cover
Contact Name
saifudinn yusuf
Contact Email
saifudinyusuf72@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsinda@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid 22 Blitar, East Java, Indonesia, Website: www.unublitar.ac.id
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies
ISSN : 27766489     EISSN : 27970612     DOI : https://doi.org/10.28926/sinda
Core Subject : Religion, Education,
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies adalah jurnal Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar yang mewadahi penelitian akademisi untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Terutama dalam bidang Jurnal Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Hukum Keluarga Islam, Psikologi Islam, PIAUD, Ilmu Al Quran Dan Tafsir, Komunikasi Penyiaran Islam dan ilmu pendidikan lain serta pengajarannya dengan membuat jurnal ilmiah terkait bidang keilmuan tersebut. Adapun tujuan dari publikasi ini adalah mensosialisasikan hasil temuan dari kajian atau penelitian berdasarkan evidence (bukti/kebenaran/fakta/data) di lapangan baik di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional. Banyak sekali fakta hasil kajian dan penelitian yang sebetulnya sangat penting dan menarik untuk diakses dan dijadikan bahan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan, tetapi sulit untuk diperoleh/diakses/dijangkau oleh pengambil kebijakan atau pihak pengguna lainnya. Hal ini disebabkan karena hasil kajian/penelitian para peneliti, dosen, mahasiswa tidak dipublikasikan secara luas. Jurnal SINDA Diterbitkan selama 3 kali setahun, yakni pada April, Agustus dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Dinamika Fatwa Fiqh Kontemporer: Analisis Metodologi Istinbath Empat Mazhab dalam Menilai Fenomena Artificial Intelligence Rikha Iffatuts Tsaniyah; Wilda Nurona Khaerani; Naela Rihlana Agastya; Saqila Daffa Sabila; Siyono -
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2281

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah menimbulkan pertanyaan fundamental mengenai kompatibilitasnya dengan hukum Islam, khususnya dalam konteks penerbitan fatwa dan pengambilan keputusan keagamaan. Penelitian ini mengkaji bagaimana kerangka metodologis istinbath empat mazhab fikih Sunni utama Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi fenomena AI dalam kehidupan Muslim kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur fikih, kajian keislaman kontemporer, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan AI dan dinamika fatwa modern. Temuan menunjukkan bahwa meskipun keempat mazhab sepakat bahwa AI tidak dapat menggantikan otoritas manusia dalam urusan keagamaan yang memerlukan kesadaran spiritual dan akuntabilitas moral, mereka berbeda dalam pendekatan metodologis: mazhab Hanafi dan Maliki menunjukkan fleksibilitas lebih besar melalui istihsan dan maslahah mursalah, sementara mazhab Syafi'i dan Hanbali mempertahankan kepatuhan tekstual yang lebih ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat bantu (wasilah) tetapi bukan sebagai sumber hukum Islam yang otonom, dan penerapannya harus sejalan dengan prinsip maqasid al-syari'ah untuk memastikan implementasi yang etis dan sesuai dengan teologi Islam dalam konteks modern.
Perlindungan Hak Asasi Perempuan Dalam Perspektif Hukum Nasional Dan Hukum Islam: Analisis Kritis Terhadap Kesenjangan Norma Dan Implementasi Di Indonesia Arum Ayu Lestari; Febri Istiqomah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2484

Abstract

Perlindungan hak asasi perempuan merupakan bagian integral dari prinsip keadilan dan persamaan di hadapan hukum. Secara normatif, berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia serta ajaran Islam telah memberikan jaminan terhadap hak-hak perempuan. Namun, dalam praktiknya, perempuan masih mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, baik yang bersumber dari regulasi, tafsir keagamaan, maupun budaya patriarki yang mengakar dalam masyarakat.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak asasi perempuan dalam perspektif hukum nasional dan hukum Islam, serta mengidentifikasi kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan implementasinya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung oleh analisis terhadap pemikiran hukum Islam dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam perlindungan hak asasi perempuan bukan terletak pada ketiadaan regulasi, melainkan pada lemahnya implementasi hukum, bias gender dalam penafsiran hukum dan ajaran agama, serta dominasi nilai-nilai patriarki dalam praktik sosial dan hukum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif dan kritis yang mengharmonisasikan hukum nasional, hukum Islam, dan prinsip HAM guna mewujudkan perlindungan hak asasi perempuan yang substantif dan berkeadilan.
Etika Pemberian Pakan: Integrasi Prinsip Animal Welfare dan Hukum Islam dalam Pemenuhan Hak Ternak Lestariningsih Lestariningsih; Arum Ayu Lestari
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2510

Abstract

This research is motivated by the urgency of the ethics of feeding in the livestock industry which often ignores the aspect of animal welfare for the sake of production efficiency, as well as the need to integrate the principle of halalan thayyiban in Islamic law to guarantee the basic rights of livestock. The purpose of this study is to map global literature trends regarding the interconnection between animal welfare and Islamic law and identify research gaps related to feed ethics. The method used is a systematic literature review study with bibliometric analysis through the VOSviewer software on publication metadata for the 2020–2026 period. The results show a significant surge in publications in the last five years, with the identification of four main clusters linking research ethics, veterinary compliance, the production industry sector, and the human education dimension. Overlay and density analysis revealed that the focus of research has shifted from basic moral theory to practical application at the industrial level, but there is still a gap in specific studies on the integration of Islamic law in the standardization of feed materials. The conclusion of the study confirms that the fulfillment of livestock rights is a multidisciplinary responsibility where Islamic law functions as a moral reinforcement of existing industrial compliance standards. It is recommended for future researchers to explore the comparative study of classical fiqh literature with modern feed technology, while livestock practitioners are expected to begin integrating animal welfare parameters into the halal assurance system to realize more ethical and religious livestock practices.
The Art of Doing More with Less: Exploring Frugal Innovation Practices as Strategic Agility Drivers in SMEs Denny Rakhmad Widi Ashari; Gautama Sastra Waskita
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2511

Abstract

Small and medium-sized enterprises (SMEs) operating in resource-constrained environments often struggle to remain adaptive amid volatility, prompting the need for innovation approaches that enable agility despite structural limitations. This study examines how frugal innovation functions as a strategic driver of agility in SMEs, moving beyond its conventional framing as a cost-saving tactic. Using a qualitative research design involving semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis across selected SMEs, the study investigates the mechanisms that connect frugal innovation with strategic agility. The findings reveal three core mechanisms—strategic improvisation, resource recombination, and ecosystem engagement—that collectively enhance SMEs’ capacity to sense opportunities, respond swiftly, and reconfigure organizational processes. These mechanisms demonstrate that constraints can act as catalysts for adaptive capability rather than barriers to innovation. The study contributes to the theoretical integration of frugal innovation and strategic agility while offering practical insights for SME leaders, policymakers, and development institutions seeking to strengthen resilience and competitiveness. Broader implications highlight the role of frugal–agile practices in promoting inclusive and sustainable entrepreneurial ecosystems.
Crafting the Perfect Cup: How Sustainable Barista Training Shapes Product Quality at Kedai Kosim, Indonesia Gautama Sastra Waskita; Denny Rakhmad Widi Ashari
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2514

Abstract

Sustainable service delivery has become increasingly critical for small coffee enterprises, yet the role of sustainability-oriented training in shaping product quality remains empirically underexplored. This study examines how Sustainable Barista Training influences beverage quality, operational performance, and sustainability behavior at Kedai Kosim, Indonesia. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and document review to capture the integration of sustainability principles into barista competencies and daily workflows. The findings reveal that sustainability-focused training enhances technical consistency, strengthens environmental awareness, and cultivates mindful resource use in coffee preparation processes. These improvements elevate key dimensions of service quality, including reliability, assurance, and responsiveness, while embedding sustainable practices into routine operations. The study contributes to the service management and sustainable hospitality literature by positioning sustainability competencies as a critical yet underrecognized driver of product quality in micro-scale coffee businesses. Practical implications highlight the importance of structured, experiential training to improve beverage consistency, reduce operational waste, and support SDG-oriented coffee shop management. Future research should explore multi-case comparisons and longitudinal assessments to evaluate the durability and scalability of sustainability-driven training models
Strategi Dakwah Gus Iqdam Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar M. Subhan Ansori; Abd. Charis Fauzan; Asyharul Muttaqin; Vina Anggita Putri; Ari Akbar Setiawan; Siti Uswatun Kasanah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2515

Abstract

This study aims to analyze the da’wah strategies implemented by Gus Iqdam, the caretaker of Sabilul Taubah Islamic Boarding School in Srengat, Blitar Regency, in reaching and guiding the community, particularly the younger generation. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with Gus Iqdam, santri, and congregants, as well as documentation of da’wah activities. The findings indicate that Gus Iqdam’s da’wah strategy emphasizes a cultural and contextual approach by integrating the values of Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah into simple, communicative language that is relevant to the lived realities of the audience. Da’wah is delivered through regular religious gatherings, digital social media platforms, and inclusive socio-religious activities. Furthermore, Gus Iqdam utilizes humor, everyday life stories, and personal role modeling as effective means of internalizing Islamic values. This strategy has proven effective in increasing congregational participation, fostering spiritual awareness, and strengthening moderate and tolerant religious attitudes. This study is expected to contribute both theoretically and practically to the development of pesantren-based da’wah models that are adaptive to contemporary social dynamics. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh Gus Iqdam sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar dalam menjangkau dan membina masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Gus Iqdam, santri, serta jamaah, dan dokumentasi kegiatan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Gus Iqdam menekankan pendekatan kultural dan kontekstual, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah ke dalam bahasa dakwah yang sederhana, komunikatif, dan relevan dengan realitas kehidupan jamaah. Dakwah disampaikan melalui majelis rutin, media sosial digital, serta kegiatan sosial-keagamaan yang bersifat inklusif. Selain itu, Gus Iqdam memanfaatkan humor, kisah kehidupan sehari-hari, dan keteladanan personal sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi jamaah, membangun kesadaran spiritual, serta memperkuat sikap keagamaan yang moderat dan toleran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model dakwah pesantren yang adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat kontemporer.
Pandangan Nurcholish Madjid Tentang Politik Hukum Islam (Kritik Fiqhisme dalam Konteks Orientalisme Modern) Afrohatul Laili; Wildanul Ulum; Moh Komarudin; Erdi Auliya Azzahra
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2516

Abstract

Nurcholis Majid views Islamic law through various criticisms, one of which is criticizing the study of fiqh (fiqhism) in the context of modern orientalism. This research uses the library research method with a descriptive qualitative approach. Madjid rejects fiqhism as a codification of outdated laws from the early Hijri era which was used by Western orientalism to view Islam in a rigid legalistic way, and proposes secularization as a process of making worldly things proportional to rational politics. The results of his thinking show that reforming Islamic law into a universal ethic that is compatible with Pancasila and Indonesian democracy, against post-colonial orientalistic distortions. Madjid emphasized the relevance of secularization for current contextual ijtihad.
Efektivitas Restorative Justice Dalam Undang-Undang TPKS: Tinjauan Kritis Atas Kegagalan Pemulihan Korban Yaoma Tertibi; Arum Ayu Lestari; Moh. Komarudin
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2518

Abstract

Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menandai tonggak penting dalam perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di Indonesia. Salah satu pendekatan yang dilakukan peneliti adalah restorative justice (keadilan restoratif), yang idealnya bertujuan untuk memperbaiki kerugian yang dialami korban, bukan sekadar menghukum pelaku. Namun, dalam praktik perundang-undangan dan pelaksanaannya, terdapat celah normatif yang menyebabkan pendekatan ini tidak mampu memenuhi tujuan pemulihan secara menyeluruh. Kegagalan pemulihan korban bukan hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh kelemahan dalam konstruksi hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaturan hukum mengenai restorative justice dalam UU TPKS secara normative sehingga dapat menilai sejauh mana norma-norma hukum tersebut mampu menjamin hak-hak korban untuk dipulihkan secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode normatif yuridis, yaitu penelitian hukum yang berfokus pada pengkajian bahan hukum primer dan sekunder. Pengaturan hukum belum secara eksplisit memberikan ruang bagi partisipasi aktif korban dalam menentukan bentuk pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Ketiadaan peraturan pelaksana (Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri) menghambat efektivitas implementasi keadilan restoratif secara normatif. Jadi Secara normatif, pengaturan restorative justice dalam UU TPKS belum cukup kuat untuk menjamin pemulihan korban secara menyeluruh.
Media Edukatif Interaktif Berbasis Nilai-Nilai Islam Untuk Menumbuhkan Karakter Religius Anak Usia Dini Di Tab Syuhada’ Haji Blitar Choirul Hidayah; Miftakhul Rohman; Arif Muzayin Shofwan; Alaiya Choiril Mufidah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2527

Abstract

Interactive Educational Media Based on Islamic Values to Foster the Religious Character of Early Childhood at TAB Syuhada’ Haji, Blitar. This study aims to describe the implementation of interactive educational media based on Islamic values in fostering the religious character of early childhood learners at Taman Asuh Bayi (TAB) Syuhada’ Haji, Blitar City. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The focus of the study was directed toward the use of learning media that integrate Islamic values through prayer activities, exemplary stories of the prophets, introduction to hijaiyah letters, habituation of worship practices, and thematic play activities in accordance with the developmental characteristics of early childhood.The findings indicate that interactive educational media based on Islamic values are able to increase children’s active engagement in the learning process and facilitate the internalization of religious values in a natural and sustainable manner. Children demonstrated the development of religious character traits such as gratitude, discipline in worship, polite and respectful behavior, and a sense of love for Allah and His Messenger. The media used were simple, contextual, and made use of the surrounding environment, thereby making the learning process more meaningful.This study concludes that the use of interactive educational media grounded in Islamic values plays a significant role in shaping the religious character of early childhood learners and can be considered an effective strategy for character-based early childhood education.
Urgensi Pemidanaan Kebiri dalam penanggulangan Kekerasan Seksual Terhadap anak: Analisis Normatif terhadap Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2020 Khomar Udin; Arum Ayu Lestari; Yaoma Tertibi; Ilma Nafi’atu Zakiya
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2528

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan signifikan di Indonesia, menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial yang serius bagi korban. Dalam menanggapi kondisi ini, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 sebagai regulasi pelaksana Undang-Undang No. 17 Tahun 2016. Salah satu sanksi tambahan yang diatur dalam PP tersebut adalah kebiri kimia, yaitu pemberian zat kimia kepada pelaku kekerasan seksual untuk menurunkan libido seksualnya. Regulasi ini menimbulkan polemik, terutama dari sudut pandang hak asasi manusia dan etik kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan kebiri kimia sebagai bentuk pemidanaan dalam upaya menanggulangi kekerasan seksual terhadap anak serta mengkaji kesesuaian PP No. 70 Tahun 2020 dengan prinsip-prinsip hukum pidana dan HAM. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan. Analisis dilakukan terhadap norma-norma hukum dalam PP No. 70 Tahun 2020 serta ditinjau dari teori hukum pidana dan perlindungan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemidanaan kebiri kimia secara normatif memiliki legitimasi hukum dan dapat dipandang sebagai bentuk ultimum remedium dalam kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak yang berat. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan, seperti penolakan dari kalangan medis, potensi pelanggaran HAM, dan masih lemahnya sistem rehabilitasi terhadap pelaku sehingga diperlukan penguatan regulasi teknis, pengawasan pelaksanaan, dan pendekatan multidisipliner untuk memastikan efektivitas kebijakan ini.