cover
Contact Name
YANTI
Contact Email
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Phone
+6281374281098
Journal Mail Official
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN : 24071633     EISSN : 16938186     DOI : 10.24014/ku.v21i2.
Core Subject : Religion, Social,
Kutubkhanah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 1998. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Kutubkhanah memuat kajian-kajian sosial keagamaan sebagai hasil atau temua penelitian. Kajian-kajian tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, gender, psikologi, pendidikan dan dikaji dalam perspektif Agama Islam. Jurnal ini merupakan media komunikasi akademik bagi para peneliti dan pemerhati perkembangan hasil penelitian ilmu sosial dalam perspektif Islam. Dengan kata lain jurnal Kutubkhanah adalah jurnal yang memuat berbagai tulisan ilmiah tentang hasil penelitian atau temuan penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 185 Documents
NASKAH SURAT NIKAH ZAMAN KOLONIAL BELANDA DI NEGERI AIR TIRIS, KAMPAR Siti Aisyah; Mahyuddin Syukri
Kutubkhanah Vol 23, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i1.23338

Abstract

Naskah surat nikah merupakan naskah Surat Keterangan Nikah sebagai bukti sahnya ikatan perkawinan secara agama dan diakui secara administratif oleh negara. Naskah ini banyak ditemukan di masyarakat negeri Air Tiris, Kampar, Riau. Hal ini menggambaran bahwa pada saat itu pencatatan perkawinan sudah resmi dilakukan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 8 lembar Naskah Surat Nikah zaman kolonial Belanda di Negeri Air Tiris. Pemiliknya Bahaludin, seorang ulama sekaligus Naib Qadhi di Negeri tersebut. Teksnya akan dianalisa dengan pendekatan Philology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahaludin berperan aktif dalam mematangkan administrasi perkawinan dalam masyarakat; dari pola tradisional menuju sistem administrasi modern dimasa kolonial Belanda sampai masa awal kemerdekaan. Naskah ini menjadi dokumen kunci dalam membuktikan peran Bahaludin sebagai ulama sekaligus Naib Qadhi dalam proses pemodernan administrasi perkawinan di Negeri Air Tiris masa Kolonial Belanda.   TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in Indonesian Translate to English    AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate Indonesian to EnglishPRO Never translate Indonesian Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Konsep Multiakad dalam Fatwa DSN-MUI: Sebuah Inovasi dalam Praktik Keuangan Syariah di Indonesia Arridho Abduh; Asmuni Asmuni; Tuti Anggraini
Kutubkhanah Vol 23, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i1.24660

Abstract

This article discusses the concept of hybrid contracts in Fatwa DSN-MUI which is an innovation in Islamic financial practice in Indonesia. The hybrid contracts concept is an approach that combines several Islamic contracts or financial instruments in one transaction to achieve the goals desired by the parties involved. This paper outlines various examples of the application of hybrid contracts in Islamic financial transactions. This article provides an overview of how the hybrid contracts concept became an innovation in Islamic financial practice in Indonesia. By using hybrid contracts, financial actors can achieve their goals in a sharia manner and minimize the risks associated with such transactions. However, a good understanding of sharia principles and guidance from authoritative institutions such as DSN-MUI is still needed to maintain the integrity and validity of sharia transactions.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DALAM ISLAM DARI MASA SEBELUM ISLAM HINGGA ABAD XXI Barella, Yusawinur
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i2.25866

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas sejarah mengenai ajaran pokok sampai dengan perkembangan pemikiran dalam Islam dari sebelum Islam diperkenalkan sampai saat ini. Pemikiran dalam Islam yang dibahas dalam tulisan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sejarah, sosial, politik dan aspek hukum. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam bentuk library research, yaitu dengan menggunaakan kajian yang mendalam terhadap beragam dokumen kepustakaan seperti jurnal, buku atau bahan-bahan pustaka lainnya yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Selain itu, penulis juga menggunakan historical method dalam penelitian ini karena berkaitan dengan kejadian masa lampau. Analisa data pada penelitian ini adalah thematic analysis, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis data dengan tujuan mengidentifikasi pola atau menemukan tema melalui data yang telah dikumpulkan yang terkait dengan sejarah perkembangan pemikiran Islam
Pemikiran Ekonomi Islam Menurut Al-Ghazali Gisatriadi, Norman; Adelina, Siti Aisyah; Julika, Leni; Nisa, Khairun; Zulhadi, Trian
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i2.26122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa konsep pemikiran ekonomi al-Gazali, biografi al-Gazali,  kondisi sosial ekonomi umat pada masa al-Gazali dan Posisi al-Gazali dalam Alur Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam.  Metode analisis yang digunakan adalah studi pustaka/library research dengan mengkaji secara mendalam literatur yang membahas tentang al-Gazali khususnya karya-karya dan pemikirannya. Tulisan ini membahas tentang bagaimana sebenarnya konsep ekonomi al-Ghazali? Alasan utama dipilihnya konsep ekonomi al-Ghazali adalah karena konsep tersebut memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan konsep pemikir lainnya. Penulis menyimpulkan bahwa pemikiran al-Ghazali dalam bidang ekonomi cenderung pada etika moral. Al-Ghazali mendasarkan konsep ekonominya pada konsep sufi, karena pada saat itu kekayaan dan pemerintahan resmi penuh gengsi untuk menerima pendekatan fiqh (yurisprudensi Islam) dan filosofis. Ekonom Muslim memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi tidak hanya di lingkungan Islam, tetapi juga ekonomi konvensional. Penulis tulisan ini, dengan pembahasan pemikiran ekonomi para pemikir muslim, berharap wacana ekonomi Islam di kalangan akademisi menjadi lebih hidup.Keywords : Al-Ghazali; Pemikiran; Ekonomi Islam
Perspektif Tafsir Kontemporer Terhadap Ayat Ekonomi Dalam Implementasi Keuangan Islam Ismail, Hidayatullah; Fauziah, Wiwin; S, Mochammad Novendri
Kutubkhanah Vol 24, No 1 (2024): Januari - June
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i1.30014

Abstract

Artikel ini membahas perspektif tafsir kontemporer terhadap ayat-ayat ekonomi dalam Al-Quran dan implementasinya dalam sistem keuangan Islam. Dalam upaya memahami bagaimana prinsip-prinsip ekonomi yang diatur dalam Al-Quran dapat diterapkan dalam konteks modern, penelitian ini mengkaji berbagai tafsir kontemporer yang memberikan wawasan baru dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik untuk mengeksplorasi interpretasi ayat-ayat ekonomi oleh para mufassir kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir kontemporer menawarkan pendekatan yang lebih dinamis dan kontekstual dalam memahami ayat-ayat ekonomi, yang mencakup aspek-aspek seperti keadilan, transparansi, dan kesejahteraan bersama. Implementasi keuangan Islam yang berdasarkan pada tafsir ini menekankan pentingnya etika, tanggung jawab sosial, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik keuangan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam menghubungkan teks-teks suci dengan praktik keuangan modern, serta menegaskan relevansi ajaran Islam dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWAT) Analysis Majelis Taklim Dalam Upaya Membentuk Masyarakat Religius Di Kecamatan Sukajadi Pekanbaru Yanti, Yanti; Murniati, Andi; Murny, Murny; Arnel, Iskandar; Irwandra, Irwandra; Indra, Adam Malik; Nasrul, Nasrul
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i2.27237

Abstract

This research aims to determine the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWAT) Analysis of the Majelis Taklim in its efforts to form a religious community in Sukajadi District, Pekanbaru. This type of research is quantitative and qualitative. Data collection techniques used questionnaire techniques, short entries and interviews. For this type of quantitative research, the author uses qualitative descriptive data analysis techniques with percentages, meanwhile for qualitative research, the researcher uses the Miles and Hubermen model data analysis techniques. The results of the research and discussion are as follows: 1. The Strengths of the Majelis Taklim lie in aspects; a. number of Majelis Taklim, b. access to mosques and prayer rooms, c. ownership of a Management Decree (SK) as legitimacy in the management of the Majelis Taklim, d. condition of the Taklim Assembly facilities, e. The period of existence of the Majelis Taklim. 2. Weaknesses (Weaknesses) of the Taklim Council lie in aspects; management or governance, for example the absence of a Majelis Taklim management meeting, this is caused by a lack of experience in participating in organizational management or governance training for the Majelis Taklim. 3. Opportunities, the Majelis Taklim administrators can utilize and collaborate with various cross-institutions and agencies. 4. Threats (Threats) for the Majelis Taklim, the urgency does not come from outside, but rather from the condition of the congregation, namely; a. level of awareness or motivation of the congregation in guiding the science assembly, b. The congregation's busyness in fulfilling life's demands, especially in the economic sector, is the cause of absence from various activities held by the Majelis Taklim
Falsafah Ekonomi Syariah Sebagai Way Of Life Untuk Mencapai Falah Mohammad Faisal; Husni Tamrin
Kutubkhanah Vol 23, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i1.15630

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan hidup (way of life) untuk meraih falah, yakni kesuksesan yang hakiki, berupa tercapainya kebahagiaan dalam segi material dan spiritual, serta tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kekeliruan yang banyak terjadi adalah dalam memahami makna al-falah yang sesungguhnya, karena falah hanya dipahami sebatas materi saja, sehingga sikap dan tindakan seseorang dalam kegiatan ekonomi menjadi jauh dari asas dan konsep syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teknik riset kepustakaan (library research). Dalam riset kepustakaan (library research), penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits, dan data sekunder berupa jurnal, artikel, dan buku-buku referensi yang membahas topik yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai falah, manusia harus memahami filsafat Tuhan, manusia dan alam. Hakikat hubungan manusia dengan Tuhan dimaknai dengan mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi, yaitu untuk memakmurkan dan mensejahterakan umat manusia. Hakikat hubungan manusia dengan alam adalah bahwa manusia memanfaatkan alam demi terciptanya kebaikan di muka bumi dan menghindari perilaku pengrusakan alam, dan hakikat hubungan manusia dengan manusia lainnya adalah hubungan muamalah, dengan memperkuat ukhuwah sebagai pondasi awal dari kekuatan ekonomi Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah pada saat membangun perekonomian di Madinah melalui sikap taathuf, tarahum, tafahum, takafful, tadhomun
Sistem Pendidikan di Arab Saudi dan Perbandingannya dengan Sistem Pendidikan di Indonesia Rahmadhani, Saszlin; Wahyudi, Hakmi; Anuhgra, Yudha Okta; Suriyah, Suriyah
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i3.26174

Abstract

This paper describes education in Saudi Arabia and how education in Saudi Arabia compares with education in Indonesia. The method used is a literature study. The education system implemented in Saudi Arabia certainly has differences from the education system implemented in Indonesia. For example, the education system in Saudi Arabia puts forward Islamic values because Saudi Arabia is a country that highly upholds syar'i values. Although Indonesia has not implemented an Islamic education system as a whole, Islamic values are still taught in schools. Regarding the curriculum, Saudi Arabia adopts the curriculum from other Arab countries such as Egypt and always develops the existing curriculum so that it doesn't change too much. This is different from Indonesia, which changes the curriculum quite often so that sometimes educators find it difficult to adapt to the new curriculum. These are some of the examples presented in this article. But the most important thing is that both Saudi Arabia and Indonesia always strive to achieve their educational goals, namely to prepare a virtuous and skilled generation in the effort to develop a better nation because education is the most powerful weapon to change the world.
Students’ Perception of Teachers’ Pedagogical and Personal Competences and Their Learning Outcomes: A Correlational Study at SMPN 1 Bandar Seikijang Bagus Tri Saputra; Suriyah Suriyah; Siti Fatimah Siregar
Kutubkhanah Vol 23, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i1.13482

Abstract

The objective of this research was to know about the effectiveness of teacher’s pedagogical and personal competence toward students’ motivation and learning outcomes in SMPN 1 Bandar Seikijang. The researcher applied quantitative methods with a multiple regressions design. The samples of this research was the 85 students. The technique of collecting data by using questionnaire. Based on the result of this research, Pedagogical Competence has a significant effect on Learning Outcomes. Therefore, the H1 hypothesis is accepted by the decision rule, namely the more teachers’ pedagogical competence is good, then learning outcomes will be higher. Personal Competence has a significant effect on Learning Outcomes. Therefore, the H2 hypothesis is accepted by the decision rule, namely the more teachers’ personal competence is good, then learning outcomes will be higher. Students’ Motivation has a significant effect on Learning Outcomes. The variables of pedagogical competence and personal competence together have a significant effect on learning outcomes. Therefore, H3 is accepted with the decision rule.
KONSEP TA’DIB PADA PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP ADAB PERGAULAN TEMAN SEBAYA Pratama, Muhammad Surya; Wahyuni, Sri
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i3.26173

Abstract

This study aims to identify and analyze the concept of ta'dib in Islamic education from the perspective of Syed Muhammad Naquib al-Attas and the form of its implementation of the application of peer association. The analysis method used is literature research by examining in depth the literature that discusses the thoughts of Syed Muhammad Naquib al-Attas related to Islamic education then analyzing the form of its implementation in the application of peer association. The main reason for choosing the concept of ta'dib Syed Muhammad Naquib al-Attas is because this concept has its own characteristics in Islamic education compared to concepts from other thinkers. Where in the concept of ta'dib this leads to aspects of spirituality, where someone who receives something (adab) is not only limited to his knowledge, but he feels the meaning of a science in the soul of someone who seeks knowledge. The author hopes that there will be an application of the concept of ta'dib in Islamic education, because if Islamic education practices the concept of ta'dib in the process, where there is an effort to seed and plant adab gradually, which involves aspects of spatiality in its order, then the goal of Islam itself is achieved, namely how to produce students with good morals, especially applying adab values in associating to their peers.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep ta’dib pada pendidikan Islam dalam perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas dan bentuk implementasinya terhadap penerapan adab pergaulan teman sebaya. Metode analisis yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan cara mengkaji secara mendalam literatur yang membahas tentang pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas terkait pendidikan Islam kemudian dianalisis bentuk implementasinya pada penerapan adab pergaulan  teman sebaya. Alasan utama dipilihnya konsep ta’dib Syed Muhammad Naquib al-Attas dikarenakan konsep ini memiliki karakteristik tersendiri dalam pendidikan Islam dibandingkan dengan konsep dari pemikir lainnya. Dimana dalam konsep ta’dib ini mengarahkan kepada aspek spiritualitas, dimana seseorang yang menerima sesuatu (adab) tidak hanya sebatas pada pengetahuannya saja, namun ia merasakan sampainya makna dari suatu ilmu tersebut pada jiwa seseorang yang menuntut ilmu. Penulis mengharapkan adanya penerapan konsep ta’dib ini dalam pendidikan Islam, karena jikalau pendidikan Islam mengamalkan konsep ta’dib dalam prosesnya, dimana di dalamnya ada usaha penyemaian serta penanaman adab secara bertahap, yang melibatkan aspek spitualitas dalam tatanannya, maka tercapailah tujuan Islam itu sendiri yakni bagaimana melahirkan siswa yang berakhlak baik, khususnya menerapkan nilai-nilai adab dalam bergaul kepada teman sebayanya.