cover
Contact Name
Conrad Liab Hendricson Folamauk
Contact Email
cmj@undana.ac.id
Phone
+6285739077621
Journal Mail Official
cmj@undana.ac.id
Editorial Address
Contact Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto – Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Cendana Medical Journal
ISSN : 23023007     EISSN : 27466809     DOI : https://doi.org/10.35508/cmj
Core Subject : Health,
Cendana Medical Journal (CMJ) menerima naskah dari sarjana, mahasiswa pascasarjana, residen, doktor program internship, staf fakultas kedokteran, staf rumah sakit dan pihak-pihak yang tertarik untuk menulis karya ilmiah. Artikel ilmiah yang diposting di CMJ meliputi: editorial, artikel penelitian, EBCR (Evidence Based Case Report), laporan kasus, dan ulasan. Untuk artikel penelitian sebaiknya penelitian kedokteran dasar atau biomedis.
Articles 258 Documents
HUBUNGAN KUALITAS BIMBINGAN INSTRUKTUR CLINICAL SKILL LAB DOKTER SPESIALIS DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Dergong, Emelinda Oktaviani; Sagita, Sidarta; Rante, Su Djie To
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.786 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1802

Abstract

Kepuasan mahasiswa merupakan perbandingan antara harapan yang diinginkan mahasiswa tentang pelayanan kompetensi dosen yang didukung oleh sarana dan prasarana, kepemimpinanan dosen, serta pelayanan karyawan. Kepuasan mahasiswa terhadap kualitas bimbingan instruktur CSL dokter spesialis dipengaruhi oleh teaching skill, kemampuan interpersonal, professional dan komunikasi instruktur. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas bimbingan instruktur CSL dokter spesialis dengan tingkat kepuasan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh mahasiswa semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Sampel diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kualitas bimbingan instruktur Clinical Skill Lab(CSL) Dokter Spesialis dengan tingkat kepuasan mahasiswa (nilai sig. = 0,000 dan koefisien korelasi = 0,549) dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kualitas bimbingan instruktur Clinical Skill Lab (CSL) Dokter Spesialis pada dimensi communication terhadap tingkat kepuasan mahasiswa (nilai sig. = 0,000 dan nilai estimate = 0,573 dengan 95% C.I). Perlu adanya peningkatan kualitas bimbingan instruktur CSL dokter spesialis agar memberikan kepuasan terhadap mahasiswa sehingga dapat meningkatkan keterampilan klinis mahasiswa
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA SELATAN (Vernonia amygdalina Delile) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Liwu, Apolonia Nogo; Lidia, Kartini; Shinta Amat, Anita Lidesna
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.745 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1803

Abstract

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Daun Afrika selatan (Vernonia amydalina Del) sebagai antihiperglikemia mengandung senyawa Flavonoid dan Alkaloid yang dapat meningkatkan sekresi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat enzim alfa Glukosidase, dan menghambat GLUT 2 mukosa usus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun Afrika selatan terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dan dosis minimal ekstrak etanol daun Afrika selatan yang dibutuhkan dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih diinduksi aloksan. Metode penelitian eksperimental laboratoris dengan pendekatan Pre test-post test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ekor tikus putih yang dipilih secara acak dan dibagi dalam 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kelompok kontrol negatif (diinjeksi aloksan dan diberi Aquades), kelompok kontrol positif (diinjeksi aloksan dan diberikan glibenklamid 0,9 mg/200 grBB), kelompok perlakuan 1 (diinjeksi aloksan dan diberikan ekstrak etanol daun Afrika selatan 25mg/kgBB), kelompok perlakuan 2 (diinjeksi aloksan dan diberikan ekstrak etanol daun Afrika selatan 50 mg/kgBB), kelompok perlakuan 3 (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak etanol daun Afrika selatan 100 mg/kgBB). Selanjutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui kadar glukosa darah awal, kemudian diberi serangkaian perlakuan dan selanjutnya dilakukan post-test untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan tersebut. Hasil ekstrak etanol daun Afrika Selatan memiliki nilai signifikan 0,000 yang menunjukan bahwa nilai p < 0,05 yang berarti terjadi penurunan kadar glukosa yang signifikan secara statistik dengan dosis minimal yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebesar 50 mg/kgBB. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun Afrika selatan memiliki aktivitas antihiperglikemia dengan dosis minimal 50 mg/kgBB.
PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Sianturi, Elaine Courtesy; Amat, Anita Lidesna Shinta; Wahyuningrum, Stefany Adi
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.507 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1804

Abstract

Gagal Ginjal memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap seperti hemodialisis. Pasien hemodialisis beresiko mengalami kelainan kardiovaskular lebih tinggi daripada populasi umum. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiko ini adalah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan. Glutation tereduksi (GSH) adalah salah satu antioksidan penting dalam tubuh yang menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah One-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan cara pemilihan sampel jenis Consecutive sampling. Kadar GSH pada sampel darah diuji menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 31 orang. Rerata kadar GSH pada pre-hemodialisis lebih tinggi dari pada rerata kadar GSH pada post-hemodialisis. Pada pre-hemodialisis rerata kadar GSH yaitu 1,80 nmol/ml lebih tinggi daripada post-hemodialisis yaitu 1, 72 nmol/ml. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,422 (>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar GSH pasien gagal ginjal sebelum dan sesudah hemodialysis. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pada pasien gagal ginjal kronik
PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP PENINGKATAN NILAI VO2AMAX PADA SISWA SMP NEGERI 2 KUPANG USIA 13-14 TAHUN Lestari, Yohana Eka Trisnawati; Liana, Debora Shinta; Setiono, Kresnawati Wahyu
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.855 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1805

Abstract

VO2max merupakan jumlah maksimal milliliter oksigen yang digunakan per kilogram berat badan dalam satu menit. Nilai VO2max menggambarkan tingkat daya tahan sistem kardiorespirasi seseorang yang berperan dalam mentranspor oksigen ke jaringan tubuh kususnya otot ketika terjadinya peningkatan beban kerja tubuh. Seseorang yang memiliki nilai VO2max yang baik akan memiliki tingkat kebugaran tubuh yang baik dan dapat menjalani aktifitas sehari-harinya lebih kuat dibandingkan dengan orang yang memiliki nilai VO2max yang buruk. Latihan fisik aerobik yang teratur dapat melatih dan menjaga sistem ini bekerja secara maksimal. Senam aerobik adalah salah satu latihan fisik yang mudah dilakukan dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh latihan senam aerobik intensitas sedang selama 30 menit yang dilakukan sebanyak tiga kali seminggu dalam jangka waktu satu bulan terhadap peningkatan nilai VO2max dan menganalisis adanya perbedaan nilai VO2max antara kelompok kelompok kontrol dan perlakuan. Metode penelitian ini menggunakan pre and posttest control group design. 40 siswa yang memenuhi kriteria inklusi dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengukuran nilai VO2max dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan selama satu bulan dengan menggunakan multistage fitness test. Hasil penelitian ini rerata nilai VO2max awal pada kelompok kontrol sebesar 31,30 ± 4,23 ml/kg/menit dan rerata nilai VO2max akhir sebesar 30,81 ± 4,10 ml/kg/menit. Sedangkan pada kelompok perlakuan rerata nilai VO2max awal sebesar 30,21 ± 2,45 ml/kg/menit dan rerata nilai VO2max akhir sebesar 32,33 ± 2,68 ml/kg/menit. Kesimpulan penelitian ini terdapat peningkatan signifikan pada nilai VO2max kelompok perlakuan dan terdapat perbedaan nilai VO2 max antaara kelompok kontrol dan perlakuan.
PENGARUH PEMBERIAN JUS DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL ORANG DEWASA HIPERKOLESTEROLEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG Marumata, Chrysthien Venty; Woda, Rahel Rara; Artawan, I Made
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.089 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1806

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan peningkatan kadar kolesterol total dalam darah yang dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Daun kelor mengandung flavonoid dan memiliki efek hipokolesterol dapat menekan aktivitas enzim HMG-KoA reduktase sehingga dapat mengurangi biosintesis kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun kelor terhadap kadar kolesterol total pada orang hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini adalah Quasi experimental dengan rancangan control group pre test-post test. Subjek adalah orang dewasa usia 25-60 tahun yang memiliki kadar kolesterol total ≥200 mg/dl. Kelompok dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan dengan 10 subjek tiap kelompok. Kelompok perlakuan diberikan minuman jus daun kelor sebanyak 220ml per hari dan kelompok kontrol tidak diberikan, jus daun kelor dikonsumsi selama 3 hari. Kadar kolesterol total dianalisis dengan metode Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin (CHOD-PAP). Uji normalitas data menggunakan Saphiro-wilk. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon rank test. Hasil dari penelitian ini minuman jus daun kelor sebanyak 220 ml per hari selama 3 hari tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total secara signifikan yaitu dari 236,30 mg/dl menjadi 234,30 mg/dl (p=0.721). Sedangkan untuk kelompok kontrol terdapat kenaikan kolesterol total dari 226,20 menjadi 235,50 akan tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0.114). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian minuman jus daun kelor sebanyak 220 ml per hari selama 3 hari tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total secara signifikan
PERBEDAAN ANTARA RASIO NEUTROFIL/ LIMFOSIT DAN RASIO PLATELET/ LIMFOSIT PADA KEHAMILAN NORMAL, PREEKLAMSIA RINGAN DAN BERAT Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Widyastiti, Nyoman Suci
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.962 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1807

Abstract

Preeklamsi disebabkan hipoperfusi plasenta, pelepasan sitokin dan disfungsi endotel sebagai respons inflamasi. Neutrofil/Limfosit Ratio (NLR) dan Platelet/ Limfosit Ratio (PLR) merupakan petanda inflamasi sistemik pada berbagai penyakit inflamasi. Membandingkan NLR dan PLR sebagai petanda inflamasi pada kehamilan normal, Preeklamsia Ringan (PER) dan Preeklamsia Berat (PEB). Penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang terhadap 102 pasien kehamilan di RSUP dr. Kariadi yang terbagi menjadi 3 kelompok (normal, PER, PEB). Neutrofil dan limfosit dihitung dengan hitung jenis nilai absolut trombosit berdasarkan hematology analizer. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji post hoc Mann-Whitney. Median NLR pada kehamilan normal ialah 4,15(1,34;5,86) pada PER 5,56 (1,78;8,5) dan PEB 10,98 (5,57;18,8) terdapat perbedaan NLR kehamilan normal dengan PEB dan PER dengan PEB. Median PLR pada kehamilan normal 151,44 (92,34;381,54) PER 134,72 (30,84;491,38) dan PEB 153,35 (26,34;441,14) tidak terdapat perbedaan PLR pada kehamilan normal dan PER (p=0,359) kehamilan normal dan PEB (p=0,965) PER dan PEB(p=0,535). Terdapat perbedaan NLR antara kehamilan normal dengan PEB dan PER dengan PEB, tidak terdapat perbedaan PLR antara ketiganya
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN LOKASI LESI DENGAN TINGKAT DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD PROF DR. W.Z. JOHANNES KUPANG Gultom, Rut Desiyana; Wungouw, Herman Pieter Louis; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.097 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2618

Abstract

Stroke adalah penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Bahkan, setiap dua detikdidapatkan penambahan satu pasien stroke di dunia. Faktor resiko yang memicu tingginyaangka kejadian stroke iskemik salah satunya adalah diabetes melitus. Kenaikan kadar glukosadalam darah yang terjadi 48 jam pertama pada penderita stroke fase akut dapatmempengaruhi morbiditas dan mortalitas penderita. Seluruh jenis stroke pasti menyebabkandefisit neurologis yang berbeda tergantung daerah otak yang aliran darah terganggu danfungsi otak mengalami iskemik.Efek dari Stroke biasanya tergantung pada tingkat kerusakanotak dan letak lesi stroke pada otak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungankadar glukosa darah dan lokasi lesi dengan tingkat defisit neurologis pada pasien strokeiskemik di RSUD Prof Dr. W.Z. Johannes Kupang. Metode yang digunakan pada penelitianini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yangdilakukan pada pasien stroke iskemik yang datang ke RSUD Prof. Dr. W. Z. JohannesKupang dengan cara pemeriksaan langsung pasien dan status pasien. Teknik pengambilansampel menggunakan Consecutive Sampling dengan besar sampel 50 orang yang memenuhikriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan ujichi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan kadar glukosa darah (p=0,016)dan lokasi lesi(p=0,011) berhubungan dengan tingkat defisit neurologis pasien stroke iskemik. Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa darah yang tinggi dan lokasi lesi dihemisfer kiri berhubungan dengan beratnya tingkat defisit neurologis pada pasien strokeiskemik di RSUD Prof DR. W.Z. Johannes Kupang
HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Maria, Adolfina Citra; Rante, Su Djie To; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.278 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2637

Abstract

Obesitas merupakan suatu keadaan patologis, terjadi akumulasi lemak dalam tubuh melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Obesitas telah menjadi salah satu masalah kesehatan utama baik di negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan lokasi distribusi lemak, obesitas diklasifikasikan menjadi obesitas sentral dan obesitas general dimana obesitas sentral memiliki risiko mortalitas dan morbiditas lebih tinggi dibandingkan obesitas general. Pada individu dengan obesitas, terjadi penurunan kontrol terhadap kadar glukosa darah yang berisiko menimbulkan peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas sentral dengan kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 67 orang yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP) dan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Fisher, didapatkan nilai p = 0,000. Berdasarkan hasil tersebut, H0 ditolak dan H1 diterima karena p < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara obesitas sentral dengan kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Dengan demikian, disarankan untuk mengubah pola hidup ke arah yang sehat agar dapat terhindar dari obesitas sentral
HUBUNGAN JENIS DAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN HASIL DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN METODE PAP SMEAR DI PUSKESMAS BAKUNASE KUPANG Mau Meta, Maria Chrisanti; Br. Damanik, Efrisca Meliyuita; Shinta Amat, Anita Lidesna
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.262 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2638

Abstract

Penggunaan kontrasepsi yang telah digunakan oleh jutaan wanita diseluruh dunia meningkatkan risiko dari kanker serviks terkait dengan jenis dan lama penggunaannya. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh human papillomaviruses (HPV) yang menginvasi melalui aktivitas seksual. HPV tidak cukup kuat untuk melakukan neoplasia dikarenakan progresifitas untuk terjadi kanker memungkinkan bila terjadi ketidakseimbangan hormonal yang bias didapat dari penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis dan lama penggunaan kontrasepsi dengan hasil deteksi dini kanker serviks menggunakan metode pap smear di wilayah kerja puskesmas Bakunase. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus proporsi binomial dalam populasi finit dimana didapatkan total sampe adalah 44 orang. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi-Square dengan uji alternative yakni fisher’s exact test untuk melihat ada tidaknya hubungan. Hasil dari 44 responden yang mengikuti pemeriksaan pap smear 41 responden yang menggunakan kontrasepsi jenis hormonal dan non hormonal memilikihasil yang abnormal. 24 responden yang menggunakan kontrasepsi< 5 tahun memiliki hasil abnormal dan 17 responden yang menggunakan kontrasepsi ≥ 5 tahun memiliki hasil abnormal. Hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal dalam hal ini ditemukannya perubahan sel yang reaktif akibat adanya inflamasi dan lesi intra epitel derajat ringan. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui jenis dan lama penggunaan kontrasepsi tidak memiliki hubungan dengan hasil deteksi dini kanker serviks menggunakan metode pap smear
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES DENGAN DRY EYE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Fredrik Legoh, Christalino Gabriel; Setiono, Kresnawati Wahyu; Cahyaningsih, Eunike
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.941 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2639

Abstract

Dry eye atau mata kering adalah kelainan dari film air mata yang terjadi akibat kekurangan air mata atau penguapan air mata yang berlebihan. Keluhan dari dry eye ini berupasensasi seperti adanya benda asing di mata, mata terasa kering, iritasi pada mata, gatal, hingga penglihatan kabur. Diabetes Melitus telah teridentifikasi sebagai salah satu faktor risiko sistemik yang terkemuka atas kejadian dry eye. Kejadian dry eye pada penderita diabetes disebabkan oleh berkurangnya produksi air mata karena neuropati. The Beaver Dam Eye Study melaporkan bahwa kurang lebih 20% dry eye terjadi pada individu dengan DM tipe 2 pada usia antara 43 sampai 86 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes dengan dry eye pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel atau 70 mata. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kejadian dry eye lebih banyak terjadi pada sampel yang sudah menderita diabetes selama 5 – 10 tahun (17 mata). Analisis hubungan lama menderita diabetes dengan dry eye menggunakan uji spearman menunjukkan nilai p=0,421 pada mata kanan dan p=0,060 pada mata kiri. Dari hasil penelitian ini disimpulan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara lama menderita diabetes dengan dry eye pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang

Page 6 of 26 | Total Record : 258