cover
Contact Name
Agus Yulianto
Contact Email
pej@unublitar.ac.id
Phone
+6287867104193
Journal Mail Official
pej@unublitar.ac.id
Editorial Address
Jalan Masjid 22, Kota Blitar, Jawa Timur
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Patria Educational Journal
ISSN : 28094298     EISSN : 28093178     DOI : https://doi.org/10.28926/pej
Core Subject : Education,
Patria Educational Journal (PEJ) adalah jurnal penelitian peer-review dengan sistem akses terbuka yang diterbitkan oleh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar,. Patria Educational Journal menyediakan platform yang menyambut dan mengakui artikel ilmiah hasil penelitian empiris, kajian dan ulasan yang berkualitas di bidang pendidikan karya oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dari seluruh dunia.
Articles 188 Documents
Ekokritik puisi Made Adnyana Ole: Studi interseksionalitas kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial “dongeng dari Utara” Puji Siswanto; Saptono Hadi; Agus Hermawan; Agus Yulianto
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i3.2624

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi interseksionalitas antara kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial dalam puisi Dongeng dari Utara karya Made Adnyana Ole. Menggunakan kerangka ekokritik, penelitian ini menganalisis bagaimana teks sastra berfungsi sebagai "arsip forensik" yang mengungkap penindasan berlapis berdasarkan gender, kelas sosial, dan geografi. Temuan menunjukkan bahwa degradasi ekologis di wilayah "Utara" merupakan manifestasi kapitalisme predatoris yang memarjinalkan nelayan dan petani. Krisis ini mengakibatkan alienasi ruang hidup dan terputusnya warisan ekologis antargenerasi. Penelitian menyimpulkan bahwa restorasi alam harus inklusif terhadap keadilan sosial guna mencegah gentrifikasi hijau oleh elit kekuasaan. Abstract: This article explores the intersectionality between environmental degradation and social injustice in the poetry collection Dongeng dari Utara by Made Adnyana Ole. Using an ecocritical framework, the study analyzes how literary texts function as a “forensic archive” that reveals layered oppression based on gender, social class, and geography. The findings indicate that ecological degradation in the “North” region is a manifestation of predatory capitalism that marginalizes fishermen and farmers. This crisis leads to the alienation of living spaces and the disruption of intergenerational ecological heritage. The study concludes that environmental restoration must be inclusive of social justice to prevent green gentrification by the ruling elite.
Pemanfaatan aplikasi YouTube sebagai inovasi pembelajaran untuk mendukung perkembangan siswa sekolah dasar Sovi Setyo Nur Bekti; Ragil Tri Oktaviani
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i2.2625

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah menciptakan suasana belajar yang menarik dan tidak monoton, sesuai dengan karakteristik siswa di era digital yang lebih responsif terhadap media visual dan audio. Aplikasi YouTube muncul sebagai solusi inovatif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran SD, metode yang digunakan yaitu literatur review yang bersumber dari berbagai jurnal pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan YouTube dapat memberikan manfaat besar terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Namun, penggunaan yang tidak terarah juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan, paparan konten tidak layak, dan gangguan perkembangan bahasa. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pemanfaatan yang tepat, seperti seleksi konten yang relevan, integrasi dengan metode pembelajaran aktif, pemanfaatan fitur interaktif, pengawasan orang tua, serta pelatihan guru. Dengan strategi yang tepat, YouTube dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Abstract The development of information and communication technology has brought significant changes in the world of education, including at the elementary school level. One of the main challenges faced by teachers is to create a learning atmosphere that is interesting and not monotonous, in accordance with the characteristics of students in the digital era who are more responsive to visual and audio media. YouTube has emerged as an innovative solution that can be utilized as an interactive, engaging and relevant learning medium for students. This article aims to examine the utilization of YouTube in elementary school learning, the method used is a literature review sourced from various educational journals. The results show that the use of YouTube can provide great benefits to students' cognitive, affective, and psychomotor development. However, undirected use can also have negative impacts such as addiction, exposure to inappropriate content, and impaired language development. Therefore, proper utilization strategies are needed, such as selection of relevant content, integration with active learning methods, utilization of interactive features, parental supervision, and teacher training. With the right strategies, YouTube can be an effective learning medium and support students' overall development.
Model Manajemen Program Kelas Internasional (ICP) Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang Nanang Zamroji
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2637

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis manajemen Program Kelas Internasional ( ICP) Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang sebagai model pengelolaan pendidikan dasar bertaraf internasional yang adaptif terhadap dinamika globalisasi pendidikan. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia agar bisa bersaing di tingkat global tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai nasional. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi lapangan, Wawancara mendalam, observasi partisipan, serta studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang selanjutnya dilakukan analisis tematik dengan teknik triangulasi untuk menjamin validitas hasil. Temuan utama menunjukkan bahwa manajemen ICP di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dilaksanakan melalui empat komponen utama, yaitu perencanaan strategis yang kolaboratif antara sekolah dan universitas, pengorganisasian sumber daya manusia yang berorientasi pada kompetensi global, pelaksanaan pembelajaran berbasis bilingual active learning dengan integrasi teknologi digital, serta pengawasan dan evaluasi mutu yang dilakukan secara internal dan eksternal. Penelitian ini menyimpulkan keberhasilan implementasi ICP tidak cuma ditentukan integrasi kurikulum internasional, namun juga oleh efektivitas manajemen berbasis sekolah dan kemitraan institusional dengan perguruan tinggi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integrative institutional partnership sebagai inovasi dalam manajemen pendidikan dasar internasional di Indonesia, serta memberikan dampak realistis bagi pembuat kebijakan serta institusi pendidikan dalam memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program kelas internasional.
The independence character of elementary school children with autism: A case study Ari Setiawan; Syarief Fajaruddin; Nuryani Dwi Astuti; Devi Wahyu Ertanti; Sri Budyartati; Jamilah Jamilah; Machmudah Machmudah
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i3.2639

Abstract

This case study explores the development of independence in an elementary school-aged child with Autism Spectrum Disorder (ASD). Using qualitative methods—including direct observation, semi-structured interviews, and document analysis—the study identified key factors that facilitated independent behavior in both home and school settings. The child demonstrated increased autonomy in daily tasks such as toileting, dressing, and class participation, particularly when supported by structured interventions including visual schedules, task analysis, and token reinforcement systems. A significant finding was the role of consistent collaboration between parents and teachers, which enabled the child to generalize skills across environments. These results affirm the importance of individualized support strategies and inter-setting consistency in promoting independence among children with ASD. The study concludes by recommending sustained, context-sensitive interventions and further research across multiple participants and settings to inform evidence-based practices in special education.
Likert Scale vs Semantic scale: Comparing the use of Mendeley application for the journal editors Syarief Fajaruddin; Farida Agus Setiawati; Ari Setiawan; Nuryani Dwi Astuti; I Nyoman Indhi Wiradika; Mia Ayu Nadia; Tri Andi
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i3.2650

Abstract

The study aims to identify the excellence in the use of two types of scale by comparing the Likert Scale and the Semantic Differential Scale. In addition, the study aims to identify the constructs of the Mendeley application as well as the indicators that it has shaped. The study itself is developmental research. The instruments for the Likert Scale and the Semantic Scale have been developed by referring to the same guidelines. Then, the respondents in the study are 59 journal administrators throughout Indonesia. After the data have been gathered, the data are analysed by using the exploratory factor analysis and the confirmatory factor analysis. The results of the study show that four factors that have been formed in the construction for the Mendeley application using the two scales. Based on the measurement results, it is found that Semantic Differential Scale is more excellent in terms of validity and reliability.
Comparative Evaluation of UMMI and At-Tartili Methods in Elementary Quranic Literacy Using the CIPP Model Nurul Hidayah; Luk-Luk Nur Mufidah; Luluk Luluk Indarti
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2653

Abstract

The ability to read and write the Quran (BTQ) is an essential skill in elementary education, vital for cultivating a fluent and rhythmic generation of Quranic scholars. The UMMI and At-Tartili systems are two prevalent approaches, each emphasizing distinct aspects: reading fluency and accuracy. This study seeks to assess and contrast the efficacy of both methodologies utilizing the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A mixed-methods approach was used to gather data through observations, interviews, and student reading assessments at two madrasahs in Kediri Regency. The research findings indicate that the UMMI approach significantly enhances students' reading fluency and motivation, whereas the At-Tartili method demonstrates superiority in tajwid accuracy and reading quality. Context and input assessment indicated resource preparedness for method implementation; however, process elements require enhancement, especially in terms of learning differentiation. This discovery advocates for the creation of a hybrid model that amalgamates the advantages of both methodologies to enhance the efficacy and equilibrium of BTQ learning. This study advances the creation of an evidence-based Quranic learning model pertinent to madrasah education.
The CARE+E Framework: Reconstructing a New Ontology in Mathematics Education Khabibur Rohman; Wahyu Intan Putri Ayu Hidayat
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i2.2654

Abstract

Pembelajaran matematika kerap terjebak dalam paradigma instruksional yang memberi penekanan berlebih pada aspek kognitif, sehingga dimensi psikologis dan emosional siswa sering terabaikan. Cara pandang semacam ini berkontribusi pada ketidakmampuan model pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk menjawab kebutuhan peserta didik secara holistik. Penelitian ini berupaya merekonstruksi pedagogi matematika agar lebih holistik dengan mengembangkan pendekatan baru yang berorientasi pada keseimbangan rasionalitas dan afeksi. Penelitian menggunakan pendekatan pengembangan instruksional ADDIE, namun difokuskan pada tahap analisis, desain, dan pengembangan. Pada tahap analisis diperoleh informasi bahwa terdapat kekosongan dalam model-model pembelajaran matematika yang umumnya menekankan penyelesaian hambatan kognitif semata. Proses tahap desain menghasilkan landasan konseptual yang berakar pada Realistic Mathematics Education, Social Emotional Learning, dan Meaningful Learning. Selanjutnya, tahap pengembangan mengoperasionalisasi framework Compassionate Math melalui formulasi prinsip-prinsip operasional yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan relasional dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework Compassionate Math dapat diformulasikan melalui prinsip CARE+E (Contentment, Activity, Relationship, Engagement, Empathy) yang berpotensi mengatasi hambatan kognitif tanpa mengabaikan aspek psikologis-emosional. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran paradigma baru pendidikan matematika yang lebih humanis serta memberikan dasar teoretis bagi penelitian lanjutan berupa validasi empiris maupun implementasi di ruang kelas.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) Sebagai Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Siti Nadhifah; M. Zainuddin; Eny Nur Aisyah; Evania Yavie; Yudithia Dian Putra
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i2.2684

Abstract

Perkembangan teknologi layar sentuh (touchscreen technology) dalam pendidikan anak usia dini menunjukkan tren yang semakin meningkat secara global. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran anak usia dini semakin berkembang pesat, salah satunya melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. perangkat berbasis sentuhan, seperti tablet dan Interactive Flat Panel (IFP), mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dibandingkan media konvensional. Anak usia prasekolah dapat memahami konsep dasar, seperti pengukuran dalam pembelajaran STEM melalui penggunaan teknologi interaktif, di mana fitur interaktivitas berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan transfer pengetahuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh penggunaan IFP dalam meningkatkan keaktifan pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari database ScienceDirect dan Google Scholar yang terbit dalam rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan IFP sebagai media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan keaktifan anak secara signifikan, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi, perhatian, serta keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, IFP juga berkontribusi dalam pengembangan kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain (play-based learning) dan penggunaan konten interaktif seperti permainan edukatif dan digital storytelling. Faktor pendukung keberhasilan implementasi IFP meliputi kompetensi guru dalam mengelola media, desain pembelajaran yang menarik, serta integrasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, IFP dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di pendidikan anak usia dini.
Media sosial sebagai alternatif platform edukasi inovatif di lingkungan SD Hanum Wulandari
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i4.2687

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Artikel ini mengkaji potensi media sosial sebagai platform edukatif inovatif di sekolah dasar melalui studi pustaka. Solusi yang ditawarkan mencakup integrasi media sosial dalam kegiatan belajar mengajar yang kolaboratif dan interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mampu meningkatkan motivasi belajar, kemandirian siswa, serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator. Namun, tantangan penggunaan tetap perlu diatasi melalui literasi digital dan pengawasan yang bijak.
Dinamika Persepsi Orang Tua dan Guru Terhadap Penggunaan Gawai dalam Pendidikan Disiplin Anak Diana Lutfiana Ulfa; Lituh Sinana
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2717

Abstract

This study aims to describe the similarities and differences between parents’ and teachers’ perceptions regarding the use of digital devices in children’s discipline education, as well as to analyze the role of Civic Education (PKn) as a framework for developing disciplined behavior in device use at home and at school. The research was conducted at SDN Mangunan 02, Blitar, using a qualitative approach through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings indicate diverse perceptions of device use: some parents have provided their children with personal devices, while others restrict access by allowing the use of parents’ devices only. A similar dynamic appears among teachers: the use of devices at school remains limited due to the small number of Chromebooks available to be shared among classes, yet teachers still encourage digital engagement through online assignments. Furthermore, PKn values are shown to be an important framework in fostering discipline, responsibility, and self-control in children’s use of technology. This study highlights that synergy between parents’ and teachers’ perceptions and educational roles is essential to cultivating a healthy digital discipline culture among elementary school students.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026 Vol 6 No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026 Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026 Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026 Vol 5 No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Desember 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Desember 2025 Vol 5 No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025 Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Maret 2025 Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Maret 2025 Vol 4 No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Desember 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Desember 2024 Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 September 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 September 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Juni 2024 Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Vol 3 No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023 Vol 3 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023 Vol. 3 No. 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023 Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023 Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023 Vol 2 No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 Desember 2022 Vol 2 No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 September 2022 Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Juni 2022 Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Maret 2022 Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 September 2021 More Issue