cover
Contact Name
Abdimas Langkanae
Contact Email
junallangkanae11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
junallangkanae11@gmail.com
Editorial Address
Komp. Perumahan Griya Lumandi Permai
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Langkanae
ISSN : -     EISSN : 28087682     DOI : https://doi.org/9.jpm/006
Abdimas Langkanae adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
Sosialisasi Pengguna Teknologi Digital (Handphone) di Lingkungna Sekolah Abdul Zahir; Alya Ramadani; Mardiana, Mardiana; Muh Sulkifli Kanna Padang; Rini Astuti; Jahlia, Jahlia
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.603

Abstract

Sosialisasi Penggunaan Teknologi Digital (Handphone) di Lingkungan Sekolah merupakan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam menggunakan handphone secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Meningkatnya penggunaan handphone di kalangan siswa memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan dukungan terhadap proses pembelajaran, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, serta melemahnya disiplin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi terstruktur yang melibatkan siswa dan guru, dengan penyampaian materi mengenai manfaat dan risiko penggunaan handphone, etika penggunaan di lingkungan sekolah, serta pengaturan waktu penggunaan yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital, kesadaran diri, serta perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan handphone sebagai media pendukung pembelajaran, sehingga sosialisasi ini berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif di era digital
Bahaya Ciber Bullying di Era Digital Pada Lingkungan Sekolah Abdul Zahir; Stevi Geovani; Fitriyani, Fitriyani; Rensi Sarianti; Junardi, Junardi; Dini Aminartin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.605

Abstract

Era digital telah mengubah interaksi sosial secara fundamental, termasuk di lingkungan sekolah, namun juga memunculkan fenomena negatif baru seperti cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam bahaya cyberbullying yang terjadi di kalangan pelajar serta dampaknya yang komprehensif terhadap individu, dinamika sosial, dan iklim akademik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap studi-studi relevan, diperkaya dengan analisis kualitatif mengenai kasus-kasus terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying yang melibatkan penyebaran konten berbahaya, pelecehan daring, atau eksklusi sosial melalui media digital, memiliki konsekuensi psikologis yang parah bagi korban, termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, penurunan harga diri, hingga keinginan untuk bunuh diri. Secara kolektif, tindakan ini merusak lingkungan belajar yang aman dan suportif dengan menciptakan suasana ketakutan, ketidakpercayaan, dan konflik. Diperlukan intervensi yang terintegrasi, yang tidak hanya melibatkan peningkatan kesadaran dan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua, tetapi juga pengembangan kebijakan sekolah yang tegas dan mekanisme pelaporan yang rahasia untuk menanggulangi dan mencegah cyberbullying. Studi ini menyimpulkan bahwa sekolah memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam melindungi siswa dari bahaya digital dan merekomendasikan implementasi program pencegahan yang berfokus pada pembentukan etika digital dan empati.
Sosialisasi Pemanfaatan dan Dampak Artificial Intelligence (AI) Pada Siswa SMP Negeri Salu Simbuang Ni Made Pratiwi; Sofiah, Sofiah; Hasyim, Najib Ali; Pakedeng, Irghie Fianto; Wulandari, Wulandari; Zahir, Abdul; Abdullah Syukur
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.606

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya yaitu artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang berkembang terus dengan cepat ke berbagai sektor termasuk pendidikan. Namun, masih banyak siswa yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai konsep, pemanfaatan, serta dampak positif dan negatif AI. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui sosialisasi pemanfaatan dan dampak artificial intelligence (AI) di SMP Negeri Salu Simbuang.. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada tanggal 6 November 2025, melalui kerja sama antara tim pelaksana dan pihak sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan participatory training yang melibatkan pemaparan materi, demonstrasi penggunaan aplikasi AI dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui kuis dan diskusi interaktif. Peserta kegiatan berjumlah 27 orang yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar Artificial Intelligence, pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, serta kesadaran terhadap dampak positif dan negatif penggunaan AI. Selain itu, keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi AI sebagai media pendukung pembelajaran juga mengalami peningkatan. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet, kegiatan ini dinilai berjalan efektif dan mendapat respons positif dari peserta. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini berpotensi mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah
Inovasi Pengemasan Sayuran Higienis Untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk di Desa Ciro-Ciroe Kabupaten Sidenreng Rappang Nining Triani Thamrin; Andi Nurwidah; Aldhy Iskandar; Nadyah Harnol M. Lolo; Sry Wahyuni; Muhammad Fajrin; Jumadil, Jumadil; Ferdianto, Ferdianto
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.613

Abstract

Penanganan pascapanen, khususnya pengemasan, memegang peranan penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan nilai jual produk sayuran. Pengemasan yang tepat tidak hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan fisik, pencemaran, dan penurunan mutu selama penyimpanan dan distribusi, tetapi juga berperan sebagai sarana informasi, identifikasi, serta strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam menerapkan inovasi pengemasan sayuran higienis guna meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Kegiatan dilaksanakan pada 24 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan yang bersifat aplikatif dan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi, serta pelatihan dan demonstrasi pengemasan sayuran higienis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengemasan higienis, penggunaan bahan kemasan yang aman (food grade), serta penerapan teknik pengemasan yang tepat. Peserta mampu mempraktikkan pengemasan sayuran secara rapi, bersih, dan menarik menggunakan wadah styrofoam, plastik wrap, pelabelan produk, serta didukung media promosi berupa flyer. Penerapan inovasi pengemasan ini menghasilkan produk sayuran yang lebih higienis, informatif, dan siap dipasarkan, serta berpotensi meningkatkan daya tarik, kepercayaan konsumen, dan nilai jual produk sayuran lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ciro-Ciroe Melalui Pelatihan Inovasi Pengolahan Produk Olahan Cabai Bernilai Ekonomi Tinggi AR, Trisnawaty; Asra, Reza; Nikmat Syarifuddin, Rifni; Ernayanti; Mahendra, Zulsah; Harsono; Fernanda, Bossi; Muh. Reski; Abd. Mujib M.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.615

Abstract

Desa Ciro-Ciroe memiliki potensi komoditas cabai yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan cabai segar sehingga nilai ekonominya rendah dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar. Selain itu, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahan pascapanen menyebabkan potensi cabai belum dioptimalkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai ekonomi cabai melalui pelatihan inovasi produk olahan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pengolahan cabai menjadi produk sambal dan cabai kering, praktik pengemasan produk, serta evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan cabai, terbentuknya produk olahan cabai yang bernilai tambah, serta meningkatnya minat peserta untuk mengembangkan usaha berbasis cabai. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam memberdayakan masyarakat Desa Ciro-Ciroe dan meningkatkan nilai tambah komoditas cabai, sehingga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan usaha desa.
Model Welenrengnge: Penguatan Karakter Maritim Siswa SMAN 3 Sidenreng Rappang Bandung, AB Takko; Nursa'adah, St.; Meirling, Andi; Muh. Sunre; Basri, Ismail; Naura Anggita Syahrani; Shanti, Shanti; Muh. Rizal
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.479

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat karakter maritim pada siswa SMA Negeri 3 Sidenreng Rappang melalui penerapan Model Welenrengnge. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di lingkungan sekolah dan di Puncak Bila, guna memberikan konteks belajar yang berbeda dan memperkaya pengalaman peserta. Kegiatan dirancang dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, presentasi nilai karakter, praktik ibadah berjamaah, dan permainan edukatif yang merepresentasikan nilai-nilai karakter MARITIM, seperti manusiawi, arif, religius, inovatif, tangguh integritas, dan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi Model Welenrengnge efektif dalam meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai-nilai karakter MARITIM tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Pihak sekolah memberikan respons positif dan mendorong keberlanjutan program ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, Model Welenrengnge terbukti sebagai pendekatan yang relevan dalam pengembangan karakter MARITIM di kalangan pelajar.
Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti , Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin, Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapat  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pemasaran Rumput Laut di Desa Pesisir Tirowali Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Hardiana, Hardiana; Ruhama, Ruhama; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Dianradika Prasti; Iin Karmila Putri; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.483

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan produktivitas dan nilai jual rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi, sosialisasi budidaya, penanganan hama rumput laut dan diversifikasi produk olahan serta pelatihan pemasaran berbasis digital. Sebanyak 11 anggota kelompok tani rumput laut terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kualitas rumput laut kering sesuai standar, terciptanya produk olahan seperti krupuk, nugget, dan agar-agar serta meningkatnya kemampuan memasarkan produk secara digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas hasil produksi dan memperluas akses pasar secara nyata.
Penerapan Teknologi Pengering Ikan Untuk Mendukung Produktifitas dan Pemasaran Ikan Kering di Desa Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Reski Yusrini IslamiahYunus; Akram Hamzah; Jumarniati, Jumarniati; Andi Jumardi; Iin Karmila Putri; Rahma Hi Manrulu
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.487

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu ikan kering dan kapasitas mitra dalam produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan PKM dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode Rational Unified Process (RUP) digunakan untuk memecahkan masalah produksi melalui pelatihan penggunaan alat pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang. Dari sisi pemasaran, kegiatan meliputi pelatihan pemanfaatan teknologi pemasaran digital, teknik fotografi produk dan sosialisasi pentingnya mendaftarkan merek dagang serta sertifikasi halal pada produk ikan kering. Kegiatan ini melibatkan 18 pelaku UMKM ikan kering. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa penerapan teknologi  pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang dapat meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing produk ikan kering lokal. Selain itu, melalui penggabungan pemasaran digital yang melibatkan partisipasi masyarakat yang aktif, jangkauan pasar dapat diperluas
Pemberdayaan Komunitas Muda untuk Ekonomi Berdaya Saing melalui Sociopreuner Rahman, Abdul; Herman, Herman; Asriadi, Asriadi; Askar, Askar; Paramita Sundari
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.488

Abstract

Program ini dilatarbelakangi oleh kendala yang dihadapi oleh pemuda Desa Mattirowalie dalam hal keterampilan berwirausaha dan pengelolaan usaha, khususnya setelah kegagalan mereka mengelola bisnis berbasis minyak cengkeh akibat kurangnya inovasi dan lemahnya dukungan dari lembaga terkait. Dengan mengedepankan potensi lokal dan konsep kewirausahaan yang berorientasi sosial, program ini dirancang untuk membangun kapasitas kelompok Generasi Milenial Lampoko agar lebih siap dalam merintis dan mengelola usaha bernilai ekonomis secara berkesinambungan. Proses pelaksanaan dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif melalui lima tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan perencanaan keberlanjutan. Pelatihan melibatkan 15 hingga 20 peserta dan mencakup materi perencanaan usaha, digital branding, serta manajemen dasar usaha. Dalam tahap produksi, peserta terbagi ke dalam dua unit kegiatan utama: produksi parfum dan produksi sabun cuci piring berbahan minyak cengkeh. Tim produksi parfum berhasil menciptakan aneka varian aroma, sementara tim sabun memproduksi antara 10 hingga 15 liter sabun dalam satu kali proses, yang selanjutnya dikemas dalam 40 sampai 50 botol siap edar. Keduanya menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik produksi dan pemasaran, serta berhasil memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp untuk promosi produk. Kegiatan ini membawa dampak positif berupa peningkatan kapasitas kewirausahaan, kepercayaan diri, dan terciptanya peluang ekonomi baru di kalangan pemuda desa. Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini membuktikan bahwa partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam merintis usaha mandiri yang berbasis pada potensi lokal dan diarahkan untuk keberlangsungan jangka panjang.

Page 11 of 17 | Total Record : 164