cover
Contact Name
Conrad Liab Hendricson Folamauk
Contact Email
cmj@undana.ac.id
Phone
+6285739077621
Journal Mail Official
cmj@undana.ac.id
Editorial Address
Contact Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto – Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Cendana Medical Journal
ISSN : 23023007     EISSN : 27466809     DOI : https://doi.org/10.35508/cmj
Core Subject : Health,
Cendana Medical Journal (CMJ) menerima naskah dari sarjana, mahasiswa pascasarjana, residen, doktor program internship, staf fakultas kedokteran, staf rumah sakit dan pihak-pihak yang tertarik untuk menulis karya ilmiah. Artikel ilmiah yang diposting di CMJ meliputi: editorial, artikel penelitian, EBCR (Evidence Based Case Report), laporan kasus, dan ulasan. Untuk artikel penelitian sebaiknya penelitian kedokteran dasar atau biomedis.
Articles 258 Documents
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD. PROF. DR. W. Z, JOHANNES KUPANG Lusi, Albert; Artawan, I Made; Padmosiwi, Woro Indri
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.882 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1499

Abstract

Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan hal yang penting karena merupakan salah satu indikator untuk mengukur status kesehatan anak, dan sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang umumnya dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor resiko BBLR adalah kadar hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 50 orang yang terdiri dari 25 orang kelompok kasus dan 25 orang kelompok kontrol yang diambil dengan metode consecutive sampling setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Data diperoleh melalui rekam medik pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p = 0,005 dan nilai OR = 5,464. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hemoglobin (Hb) ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dimana ibu dengan kadar Hb <11g/dL mempunyai risiko 5,464 kali lebih tinggi untuk BBLR
HUBUNGAN POLA ASUH DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MELATI KELURAHAN NAIMATA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENFUI Lette, Sarliance; Wungouw, Herman Pieter Louis; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.723 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1500

Abstract

Masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa penting, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki lagi walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pola Asuh dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi Balita di Posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner untuk penilaian pola asuh dan tingkat pendidikan ibu, pengukuran status gizi balita diukur dengan indeks antropometri berat badan menurut tninggi/panjang badan yang berpedoman pada standar NCHS-WHO dalam versi skor simpang baku (Z-Score). Hasil penelitian menunjukan status gizi balita yang memiliki status gizi normal dengan pola asuh yang baik sebanyak 36 responden dan pola asuh kurang 9 responden, tidak normal dengan pola asuh baik sebanyak 6 responden dan pola asuh kurang 1 responden. Sedangkan balita yang memiliki status gizi normal dengan tingkat pendidikan ibu yang baik sebanyak 38 responden dan tingkat pendidikan kurang 7 responden, tidak normal dengan tingkat pendidikan ibu baik sebanyak 4 responden dan tingkat pendidikan kurang 3 responden. Berdasarkan uji statistik fisher pola asuh dan status gizi diperoleh p-value sebesar p=1,000 > (0,05), sedangkan tingkat pendidikan dan status gizi diperoleh p-value sebesar p=0,120 > (0,05) yang artinya H1 ditolak dan H0 di terima, sehingga tidak terdapat hubungan pola asuh dan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita di posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Kesimpulan penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan pola asuh dan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita di posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Bagi ibu balita rutin membawa anaknya ke posyandu setiap bulan agar status gizi anak dipantau secara berkala, dan tetap mempertahankan pola asuh yang baik serta lebih memperhatikan asupan gizi anaknya
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PENDERITA GANGGUAN SKIZOFRENIA DI RSJ NAIMATA KUPANG Dian, Theresia; Wungouw, Herman Pieter Louis; Legoh, Dickson
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.747 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1501

Abstract

Penelitian mengenai “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kekambuhan Penderita Gangguan Skizofrenia di RSJ Naimata Kupang”, telah dilakukan mulai bulan Juni sampai dengan Juli 2018.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan penderita gangguan skizofrenia yang berkunjung di RSJ Naimata Kupang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan 43 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner dukungan keluarga dan tingkat kekambuhan. Analisa data penelitian ini menggunakan uji statistik spearman. Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,04 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan penderita gangguan skizofrenia di RSJ Naimata Kupang
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum l.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN-VITRO Ugha, Kandida Bibiana; Indriarini, Desi; Koamesah, Sangguana M J
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.655 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1779

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri gram-negatif yang merupakan flora komensal di saluran usus besar manusia yang sering menyebabkan infeksi traktus urinarius, infeksi gastrointestinal, saluran empedu dan traktus respiratorius bawah. Hal ini masih menjadi masalah yang penting, mengingat banyaknya kasus yang dilaporkan. Cengkeh merupakan tanaman yang dapat dijumpai di daerah Nusa Tenggara Timur dan telah dilakukan penelitian bahwa daun cengkeh memiliki senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum l.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in-vitro. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan penelitian postest only control group. Metode yang digunakan ialah metode difusi dengan kertas cakram, menggunakan konsentrasi ekstrak uji yaitu 100%, 80%, 60%, 40% 20%, 10% dan kontrol positif streptomisin injeksi dan kontrol negatif aquades steril, serta dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil dibaca setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian ini Zona hambat terbentuk pada semua konsentrasi ekstrak. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan p = 0,003 yang berarti terdapat perbedaan signifikan diameter zona hambat antar dua kelompok atau lebih (p < 0,05). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cengkeh memiliki kemampuan antibakteri terhadap Escherichia coli. Zona hambat terbesar dibentuk pada konsentrasi 100% sebesar 1,58 cm dan zona hambat terkecil pada konsentrasi 10% sebesar 0,63 cm.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR HEMOGLOBIN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNDANA Mawo, Petronela Rani; Rante, Su Djie To; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.915 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1780

Abstract

Tidur adalah keadaan saat terjadinya proses pemulihan bagi tubuh dan otak serta sangat penting terhadap pencapaian kesehatan yang optimal. Padatnya aktifitas yang dilakukan mahasiswa menyebabkan lebih mudah mengalami gangguan tidur. Gejala penting dari gangguan tidur adalah kualitas tidur yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur yang buruk yaitu status kesehatan, stres psikologis, diet, gaya hidup, lingkungan dan obat-obatan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana. Metode dari penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional regresi dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling dan didapatkan besar sampel 64 orang. Pengambilan data primer dari pengisian kuisoner Pittsburgh sleep quality index (PSQI) dan pengambilan darah kapiler.Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian uji analisis data dengan chi squareuntuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin dan didapatkan nilai p=0,00. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kadar hemoglobin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana
UJI POTENSI ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BUAH LONTAR (Borassus flabellifer) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Konay, Soeharty Megawaty; Pakan, Prisca Deviani; Rambu Kareri, Dyah Gita
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.952 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1782

Abstract

Flora di Indonesia memiliki banyak manfaat, salah satunya digunakan sebagai alternatif pengobatan. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah lontar (Borassus flabellifer). Di India, buah lontar digunakan sebagai obat kulit. Infeksi kulit tersering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini menganalisis potensi antibakteri ekstrak etanol 70% buah lontar (Borassus flabellifer) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan Post-test Only Control Group Design. Uji potensi antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dan metode dilusi broth. Ekstrak buah lontar diperoleh dari proses maserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak kental yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, 25%, 5%, dan 1%. Sefalosporin sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Hasil metode difusi cakram menunjukkan rata-rata diameter daya hambat (DDH) pada konsentrasi 100% sebesar 15,44 mm; konsentrasi 75% sebesar 8,39 mm; konsentrasi 50% sebesar 7,28 mm; konsentrasi 25% sebesar 5,94 mm; konsentrasi 5% sebesar 6,4 mm; dan kontrol positif sebesar 52,28 mm; sedangkan konsentrasi 1% dan kontrol negatif memiliki rata-rata DDH 0 mm. Metode dilusi broth menunjukkan tidak terlihatnya kekeruhan pada konsentrasi 100% sampai 5% dan kontrol positif, sedangkan pada konsentrasi 1% dan kontrol negatif menunjukkan terlihatnya kekeruhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% buah lontar konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata diameter daya hambat (DDH) sebesar 15,44 mm; sedangkan konsentrasi minimum yang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 5%.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA KUPANG Priambada, Ignasius Bima; Buntoro, Ika Febianti; Tallo Manafe, Derri Riskyanti
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.873 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1784

Abstract

Tuberkulosis Paru atau TB Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB Paru ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang karena penyakit ini dapat menyebabkan seseorang menjadi dikucilkan dari masyarakat dan kurang mendapatkan dukungan sosial. Selain kualitas hidup yang dipengaruhi oleh dukungan sosial, kualitas hidup juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pasien TB Paru tersebut karena tingkat pendidikan mempengaruhi apakah pasien tersebut dapat menerima keadaan yang terjadi pada dirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan tingkat pendidikan dengan kualitas hidup pada penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang berjumlah 80 responden. Pengukuran dukungan sosial menggunakan Social Provision Scale oleh Cutrona dan Russel, pengukuran tingkat pendidikan menggunakan data sosiodemografik dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Whoqol-Bref. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitina ini pengukuran dukungan sosial didapatkan 27 responden (33.75%) mendapat dukungan sosial baik dan 58 responden (66.25%) mendapat dukungan sosial sedang. Hasil pengamatan tingkat pendidikan terakhir responden didapatkan 19 responden (23.75%) Perguruan Tinggi, 31 responden (38.75%) Sekolah Menengah Atas, 4 responden (5%) Sekolah Menengah Pertama dan 26 responden (32.50%) Sekolah Dasar. Hasil pengukuran kualitas hidup didapatkan 24 responden (30%) memiliki kualitas hidup baik dan 56 responden (70%) memiliki kualitas hidup buruk. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (p=0.045) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kalitas hidup pasien TB Paru (p=0.092).
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT SINDROMA PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Ina Tuto, Yolanda Yasinta; Rambu Kareri, Dyah Gita; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.786 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1785

Abstract

Sindroma premenstruasi adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang timbul 6-10 hari sebelum menstruasi. Sebagian besar wanita mengalami satu atau lebih gejala premenstruasi pada sebagian besar siklus menstruasinya. Sindroma premenstruasi dapat menjadi masalah karena dapat menimbulkan efek negatif pada aktivitas sehari-hari serta mengganggu fungsi pribadi dan sosial dari individu yang mengalami. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan sindroma premenstruasi adalah stres. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap stres. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan tingkat sindroma premenstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 orang, dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuisioner The Kessler Psychological Distress Scale dan Shortened Premenstrual Assessment Form. Analisis data yang digunakan adalah dengan uji statistik Spearman rho’. Hasil penelitian ini dari 100 responden, didapatkan hasil: 30 responden (30%) tidak mengalami stres dan 70 responden (70%) mengalami stres yang terbagi menjadi 29 responden (29%) mengalami stres berat, 19 responden (19%) mengalami stres sedang, 22 responden (22%) mengalami stres ringan; 100 responden (100%) mengalami sindroma premenstruasi yang terbagi menjadi 54 responden (54%) mengalami sindroma premenstruasi ringan dan 46 responden (46%) mengalami sindroma premenstruasi sedang. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan korelasi kuat dan arah korelasi positif antara tingkat stres dengan tingkat sindroma premenstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (p=0,000 dan r=0,632).
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIBONAT Gili Tewe, Agnes Graciella Maria Vitadini; Rante, Su Djie To; Liana, Debora Shinta
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.263 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1790

Abstract

Prevalensi balita penderita gizi buruk dan gizi kurang di NTT adalah yang tertinggi di Indonesia dengan daerah tertinggi ketiga yaitu Kabupaten Kupang dengan persentase 37,6%. Terjadinya kasus gizi buruk dan gizi kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu pemberian asupan gizi yang kurang baik yang disebabkan oleh banyak faktor, termasuk pengetahuan ibu tentang jenis dan cara pemberian asupan gizi pada anak. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Naibonat. Metode penelitian bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah ibu dengan anak berusia balita berjumlah 91 orang. Metode analisis yang digunakan adalah chi square. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan 14 pertanyaan. Hasil dari penelitian ini berdasarkan skor pengetahuan ibu tentang MP-ASI, 64,83%(59 orang) adalah ibu dengan skor pengetahuan kurang, sedangkan berdasarkan status gizi balita, 58,24%(53 orang) memiliki status gizi baik. Nilai ρ= 0.695 yang didapatkan setelah penelitian, menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi balita. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Naibonat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO RENDAHNYA CAKUPAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA Tangi Bupu, Diana Theresia; Setiono, Kresnawati Wahyu; Davidz, Irene K L A
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.723 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1791

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan sumber nutrisi, vitamin dan mineral terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan pada enam bulan pertama kehidupan. ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian pada bayi namun pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat rendah, khusunya di Puskesmas Oesapa yaitu 12,43% pada 2016. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan case control study dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling untuk kelompok kasus yaitu 48 ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif dan kontrol yaitu 48 ibu yang memberikan ASI eksklusif. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan Odds Ratio. Hasil uji analisis faktor risiko dengan rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif yaitu nilai variabel dukungan suami (OR: 4,959; p: 0,001), ketertarikan terhadap susu formula (OR: 5,314; p: 0,000), tingkat pengetahuan ibu (OR: 2,143; p: 0,066), tingkat pendidikan terakhir ibu (OR: 1,187; p: 0,836), usia ibu (OR: 1,741; p: 0,433), pekerjaan ibu (OR: 1,000; p: 1,000), penghasilan ibu (OR: 1,533; p: 1,000), status pernikahan ibu (OR: 0,897; p: 1,000), urutan kelahiran anak (OR: 0,833; p: 0,831), dukungan petugas kesehatan (OR: 1,000; p: 1,000). Kesimpulan faktor risiko dari rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Oesapa adalah dukungan suami dan ketertarikan terhadap susu formula

Page 4 of 26 | Total Record : 258