cover
Contact Name
YANTI
Contact Email
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Phone
+6281374281098
Journal Mail Official
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN : 24071633     EISSN : 16938186     DOI : 10.24014/ku.v21i2.
Core Subject : Religion, Social,
Kutubkhanah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 1998. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Kutubkhanah memuat kajian-kajian sosial keagamaan sebagai hasil atau temua penelitian. Kajian-kajian tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, gender, psikologi, pendidikan dan dikaji dalam perspektif Agama Islam. Jurnal ini merupakan media komunikasi akademik bagi para peneliti dan pemerhati perkembangan hasil penelitian ilmu sosial dalam perspektif Islam. Dengan kata lain jurnal Kutubkhanah adalah jurnal yang memuat berbagai tulisan ilmiah tentang hasil penelitian atau temuan penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 185 Documents
Implementasi Ibadah Temporal dalam Salat Terhadap Kesehatan Mental di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Fiqih Nur Annisa, Nazwa Fauziah; Fadilah, Nasywa Aulia; Ridwan, Ridwan; Parhan, Muhammad
Kutubkhanah Vol 24, No 1 (2024): Januari - June
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i1.30546

Abstract

Salat dalam istilah ilmu fiqih merupakan salah satu bentuk ibadah yang diwujudkan dengan melakukan perbuatan-perbuatan tertentu disertai dengan ucapan-ucapan tertentu serta dengan syarat-syarat tertentu yang dikerjakan lima kali dalam satu hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi keterkaitan ibadah salat dengan kesehatan mental mahasiswa dalam perspektif fiqih. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sebagai langkah awal dalam perencanaan pada penelitian dengan memanfaatkan kepustakaan untuk memperoleh data dilapangan tanpa perlu terjun secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks fiqih, salat bukan hanya sebagai kewajiban ritual akan tetapi juga sebagai sarana penguatan mental dan spiritual. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara kesehatan mental dan praktik keagamaan dengan menawarkan pandangan yang holistik dan terintegrasi
Hadist Tentang Kurikulum Pendidikan Islam (Aqidah, Syari’at Dan Al-Akhlaq Al-Karimah) Azlina, Azlina; Alfiah, Alfiah; Rahmad, Rahmad; Rusiah, Rusiah
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.35253

Abstract

Artikel ini membahas konsep kurikulum dalam pendidikan Islam yang dikenal dengan istilah "manhaj," yang berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik dan peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka. Pendidikan Islam memiliki karakteristik khusus yang mencakup keselarasan dengan fitrah manusia, tujuan memurnikan ketaatan kepada Allah, serta tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Artikel ini juga menjelaskan tentang pendidikan berbasis aqidah, yang menanamkan nilai-nilai iman sejak usia dini, serta pentingnya syariat sebagai pedoman kehidupan dalam pendidikan Islam. Penekanan pada akhlakul karimah juga disorot sebagai bagian integral dalam kurikulum pendidikan Islam yang harus disusun berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan Hadis
Refleksi Peran Guru Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Bil Qolam di Lembaga Nonformal Qoyyima, Lailun Nuril; Muhammada, Muhammada
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam penerapan metode Bil Qolam untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an d TPQ Raudlotul Ulum. Metode Bil Qolam merupakan metode belajar membaca Al-Qur’an yang menekankan pengulangan, pelafalan yang tepat, dan penggunaan irama untuk membantu siswa memahami bacaan secara lebih mudah dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan penerapan metode Bil Qolam. Guru berperan sebagai penyampai materi, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Peran aktif guru mendorong peningkatan kemampuan siswa, mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga membaca ayat-ayat pendek dengan lancar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan pedagogis guru, kemampuan beradaptasi, serta pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di lembaga pendidikan nonformal. Guru juga mampu mengatasi tantangan berupa ketidakhadiran siswa dan perbedaan kemampuan dasar membaca siswa dengan bimbingan khusus. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan metode Bil Qolam tidak hanya bergantung pada teknik yang digunakan, tetapi juga kesiapan pedagogis dan sensitivitas guru dalam mengelola kelas secara inklusif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur’an
Etika, Otoritas, dan Kebebasan: Dialektika Pola Asuh dan Akhlak Remaja Milasari, Milasari; Almazida, Aniskurlila Rizki; Fajriani, Ika; Nurfiani, Siti; Hamidah, Hamidah
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh orangtua dan perkembangan akhlak remaja dalam konteks masyarakat kontemporer yang sedang mengalami transformasi nilai secara cepat. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif yang diperkaya oleh pembacaan filosofis dan sosiologis, studi ini dilakukan di Kampung Sido Makmur Km.13, Kota Tanjungpinang, melibatkan 71 responden remaja dan orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orangtua secara umum tergolong sangat baik, dengan kecenderungan dominan pada pola asuh demokratis (84,2%). Perkembangan akhlak remaja juga menunjukkan hasil yang sangat baik (84,0%). Korelasi antara pola asuh dan perkembangan akhlak sangat tinggi, dengan nilai r = 0,997 dan koefisien determinasi sebesar 97,4%. Namun demikian, pembacaan terhadap data ini tidak berhenti pada angka statistik semata. Dalam perspektif Michel Foucault, pola asuh dipahami sebagai praktik mikro-kuasa yang membentuk subjek moral melalui relasi antara disiplin dan kebebasan. Sementara itu, dalam pandangan Pierre Bourdieu, remaja hidup dalam arena sosial yang membentuk habitus baru yang seringkali tidak selaras dengan nilai-nilai keluarga. Konteks modernitas cair (liquid modernity) ala Zygmunt Bauman mempertegas bahwa krisis akhlak remaja tidak bisa dilepaskan dari longgarnya struktur nilai dalam masyarakat digital saat ini. Dengan demikian, pola asuh demokratis menjadi penting bukan hanya sebagai pendekatan pedagogis, tetapi sebagai strategi etis dalam merawat moralitas remaja di tengah arus perubahan sosial yang cepat dan cair.
Menanamkan Disiplin dalam Keluarga melalui Komunikasi Islami Rahma, Bilqist Khairunnisa; Achdiani, Yani; Fatimah, Sarah Nurul
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36794

Abstract

Disiplin merupakan karakter yang dimiliki individu terutama dalam bereluarga. Dalam perspektif Islam, komunikasi dapat dibangun melalui komunikasi yang baik serta menjadikan orang tua sebagai contoh teladan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip komunikasi islam dalam membentuk karakter disiplin dalam keluarga. Mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi Islam dapat menjadi cara yang efektif dalam membangun karakter disiplin anak, yaitu melalui menggunakan komunikasi yang memperhatikan adab berbicara, nilai kejujuran serta kasih sayang. Al-Qur'an telah mengajarkan nilai-nilai yang baik terutama untuk praktikan dalam lingkungan keluarga, yang dapat diterapkan secara konsisten untuk membangun hubungan emosional dan kebiasaan yang baik antar anggota keluarga sehingga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter disiplin anak.
Integrasi Sains dan Islam dalam Pendidikan Islam: Model, Tantangan, dan Implementasi di Madrasah dan Pesantren Harahap, Fatimah Depi Susanty; Arbi, Arbi; Yusrianto, Edi
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36861

Abstract

The integration of science and Islam in education is a response to the historical dichotomy between religious knowledge and secular sciences that continues to influence modern Islamic education systems. As core institutions of Islamic education, madrasahs and pesantrens hold strategic potential to promote a holistic and tauhid-based educational paradigm. This study aims to explore the conceptual framework of science-Islam integration, analyze integrative learning models applied in madrasahs and pesantrens, and identify the key challenges and opportunities in its implementation. Employing a qualitative-descriptive approach through literature review and curriculum analysis, this research finds that integration can be realized through tauhid-oriented curricula, contextualizing scientific concepts with Qur’anic verses, and implementing interdisciplinary and holistic learning models. However, significant challenges remain, including a lack of qualified teachers capable of integrating both fields, limited availability of integrative teaching materials, and inadequate laboratory infrastructure. Therefore, this study recommends enhancing teacher competence, developing integrated teaching modules, and fostering collaboration between Islamic schools and Islamic universities. The findings highlight the urgency of constructing an Islamic education model that is not only spiritually grounded but also responsive to scientific and technological advancements.
Dialektika Ulama Dan Budayawan Terhadap Tradisi Ngarot: Harmoni Agama dan Budaya Lokal Tsany, Muhammad Arkan Putra; Aliyah, Alya; Hapsar, Meidina Dwi; Rahmawati, Hesti; Cahyani, Amanda Naifah; Supriyadi, Tedi
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36975

Abstract

Artikel ini mengkaji dialektika antara ulama dan budayawan dalam merespons tradisi Ngarot sebagai ekspresi budaya lokal masyarakat Desa Karedok, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tradisi ini merupakan warisan budaya agraris yang menyatukan unsur spiritual dan sosial melalui praktik doa bersama, penguburan kepala kerbau, dan pembagian hasil panen sebagai simbol rasa syukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam terhadap ulama, budayawan, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan tafsir terhadap simbolisme ritual tertentu, mayoritas narasumber menilai bahwa tradisi Ngarot tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan justru memperkuat nilai religius serta identitas budaya lokal. Tradisi ini juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan nilai-nilai agraris. Dengan demikian, Ngarot menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal dapat menjadi ruang perjumpaan harmonis antara agama dan budaya dalam masyarakat pedesaan Indonesia.
Larangan Pemakaian Emas Bagi Laki Laki (Studi Hadis Dalam Tinjauan Sains) Nasution, Akmal; Is, Fadhilah
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37065

Abstract

This research aims to examine the prohibition on wearing gold for men from a hadith perspective and review its health implications. In Islam, the use of gold by men is prohibited based on several hadiths of the Prophet Muhammad SAW. Through a qualitative approach, this study analyzes hadiths related to this topic and reviews relevant health literature to understand the potential impact of gold use on men's health. The results of the hadith analysis show that this prohibition is based on several authentic traditions which firmly state that gold and silk are forbidden for Muslim men. From a science perspective, although gold is generally considered inert and safe, some studies have shown that wearing gold jewelry can cause allergic reactions, contact dermatitis, and potential electromagnetic interference in the body. Allergic reactions and contact dermatitis occur due to individual sensitivity to certain metals, while electromagnetic influences still require further research for a more comprehensive understanding.This research concludes that the prohibition on wearing gold for men in Islam is not only based on theological reasons but also has significant health implications. A deeper understanding of these religious teachings can provide additional benefits in the context of the physical well-being and health of the people.
Penguatan Kecerdasan Sosial-Institusional melalui Pendekatan Sosiologis-Juridis: Sinergi Sosial dan Hukum dalam Membangun Masyarakat Inklusif M, Amril; Dewi, Eva; Syahrizul, Syahrizul
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36507

Abstract

Penguatan kecerdasan sosial-institusional merupakan strategi penting dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologis-juridis untuk mengeksplorasi hubungan antara struktur sosial dan sistem hukum dalam membentuk perilaku kolektif yang mendukung penguatan institusi sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka, artikel ini menganalisis peran norma sosial dan instrumen hukum dalam membangun sinergi antara individu, masyarakat, dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara dimensi sosial dan legal dapat meningkatkan pemahaman bersama, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan ruang dialog yang inklusif. Oleh karena itu, integrasi pendekatan sosiologis dan yuridis menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas, berkeadilan, dan tangguh terhadap perubahan sosial.
Konsistensi Manhaj Tarjih Pada Penafsiran Ayat Millah Ibrahim Dalam Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah Kautsar, Zayyan Adib; Lessy, Zulkipli
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.34439

Abstract

Muhammadiyah dalam perumusan fatwa, tuntunan fikih, hingga tafsirnya menggunakan Manhaj Tarjih sebagai kerangka ijtihad. Pendekatan bayani, burhani, dan irfani menjadi ciri khas dari Manhaj Tarjih yang dimunculkan sebagai kerangka berfikir dan sumber dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Manhaj Tarjih terhadap tafsir tentang konsep millah Ibrahim dalam Tafsir At-Tanwir. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian dengan metode library research. Penyajian data yang penulis teliti menggunakan metode deskriptif-analitis. Penelitian ini memberikan penekanan pada konsistensi pendekatan bayani, burhani, dan irfani dalam produksi penafsiran konsep millah Ibrahim pada tafsir At-Tanwir. Hasil dari analisa pada penelitian ini menjelaskan bahwa pendekatan bayani, burhani, dan irfani pada tafsir konsep millah Ibrahim terlihat konsisten dipakai dalm Tafsir At-Tanwir. Ditinjau dari realita penggunaannya, dominasi pendekatan yang digunakan terletak pada penggunaan pendekatan bayani dibandingkan dua pendekatan lainnya.