cover
Contact Name
YANTI
Contact Email
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Phone
+6281374281098
Journal Mail Official
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN : 24071633     EISSN : 16938186     DOI : 10.24014/ku.v21i2.
Core Subject : Religion, Social,
Kutubkhanah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 1998. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Kutubkhanah memuat kajian-kajian sosial keagamaan sebagai hasil atau temua penelitian. Kajian-kajian tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, gender, psikologi, pendidikan dan dikaji dalam perspektif Agama Islam. Jurnal ini merupakan media komunikasi akademik bagi para peneliti dan pemerhati perkembangan hasil penelitian ilmu sosial dalam perspektif Islam. Dengan kata lain jurnal Kutubkhanah adalah jurnal yang memuat berbagai tulisan ilmiah tentang hasil penelitian atau temuan penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 185 Documents
Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Etika Konsumsi Islam Putriana, Putriana
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i2.25968

Abstract

Pada zaman sekarang ini, kecendrungan melakukan konsumsi untuk mendapatkan kesenangan diri sendiri, sifatnya yang boros dan mubazir. Kondisi perilaku konsumsi seperti ini sangat bertentangan dengan etika konsumsi, prinsip dan aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap etika konsumsi Islam. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan alat analisis SEM-Smart PLS. Penelitian dilakukan terhadap 73 orang mahasiswa jurusan Akuntansi Angkatan Tahun 2022 dengan prosedur pengambilan sampel secara proportional sampling. Hasil penelitian ini adalah gaya hidup berpengaruh negatif terhadap etika konsumsi Islam. Gaya hidup dapat menjelaskan etika konsumsi Islam sebesar 14.6% dan memiliki hubungan yang lemah. Secara teoritis hasil penelitian ini dapat dijadikan teori dalam bidang ilmu ekonomi Islam dan secara praktis mahasiswa harus melakukan pola konsumsi sesuai dengan aturan dan ajaran Islam yaitu sederhana, tidak mubazir, berdasarkan kebutuhan dan bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. 
Pemikiran Buya Hamka tentang kurikulum pendidikan islam Muhammad Faris Faris
Kutubkhanah Vol 23, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i1.20315

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan membentuk pribadi diri seseorang muslim dengan seutuhnya untuk membentuk kepribadian seseorang yang dapat membuatnya menjadi lebih memiliki derajat yang tinggi dengan pola ketakwaaan terhadap Allah SWT. Disebutkan juga dapat dijadikan kurikulum dapat menjadikan salah satu aspek yang bisa mempengaruhi kemajuan Pendidikan Islam, saat ini berkembang tuntutan untuk perubahan kurikulum pendidikan yang mengedepankan perlunya membangun karakter penerus bangsa yang berprilaku yang berdasarkan akhlaknya rasulullah SAW. didasarkan pada fakta dan persepsi masyarakat tentang menurunnya kualitas sikap dan moral anak-anak atau generasi muda sangatlah rentan berbuat demikian. Pada konteks inilah kemudian lahirlah Buya Hamka. Beliau sangat berperan penting dalam perkembangan Pendidikan islam di indonesia maupun didaerah  yang ada di Indonesia ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetahui perkembangan Pendidikan islam menurut Buya Hamka.
Penerapan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an Dan Implikasinya Dengan Adab Menuntut Ilmu Peserta Didik Nyarminingsih, Nyarminingsih; Ruwandi, Ruwandi
Kutubkhanah Vol 23, No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v23i3.26145

Abstract

Abstract: The tahfidz program in the current era is widely implemented in every school, on the other hand, tragedies often occur and students lack manners towards teachers. So the aim of this research is to analyze the design of tahfidz learning, the supporters and obstacles to the implementation of tahfidz learning, the implications of tahfidz learning for cultivating the etiquette of studying in students of superior programs at MTs N Salatiga. Research Method This research uses a naturalistic qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews, documentation methods. The data sources in this research are divided into two, namely: primary data sources and secondary data sources. Meanwhile, the data analysis process includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research are (1) The implementation of Tahfidz Al Qur'an learning is divided into three stages. First, planning, namely: acceptance selection stage, memorizing targets and memorizing methods. Second, the implementation, namely: the opening begins with the dhuha prayer, praying, and providing motivation, Teacher Tahfidz guides students in memorizing. The closing activities are: murojaah together and closing prayer. Third, the evaluation stage consists of daily evaluations, fortnightly evaluations, mid-semester or end-of-semester evaluations, simul Qur'an evaluations. (2) Supporting and inhibiting factors. Supporting factors include motivation, competent teachers, student intelligence, parents, and school infrastructure. Meanwhile, inhibiting factors include the lack of tahfidz learning hours, feeling lazy and not consistent in memorizing, and the external environment. (3) The implications of learning Tahfidz Al Qur'an in cultivating the etiquette of seeking knowledge at MTs N Salatiga, namely sincere intentions, respecting teachers and appreciating knowledge, Istiqomah and consistently murojaah memorizing the Al Qur'an.
Deklarasi Identitas dan Perlawanan dalam Syiir Sijjil Ana ‘Arabi Karya Mahmoud Darwish: Analisis Wacana Kritis Fairclough Novianti, Wulan Suci; Rohanda, Rohanda; Dika, Palen
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.33216

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis deklarasi identitas dan perlawanan dalam syiir Sijjil Ana ‘Arabi Karya Mahmoud Darwish menggunakan pendekatan wacana kritis Fairclough. Dengan fokus pada teks syiir, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Darwish membangun identitas Arab yang kuat, menolak stigma, dan menyoroti ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis, yang memungkinkan peneliti untuk menggali lapisan-lapisan makna dalam bahasa yang digunakan, serta untuk memahami konteks sosial dan politik yang mendasari karya tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa syiir ini berfungsi sebagai deklarasi identitas yang menegaskan martabat dan hak-hak individu, sekaligus menciptakan kesadaran akan solidaritas di antara komunitas yang terpinggirkan. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa perlawanan tidak hanya diungkapkan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui pengakuan identitas dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui penggambaran ketidakadilan ekonomi dan emosi kolektif, syiir ini memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan dan mengajak pembaca untuk merenungkan pentingnya keadilan sosial. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kekuatan puisi sebagai alat untuk mengekspresikan perlawanan dan membangun identitas kolektif dalam konteks penindasan
Nilai – Nilai Pendidikan Agama Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Melalui Kajian QS. Ali Imron Ayat 190 - 191 Triana, Amelia; Ulfah, Maria
Kutubkhanah Vol 24, No 1 (2024): Januari - June
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i1.30193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran setiap individu untuk mengembangkan pengetahuannya secara bijak dikarenakan dengan perkembangan zaman bagi kehidupan manusia dapat memicu hilangnya peran manusia sebagai khilafah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga serta melestarikan alam semesta. Metode analisis yang digunakan adalah penelitian kualitatif murni dengan cara memaparkan dan menjelaskan secara rinci melalui beberapa teori dari berbagai literatur kemudian dianalisis sebagai implementasi nya dalam kehidupan sehari – hari, sebagaimana yang tertera dalam surat Al Imran ayat 190 191 makna ulul Albab yaitu manusia yang memiliki akal untuk berpikir dengan diikuti hati yang bersih sehingga mendorong diri untuk menjauh dari nafsu yang jelas dan nyata, dengan adanya penanaman terhadap nilai nilai Islam melalui pembelajaran pendidikan Islam yang tercantum pada surat Al Imran ayat 190 – 191 membantu manusia untuk memiliki nilai spritual dalam dirinya sehingga memberi pengaruh dalam membentuk sikap dan perilaku sesuai dengan syariat Agama serta menjadi landasan dalam menentukan segala sesuatu dalam kehidupan
Analisis Semiotika Syair “Ahinnu Ila Khubzi Ummi” Karya Mahmoud Darwish Menggunakan Teori Charles.s Peirce Arsa, Aisyah Salsabila; Akmaliyah, Akmaliyah; Niswah, Az-Zahra Farhatu; Sopiah, Ade; Malihatin, Azqi Inda
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.33857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis syair “Ahinnu Ila Khubzi Ummi” karya Mahmoud Darwish menggunakan pendekatan semiotika dari Charles Sanders Peirce, yang berfokus pada tiga elemen utama tanda: representamen (tanda itu sendiri), objek (apa yang dirujuk tanda), dan interpretant (makna yang diberikan kepada tanda). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dokumen utama berupa teks syair tersebut. Data dikumpulkan melalui analisis teks untuk mengidentifikasi penggunaan tanda-tanda semiotik. Dari perspektif Peirce, analisis ini mengeksplorasi bagaimana Darwish menggunakan simbol-simbol seperti "roti ibu," "kopi ibu," dan "sentuhan ibu" sebagai representasi fisik yang merujuk pada perasaan emosional dan kenangan akan rumah dan masa kecil. Objek-objek dalam syair tersebut tidak hanya merujuk pada entitas fisik, tetapi juga pada gagasan yang lebih luas tentang kerinduan terhadap tanah air. Interpretasi dari tanda-tanda ini menunjukkan bahwa puisi ini adalah ungkapan kerinduan yang mendalam akan masa lalu, hubungan emosional dengan ibu sebagai pelindung, serta simbol hubungan individu dengan tanah air yang hilang
Humanisasi Pendidikan Islam Perspektif Kurikulum Merdeka Dan Al-Qur’an Shania, Shania; Sartika, Sartika; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah; Handayani, Tutut
Kutubkhanah Vol 24, No 1 (2024): Januari - June
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i1.30683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep humanisasi dalam pendidikan Islam dengan menggunakan perspektif Al-Qur'an dan Kurikulum Merdeka sebagai landasan teoritis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif tinjauan pustaka dengan metode deskriptif-analitis, dan menggunakan metode tafsir tematik untuk mengkaji ayat-ayat al-Qur’an secara mendalam dari berbagai sudut pandang permasalahan dalam pembahasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam, yang sering disebut sebagai al-tarbiyah, al-ta'lim, dan al-ta'dib, memiliki tujuan utama untuk memanusiakan individu dan mengembangkan potensi manusia secara keseluruhan. Humanisasi pendidikan Islam perspektif Al-Qur'an dan dalam implementasi Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya membangun manusia secara holistik. Hal ini melibatkan pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai humanis dalam pendidikan, Islam menawarkan pendekatan komprehensif untuk mempersiapkan individu menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang diwarisi dari ajaran Al-Qur'an
Pengaruh Religiusitas Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Amil Zakat Baznas Provinsi Riau Tasriani, Tasriani; Wahyuni, Sri; Septianingsih, Rika
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.28999

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh Religiusitas dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Amil Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden yang merupakan amil zakat di BAZNAS Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dan kepuasan kerja secara signifikan memengaruhi kinerja amil zakat. Religiusitas memiliki pengaruh positif terhadap motivasi kerja yang berdampak pada peningkatan produktivitas, sementara kepuasan kerja meningkatkan loyalitas dan efisiensi kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel yaitu 0,243. Nilai R Square sebesar 0,621 menunjukkan bahwa variabel religiusitas dan kepuasan kerja secara keseluruhan berpengaruh sebesar 62,1% terhadap kinerja sedangkan sisanya 0,37,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun lingkungan kerja yang mendukung religiusitas dan memberikan kepuasan kerja yang optimal untuk meningkatkan kinerja amil zakat
Epistemologi Islam Irfani : Komparasi Al-Ghazali dan Al-Jabiri Akbar, Yogi Muhammad; Soleh, Achmad Khudori
Kutubkhanah Vol 24, No 1 (2024): Januari - June
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i1.29549

Abstract

Kajian tentang irfani sangat penting untuk dibahas sehingga masyarakat tidak hanya mendengar kata irfani diucapkan namun tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan irfani tersebut, maka disini peneliti berusaha memaparkan beberapa pemahaman tentang irfani diantaranya yakni irfani dalam pandangan Al-Ghazali dan Irfani dalam pandangan Al-Jabiri yang merupakan tokoh penting dalam pemikiran irfani ini. Tujuan dari penelitian ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana irfani dalam pandangan Al-Ghazali dan Al-Jabiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini sepenuhnya didasarkan pada kajian pustaka atau yang biasa disebut dengan studi literatur. Dengan sumber data primer berasal dari buku dan jurnal yang relevan dengan apa yang sedang dibahas. Hasilnya adalah 1). AlGhazali juga berpendapat bahwa ilmu kerohanian berasal dari Allah sedang ilmu intelektual bersumber dari akal manusia. Sedangkan 2). Al-Jabiri mengatakan bahwa irfani terbagi menjadi dua yakni secara sikap yaitu menghiraukan keadaan dunia namun lebih contong kepada keadaan manusia dan cenderung individual dan teori yang mana ini dianut oleh Islam yang terbagi menjadi 2 yaitu irfani dalam i’tiba dan qiyas yang mana diungkapkan dengan kasyf tentang yang tampak dalam teks dan kemudian Irfani disampaikan secara syathahat suatu pengungkapan lisan tentang kemaha kuasaan Tuhan.
Antara Empirisme dan Nativisme; Makna Fthrah dalam Hadits Nabi Sulastri, Sulastri; Azizah, Azizah; Alfiah, Alfiah; Marlizayani, Marlizayani; Faridah, Faridah
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.35074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas komparasi antara Pendidikan Islam dengan aliran empirisme, dan pendidikan Islam dengan aliran nativisme dalam makna fithrah dalm Hadits Nabi. Secara khusus, tulisan ini membahas tentang fitrah seorang anak ketika sebelum dilahirkan ke dunia, dan perkembangannya ketika hidup di dunia dalam beragama. Hadis yang penulis gunakan dalam tulisan ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan lainnya. Dimana hadis tersebut adalah hadis yang sahih dan memiliki syahid dan mutabi’ sebagai penguat hadis tersebut Tulisan ini diproyeksian sebagai tinjauan bahwa agama (islam) itu fitrah dan bukan merupakan dari keturunan. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: Persamaan dan perbedaan pendidikan Islam dan aliran empirisme antara lain: pertama, keduanya sepakat bahwa anak yang baru lahir adalah suci, ibarat kertas kosong yang siap ditulis oleh pendidik. Kedua, dengan adanya perbedaan konsep antara konsep fitrah dan teori empiris, maka peranan pendidik dalam konsep pendidikan Islam lebih terbatas dibandingkan dengan peranan pendidik dalam aliran empirisisme dalam membentuk serta mengembangkan kepribadian anak didik tersebut. Persamaan dan perbedaan pendidikan Islam dengan aliran nativisme yaitu: pertama, bahwa keduanya mengakui pentingnya faktor pembawaan, sehingga anak didik mempunyai peran besar dalam membentuk dan mengembangkan kepribadiaannya. Fungsi pendidik dalam hal ini hanya sebagai fasilitator. Kedua,dalam pendidikan Islam, disebabkan nilai agama memiliki kebenaran mutlak, maka pendidik bukan hanya sekedar fasilitator tetapi pendidik juga bertanggung jawab terbentuknya kepribadian muslim pada anak didik