cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2025)" : 30 Documents clear
Identifikasi bakteri Staphylococcus aureus pada baju khusus (seragam) dokter di rumah sakit Shari, Amalia; Humaira, Andhara
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1580

Abstract

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit yang dapat menyerang pasien, petugas kesehatan serta orang-orang yang datang ke rumah sakit. Infeksi ini dapat menyebar melalui berbagai media, termasuk seragam dokter yang digunakan sering berinteraksi langsung dengan pasien. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri penyebab infeksi nosokomial yang dapat hidup pada nares anterior dan kulit, dan dapat menimbulkan berbagai penyakit jika masuk ke tubuh melalui luka atau saat sistem imun lemah. Jurnal ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada seragam dokter di rumah sakit. Untuk mendeteksi keberadaan bakteri ini, dilakukan pengambilan sampel dengan metode swab pada seragam dokter. Sampel kemudian ditanam di media MSA (Manitol Salt Agar) yang selektif untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus. Selanjutnnya, dilakukan uji pewarnaan gram dan karakterisasi bakteri Staphylococcus aureus untuk identifikasi bakteri tersebut dengan menggunakan beberapa metode karakterisasi sederhana. Metode ini dapat meliputi uji katalase, uji koagulase, uji SIM (Sulfide Indol Motility), uji fermentasi karbohidrat dan uji resistensi antibiotik. Penelitian ini dapat menunjukkan bahwa seragam dokter dapat terkontaminasi oleh bakteri Staphylococcus aureus, sehingga berpotensi menjadi sumber penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan praktik kebersihan dan sterilisasi dalam penanganan seragam dokter di rumah sakit.
Analisis kadar Vitamin B1 pada beras, biji jagung, dan biji gandum dengan metode Spektrofotometri UV-Visibel Mulia, Putri; Putri, Dwi Kurnia; Martinus, Martinus
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1582

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kadar vitamin B1 pada beras, biji jagung, dan biji gandum dengan metode spektrofotometri UV-Visibel. Vitamin B1 direaksikan dengan biru bromtimol untuk membentuk kompleks asosiasi ion dengan bantuan polivinyl alkohol sebagai zat pensolubilisasi yang diukur pada panjang gelombang maksimum 430 nm. Metode ini cukup teliti, selektif, dan dapat menentukan vitamin B1 secara langsung tanpa melakukan ekstraksi dengan pelarut organik. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin B1 yang diperoleh dari beras 0,1990%0,00114, gandum 0,2085%0,000346, dan jagung0,1248%0,0000908.
Manajemen komprehensif insomnia terkait smartphone pada mahasiswa: Perspektif keperawatan, farmasi, dan fisioterapi Maulina, Devi; Anugrahwati, Ria; Adiana, Sylvi; Syafitri, Putri Karina; Arianti, Varda; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Retnani, Ajeng Dwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1619

Abstract

Penggunaan smartphone secara berlebihan telah menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus insomnia di kalangan mahasiswa. Paparan cahaya biru, stimulasi kognitif yang terus-menerus, dan gangguan ritme sirkadian berdampak negatif terhadap kualitas tidur. Mengingat kompleksitas masalah ini, diperlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif lintas profesi untuk penanganannya. Artikel ini disusun sebagai tinjauan naratif berbasis literatur yang relevan dari berbagai sumber primer dan sekunder (2013–2024), dengan fokus pada peran keperawatan, farmasi, dan fisioterapi dalam manajemen insomnia terkait penggunaan smartphone. Penelusuran dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci: insomnia, smartphone use, nursing intervention, pharmaceutical care, physiotherapy, dan interprofessional collaboration. Tinjauan menunjukkan bahwa perawat berperan dalam edukasi sleep hygiene dan teknik perilaku seperti CBT-I; farmasis berkontribusi melalui edukasi rasional penggunaan suplemen atau obat tidur; sedangkan fisioterapis mendukung melalui intervensi fisik seperti latihan relaksasi otot dan teknik pernapasan. Sinergi ketiga profesi ini membentuk pola layanan integratif yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Pendekatan multidisipliner dalam manajemen insomnia terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan tunggal. Kolaborasi antara keperawatan, farmasi, dan fisioterapi memungkinkan intervensi yang lebih personal, holistik, dan berkelanjutan. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan interprofesional dalam kurikulum serta penerapan praktik kolaboratif dalam pelayanan kesehatan kampus.
Rational use of NSAIDs and the incidence of potential drug interactions in inpatients with osteoarthritis at the Tangerang City General Hospital Fauziah, Siva; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah; Putri, Annisa Septyana; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1621

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a disease that affects articular cartilage, subchondral bone, synovium, capsule, and ligaments. This disease is an overlapping disorder with different etiologies but similar biological, morphological, and clinical outcomes. The rationality of drug use in osteoarthritis must be optimized to achieve optimal therapeutic outcomes. The potential for drug interactions must also be understood to prevent unwanted effects from therapy. Objective: To determine the rationality of drug use and the potential for drug interactions in osteoarthritis patients at Tangerang City General Hospital, focusing on the four principles of appropriate drug use: appropriate patient, appropriate drug, appropriate indication, and appropriate dose. This study is a descriptive observational study with a cross-sectional design and uses retrospective data. Method: The study sample was selected using purposive sampling, considering inclusion and exclusion criteria. The study sample meeting the inclusion criteria consisted of 31 medical records (patients). The data obtained were then compared with the reference standards of the Indonesian Rheumatology Association (IRA). Results: Patient characteristics based on age showed the highest proportion in early elderly (46–55 years) at 41.9%, female gender at 71%, with joint pain location in the feet at 65%, other joints at 23%, and hands at 12.9%. The profile of prescribed osteoarthritis medications was as follows: sodium diclofenac 41.9%, meloxicam 38.7%, ketorolac 12.9%, and mefenamic acid 6.5%. The rationality of patient accuracy, medication, indications, and dosage yielded 100% data related to NSAID use in osteoarthritis patients, with the highest potential for drug interactions occurring in the combination of sodium diclofenac and bisoprolol at 18.2% at a moderate severity level. The mechanism of interaction involves NSAIDs potentially weakening the antihypertensive effects of beta-blockers. The mechanism of NSAID-induced inhibition of renal prostaglandin synthesis results in uninhibited pressor activity, leading to hypertension. Additionally, NSAIDs can cause fluid retention, which also affects blood pressure. Conclusion: The rational use of NSAIDs in terms of the right patient, right drug, right indication, and right dose was 100%, and the total number of PIAO cases found was 11 (28.2%). Of all the cases identified, 8 cases were moderate in severity and 3 cases were minor. The most common drug interactions were between Sodium Diclofenac and Bisoprolol, accounting for 18.2%. Keywords: Drug rationality NSAIDs, Osteoarthritis, Potential drug interactions.
Efektivitas ekstrak Etanol Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) pada tikus jantan putih (Rattus Norvegicus L.) sebagai agen Hepatoprotektor Komarudin, Dede; Adriana, Yulis; Ruslihagi, Farid; Fauziah, Siva; Putri, Annisa Septyana; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1622

Abstract

Latar Belakang: Hati adalah organ penting dalam tubuh manusia.kerusakan pada hati disebabkan oleh banyak faktor termasuk obat-obatan tertentu, paparan polutan, dan bahan kimia lingkungan seperti parasetamol, karbon tetraklorida, dan lain-lain. triklorometil membentuk radikal triklorometilperoksi Peroksidasi lipid, gangguan homeostasis Ca2, dan N-acetylcysteine Tanaman Rosmarinus officinalis L. kadang-kadang dikenal sebagai rosemary atau rosmarin, merupakan anggota famili Lamiaceae dan rosemary memiliki efek antioksidan serta hepatoprotektif. Tujuan: Studi ini untuk menguji efektivitas antioxidant ekstrak Rosemary dan sebagai agen hepatoprotektor pada tikus jantan putih. Metode: Penelitian ini dilakukakan secara eksperimental dengan melakukan  ekstraksi etanol 80% Rosemary untuk menguji efektivitas antioksidan yang diujikan kepada hewan tikus 30 ekor terbagi menjadi 6 kelompok dan terdiri dari 5 ekor tikus yang masing-masing hanya di induksi karbon tertaklorida (CCL4): induksi CCL4 & obat pembanding; induksi CCL4  dan ekstrak rosemary dosis 80%, 100% dan 120% serta tikus yang hanya di beri makan dan minum kemudian untuk mengetahui penurunan dan dosis optimalnya berdasarkan kadar AST (Aspartate Aminotransferase) dan ALT (Alanine Aminotransferase). Hasil : Pengukuran setelah diinduksi CCL4 didapatkan kadar rata-rata AST & ALT masing-masing kelompok 1-6 yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6  &147,2; 168,8 & 151 U/L. Pengukuran kadar AST dan ALT setelah dilakukan pemantauan dan perlakuan pada hari ke 1 berturut-turut yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6 & 147,2; 168,8 & 151 U/L. Pada hari ke 7 yaitu 57,6 & 23; 113,4 & 92,4; 160,2 & 149; 114,4 & 102,8; 118.6 & 88,4; 96 & 84,6 U/L.  Pada hari ke 14 yaitu 57 & 22,4; 60 & 27; 128,2 & 123,4; 103,2 & 56,6; 70 & 38,8; 58,2 23,4 U/L. Kesimpulan: Ekstrak Rosemary berpotensi sebagai Hepatoprotektor karena dapat menurunkan aktivitas kadar ALT dan AST pada tikus putih jantan yang telah diinduksikan CCl4 dengan dosis optimum yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor pada dosis 100-120%.
Pola penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di instalasi rawat inap rumah sakit X Bekasi tahun 2023 Zaevany, Tatiek Arsita; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1630

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang memerlukan penanganan segera, termasuk pemberian antibiotik yang tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi dan memperburuk kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di instalasi rawat inap Rumah Sakit X Bekasi tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif dalam metode deskriptif dalam desain penelitian data diambil secara retrospektif. Penelitian ini menggunakan sampel resep pasien pneumonia di Rumah Sakit X Bekasi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu jenis kelamin laki – laki sebanyak 74 pasien (63,25%), usia masa balita 0 – 5 tahun sebanyak 90 pasien (76,92%) dan diagnosa terbanyak yaitu pneumonia sebanyak 68 (58,12%). Pada penggunaan berdasarkan jenis antibiotik paling banyak digunakan yaitu ampisillin sulbactam sebanyak 63 pasien, (45,00%), penggunaan berdasarkan golongan antibiotik paling banyak yaitu Penisillin sebanyak 66 pasien (47,14%).
Tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Institut Kesehatan Hermina tentang air rebusan daun salam sebagai obat hipertensi Saputra, Tegar Bagus; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1631

Abstract

Pengetahuan merupakan pemahaman atau keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pendidikan, atau pembelajaran. Pengetahuan tentang bahan alam mencakup informasi mengenai senyawa yang dihasilkan oleh organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap obat modern maupun obat tradisional untuk mendukung praktik kefarmasian yang aman dan berbasis bukti. Daun salam (Syzygium polyanthum) adalah salah satu tanaman herbal yang umum digunakan, kaya akan metabolit sekunder, dan memiliki efek farmakologis sebagai obat tradisional, termasuk terapi hipertensi. pentingnya pemahaman mahasiswa farmasi terhadap pemanfaatan tanaman herbal serta belum adanya penelitian yang secara khusus mengkaji pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai air rebusan daun salam, dilakukan penelitian berjudul Pengetahuan Mahasiswa Farmasi Institut Kesehatan Hermina tentang Air Rebusan Daun Salam sebagai Obat Hipertensi. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuisioner yang terdiri dari 10 pernyataan. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas(r table =0,235) dan reliabilitas(α =0,530). Hasil dari 67 responden menunjukkan tingkat pengetahuan terbagi menjadi tiga kategori: Baik (66%), Cukup (22%), dan Kurang (12%).
Gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di instalasi gawat darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh Ananda, Liza; Syarif, Hilman; Nurhidayah, Irfanita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1507

Abstract

Pelaksanaan caring dalam pelayanan keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kualitas asuhan dan kepuasan pasien. Namun, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan caring di Instalasi Gawat Darurat masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 344 responden dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Gadar Caring Scale (GCS-46), yang terdiri dari tiga aspek utama, yaitu perilaku caring, lingkungan caring, dan administrasi caring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien (87,2%) menilai pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa dalam kategori baik, dengan aspek perilaku caring sebesar 95,1%, lingkungan caring sebesar 83,1%, dan administrasi caring sebesar 87,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar perawat telah menerapkan prinsip caring dalam pelayanan keperawatan, seperti interaksi dengan pasien, kebersihan lingkungan, serta administrasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa Banda Aceh tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus meningkatkan pelatihan bagi perawat dalam aspek komunikasi terapeutik dan manajemen pelayanan untuk memastikan kepuasan dan kenyamanan pasien tetap optimal.
Faktor yang mempengaruhi keluhan Musculoskeletas Disorders (MSDs) pada tenaga kerja bongkar muat barang di kota X Siregar, Nur Asiyah; Eliska, Eliska
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1583

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem otot dan rangka yang sering disebabkan oleh aktivitas kerja berulang, postur tubuh tidak ergonomis, serta beban kerja berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi keluhan MSDs pada tenaga kerja bongkar muat di Kota X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 62 responden yang dipilih melalui total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Regresi Logistik. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan adalah postur kerja (p-value = 0,003) dan lama kerja (p-value = 0,001), sedangkan suhu (p-value = 0,291), umur (p- value=0,775), dan kebiasaan merokok (p-value = 0,485) tidak berpengaruh signifikan. Disimpulkan bahwa postur kerja dan lama kerja memengaruhi keluhan MSDs. Perusahaan disarankan mengevaluasi postur kerja dan mengatur waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs.
Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari Suhadi, Suhadi; Meliahsari, Renni; Muslimah, Muslimah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1587

Abstract

Anemia merupakan permasalahan gizi yang masih banyak terdapat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia di kalangan remaja putri di SMAN 9 Kendari. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 9 Kendari berjumlah 358 siswi. Sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow, menghasilkan 76 siswi dan diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilkakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000), konsumsi fast food dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000) dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,017). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Saran peneliti bagi responden adalah menjaga selalu sarapan setiap pagi, menjaga pola makan yang baik dengan makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan, mengurangi minuman dan makanan fast food dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Page 2 of 3 | Total Record : 30