosophers such as Al-Farabi and Al-Ghazali emphasize the importance of intellect, spirituality, and moral development in defining a meaningful life. Meanwhile, modern thinkers like Fazlur Rahman advocate for the dynamic reinterpretation of Islamic teachings to address contemporary challenges. This understanding has significant implications for modern societies facing moral crises, social injustice, and environmental issues. Islamic principles such as tawhid (the oneness of God), justice, balance (mizan), and social responsibility offer guidance to create harmonious and just communities. Moreover, Islam encourages lifelong learning, self-reflection, and tolerance, which are vital in a pluralistic world. This article argues that integrating Islamic philosophical concepts of life’s meaning can contribute positively to individual fulfillment and societal well-being in the modern era. Keywords: meaning of life, Islamic philosophy, contemporary society, tawhid, social justice, spirituality, moral development, tolerance
Reposisi Tanda Waqaf Pada Manuskrip Al-Qur'an Madura Melalui Teori Al-Sajawandi dan Khalaf Al-Husaini Nopriani Hasibuan; Eka Mulyo Yunus; Dyah Ratna Sekar Ayu
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reposisi tanda waqaf pada manuskrip Al-Qur’an Madura dengan menggunakan teori Al-Sajawandi dan Khalaf Al-Husaini. Manuskrip Al-Qur’an Madura memiliki karakteristik unik, termasuk dengan penggunaan tanda waqaf yang berbeda dengan standar mushaf cetakan modern. Melalui studi filologis dan analisis tekstual, penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan teori waqaf dari kedua ulama besar tersebut dalam memahami dan merekonstruksi posisi tanda waqaf dan tulisan perkata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan lapangan (field research). Sumber utama penelitian ini adalah Manuskrip mushaf Al-Qur’an milik PP Sumber Anyar dan Al-Qur’an Kementrian Agama. Dengan fokus analisis surah al Jumu’ah, hasil penelitian menunjukkan ada banyak sekali perbedaan signifikan antara tanda waqaf pada manuskrip Al-Qur’an Madura dengan mushaf standar. Perbedaan ini mencerminkan kekayaan intelektual bangsa serta memberikan wawasan baru untuk pelestarian dan pengelolaan warisan budaya lokal.
The Social Gender Construction and Its Influence on Child Custody Determination in Religious Courts in Indonesia Anisa, Lina Nur
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4463

Abstract

This article discusses the academic problem of the dominance of social gender construction in determining child custody in Indonesia’s Religious Courts, which hinders substantive justice, especially for women and children. This research employs a library research method with a qualitative approach and socio-legal studies to analyze key literature, regulations, court decisions, and recent empirical studies. The analysis finds that legal argumentation and judges’ narratives often reproduce gender bias through interpretations of the Compilation of Islamic Law and patriarchal social doctrines, resulting in child custody decisions that are frequently not based on the principle of the best interests of the child. The main recommendations are the reformulation of gender-responsive interpretations and regulations of Islamic family law, increased gender literacy among legal practitioners, and cross-sectoral advocacy to create a more just and inclusive family law system. These findings highlight the urgency of reforming Islamic family law based on substantive justice and child protection and provide both conceptual and practical contributions to the development of progressive Islamic studies in Indonesia.
Meta-Analisis Manajemen Bank Wakaf: Strategi dalam Menjawab Isu-Isu Kontemporer Abdullah Jimly Hasanal Adhim; Mugiyati
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4556

Abstract

Bank wakaf merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif yang ditujukan untuk memperkuat peran sosial-ekonomi umat Islam. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan bank wakaf menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan regulasi, isu transparansi dan akuntabilitas, serta tuntutan digitalisasi di era ekonomi modern. Artikel ini menggunakan pendekatan meta-analisis untuk mengkaji strategi manajemen bank wakaf dalam menjawab isu-isu kontemporer. Sumbersumber literatur yang dianalisis meliputi artikel jurnal, buku, serta dokumen kebijakan terkait manajemen wakaf dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif meliputi penerapan prinsip good governance, pemanfaatan teknologi digital, integrasi dengan sistem keuangan syariah modern, serta peningkatan literasi wakaf di masyarakat. Jadi, manajemen bank wakaf tidak hanya berfungsi sebagai pengelola aset keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan berkelanjutan umat Islam.
Mainstreaming Dynastic Political Thought on the Website Islami.co: A Viewpoint of Hans Georg Gadamer's Hermeneutic Theory Hidayatus Syadyya, Dini Tri; Ala, Abd; Salik, Mohamad
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4663

Abstract

The phenomenon of political dynasties, namely the inheritance of power in a particular family or group, has become an important issue in Indonesia's political dynamics and attracted the attention of the media, including Islamic-based media such as Islami.co. Islami.co articles often raise the topic of political dynasties with a perspective that links Islamic values and their relevance to contemporary political practices. Hans-Georg Gadamer's hermeneutic approach, particularly the concept of fusion of horizons, is used in this research to understand how Islami.co mainstreams the discourse of dynastic politics. Gadamer's theory emphasizes a dialogue between the text and the reader that involves the incorporation of historical, social, and cultural perspectives. Through this framework, Islami.co not only provides information, but also interprets the phenomenon of dynastic politics by linking it to Islamic history, such as the leadership of Bani Umayyah and Bani Abbasiyah, which reflects the appropriateness of traditional values in a modern context. This hermeneutic approach allows Indonesian Muslim readers to understand political dynasties in a more complex framework, not just as a practice that is viewed negatively or positively. As a result, Islami.co acts as an agent of interpretation that combines the horizon of Islamic history and current political challenges, resulting in a new understanding that balances Islamic values with contemporary political dynamics in Indonesia.
Spiritualitas dan Kemanusiaan: Membaca Kisah Nabi Ibrahim dalam QS. As-Saffat Ayat 100–107 melalui Hermeneutika Wilhelm Dilthey Muhammad Aska Irfani; Afdalul Ummah; Kirwan; Dendi Nugraha
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4664

Abstract

Kisah nabi Ibrahim yang menerima perintah untuk menyerahkannya dalam QS. As-Saffat ayat 100–107 merupakan narasi keagamaan yang menyimpan kedalaman makna spiritual, historis, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika Wilhelm Dilthey untuk memahami dinamika batin dan simbolik dalam kisah tersebut melalui tiga konsep utama: Erlebnis (pengalaman), Ausdruck (ekspresi), dan Verstehen (pemahaman). Dengan pendekatan ini, kisah tidak hanya dimaknai sebagai ketaatan terhadap perintah Ilahi, namun juga sebagai pengalaman eksistensial yang sarat emosi dan refleksi. Erlebnis merepresentasikan pergolakan batin nabi Ibrahim dan anak-anaknya dalam menghadapi perintah yang menguji keimanan dan kemanusiaan. Ausdruck tampak dalam dialog dan tindakan simbolik yang mencerminkan ekspresi spiritual serta menjadi titik balik nilai-nilai keagamaan yang lebih manusiawi. sementara Verstehen digunakan untuk menggali makna secara intersubjektif melalui empati dan refleksi mendalam terhadap tokoh. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan kisah tersebut dibaca bukan hanya sebagai peristiwa keimanan, namun juga sebagai refleksi etika, budaya, dan kemanusiaan. Kisah Nabi Ibrahim yang menerima perintah untuk mengorbankan putranya dalam Surat As-Saffat, ayat 100-107, merupakan narasi keagamaan yang kaya akan kedalaman spiritual, historis, dan psikologis. Kajian ini menggunakan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey untuk mengeksplorasi dinamika batin dan simbolik kisah tersebut melalui tiga konsep utama: Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ekspresi), dan Verstehen (pemahaman). Melalui pendekatan ini, kisah tersebut dimaknai bukan sekadar sebagai tindakan ketaatan kepada perintah Tuhan, melainkan juga sebagai pengalaman eksistensial yang sarat dengan emosi dan refleksi. Erlebnis merepresentasikan gejolak batin Nabi Ibrahim dan putranya saat mereka menghadapi perintah yang menguji iman dan kemanusiaan. Ausdruck tampak jelas dalam dialog dan tindakan simbolik yang mengekspresikan sentimen spiritual dan menandai titik balik menuju nilai-nilai keagamaan yang lebih berpusat pada manusia. Sementara itu, Verstehen digunakan untuk mengungkap makna secara intersubjektif melalui empati dan refleksi mendalam terhadap tokoh-tokoh yang terlibat. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan narasi dibaca tidak hanya sebagai peristiwa keimanan, tetapi juga sebagai refleksi tentang etika, budaya, dan kemanusiaan.
Reaktualisasi Filsafat Etika Ibnu Miskawaih dalam Konstruksi Budaya Bermedia Sosial Rochman Hakim, Wilda
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4673

Abstract

Media sosial telah menjad ruang baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri, berinteraksi, dan membentuk identitas sosial. Di balik manfaatnya, ruang-ruang digital memunculkan berbagai problem etis dan budaya baru seperti pencarian validasi tanpa batas, penyebaran informasi palsu, hingga kecanduan yang melemahkan kesadaran diri. Artikel ini berupaya untuk reaktualisasi filsafat etika Ibnu Miskawaih, khususnya teori jalan tengah (al-wasath), sebagai landasan dalam konstruksi budaya bermedia sosial yang bijak, kritis, kreatif, dan bertanggungjawab. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskripsit-analitis terhadap teks primer Tahdzîb al-Akhlāq dan berbegai sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan antara tiga daya; rasional, amarah, dan syahwat serta teori jalan tengah sebagaimana dirumuskan Ibnu Miskawaih dapat diimplementasikan dalam tiga aspek utama penggunaan media sosial; ekspresi diri yang otentik dan proporsional, sikap verifikatif terhadap informasi, dan pengelolaan waktu yang bijak. Ketiganya merupakan pengejawentahan dari nilai hikmah (kebijaksanaan), iffah (menjaga diri), dan ‘adālah (keadailan). Dengan demikiran, teori etika Ibnu Miskawaih tidak hanya relevan di era klasik saat itu, tetapi juga dapat menjadi kerangka etis yang aktual untuk membangun kesadaran digital dan budaya bermedia sosial yang utama. Kata kunci: Ibnu Miskawaih; Filsafat Etika; Etika Jalan Tengah; Media Sosial.