cover
Contact Name
Conrad Liab Hendricson Folamauk
Contact Email
cmj@undana.ac.id
Phone
+6285739077621
Journal Mail Official
cmj@undana.ac.id
Editorial Address
Contact Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto – Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Cendana Medical Journal
ISSN : 23023007     EISSN : 27466809     DOI : https://doi.org/10.35508/cmj
Core Subject : Health,
Cendana Medical Journal (CMJ) menerima naskah dari sarjana, mahasiswa pascasarjana, residen, doktor program internship, staf fakultas kedokteran, staf rumah sakit dan pihak-pihak yang tertarik untuk menulis karya ilmiah. Artikel ilmiah yang diposting di CMJ meliputi: editorial, artikel penelitian, EBCR (Evidence Based Case Report), laporan kasus, dan ulasan. Untuk artikel penelitian sebaiknya penelitian kedokteran dasar atau biomedis.
Articles 258 Documents
ANALISIS FAKTOR RISIKO PADA IBU DAN BAYI TERHADAP ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Jon Putri, Yustina Nada; Lalandos, Jansen Loudwik; Setiono, Kresnawati W
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.845 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1792

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan kasus kegawatdaruratan neonatal, bahkan sangat berisiko untuk terjadinya kematian neonatal. Faktor-faktor yang menyebabkan asfiksia antara lain faktor ibu, faktor plasenta, faktor persalinan dan faktor bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko pada ibu dan bayi yang berhubungan dengan asfiksia neonatorum di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian adalah observasional analitik dengan desain case control. Sampel pada penelitian terdiri dari 58 bayi yang yang dipilih dengan metode consecutive sampling untuk kelompok kasus dan metode systematic random sampling untuk kelompok kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah univariat,bivariat dan multivariat dengan uji Chi Square, Odds Ratio dan uji regresi logistik. Hasil penelitian ini faktor-faktor yang berhubungan dengan asfiksia neonatorum antara lain tingkat pendidikan ibu (OR: 3,819; 95%CI: 1,046 - 13,943; p: 0,036), usia gestasi (OR: 17,111; 95%CI: 2,031 - 144,136; p: 0,001), kelainan letak (OR: 34,462; 95%CI: 4,117 - 288,449; p: 0,000) dan air ketuban bercampur mekonium (OR: 34,667; 95%CI: 1,237 - 91,983; p: 0,025). Kesimpulan dari penelitin ini terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu, usia gestasi, kelainan letak dan air ketuban bercampur mekonium terhadap asfiksia neonatorum di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP LARVA Aedes aegypti DAN Culex sp. INSTAR III/IV Markus, Yosefania E.D.P.; Koamesah, Sangguana M J; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.331 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1793

Abstract

Penggunaan larvasida sintetik dalam waktu lama dapat menyebabkan terbentuknya strain nyamuk yang resisten. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi resistensi vektor terhadap larvasida adalah menggunakan larvasida nabati yang terbuat dari tumbuhan yang lebih ramah lingkungan dan lebih mudah terurai di alam. Biji kelor (Moringa oleifera) mengandung metabolit sekunder seperti tanin, saponoin dan alkaloid yang dapat berperan dalam kematian larva. Spesies nyamuk yang digunakan adalah Aedes aegypti dan Culex sp. yang merupakan vektor dari beberapa penyakit endemis dan penyakit yang diabaikan di Indonesia, yaitu Demam Berdarah (Aedes aegypti) dan Filariasis (Culex sp.). kedua penyakit ini masih memiliki angka prevalensi yang tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas biji kelor sebagai larvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti dan Culex sp. Metode yang digunakan ekstrak biji kelor dibuat menggunakan pelarut aquades dengan teknik infundasi. Uji perlakuanfitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak biji kelor. Digunakan 480 ekor larva instar III/IV dari setiap spesies nyamuk yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan, (kelompok kontrol positif dengan abate 0,02 ppm, kelompok ekstrak biji kelor 750 ppm, 1000 ppm, 1250 ppm, 1500 ppm, dan 1750 ppm). Pengamatan akan dilakukan selama 48 jam dengan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian ini pada uji fitokimia didapatkan ekstrak biji kelor mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid, dan tanin (dalam jumlah sedikit). Rata-rata kematian larva yang paling tinggi ditemukan pada kosentrasi 1750 ppm yaitu 4,5 larva Aedes aegypti dan 3,5 larva Culex sp.. Hasil analisis Kruskall Wallis menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor efektif sebagai larvasida untuk Aedes aegypti (p=0,004) dan Culex sp. (p=0,001). Pada analisis probit didapatkan bahwa LC50 dari ekstrak terhadap Aedes aegypti adalah 4618 ppm, dan untuk Culex sp. 5242 ppm. Kesimpulan ekstrak biji kelor efektif sebagai larvasida nabati pada larva Aedes aegypti dan Culex sp
PERBEDAAN NEUTROFIL LIMFOSIT RASIO DAN TROMBOSIT LIMFOSIT RASIO PRE DAN POST HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Damayanti, Anggita; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Wahyuningrum, Stefany Adi
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.747 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1794

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan proses yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Salah satu cara penanganan PGK adalah terapi hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan nilai Neutrofil Limfosit Rasio dan Trombosit Limfosit Rasio pre dan post hemodialisis pasien penyakit ginjal kronik. Metode penelitian analitik komparatif dengan pendekatan secara cross sectional, populasi penelitian pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Teknik pengambilan sampel non probability menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian ini nilai signifikansi menggunakan uji T berpasangan dengan nilai p=0,05 didapatkan NLR 0,751 dan TLR 0,024. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan nilai Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) pasien PGK sebelum dan sesudah hemodialisis dan terdapat perbedaan nilai Trombosit Limfosit Rasio (TLR) pasien PGK sebelum dan sesudah hemodialisis
ANALISIS FAKTOR RISIKO MATERNAL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG Manafe, Werner Abyeriston; Lalandos, Jansen Loudwik; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.467 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1795

Abstract

Preeklampsia merupakan hipertensi, edema dan proteinuri setelah 20 minggu kehamilan. Menurut WHO salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah preeklampsia. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko maternal terhadap kejadian preeclampsia. Metode yang digunakan adalah desain cross sectional dengan jumlah sampel 94 orang menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil dari penelitian ini nilai signifikansi hubungan usia, status gravida dan riwayat preeklampsia <alpha (0,05) dan nilai signifikansi kehamilan ganda dan obesitas >alpha (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, status gravida dan riwayat preeklampsia terhadap kejadian preeklampsia dan tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara kehamilan ganda dan obesitas dengan preklampsia
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA ENDE Sengi, Tekla Windyanita; Manafe, Derri Riskiyanti Tallo; Rini, Desi Indria
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.875 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1796

Abstract

Masa balita merupakan periode perkembangan otak yaitu bertambahnya fungsi tubuh yang lebih kompleks. Pada masa ini, otak anak lebih terbuka untuk proses pembelajaran, pengkayaan dan lebih peka terhadap lingkungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah status giz. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 3-5 tahun di TK Negeri Pembina Ende. Metode jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 127 anak yang dipilih dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah KPSP dan penilaian status gizi dengan indeks BB/TB. Uji analisis yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi baik (85%), memiliki perkembangan yang sesuai (80.3%). Hasil uji spearman rank menunjukan bahwa p = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan yang bisa ditarik adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia 3-5 tahun
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI Lema, President Venuz Venezea; Setiono, Kresnawati Wahyu; Manubulu, Regina Maya
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.507 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1797

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Stunting sebagai akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting, namun tiap daerah memiliki perbedaan yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oepoi. Metode yang digunakan penelitian observasional analitik dengan rancangan case control study dengan 114 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling untuk kelompok kasus yaitu 57 balita stunting dan kelompok kontrol yang terdiri dari 57 balita normal. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan Odds Ratio. Hasil uji analisis faktor risiko dengan kejadian stunting yaitu nilai variabel asupan energi (OR: 6,143; p: 0,000), asupan protein (OR: 7,500; p: 0,000), status ekonomi keluarga (OR: 3,338; p: 0,004), jenis kelamin (OR: 0,513; p: 0,125), berat badan lahir balita (OR: 2,487; p: 0,178), status imunisasi (OR: 1,698; p: 0,556), pemberian ASI eksklusif (OR: 0,612; p: 0,546), riwayat penyakit infeksi (OR: 1,810; p: 0,334), pendidikan orang tua (OR: 1,950; p: 0,125), dan pekerjaan orang tua (OR: 0,525; p: 0,315). Kesimpulan penelitian ini faktor risiko dari kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Oepoi adalah asupan energi, asupan protein, dan status ekonomi keluarga
HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN, RIWAYAT HIPERTENSI, DAN RIWAYAT ABORTUS PADA IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD PROF.DR.W.Z.JOHANNES Bili, Maria Lusia Bela; Liana, Debora Shinta; Buntoro, Ika Febianti
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.97 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1798

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram. Prevalensi kasus BBLR di NTT pada tahun 2017 adalah sebesar 5.318 (5,6%) dari 94.433 kelahiran hidup yang ditimbang. Bayi berat lahir rendah berkonstribusi sebanyak 60-80% dari seluruh kematian neonatus dan memiliki risiko kematian lebih besar dari bayi dengan berat normal. Terdapat berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu faktor ibu, bayi, dan plasenta. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara jarak kelahiran, riwayat hipertensi dan riwayat abortus pada ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes. Metode yang digunakan case control study dengan 68 sampel. Kasus dan kontrol dalam penelitian ini akan dicocokan (matching) dalam variabel usia ibu saat persalinan.Popoulasi penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes pada tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan 68 sampel dengan 34 kasus dan 34 kontrol. Hasil uji statistik menunjukan bahwa riwayat hipertensi pada ibu (p: 0,000), jarak kelahiran (p: 0,476) dan riwayat abortus (p:0,259). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pada ibu dengan kejadian BBLR .Tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dan riwayat abortus pada ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN OSTEOARTRITIS LUTUT DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG 2018 Tarigan, Gloria Josephin; Rante, Su Djie To; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.779 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1799

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan tulang rawan sendi, dan merupakan jenis artritis yang paling banyak dijumpai. Osteoartritis biasanya mengenai sendi penopang berat badan (weight bearing) terutama sendi lutut. Osteoartritis pada sendi lutut ini dapat menyebabkan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup. Penderita osteoartritis mengalami berbagai gangguan gejala penyakit yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup adalah penting sebagai salah satu tujuan dari terapi pada penyakit kronis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas hidup pasien osteoartritis lutut. Metode jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Dengan responden 44 orang yang diambil dengan metode consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari responden sebanyak 44 orang, intensitas nyeri responden terbanyak berada pada rentang 41-50 yaitu sebanyak 29,5% dengan interpretasi nyeri sedang. Nilai rerata kualitas hidup responden sebesar 2.8778545 yang berarti responden memiliki kualitas hidup yang baik. Hasil analisa ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan kualitas hidup pasien osteoartritis lutut (p = 0.009) dengan kekuatan korelasi yang lemah (r = 0,392). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa intensitas nyeri berhubungan dengan kualitas hidup pasien osteoartritis lutut, dimana semakin tinggi intensitas nyeri maka kualitas hidup pasien OA lutut di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang akan semakin memburuk.
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN JUMLAH PARITAS DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI KOTA KUPANG Nugraha, Rahmat Nurwan; Lalandos, Jansen Loudwik; Nurina, Rr. Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.607 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1800

Abstract

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan dalam waktu singkat akan makin banyak kehilangan energi sehingga ATP menurun yang menyebabkan penurunan proses metabolisme tubuh, lalu tubuh melakukan proses katabolisme sehngga cadangan makanan dalam tubuh digunakan dan menyebabkan tubuh kekurangan energi. Data Riskesdas dari tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukkan prevalensi KEK tertinggi di provinsi NTT. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti mengenai hubungan jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di kota kupang. Peneliti memilih empat puskesmas yaitu Puskesmas Bakunase, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Oepoi dan Puskesmas Oesapa. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik pada ibu hamil di kota Kupang. Metodologi Penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang dilakukan dengan pendekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode total sampling, dengan jumlah sampel sebesar 34 sampel ibu hamil. Hasil penelitian didapati jumlah paritas tidak berhubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil dengan nilai P=0,968. Sedangkan jarak kehamilan memiliki hubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamildengan nilai P=0,000.
HUBUNGAN POSISI DAN LAMANYA DUDUK DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEGAWAI DI PERUSAHAAN MEDIA CETAK VICTORY NEWS DAN TIMOR EXPRESS KOTA KUPANG Lian, Anastasya Rubiyanti; Rante, Su Djie To; Sinaga, Jane E. F.
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.982 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1801

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-sehari. NPB disebabkan karena posisi duduk yang tidak ergonomis selama bekerja dan duduk dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi dan lamanya duduk saat bekerja dengan kejadian nyeri punggung bawah. Metode jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Dengan responden 33 orang yang diambil dengan metode total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square. Hasil analisa ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan nyeri punggung bawah (p = 0.047) dan lama duduk dengan nyeri punggung bawah (p = 0.000). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa posisi duduk berhubungan dengan nyeri punggung bawah (p = 0,047) dan lama duduk juga berhubungan dengan nyeri pungung bawah (p = 0.000)

Page 5 of 26 | Total Record : 258